
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘
Terima Kasih dan selamat membaca semua💕
"Apa masih kurang?" Tanya Arion.
"Tidak tuan ini sangat cukup... Akan aku katakan... Yang menyuruhku adalah putra dari tuanku... Kalfa Wijaya... Dia menyuruhku untuk membunuh anda dan akan membawa Nona Antia bersamanya. Dia dendam padamu karena kau merebut Nona Antia dari tuan muda. Tapi setelah dia tau rencana ku gagal Kalfa Wijaya memecatku dan aku jatuh miskin sekarang." Ucap Amar penuh emosi.
"Kean sudah direkam?? (Kean mengagguk.) Kau pikir kau bisa menerima ini semua karena memberi tau soal tuanmu? Kau juga membunuh kak Glan maka kau akan ikut bersamanya. Tahan dia dipenjara bawah tanah sekarang!!!" Titah Arion.
"Arion kau penipu!! Penipu besar aku pasti membunuhmu." Ucap Amar meronta ronta.
"Kean kepung Kediaman Wijaya jika perlu hubungi tentara dan berikan bukti itu." Titah Arion.
"Baik tuan muda." Jawab Kean.
Akhirnya, kedua tujuanku sudah terpenuhi... Kini aku tinggal fokus menunggu Antia lulus dari sekolahnya. Dan setelah itu aku baru bisa hidup bahagia. Batin Arion.
"Tuan muda sudah selesai." Ucap Kean.
"Hubungi keluarga Andian mereka harus tau apa yang sebenarnya terjadi. Kita ke kediaman Wijaya sekarang." Titah Arion.
"Baik Tuan Muda." Jawab Kean.
Mereka pun dengan segera menuju ke Kediaman Wijaya.
Di Kediaman Wijaya.
Kalfa tampak tersenyum bahagia dan sedang meminum segelas anggur di tangannya. Dia tidak tau jika informasi yang Reno Vanect berikan adalah palsu.
"Antia kau membuatku gila... Tinggal hitungan hari aku akan membawamu sebagai nyonya Wijaya." Ucap Kalfa dan meneguk segelas anggur di tangannya.
"Tuan muda!!! Tuan muda." Panggil kepala pelayan.
"Adapa??" Tanya Kalfa.
"Vila ini di kepung oleh tentara tuan, Nyonya dan tuan besar sudah diluar tuan." Jawab kepala pelayannya.
Kalfa pun membanting gelas anggur yang ada ditangannya. Segeralah Kalfa keluar dari kamarnya. Dan ternyata benar ayah dan ibunya digegaman para tentara itu.
"Hey lepaskan ayah dan ibuku. Siapa yang mengirimkan kalian kemari." Ucap Kalfa emosi.
"Aku." Ucap seseorang yang tidak lain Arion.
"Kau!!" Ucap Kalfa menujuk. Tampak dibelakang Arion ada Antia Andian dan kedua orang tuanya. Raka dan Renzo pun datang tentunya.
"Iya aku... Aku menangkapmu karena kau (Menujuk ke arah Kalfa.) Telah membunuh seseorang yang sangat berharga bagiku." Ucap Arion.
"Arion maksudmu??" Tanya Andian.
"Iya Andian... Dia lah yang membunuh kak Glan. (Semua orang terkejut.) Aku tau kau mengincarku dan ingin membunuhku begitu kau tau aku akan pergi dengan Andian 5 tahun yang lalu. Tapi saat itu aku harus kembali ke Berlin dan kak Glan lah yang menggunakan mobil yang sudah kau sabutase. Dan demi menghilangkan jejak kau membuat isu jika kejadian itu adalah kecelakaan. Beruntung aku bertemu Reno Vanect yang dimana istri pertamanya telah menyelamatkan nyawa Antia. Setelah kuselidiki ternyata dia bekerja sama denganmu. Aku pun menemui Reno Vanect begitu tau hal itu. Reno Vanect sepakat untuk menjebakmu dan kau akhirnya masuk kedalam perangkapku. Dan sekarang kau harus menanggung akibatnya." Jelas Arion panjang.
"Jadi kau yang membunuh kakakku!!! Kalfa Wijaya!!!" Teriak Andian emosi. Saat akan maju Arion menceghat.
"Hahahaha!!!! Ternyata kau yang menjebakku dengan mengalihkan perhatianku. Kau benar sekali tuan Arion... Kau tau kenapa aku ingin membunuhmu karena kau merebut Antia ku... Dia cinta pertama ku dan kau merebut nya... Aku lah orang pertama yang masuk kedalam hatinya. Tapi kau telah merebutnya darikku Arion!!!" Ucap Kalfa emosi.
"Kak Arion tidak merebut... Tapi karena memang aku terlahir sebagai tadirnya. Dan aku sangat sangat menyesal telah mengenal peria iblis seperti kau!" Ucap Antia menujuk ke arah Kalfa.
Kalfa terdiam melihat sikap Antia. Arion pun mengarahkan para tentara itu untuk menahan Kalfa. Tiba tiba Kalfa tersenyum miring.
"Jika aku tidak bisa memilikimu... (Kalfa merampas pistol dari salah satu tentara.) Maka kau harus ikut dengan aku ke surga Antia!" Ucap Kalfa mengarahkan pistol ke arah Antia.
*Dorr!!! Dorr!!! Dorr!!!* Suara tiga kali tembakan mengarah pada Antia. Antia memejamkan matanya. Namun saat dia tidak merasa kesakitan Antia pun membuka matanya.
Betapa terkejutnya Antia saat ada seseorang yang menghadang didepannya. Orang itu tidak lain Arion yang tertembak.
"ARION!!!!!" Teriak semua serentak.
"Matilah kau Arion Hahahhaha!!!!" Ucap Kalfa bahagia.
Para tentara itu pun menyeret Kalfa pergi. Kedua orang tua Kalfa hanya mematung di tempat begitu tau kelakuan anak semata wayangnya. Dan *Brukk!!* Arion jatuh dalam pelukan Antia.
"Kak Arion kamu bodoh." Ucap Antia sembari menangis.
Tangan Arion perlahan menggapai wajah Antia dan menghapus air matanya. Membuat Antia memandang Arion yang tersenyum.
"Aku...akan bodoh....hanya demi...kau gadis kecilku." Ucap Arion terbata bata dan tidak sadarkan diri.
"Kak Arion!!!!" Teriak Antia sembari menangis.
"Antia ayo bawa Arion ke rumah sakit. (Andian menggendong Arion.) Kean siapkan mobilnya." Ucap Andian.
Kean pun membukakan pintu. Antia pun setia disamping Arion. Antia memangku kepala Arion dan memandang tubuh Arion yang mengeluarkan darah banyak.
"Papa mama kalian ikut Renzo dan Raka. Kean Ayo." Ucap Andian.
Mereka pun dengan segera pun menuju ke rumah sakit. Tanpa Andian sadari untuk kedua kalinya dia meneteskan air matanya. Andian memandang Arion yang berada dipangkuan Antia.
Arion jangan tinggalkan adikku... Bukankah kau berjanji akan menjaga dan membahagiakannya?? Kau harus kuat Arion... Jangan tinggalkan kami. Batin Andian dengan menangis.
Andian memandang Kean yang biasa biasa saja membuat Andian kesal.
"Kean kau bilang jika kau setia pada Arion... Kenapa kau diam saja??" Tanya Andian kesal.
"Jika saya menangis tuan muda akan kecewa karena tuan muda tidak memintaku untuk menangis tuan." Jawab Kean membuat Andian diam.
"Kak Arion jangan tinggalkan aku... Lihat cincin yang kau berikan padaku saat pertama kalinya kita berkencan. (Memperlihatkan cincin yang melingkar di jari tengahnya.) Kau bilang akan tetap bersamaku... Bangun kak... Hiks...hiks.." Ucap Antia sembari menangis.
Antia tak henti menangis begitu pun dengan Andian. Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah sakit. Segeralah Andian membawa Arion ke ICU.
"Maaf tuan biar kami menangani tuan Arion mohon pengertiannya." Ucap salah satu dokter.
Segeralah pintu ruang ICU tertutup rapat. Andian Antia dan Kean menunggu diluar. Andian berjalan bolak balik didepan pintu ICU. Sedangkan Antia menangis sembari duduk di kursi tunggu. Berbeda dengan Kean yang berusaha tenang.
Saat itulah Gio Lyin Raka dan Renzo pun datang. Segeralah Lyin memeluk putri nya yang sedang menangis.
"Ma...kak Arion." Ucap Antia di pelukan Lyin sembari menangis.
"Tenang sayang Arion akan baik baik saja." Ucap Lyin menenangkan.
"An kamu harus tenang Arion peria yang kuat dan tangguh dia pasti akan baik baik saja." Ucap Renzo menenangkan Andian dengan mata meneteskan airmata.
"Benar kata kak Ren, Kita harus tenang." Ucap Raka.
"Papa setuju... Andian sekarang kau harus tenangkan Antia dahulu... Kita berdoa agar Arion baik baik saja." Ucap Gio.
Andian memandang Antia dan perlahan mendekat. Andian pun berjongkok didepan Antia. Andian pun menghapus air mata Antia dengan kedua ibu jarinya.
"Kak...kak Arion nggak ninggalin aku kan??"
"Tidak Antia... Arion hidup Antia dan Antia hidup Arion... Arion pasti kuat...jangan menangis karena itu membuatmu lemah Antia."
"Tapi kakak juga menangis kan?? Hiks...hiks.. Kakak tidak perlu pura pura kuat dengan menahan tangisan." Ucap Antia menunduk dengan air mata terus menetes.
Saat itulah Randy Laura dan Antika datang. Tampak mereka bertanya tanya apa yang terjadi. Antika mendekati Raka yang sedang duduk.
"Raka...(Antika duduk disamping Raka.) Kenapa kau menangis?? Katakan apa yang terjadi." Ucap Antika cemas.
Raka tak menjawab pertanyaan Antika. Dia langsung memeluk Antika erat. Antika pun menepuk punggung Raka pelan guna menenangkan.
Ku rasa ada sesuatu yang terjadi, tapi apa kenapa Raka dan bahkan Andian menangis. Apa yang terjadi sebenarnya. Batin Antika bertanya tanya.
Renzo menatap Kean yang biasa biasa saja. Membuat Renzo mendekat dan menghampiri Kean.
"Aku tau kau tidak berperasaan tapi yang terbaring itu tuanmu tidakkah kau bersedih." Ucap Renzo dengan nada tinggi.
"Bukan aku tidak berperasaan di antara kalian aku lah yang paling hancur... Aku orang yang selalu mendampingi tuan Arion dari saat nol... Tapi aku berjanji pada tuanku bahwa aku tidak akan melakukan apa pun tanpa disuruh olehnya... Ini adalah kesetiaanku padanya. Ku mohon mengertilah." Ucap Kean. Renzo terdiam dan duduk disamping Antia.
4 jam berlalu. Tepat pukul 3 pagi pintu ICU terbuka. Andian pun berdiri dan menghampiri dokter yang baru keluar. Begitu pun yang lain ingin tau keadaan Arion.
"Bagaimana dengannya?? Katakan???" Tanya Andian. Tampak dokter menghela napas panjang membuat semua orang semakin khawatir.