
Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘
Terima Kasih dan selamat membaca semua💕
Di Vila Raka
Antika merasa lemah setelah berkali kali menuruti kemauan Raka. Kini dia tengah membaringkan tubuhnya disofa sembari menonton televisi.
Lelah sekali... Kenapa Raka berkali kali menyerangku apa dia tidak tau aku sangat lelah. Batin Antika kesal.
*Cklek!!* Pintu kamarnya terbuka dan tampaklah Raka yang membawa nampan berisi buah cemilan dan segelas susu. Antika hanya melihat sekilas dan kembali fokus menonton televisi.
"Istriku tercinta...(Raka meletakan nampan di meja dan duduk disamping Antika.) Jangan marah ya... Ini aku bawakan cemilan kamu pasti lelah." Ucap Raka sembari menyondorkan sepotong apel.
"Tadi kau tidak mau melepaskanku sekarang kau pura pura baik padaku." Ketus Antika sembari menerima potongan apel dari tangan Raka.
"Iya...ya maaf...mau kucium biar istriku ini tidak marah lagi??" Goda Raka.
"Tidak mau." Tolak Antika sembari mengambil segelas susu dan meminumnya.
"Apa kau tau susu yang kau minum itu adalah susu agar kau cepat hamil." Ucap Raka.
*Uhuk!!! Uhuk!!! Uhuk!!* Seketika Antika tersedak susu yang sedang dia minum. Membuat Raka mengambil gelas yang Ada di tangan Antika dan menepuk punggungnya.
"Minum hati hati... Apa kau tidak kasihan pada ayah ibu ku?? Mereka ingin cepat cepat menggendong cucu. (Antika terdiam.) Kau tau alasan kenapa mereka selalu menjodoh jodohkanku??" Tanya Raka menatap Antika.
"Memang apa alasannya??"
"Mereka ingin cepat menggendong cucu dan ingin agar aku berubah."
"Berubah?? Memang apa yang kau lakukan??"
"Asal kau tau dulu... Aku dijuluki peria bejat dan suka buat onar... (Antika duduk mendekati Raka.) Saat SMA semua orang disekolah sangat takut padaku karena aku dan geng ku selalu membully mereka... Aku tidak pernah kembali kesini.. Setiap pulang sekolah aku kembali ke apartemen dan sering ke Clab bersama mereka." Jelas Raka.
"Sesering itu??" Tanya Antika sembari memandang Raka.
"Iya, hingga mendiang kak Glan memarahiku begitu pun Andian dan Antia yang sangat aku sayangi... Aku pun memutuskan untuk kembali kesini. Dan papa juga belum mengizinkanku untuk mengelola perusahan itu sebabnya aku masih bekerja di perusahan Andian. Lalu papa menjodohkan ku dengan wanita bernama Cyara. Aku menerimanya... Tapi saat akan menikah pekan depan dia ketahuan hamil diluar nikah. Pernikahan pun dibatalkan... Sehari setelah itu giliran mama yang menjodohkanku denganmu." Jelas Raka panjang.
"Dan kau sebenarnya ingin menolaknya kan??"
"Iya, tapi begitu melihat sifatmu yang sangat menarik pada akhirnya membuatku menerimamu."
"Tapi kenapa kau ingin cepat cepat menikahiku?? Kau bahkan menyiksaku saat itu." Ucap Antika menunduk. Raka mengangkat dagu Antika agar menatapnya.
"Maafkan aku... Karena saat itu aku penuh kemarahan seharusnya bertanya padamu kenapa Antia belum kembali dari cafe saat bersamamu." Ucap Raka menyesal.
"Jadi seperti itu... Kau Andian dan kakak sepupumu sangat menyayangi Antia ya?" Tanya Antika.
"Sejak Antia lahir membuat keluarga besar kami sangat bahagia dan penuh keceriaan. Antia dijaga seberharga berlian dan dilindungi sesuci air tanpa noda... Tidak heran jika dia mendapatkan calon pendamping sesempurna Arion. Tapi, (Menangkup wajah Antika.) Kini kau yang Aku sayangi setelah Antia." Ucap Raka membuat Antika tersenyum dan memeluk Raka erat. Begitu pun Raka membalas pelukan Antika dan menghusap puncak kepalanya.
"Jadi apa kau mau agar Raka atau Antika junior hadir??" Goda Raka. Antika hanya mengagguk malu malu. Mereka pun menghabiskan waktu bersama didalam kamar.
Di Sekolah
Bel berbunyi menandakan jam pelajaran berakhir. Sista pun mengemasi buku bukunya dan bersiap untuk pulang. Namun sebelum itu, Sista menghampiri Antia.
Saat Sista tengah menggendong tasnya tiba tiba *Brukk!!* Sista tidak sengaja menabrak seseorang. Sista pun menatap orang yang dia tabrak. Seketika wajahnya berubah kesal. Siapa lagi jika bukan Lukas yang dijuluki kakak tua narsis olehnya.
"Kau?" Ucap Sista dan Lukas saling tunjuk.
"Kenapa aku harus bertemu denganmu lagi!!" Ucap mereka bersamaan.
"Hey gadis cerewet apa kau tidak tau sopan santun aku ini gurumu." Ucap Lukas.
"Kakak tua narsis kau lupa ya sekarang sekolah sudah berakhir jadi untuk apa menghormatimu? Kau tidak pantas menjadi guru kau lebih pantas menjadi dokter penanganan penyakit narsis stadium akhir. Minggir kau menghalangi jalanku." Kesal Sista sembari menyingkirkan tubuh Lukas dari jalan.
Gadis ini sangat menarik. Batin Lukas.
Sista pun menghela napas panjang saat Antia dari jauh mulai mendekatinya. Antia yang tidak tau apa apa pun mengajak Sista untuk pulang bersama.
Di gerbang sekolah tampak Arion sudah menunggu Antia. Dengan tersenyum Arion melambaikan tangannya agar Antia mendekat.
"Kau pulanglah dengan suamimu... Aku sudah dijemput kakak... Tapi ingat jangan ngapa ngapain loh disana." Goda Sista.
"Apaan sih Sis... Aku pulang dulu ya." Pamit Antia kemudian berjalan mendekati Arion.
Tampak Arion tersenyum begitu gadis kecilnya mendekat. Arion pun membuka pintu mobil.
"Silahkan masuk gadisku." Goda Arion.
Antia hanya tersenyum dan masuk ke dalam mobil. Arion pun masuk dan menjalankan mobilnya.
"Kata siapa akan jarang bertemu?? Kau lupa aku siapa??" Ucap Arion menghibur.
"Memang apa yang akan kakak lakukan??"
Tanya Antia bingung.
"Akan aku lakukan apa yang perlu ku lakukan... Yang perlu kamu lakukan belajarlah yang rajin dan jangan kecewakan aku." Jawab Arion sembari membelai puncak kepala Antia.
"Pasti kak, aku tidak akan mengecewakan mu." Ucap Antia bersemangat.
Arion tersenyum melihat Antia. Sepanjang perjalanan mereka berbincang bincang dengan canda tawa.
Sedangkan dengan Sista.
Arila berkali kali melirik adiknya yang sedari tadi tampak cemberut dan kesal. Terlebih tidak biasanya seorang Sista akan diam saat bersama kakaknya.
"Kenapa kamu terlihat kesal??" Tanya Arila masih fokus menyetir.
"Humph.... Kakak tua narsis itu sekarang menjadi wali kelas ku kak... Aku sangat kesal dia sangat menyebalkan." Jawab Sista dengan nada kesal.
"Hahaha....Hanya itu kupikir kenapa, Itu balasan untukmu Sista... Kau berdoa agar tidak bertemu dan menjelek jelekannya sekarang justru setiap hari bertemu."
"Kakak!! Kau menjengkelkan aku marah padamu." Kesal Sista dan memalingkan wajahnya.
Arila hanya menggeleng kepala pelan melihat sifat kekanak kanakan Sista. *Tring!! Tring!! Tring!!* Tiba tiba handphone milik Arila berbunyi. Menandakan ada telefon masuk.
"Aduh siapa sih! Sista tolong matikan. (Sista enggan melakukannya.) Sista adikku yang paling cantik bisa tolong matikan handphone kakak??" Ucap Arila.
Tanpa melihat siapa yang menelfon Sista menekan tombol tolak dan langsung mematikan handphone nya.
"Itu baru adikku... Sudah ya jangan marah." Ucap Arila tersenyum.
Di Vila Andian
Mobil mewah milik Arion pun berhenti setelah masuk kedalam halaman depan Vila. Antia dan Arion pun keluar dari dalam mobil. Arion menggandeng tangan Antia dan mereka pun memasuki Vila.
"Apa kabar adik kecil." Ucap seseorang yang tidak lain Renzo.
Antia tersenyum senang. Seketika dia pun melepas gandengan tangan Arion dan berlari memeluk Renzo.
"Kakak Ren kapan kembali??? Apa kau tau aku sangat merindukanmu. Bagaimana kabar Paman dan Bibi?? Apa mereka ikut??" Ucap Antia bertanya banyak hal pada Renzo.
Sedangkan Arion menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan memandang tak suka.
"Baru tadi pagi, Kabar mereka sangat baik. Mereka akan kembali pekan depan...(Melepas pelukan pelan.) Jangan asal memeluk ada orang yang menatap ku seperti ingin membunuhku." Ucap Renzo membuat Antia ingat jika dia sedang bersama Arion.
Arion pun berbalik dan berjalan keluar. Membuat Antia berlari kecil menyusul Arion. Renzo hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya pelan.
Kenapa aku masih mengaggap Antia masih adik kecilku yang masih mungil... Sekarang dia sudah dewasa dan akan ada orang yang mendampingi melindungi dan membahagiakannya. Jika dia tau Glan meninggal karena dibunuh bukan karena kecelakaan dia pasti akan sangat sedih. Adikku tersayang. Batin Renzo.
Di taman belakang Vila. Arion berdiri sembari membelakangi Antia dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada. Antia tersenyum dan memeluk Arion dari belakang.
"Ayolah kak Arion ku jangan marah ya... Dia kan kakakku. Kenapa kau menjadi posesif seperti ini??" Ucap Antia masih memeluk Arion.
Arion berbalik dan menarik pinggang Antia membuat jarak antara mereka semakin tipis.
"Aku posesif karena kau hanya menjadi milik ku dan aku hanya menjadi milik mu... Paham... (Antia mengagguk.) Gadis pintar." Ucap Arion.
Mata Antia terbelak saat Arion tiba tiba mencium bibirnya singkat. Arion tersenyum melihat wajah menggemaskan Antia.
"Uhuk...uhuk...(Antia menjauhi Arion.) Dilanjut nanti saja sekarang saat nya makan siang." Ucap Renzo membuat Antia berlari kecil masuk kedalam Vila.
Arion ingin menceghat Antia tapi Antia lebih cepat berlari.
"Aku heran kenapa kau selalu mengaganggu ku saat bersama Antia." Tanya Arion tak suka.
"Karena Antia masih sekolah dan keromantisanmu akan mengganggu belajarnya." Ucap Renzo santai.
"Alasan yang aneh.... Aku tau katakan saja karena kau sudah lama hidup sendirian dan mengganggu aku... Kau cemburu kan?? Apa perlu aku berikan waktu dan wanita agar kau bisa merasakan kencan? Bahkan peria sedingin Andian akan menikah. Dan kau kapan??" Ejek Arion.
Renzo yang kesal pun meninggalkan Arion. Arion pun tertawa kecil karena berhasil mengejek Renzo. Renzo memasuki mobilnya dan meninggalkan Vila. Arion pun masuk kedalam Vila.
"Eh...kak Arion kau sendiri?? Dimana kak Renzo??" Tanya Antia saat Arion duduk.
"Dia sedang mencari gadis, ku rasa dia akan segera menemukannya." Jawab Arion santai.
Tiba tiba *Brak!!* Antia dan Arion sama sama terkejut mendengar suara dentuman keras.