Matchmaking By My Brother

Matchmaking By My Brother
Episod 38



Jangan lupa Like, Vote and Komennya ya😘


Terima Kasih dan selamat membaca semua💕


"Baiklah... Sebenarnya kami berbohong, sejak Arion sadar dia tidak mau meminum obatnya." Ucap Renzo.


Tampak Renzo menatap Arion yang menepuk keningnya sendiri. Sedangkan Kean hanya menggeleng kepala pelan. Antia pun berbalik menghadap Arion.


"Em... Kean... Kak Renzo kalian keluar dulu." Ucap Arion.


Kean dan Renzo pun mengagguk kepala pelan dan keluar dari ruangan. Kini hanya Arion dan Antia. Arion menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.


"Katakan kenapa kakak tidak mau minum obatnya?" Tanya Antia dingin.


"Karena aku tidak pernah minum obat sejak kecil jika aku sakit." Jawab Arion santai.


"Kenapa?" Tanya Antia sibuk membuka bungkus obat yang ada diatas nakas.


"Karena saat dulu aku belum sesukses sekarang aku tidak mampu membeli obat di saat aku terluka maupun sakit." Jelas Arion.


Membuat Antia terhenti dari kegiatannya. Antia pun memandang Arion yang tampak memandang ke arah jendela. Sadar diperhatikan Arion pun menatap Antia.


"Ada apa?? Kenapa kau menatap ku begitu sayang?" Tanya Arion.


"Jadi, apa tujuan kakak sebenarnya sampai sampai membuat perusahaan sebesar itu?" Ucap Antia sembari duduk disamping Arion.


"Tujuan ku membuat perusahaan itu... Agar aku dipandang mampu melindungi menjaga dan membahagiakan kau juga anak anak kita kelak." Jelas Arion.


*Deg deg deg.* Suara detak jantung Antia dan bergetar semakin kecang begitu mendengar penjelasan Arion. Arion memandang Antia membuat Antia merona.


"Hey kenapa kau memalingkan wajahmu sayang??? Aku sudah biasa melihat rona di wajahmu itu istriku." Goda Arion.


"Si..siapa yang mau jadi istrimu??" Ucap Antia memalingkan wajahnya.


"Banyak wanita yang ingin menjadi istriku." Jawab Arion santai.


"Ya sudah menikah saja sana dengan semua wanita di Negara ini." Ucap Antia cemburu dan memalingkan wajahnya.


"Baiklah...(Menarik dagu Antia agar menatapnya.) Tapi aku hanya mau menikah sekali dalam hidup ku dan dengan satu wanita." Jawab Arion.


"Sudahlah jangan dibahas lagi... (Menyondorkan obat.) Kakak minum atau aku tidak mau bertemu kakak lagi." Ancam Antia.


"Tidak mau, jika kau tidak menyuapiku." Jawab Arion. Antia pun menghela napas panjang.


"Baiklah, buka mulutmu." Ucap Antia.


Setelah memberikan obatnya tiba tiba Arion mencium jari Antia membuat Antia merona.


"Apa yang kakak lakukan?" Ucap Antia sembari menyondorkan air minum pada Arion.


"Tidak ada." Jawab Arion kemudian meminum airnya.


Sedangkan di luar. Renzo berdiri bolak balik di depan ruangan Arion. Dia bingung jika pulang nanti Andian akan memarahinya dan jika tidak pulang dia akan senasib dengan Kean yang hanya obat nyamuk.


"Hey Kean kau mau kemana??" Tanya Renzo.


"Kamar mandi. Kau mau ikut?" Jawab Kean.


"Dasar sekertaris gila." Ucap Renzo sembari duduk.


"Terima kasih atas pujiannya." Jawab Kean kemudian pergi.


"Hey aku mengutukmu bukan memuji dasar." Sungut Renzo.


Terpaksa Renzo harus menunggu diluar sendiri. Sedangkan dengan Kean, baru akan masuk ke kamar mandi dia mendengar suara teriakan.


"Apa ada pasien gila yang berteriak?" Lirih Kean kemudian membuka pintu kamar mandi.


"Tolong!!! Jangan sentuh aku!!!" Teriakan itu semakin kencang.


Membuat Kean yang tadinya akan membuka pintu kamar mandi mengurungkan kembali niatnya. Saat akan mendekat ke arah suara.


Tanpa pikir panjang Kean mengambil handphone nya yang ada disaku celananya. Kean pun menghubungi seseorang.


📞


"Aku perintahkan kalian ke rumah sakit sekarang dan langsung ke ruang rawat VIP tuan muda." Titah Kean.


"Baik tuan kami berlima akan segera datang." Jawab diseberang sana.


*Tut* Segera Kean mematikan telefonnya dan kembali menuju ke arah suara teriakan itu. Sesampainya disana dia melihat seorang wanita yang dikepung tiga peria berbadan kekar.


Membuat Kean terdiam mengingat saat dulu dia pernah diposisi itu. Tangan Kean mengepal erat tanpa aba aba. *Bugh!! Bugh!! Bugh!!* Kean memukuli salah satu peria yang hendak menyentuh wanita itu.


"Sialan!!! Siapa kau?!!!" Ucap peria yang baru dipukul Kean.


"Aku manusia." Jawab Kean cuek. Sedangkan wanita itu hanya memandang Kean.


"Kenapa kalian diam saja hajar mereka." Ucap peria itu.


Beberapa saat kemudian ketiganya tersungkur dengan wajah babak belur. Kean menghusap tangannya dengan sapu tangan dan membuangnya.


"Lama tidak ada hiburan dan kalian hanya hiburanku." Ucap Kean kemudian pergi.


"Tuan...(Kean berhenti.) Terima kasih sudah menolongku." Ucap wanita itu.


"Tidak perlu." Jawab Kean singkat kemudian pergi.


Wanita itu pun dengan cepat pergi sebelum ketiganya peria itu bangun. Sedangkan dengan Renzo. Baru dia duduk dengan tenang tiba tiba datang 5 orang berbadan kekar.


"Hey siapa yang menyuruh kalian kemari?? Main datang saja." Ucap Renzo.


"Tuan Kean memerintahkan kami untuk menjaga tuan muda selagi dia pergi." Jawab salah satu dari mereka.


"Sekertaris gila!!" Kesal Renzo.


"Iya tuan, anda memanggil saya." Jawab Kean tiba tiba muncul.


"Kau ini Jin atau manusia... Lama lama jika aku tetap disini aku pasti ikut gila sepertimu. Katakan pada Antia aku pulang." Ucap Renzo kemudian pergi.


Sepanjang perjalanan Renzo mengumpat berkali kali tentang sikap Kean yang dianggapnya gila itu.


Dia ini bukankah terlalu setia pada Arion sampai gila seperti itu, pertama menangis harus di perintahkan kedua hanya ke kamar mandi saja 5 orang datang jika keluar 100 orang yang datang. Aku benar benar bisa gila jika tetap disana. Batin Renzo.


Karena sibuk mengumpati Kean sampai membuat Renzo tidak fokus dengan jalannya. *Brukk!!* Renzo menabrak seseorang sampai terjatuh. Namun Renzo tidak memperdulikan. Dia tetap fokus dengan umpatannya.


"Hey kau!!!(Renzo berhenti.) Tidakah kau meminta maaf setelah membuat kesalahan." Ucap orang itu.


Renzo berbalik dan melihat orang yang memanggil nya. Seketika matanya terbelak begitu tau siapa orang yang dia tabrak tadi.


"Kau!!!" Ucap mereka saling tunjuk.


"Bukankah kau wanita yang memukuli aku tanpa meminta maaf." Ucap Renzo mendekati orang itu.


Iya, orang itu tidak lain Aline yang beberapa hari lalu berkelahi dengan Renzo. Dan peria yang Aline temui di Cafe tidak lain adalah Renzo.


"Tidak kusangka kita bertemu lagi. Jodoh memang tidak kemana." Ucap Renzo.


"Cih menjijikan sekali!" Ucap Aline hendak pergi namun diceghat oleh Renzo.


"Sayang kau mau kemana??" Goda Renzo.


"Jangan memanggil ku dengan sebutan itu." Ucap Aline sekuat tenaga mengijak kaki Renzo.


Aline pun dengan cuek meninggalkan Renzo yang sedang memegangi kakinya yang terasa sakit.


"Aw...sakit sekali dasar gadis liar... Tapi dia menarik." Ucap Renzo sembari tersenyum.


Dengan kaki tertatih Renzo pun keluar menuju ke parkiran. Setelah itu Renzo pun menjalankan mobilnya dan menjauhi area rumah sakit.