Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 32



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Terima Kasih dan selamat membaca semua💕


"Cie...cie..(Antia terkejut.) Yang dianter calon suami. Aku merasa ada yang mulai mencintai seseorang." Goda Sista yang baru datang.


"Apaan sih Sis." Ucap Antia merona.


"Tuh kan malu...Ayo ngaku...ngaku nggak."


"Udah ah... Ayo masuk." Ajak Antia.


"Oh iya Sis, semalam kamu bilang ada yang pengen kamu ceritain?"


"Iya...makanya berhenti dulu...kita duduk disana yuk." Ajak Sista menujuk ke arah gazebo taman.


Sesampainya disana Antia dan Sista pun duduk sembari melihat beberapa siswa yang sedang bermain basket.


"Ayo ceritain... Lama loh kamu nggak cerita." Ucap Antia penasaran.


Sista pun menceritakan tentang apa yang terjadi di Mall. Sista bertambah kesal saat reaksi Antia sama seperti kakaknya Arila.


"Tuh kan ketawa... Apa yang lucu coba??" Kesal Sista.


"Hahaha... Maaf... Maaf... Lucunya itu seorang Sista biasanya cerita kalo ada masalah pelajaran dan keluarga... Kan aneh saat kamu cerita tentang... Siapa itu...(Antia berpose mengingat.) Kakak tua narsis." Ucap Antia.


"Karena aku kesal Tia... Aku harap tidak bertemu dia lagi sangat menjengkelkan." Kesal Sista.


"Cup...cup...cup jangan kesal dong senyumnya mana??" Goda Antia.


"Apaan sih Tia." Ucap Sista sembari menghindar dari pelukan sahabatnya.


Pada akhirnya Sista dan Antia pun tertawa dengan sikap konyol mereka. Tanpa mereka sadari Kalfa mengamati wajah bahagia Antia dari jauh.


Antia tertawalah, hatiku sangat bahagia melihatmu seperti itu. Aku tau masih ada aku dalam pikiranmu dan aku tidak akan menyerah bahkan jika harus berhadapan dengan bermarga Anvert. Batin Kalfa.


Kalfa pun tersenyum dan meninggalkan tempat itu. Selesai bercanda Antia dan Sista pun kembali ke kelas masing masing.


Di kelas Sista. Seperti biasa Sista membaca novel sembari menunggu sang guru datang. *Tring!! Tring!!* Bel berbunyi menandakan jam pelajaran akan dimulai.


"Selamat pagi semua." Sapa sang guru begitu masuk.


"Pagi bu." Jawab para siswa serentak.


"Oh iya kedatangan saya disini ingin memperkenalkan wali kelas baru kalian... Pak silahkan masuk." Ucap guru tersebut.


Perlahan tapi pasti seorang peria pun masuk ke dalam kelas. Mata Sista terbelak begitu tau siapa peria itu.


Dia? Batin Sista.


"Nah ini wali kelas baru kalian...Namanya Christina Lukas... Kalian bisa memanggilnya pak Lukas... Dia ahli dalam seni musik dan keterampilan." Jelas sang guru.


"Hallo semua." Sapa peria itu yang tidak lain Lukas.


"Hallo Pak." Jawab mereka serentak.


"Wah pak Lukas ramah ya." Ucap siswa A.


"Iya masih muda tampan lagi." Ucap siswa B.


"Beruntung dia jadi wali kita ya." Ucap Siswa C.


Banyak siswa yang memuji Lukas namun tidak dengan Sista. Sista hanya memandang sekitar malas.


Ya Tuhan, apa lagi rencana Mu?? Baru aku berdoa agar tidak pernah menemuinya tapi kenapa malah jadi wali kelas ku. Batin Sista kesal.


Jadi gadis cerewet itu sekolah disini toh... Awas saja perlakuanmu akan aku balas gadis cerewet. Batin Lukas menatap Sista.


Di kelas Antia. Kalfa diam diam memperhatikan Antia yang sedang duduk sembari membaca buku. Hingga guru datang membuat pandangan Kalfa beralih.


"Selamat pagi semua.... Hari ini ibu akan menyampaikan sesuatu hal yang penting... Kalian sudah kelas 3 yang harus fokus dengan ujian... Entah itu tertulis maupun praktek.... Untuk ujian tertulis akan dimulai 3 pekan lagi... Dan untuk ujian praktek dimulai pekan depan... Jadi kalian harus mempersiapkan diri baik baik." Jelas sang guru panjang.


"Baik bu." Jawab Siswa serentak.


"Baiklah, mari kita mulai pembelajarannya." Ucap sang guru.


Tidak terasa sebentar lagi aku akan lulus... Aku harus belajar lebih giat agar keluargaku termasuk kak Arion bangga padaku. Batin Antia.


Di Cerlan Grop.


Andian tampak memarahi para karyawan yang hanya mengutarakan pendapat saat metting tadi. Alasannya hanya karena pendapatnya tidak sesuai dengan pendapat Andian.


Para karyawan pun bingung dengan sifat Andian. Tidak biasanya dia marahi karyawan didepan umum. Terlebih Andian banyak bicara saat memarahinya.


Setelah selesai memarahi para karyawan tampak Andian menuju keruangannya. Dia duduk di kursi berputarnya kemudian memijit pelipisnya.


Adapa denganku?? Kenapa aku merasa sangat kesal dan marah sekali hari ini. Batin Andian.


*Tring!!* Suara handphone Andian menandakan ada pesan masuk. Dengan malas Andian pun membaca pesannya.


Raka Putra, Andian aku izin untuk hari ini karena istriku sedang tidak enak badan.


Andian menghela napas panjang. Andian lupa jika Raka sudah menikah. Andian pun menaruh handphone nya dan mulai mengerjakan pekerjaannya.


Baru Andian membuka leptopnya suara ketukan pintu membuatnya menghela napas panjang. Dengan malas Andian menekan tombol dan pintu terbuka secara otomatis.


"Katakan adapa kemari??" Tanya Andian tanpa menoleh.


"Ingin menemui adik sepupuku." Jawab orang itu yang tidak lain Renzo.


Seketika Andian mengangkat pandangannya menatap Renzo yang tengah berdiri dihadapannya saat ini.


"Kak Ren... Kapan kau kembali dari Wingshtoon??" Tanya Andian.


"Baru tadi pagi... Kenapa kau masih seperti dulu?? Aku dengar kau akan menikah... (Andian menatap Renzo yang duduk di sofa.) Yah... Aku harap kau tidak seperti Raka." Ucap Renzo.


"Apa maksudmu Kak??" Tanya Andian.


"Coba kau bandingkan... Sebelum menikah Raka tidak pernah sekali pun mengijak kakinya dirumah dia hanya ke Clab dan Clab bahkan sampai kau memarahinya kan?? Dia juga disuruh menjadi wakil presdir di perusahaanmu karena paman Randy masih belum mempercayainya... Tapi setelah menikah bukankah dia lebih sering di rumah bahkan hari ini dia izin kan. Dan mungkin kau yang dikenal dingin bisa menjadi seperti Raka yang kena mabuk cinta." Jelas Renzo panjang.


"Cih... Aku tidak akan pernah terobsesi dengan hal konyol sejenis cinta... Cinta hanya membuat seseorang yang kuat menjadi lemah... Aku sangat membenci hal itu. Alasanku menikah hanya kemauan Antia bukan kemauanku." Ucap Andian tegas.


"Sudah ku duga... Apa kau tidak tanyakan kenapa aku tiba tiba kembali??"


"Kenapa???"


"Ada hal yang ingin aku sampaikan...(Berdiri mendekati balkon.) Aku sangat kagum dengan Arion yang bisa dengan cepat menepati janjinya. Bahkan CA Grop sudah terkenal di Wingshtoon... Tapi ini bukan mengenai perusahaan... Aku yakin Arion tau siapa yang membunuh Glan."


"Apa maksudmu kak??? Kakak Glan... Bukankah dia meninggal karena kecelakaan saat bersama kekasihnya kak Kania." Ucap Andian bingung.


"Ada seseorang yang ingin membunuh Arion tapi jebakan itu justru mengenai Glan... Saat di Wingshtoon aku bertemu Kania... Dia bilang ada hal yang mengganjal dengan kecelakaan saat itu." Ucap Renzo mendekati Andian.


"Hal seperti apa??" Tanya Andian.


"Coba kau bayangkan... Kenapa ada truk berada dijalur berlawanan?? Bukankah dua jalur di tempat itu dibatasi??? Dan kenapa ini dianggap kecelakaan bukan pembunuhan berencana." Jelas Renzo.


"Kau benar kak... Sebelum kak Glan pergi bukankah aku dan Arion berencana menggunakan mobil itu untuk pergi ke pusat kota. Jadi secara tidak langsung hal itu ditunjukan untukku dan Arion."


"Kau benar sekali... Dan kenapa supir dari truk itu sudah tidak ada sesaat di kejadian... Yang artinya ada kemungkinan supir itu keluar sebelum kecelakaan itu terjadi. Dan aku yakin supir itu adalah bayaran. Jika kita bisa menangkapnya pasti kita dengan mudah menemukan pelakunya."


"Tapi aku sudah tau siapa pelakunya." Ucap Arion di ambang pintu membuat Renzo dan Andian terkejut.