Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 28



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Terima Kasih dan selamat membaca semua💕


Di CA Grop


Arion keluar dari ruang metting. Para karyawan yang dilewatinya membungkuk hormat layaknya sang raja lewat. Arion dengan wajah dingin dan datarnya pun menuju ke ruangannya.


Sesampainya disana bukannya Arion duduk untuk istirahat malah meraih handphone nya. Bahkan Arion sampai lupa menutup pintu ruangannya. Arion berharap Kean sudah mengirim pesan. Namun dia gelisah begitu Kean tidak memberi kabar.


Sudah hampir 1 jam kenapa tidak ada kabar dari Kean, Apa terjadi sesuatu pada Antia?? Batin Arion cemas.


Arion meletakan handphone nya diatas nakas. Dia pun berjalan menuju ke balkon. Arion dapat melihat betapa besarnya perusahaan yang dia kelola saat ini.


Arion mendengar suara langkah kaki mendekatinya. Baru Arion akan menoleh dia dikejutkan oleh seseorang yang memeluknya dari belakang. Arion hendak melepasnya namun dia urungkan begitu tau siapa seseorang itu.


"Kak Arion maafkan aku." Ucap seseorang yang tidak lain Antia.


Arion diam ditempat enggan menjawab. Jujur Arion tidak mempermasalahkan soal kejujuran Antia. Saat Arion akan melepasnya kembali dia urungkan begitu mendengar isakan tangisan Antia.


"Ku mohon maafkan aku kak Arion."


Jujur Arion bingung dan juga tersentuh. Dia tidak menyangka jika Antia senekat ini demi menemuinya. Arion tersentak begitu Antia melepas pelukannya.


"Aku tau kakak masih marah padaku, aku rasa kakak juga masih belum memaafkanku. Aku pergi kak." Ucap Antia sembari menghusap air matanya.


Antia pun berbalik dan melangkahkan kakinya hendak meninggalkan ruangan. Namun dengan gesit Arion menarik tangan Antia dan membawanya kedalam pelukannya. Antia pun memeluknya erat begitu pun Arion. Arion berkali kali mencium puncak kepala Antia.


"Maafkan aku membuatmu menangis."


Antia mengaggukan kepala pelan. Arion melepas pelukannya dan menghusap air mata Antia. Antia pun memandang dalam mata Arion begitu pun sebaliknya.


Arion tersenyum dan mencium bibir mungil milik Antia. Antia yang terbawa suasana pun mengalungkan kedua tangannya pada leher kekar Arion. Dan kedua tangan Arion menarik Antia agar lebih dekat dengannya.


Dan ini akan sangat menyiksa bagi orang ketiga. Namun tidak untuk Kean, Kean masih fokus dengan dokumen yang dia kerjakan meskipun dia tau jika dia hanya sebagai obat nyamuk. Begitulah keistimewaan seorang Kean.


Kini hubungan Antia dan Arion akhirnya membaik. Namun tidak tau ujian apa yang akan mereka lewati lagi setelah ini.


Sedangkan di Mall


Antika dan kepala pelayan Rita mengelilingi Mall membeli apa yang mereka butuhkan. Saat ini Antika tengah memilih beberapa pakaian.


"Nona saya pamit membeli barang yang nyonya besar titipkan tadi." Pamit Jin.


"Em...baiklah aku akan tetap disini, aku masih ingin memilih beberapa pakaian disini."


"Baik nona." Ucap Jin kemudian meninggalkan Antika.


Antika pun melangkahkan kakinya dan melihat sekeliling. Tanpa sengaja sepasang matanya melihat pakaian yang begitu minim dan menerawang. Pakaian itu tidak lain sejenis lingerie yang dimana membuat Antika merona malu.


Antika membayangkan ekspreksi Raka begitu dia akan menggunakan pakaian seperti itu. Namun Antika menggeleng kepala dengan kuat. Dia mengenyahkan pikiran kotornya.


Tidak, tidak aku tidak mau memakai itu. Aku harus pergi dari sini dan menyusul Jin. Batin Antika.


Antika pun berbalik dan melangkahkan kakinya hendak meninggalkan tempat itu. Karena tidak fokus dengan jalan tanpa sengaja dia menabrak seseorang. *Brakk!!* Dengan segera Antika memandang seseorang yang dia tabrak tadi.


"Maaf...aku benar benar minta maaf....Aku—" Ucap Antika terjeda begitu menatap seseorang yang tidak asing baginya.


"Lukas." Lirih Antika


"Tika." Ucap seorang peria yang tidak lain Lukas.


Antika terkejut begitu Lukas memeluknya erat bahkan Antika sampai tidak bisa melepaskan diri dari pelukannya.


"Lukas lepaskan aku!" Ucap Antika meronta.


Antika dengan segera cara berusaha melepaskan diri dari Lukas namun tenaganya kalah telak dengan Lukas. *Prokk, Prokk, Prokk.* Terdengar suara tepukan tangan membuat Antika terkejut.


"Apa ini sambutan istri tercintaku begitu aku meluangkan waktu untuk menjemputnya?" Ucap seseorang yang tidak lain Raka.


Lukas pun melepas pelukannya. Dengan cepat Raka menarik Antika kedalam pelukannya. Membuat Lukas terbakar cemburu.


"Hey apa yang kau lakukan?? Dia kekasihku siapa kau?" Ucap Lukas.


"Aku? Aku hanya memeluk istriku... Dan jika kau ingin tau siapa aku tanyakan pada kekasihmu itu."


"Tika siapa peria ini?"


"Di...dia... Dia suamiku." Ucap Antika membuat Lukas terdiam.


"Kau berbohong padaku kan Tika?? Aku tau kau masih mencintaiku kan Tika?? Dan kau...(Menujuk ke arah Raka.) Kau pasti telah memaksanya berbohong padaku kan??"


"Apa kau ingin bukti tuan Lukas?" Tanya Raka dengan tersenyum remeh.


"Tentu saja." Jawab Lukas.


Dengan senang hati Raka membalikan tubuh Antika agar berhadapan dengannya. Membuat Antika bingung begitu pun Lukas. Tanpa aba aba Raka mencium bibir Antika dengan mesranya dihadapan Lukas. Antika membelakan matanya terkejut dengan sikap Raka.


Terlebih para pengunjung Mall sengaja berhenti kegiatannya dan melihat adegan romantis itu. Antika kehabisan napas dan disitulah Raka melepas ciumannya. Lukas pun mengepalkan tangannya erat.


"Cukup!!! Apa yang kau buktikan dari apa yang kau lakukan?!!"


"Bukti bahwa aku sedang mencium istriku. Memang ada masalah dengan itu??"


Lukas memandang Antika dan Antika menundukan pandangannya.


"Baiklah aku percaya padamu... Tika semoga kalian berbahagia. Aku pergi dulu." Pamit Lukas tampak lesu.


Antika pun memandang punggung Lukas yang perlahan menjauh dari pandangannya. Melihat hal itu membuat Raka benar benar kesal.


Kenapa aku merasa kesal saat Lukas memeluk Antika tadi?? Apa aku mulai mencintainya?? Batin Raka.


Saat itu Jin datang dengan beberapa pepar bag ditangannya. Raka memandang Antika tajam membuat Antika menunduk.


"Maaf Tuan Muda membuat anda menunggu." Ucap Jin.


"Tidak apa apa Jin... Menunggumu membuatku melihat drama yang sangat romantis. Jin kau yang mengemudi mobilnya." Ucap Raka sembari memberikan kunci mobil dan berjalan mendahului.


Ya Tuhan, bagaimana ini? Raka melihatku berpelukan dengan Lukas apa dia akan menyiksaku?? Batin Antika cemas.


Mereka pun meninggalkan Mall dan menuju ke Vila. Antika memandang Raka yang sedari tadi memasang wajah dingin dan datarnya. Membuat Antika semakin takut.


Sesampainya di Vila


Raka turun dan diikuti Antika yang berada dibelakangnya bersama dengan Jin. Mereka pun memasuki Vila dan melihat Randy sedang duduk berdua bersama dengan Laura.


"Wah kalian sudah kembali." Ucap Laura sembari tersenyum.


Raka mengabaikan sapaan Laura dan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Melihat hal itu membuat Laura memandang Antika.


"Em...Jin kau letakan itu disana dan kembali lah bekerja." Titah Laura.


"Baik Nyonya." Jawab Jin kemudian pergi.


"Antika sayang apa yang membuat Raka terlihat marah begitu??" Tanya Laura.


"Enggak kok bu... Mungkin Raka lelah dan ingin langsung istirahat... Antika balik ke kamar dulu ya bu." Pamit Antika dan diangguki oleh Laura.


Ya Tuhan, Ku mohon dekatkanlah mereka secepatnya... Jika seperti ini terus kapan aku akan mendapatkan seorang cucu?? Batin Laura berharap.