Destiny Holder

Destiny Holder
Anomali



"Aku takkan memperkenalkan diri disini, terkesan sangat mencolok dan cari perhatian."


"Sampai jumpa, Mato" ucap pria itu lalu pergi dengan helikopter nya.


"Berhenti sialan!" Zeldris geram, dia menciptakan tombak petir dari tangannya dan melemparkannya ke helikopter itu.


Tombak itu belum menyentuh Helikopter, namun sudah lenyap terlebih dahulu karena penghalang yang mengelilingi helikopter tersebut.


"Sialan, penghalang pengganggu!" ucapnya lagi.


"Perlu aku kejar? penghalang seperti itu sangat mudah untuk aku hancurkan" Katsura menawarkan diri.


"Tidak usah, biarkan saja. Kita lihat dulu kedepannya akan bagaimana, jangan bertindak ceroboh" Yubino menyela Katsura.


"Kita tunggu perintah dari Homura saja. Mungkin dia akan kembali sebentar lagi" kata Aizo.


Saat mereka semua beribut-ribut tentang masalah barusan, Suizei akhirnya siuman dan membuka matanya.


"Apa.. yang.. terjadi..?" ucapnya lirih.


Setelah mendengar suara Suizei yang sangat pelan, mereka semua kembali mengerubungi Suizei. "Suizei! kau baik-baik saja?" tanya Katsura.


"Kepalaku rasanya seperti ingin hancur, dan mengapa aku memiliki ingatan ingin membunuh kalian? dimana semuanya? mengapa kita disini?" Suizei bangun dari posisi tidur nya, dan mulai berdiri perlahan.


"Relaks dulu, semuanya sudah berakhir sekarang. Descartados sudah hancur. Kalau kau bertanya kenapa kau melawan kami, karena kau telah dimanipulasi oleh Yotsuya" jawab Zeldris santai.


"Hah?! aku telah dimanipulasi olehnya?!" Suizei tampak sangat terkejut mendengar hal itu.


"Iya, aku lihat dengan sangat jelas, persis didepan mataku kau seperti menjadi orang lain" ujar Feria.


"Tidak tidak, kalau benar aku dimanipulasi olehnya, mengapa aku tidak mati sekarang?"


"Kau berharap ingin mati?" Aizo bertanya.


"Tidak, masalahnya semua korban yang pernah dimanipulasi oleh Yotsuya sudah dipastikan akan mati."


"Persis seperti penjelasanku sebelumnya, tak ada yang mampu selamat dari manipulasi Yotsuya" sela Zeldris.


"Ya, baguslah karena kau tidak mati. Kau terlalu kuat untuk Yotsuya" Katsura menepuk pundak Suizei.


"Ya sudah, ayo kita kembali ke markas dan selidiki apa yang mereka perbuat" ajak Yubino.


Semuanya kembali ke markas yang hampir hancur, kebakaran terjadi karena Aizo terburu-buru menghalau mereka kabur.


Katsura berinisiatif memadamkan api yang membara di atap markas dengan sihir air miliknya. Walau api tersebut sudah padam, namun kerusakan yang ditimbulkannya cukup parah.


"Ini.. kenapa bisa terbakar, ya?" tanya Yubino, lalu dia perlahan menghadap ke arah Aizo, dengan wajah yang sangat ditahan.


Aizo menoleh, "A-anu... aku sih tidak tahu, ya, hahaha" balasnya.


"Mungkin tidak akan terbakar jika kau tidak terlalu panik" kata Katsura, dia baru turun dari atas atap.


"Yah.. Maafkan aku, yang penting markas ini tidak hangus terbakar."


"Tadi kau lihat mereka sedang apa disini?" Zeldris bertanya.


"Mereka mengacak-acak seluruh ruangan, namun ruangan yang paling berantakan adalah Laboratorium. Terlihat mereka memang mencari sesuatu di laboratorium Homura" jawab Aizo yakin.


"Laboratorium? apa yang mungkin akan mereka perbuat?" Katsura berpikir keras.


"Apakah ini mungkin ulah Descartados yang lainnya?" Katsura mencoba berspekulasi.


"Descartados, sesuai namanya yang berarti 8, hanya beranggotakan 8 orang, dengan Azashi menjadi 9. Dan semua orang itu adalah orang yang terbuang dari sini."


"Anggota mereka diantaranya Hiromi, Yotsuya, David, Foyd, Royd, Bill, Vira, Lina dan Azashi. Semua nama itu pernah ada di Viper, namun orang yang menyerang barusan, suaranya tak dikenal olehku" jawab Zeldris, serta bantahannya.


"Kalau begitu, siapa yang akan membuat masalah lagi?"


"Entahlah, semakin hari semakin banyak musuh yang datang. Sangat sulit ya. Entah kapan kita bisa hidup santai dan damai dalam jangka waktu yang panjang" jawab Yubino lelah dan murung, wajahnya menjawab semua kekesalannya.


"Katsura, kemari" Zeldris sepertinya menemukan sesuatu.


Zeldris menunjukkan kepingan dari sebuah kristal, saat Feria menghampiri mereka, dia sangat familier dengan jenis kristal ini.


"Ini.. Adalah jenis kristal yang sama dengan Embodiment Crystal, aku tahu persis karena aku yang membuatnya" katanya sambil memperhatikan kepingan kristal itu di tangannya.


"Kemungkinan mereka akan menggunakan kristal ini untuk mereplika Embodiment Crystal milik kita-"


"Tunggu, dimana kristal yang mengurung Ferus?!" Katsura secara tiba-tiba teringat hal yang paling penting.


Seluruh orang di sana menjadi terpaku oleh ucapan Katsura, dan mereka mulai mencari-cari dimana sebenarnya kristal itu disimpan.


Feria ingat, bahwa Homura menyimpan kristal itu bukan di laboratorium, melainkan di ruangan lain yang dibuat khusus untuk menyimpan hiasan.


Kristal itu di sembunyikan didalam sebuah tabung dari es, desain dari es itu sangat cantik dan elegan, ada banyak emas dan batu mulia lainnya yang menghiasi tabung tersebut.


Saat Feria membuka tabung itu, isinya kosong melompong. Dan membuatnya sangat panik.


"KRISTALNYA TELAH DICURI!" teriaknya saat kembali ke laboratorium.


"Gawat, ini semakin gawat" Aizo menggelengkan kepalanya.


Katsura berdiri dan terdiam, "*Jika ada yang mencuri kristal di dalam sebuah tabung, lalu tabung itu terletak di tempat yang tidak mencolok, orang itu bukan orang biasa.."


"Bisa jadi dia tahu betul tentang kristal yang mengurung Ferus bahkan sampai mengambil beberapa bahan yang dibutuhkan untuk membuat nya."


"Namun mengapa dia mengetahui bahwa Ferus telah di segel? apakah ada pengkhianat lain di dalam organisasi ini? semuanya benar-benar membuatku muak*" Katsura menatap ke seluruh orang.


"Ada apa, Katsura?" Feria bertanya.


"Tidak, hanya saja.. Aku khawatir akan ada pengkhianat baru di antara kita."


"Masuk akal, orang barusan yang mencuri kristal Ferus pasti tahu informasi dari kita, karena hanya kita yang mengetahui soal penyegelan Ferus. Ditambah dia juga tahu letak penyimpanannya.. Keparat!" Zeldris semakin kesal, dia mengepalkan tangannya.


Sebuah sambungan tiba-tiba terhubung ke televisi depan, membuat semuanya berlari kesana.


Cezo menghubungkan dirinya dengan televisi, dia punya hal untuk disampaikan.


"Cezo? ada apa disana? mengapa kau belum kembali juga?"


"Aku berada di kota, situasinya sangat kacau. Ada banyak warga yang panik karena ada organisasi yang mengacau di tengah-tengah kota."


"Organisasi? apakah ada helikopter dengan 1 baling baling yang berbeda disana?" Aizo menyela.


"Ya, itu mendarat di atas hotel, dan mereka memperkenalkan diri dengan sangat meriah."


"Oh ya, mereka juga mengatakan bahwa akan ada penyerbuan besar-besaran 10 hari nanti. Aku sudah mencoba menghentikan mereka namun sia-sia, kekuatanku tidak cukup kuat" jelas Cezo tentang situasi yang kacau balau di kota, dan itu alasan mengapa kepalanya berdarah.


"Aku akan pergi kesana sekarang, Katsura, kau ikut?" Zeldris bertanya.


"Aku akan pergi berkunjung ke suatu tempat dulu, aku akan menyusul nanti. Kau pergi duluan saja."


"Baiklah."


"Oh ya, kalian jangan menggunakan sihir jika ingin melawan orang-orang itu. Mereka bisa menyerap sihir sama seperti Johan" ungkap Cezo.


"Ribet sekali, sih" Zeldris menggerutu.


"Itu saja yang ingin ku sampaikan, selamat tingg-"


"Tunggu! kau belum memberi tahu nama organisasi itu pada kami" ujar Katsura.


"Namanya adalah Fourth Legacy!"


Bersambung...