Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 25



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Terima Kasih dan selamat membaca semua💕


Arion yang tadinya fokus makan pun tersenyum ke arah Antika juga Sista yang sedari tadi menatapnya. Membuat Sista Arila dan Antika membalas senyum canggung. Arion kembali menyantap makanannya tanpa sadar mata ada yang merasa cemburu.


Arion ini jika kau memang mengacukan Antika tidak perlu menatap istriku, dan kau Antika lihat saja malam ini aku akan membuatmu hanya memanggil namaku. Batin Raka yang tanpa dia sadari merasa cemburu.


Dasar wanita menyebalkan, awas saja jika berani merebut Arion dari adikku. Batin Andian tak senang.


Sedangkan Antia menatap Arion namun Arion tetap fokus dengan kegiatannya membuat Antia merasakan sesak didadanya.


Kenapa dengan kak Arion?? Biasanya tanpa aku memandangnya dia sudah mendekati dan menggunakan 1001 cara menggodaku lalu kenapa dia dingin padaku sekarang. Dan tadi dia tersenyum pada Sista kak Arila dan kak Antika tanpa memandangku. Apa aku membuat kesalahan?? Batin Antia dengan wajah murung. Tanpa sadar sepasang mata meliriknya sekilas.


Aku ingin sekali mengakhiri drama mengacuhkanmu gadis kecilku tapi aku hanya ingin menguji apa kau benar benar mencintaiku secara terpaksa. Jika benar begitu aku hanya bisa melindungimu tanpa memilikimu. Batin Arion dengan wajah dibuat sebiasa mungkin.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka selesai menikmati makan malam yang penuh kehangatan itu meskipun suasana hening. Mereka pindah duduk di ruang keluarga agar lebih leluasa berbincang.


"Jadi jika biasanya keputusan akan diberikan pada mempelai wanita tapi untuk kali ini keputusan ada pada sahabatku Andian. Bagaimana keputusanmu Andian?" Tanya Arion membuat Andian menghela napas panjang.


"Aku...(Memandang Arion dan Arion hanya mengangguk.) Aku setuju." Jawab Andian.


"Syukurlah Tart kita akan menjadi keluarga." Ucap Lyin bahagia.


"Iya Ly, aku sangat bahagia."


"Lalu kapan pernikahan diselengarakan?" Tanya Gio.


"Pekan depan lebih cepat lebih baik." Jawab Andian tampak dingin. Menatap Arila dingin membuat Arila menelan ludahnya kasar.


"Keputusan yang bagus bagaimana dengan kedua belah pihak?" Tanya Arion. Semua pun mengangguk setuju.


"Kami setuju, Terima kasih nak Arion juga maaf merepotkan mu demi menyatukan mereka." Ucap Lyin tersenyum.


"Tidak perlu tante bagaimana pun ini adalah hari penting untuk sahabat masa kecilku. Sebelum pulang kalian bisa berbincang atau berkeliling di sekitar sini." Ucap Arion dan dapat anggukan dari semua orang.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk tetap di Vila Arion. Ada yang berbincang di taman bagian samping taman. Dan di taman depan Vila ada Antika Arila Sista juga Antia. Sedangkan Raka Andian dan Arion di teras tampak mereka berbincang sembari menikmati secangkir kopi.


"Hey Arion aku tau jika kau sedang mengacuhkan Antia tapi jangan kau memandang istriku." Ucap Raka tak suka.


"Apa kau cemburu??" Goda Arion membuat Andian tersentak.


"Bukankah sudah ku katakan jika seorang Raka Putra Utama mustahil untuk membenci wanita." Ucap Andian santai.


"Aku minta satu hal padamu...(Arion merangkul Raka sambil tersenyum.) Aku minta buat aku jadi paman secepatnya bagaimana?" Goda Arion. Raka pun memalingkan wajahnya membuat Arion tersenyum.


Saat Arion tertawa kecil tampak Antia mengamati wajah tampan Arion. Dia bahkan tidak fokus mendengarkan cerita Sista Arila juga Antika. Mata Antia berbinar begitu Andian dan Raka meninggalkan Arion sendirian.


"Kak...Sista aku pamit sebentar." Ucap Antia dan diangguki oleh Arila Antika dan Sista.


Perlahan Antia mendekati Arion. Tampak Arion yang duduk menatapnya sekilas. Arion langsung berdiri dan meninggalkan Antia yang membeku di tempat.


Kenapa kakak mengacuhkanku?? Apa aku membuat kesalahan?? Batin Antia merasa sesak didadanya.


Sedangkan Arion hanya menaiki tangga dan menuju ke kamarnya. Dengan langkah malas Arion merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Arion menutup matanya dengan lengannya.


Aku tidak kuat jika harus mengacuhkanmu tapi apa boleh buat aku hanya ingin tau kau apa benar terpaksa mencintaiku atau kau sudah mencintaiku. Batin Arion.


Waktu menujukan pukul 23.45 malam. Mereka pun pamit untuk kembali. Antia tampak kecewa begitu Kean yang mengantar mereka pulang dan Arion tidak memunculkan wajahnya.


Saat di dalam mobil Antia tampak ragu yang hendak menanyakan alasan Arion mengacuhkannya. Antia menghela napas panjang dan memandang Andian yang fokus menyetir.


"Kakak...(Andian memandang Antia sekilas kemudian fokus kembali menyetir.) Kenapa kak Arion mengacuhkanku apa aku membuat kesalahan??" Tanya Antia lirih. Antia tersentak begitu Andian menghentikan mobilnya.


"Jadi kau menyadarinya?? Ku pikir kau tidak menyadarinya...(Andian menyondorkan handphonenya.) Aku hanya tau begitu dia melihat video ini dia mengacuhkanmu." Jawab Andian.


Antia pun perlahan memutar videonya. Matanya terbelak begitu Antia melihat dalam video tersebut kegiatannya sejak dia keluar Vila bersama Gian.


"Apakah aku pernah mengatakan padamu agar menerima dia demi aku?? Dan apakah aku pernah mengatakan padamu untuk merahasiakan perasaanmu?? Aku hanya memperingatkan padamu Antia...Tuan Muda Wijaya adalah orang yang berbahaya jadi aku minta jauhi dia." Ucap Andian sembari melajukan kembali mobilnya.


"Maafkan aku kak...tidak seharusnya aku mengatakan hal ini...(Antia memandang Andian berkaca kaca.)Tapi aku sungguh kak tidak menyukai Kalfa saat ini, sejak dia pergi aku sudah tidak menyukai seseorang lagi. Percayalah kak...." Ucap Antia dan terisak tangisannya.


"Ka...kak bantu aku...ag..agar kak Arion tidak dingin lagi padaku." Pinta Antia sembari menangis. Membuat Andian menghela napas panjang.


"Aku percaya padamu karena kau adikku... Tapi, untuk membantumu agar Arion tidak dingin padamu ku rasa akan sangat sulit...aku kenal betul siapa dia dan seperti apa sifatnya...Ku harap kalian akan segera membaik....Percayalah Arion sangat mencintai mu dan aku yakin saat ini dia juga sedang memikirkanmu." Ucap Andian sembari mengelus puncak kepala Antia.


Antia pun mengaggukan kepala dan menghapus air matanya. Jujur sejak bertemu Arion dan mengetahui perjuangannya, Antia mulai mencintai Arion.


Namun, dia juga masih bingung dengan perasaannya hingga saat Arion menangisinya saat itulah Antia benar benar mencintai Arion.


Yah, setiap perjalanan cinta pasti akan selalu ada hambatan juga tantangan. Dan harapan Antia saat ini adalah agar Arion tidak mengacuhkannya lagi dan kembali seperti Arion yang suka menggodanya.