
{}Keesokan Harinya.
Antia membuka matanya kena pancaran sinar mentarih pagi. Antia pun segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan diri. Selesai dengan runitas Antia menuruni tangga dan melihat Andian dan Raka sedang berbincang sambil menikmati kopi mereka.
"Selamat pagi kak." Sapa Antia sambil menarik kursi dan duduk disamping Andian.
"Pagi." Jawab mereka bersamaan. Andian menatap wajah Antia yang menunduk.
"Jika kamu masih takut untuk bertemu dengannya maka diundur saja." Ucap Andian. Antia pun menatap Andian terkejut.
"Tidak kak...hanya saja aku masih belum siap jika harus meninggalkan kakak." Ucap Antia sambil berkaca kaca.
"Hey Antia jika kau menangis karena kita maka calon suami mu tidak akan membiarkan kami hidup." Ucap Raka mencoba menghibur. Antia pun mulai penasaran.
"Maksud kakak?" Tanya Antia penasaran. Belum Raka menjawab Gian datang.
"Tuan muda nyonya besar dan Tuan besar sudah datang." Ucap Gian.
"Suruh Gio menunggu di ruang tamu dan untuk ibu biarkan dia menemui Antia." Ucap Andian.
"Baik Tuan Muda." Jawab Gian hormat. Andian kemudian menatap Antia.
Antia mengagguk patuh karena dia sungguh penasaran dengan calon suaminya. Tak berapa lama Lyin datang. Raka pun pamit untuk menemui Gio yang sendirian di ruang tamu. Lyin duduk disamping Antia dan segeralah Antia memeluk ibunya.
"Sayang kenapa apa kamu masih takut bertemu dia??" Tanya Lyin. Antia melepas pelukannya perlahan dan menatap Lyin.
"Ma apa calon Antia jahat dan seperti apa dia ma? Kak Andian bilang mama tau tentang dia?" Jawab Antia kembali bertanya. Lyin tersenyum pada Antia dan menggegam erat tangan Antia.
"Jika kau tau seperti apa pengorbanannya mama yakin kamu pasti menerimanya langsung." Ujar Lyin dan membuat Antia semakin penasaran.
"Pengorbanan? Ma ceritakan tentangnya." Ucap Antia tampak penasaran. Lyin pun mengelus kening Antia.
"Sayang kau tau siapa pemilik CA Grop?" Tanya Lyin. Antia hanya menggeleng pelan.
"Dialah calon suamimu...kau tau alasan kenapa dia membuat CA Grop yang bahkan dulu tidak berpengaruh dalam negeri kini sangat berpengaruh dalam negeri? Itu karena dia menepati janjinya pada kak Glan dan Kak Andian sayang." Jelas Lyin tentu membuat Antia terkejut.
"Janji yang seperti apa ma? Bahkan kak Glan sampai tau?" Tanya Antia terkejut.
"Dulu sejak sehabat kakakmu Andian tau jika ibu mengandung anak perempuan dia senantiasa disamping mama bersama kak Glan dan Andian juga Raka...mama tau betul dia... Dia sangat dingin nak lebih dari Andian tapi jika pada mama Andian dan Glan selalu bersikap hangat. Dan mama tau jika dia sangat kesepian...Hingga saat mama melahirkanmu dia ingin disamping mama tapi Glan dan Andian tidak mengizinkan...Kau tau nak saat kau lahir Andian tersenyum membuat mama hampir tak percaya jika dia adalah putra dingin mama...Dan saat kamu masih baru berumur beberapa hari kamu suka sekali bergegaman dengannya bahkan sampai membuatnya tersenyum...sejak itulah mama tau ketulusannya padamu...soal janji hanya kak Glan dan Andian yang tau....Jadi Antia sayang masih ragu bertemu dengannya?" Jelas Lyin panjang kemudian bertanya pada Antia. Antia dibuat terkejut oleh pernyataan Lyin yang dimana membuat hatinya tersentuh. Antia pun menggegam tangannya erat dan akan memberikan jawaban sesuai dibenaknya.