Destiny Holder

Destiny Holder
Homura Feridou



Sambungan terputus, televisi pun padam.


"Fourth Legacy? aku tak pernah mendengar nama itu di sini" ucap Zeldris, wajahnya memikirkan sesuatu.


"Jika organisasi dengan nama seperti itu tidak ada disini, apakah organisasi illegal?" Aizo ikut berpikir.


"Itu mungkin benar, tetapi mungkin juga tidak. Bisa jadi itu adalah organisasi kiriman semesta J-60. Yang pasti kita tak bisa asal menerka siapa mereka, kita habisi anggota yang terlemah dulu" Zeldris mengambil keputusan termudah, dia pun berjalan ke arah pintu.


"Lalu bagaimana dengan Descartados?" Aizo yang minim pengalaman dan pengetahuan kerap bertanya.


"Mereka sudah jelas organisasi asal semesta kita. Nama mereka sebenarnya tidak teraku di mata masyarakat, namun organisasi nya bisa disebut legal karena dapat pengakuan dari pemerintah itu sendiri, yaitu Johan sebelum dia wafat" Yubino menjawab pertanyaan Aizo.


"Begitu, ya.. Baiklah."


"Siapa yang akan ikut? aku akan membantai semua anggota receh mereka" Zeldris mengajak rekan yang lain dengan nada yang ditingkatkan, dia kesal.


"Aku sudah lelah dengan semua ini" tambahnya, emosi yang meluap terukir di wajahnya.


"Aku sebenarnya ingin membantu, namun keadaanku sedang tidak baik-baik saja. Aku berjalan sedikit saja rasanya otakku akan hancur. Aku tidak dulu" Suizei berbicara.


"Aku akan menjaga markas saja, siapa tahu mereka akan datang kembali" Aizo memberikan pendapatnya, begitu pula dengan Feria.


"Berarti hanya aku yang ikut, ya" Yubino berjalan mendekati Zeldris di pintu luar.


"Katsura, kau tidak ikut? kami akan sangat terbantu jika kau ikut"


"Tidak. Aku akan pergi menemui seseorang, lagipula aku baru saja menggunakan Golden Orb, aku tak tahu kapan dampaknya akan menyerang" jawab Katsura.


"Baiklah, kami pergi" ucap Zeldris, lalu mereka berdua pun menghilang, menyisakan debu-debu petir di langit.


"Semoga beruntung" Katsura menatap langit yang mulai sore, lalu Feria menghampirinya.


"Kamu akan pergi kemana?" tanyanya lirih, air mata sedikit menetes dari matanya.


Katsura mengusap air mata Feria yang menetes, "Aku akan pergi untuk berbicara dengan seseorang, kamu disini dulu, ya? Aizo akan melindungimu selagi aku pergi. Aku janji, aku akan menyelesaikan ini" jawabnya.


Feria mengangguk pelan, dia pun masuk ke markas dan Katsura pergi ke arah hutan.


Di tengah-tengah hutan, Katsura menemukan lahan kosong untuk istirahat, lalu dia pun mengangkat tangannya untuk menyalakan sinyal dari jarinya.


"Ada apa, Katsura?" suara menggema terdengar.


"Aku butuh bantuanmu, Nico."


Nico muncul dibalik bayangan, dia menatap mata Katsura seakan dia tahu pikiran Katsura.


"Kau terjebak masalah apa lagi?"


"Aku sebenarnya tak terjebak masalah yang cukup besar, mungkin?"


"Aku hanya ingin bertanya suatu hal, untungnya saja rekanku sudah memberikan intinya."


"Apa itu?"


"Apa kau tahu organisasi bernama 'Fourth Legacy?' "


"Tidak tahu, dadah" Nico sedikit melawak, dengan nada yang seperti main-main, lalu dia berjalan menjauhi Katsura.


"Kau sekarang sedang suka bercanda, ya?"


Nico berhenti sejenak, "Ya sebenarnya aku juga tidak tahu betul tentang organisasi itu, mereka sangat tertutup" katanya, dia membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Katsura.


"Jadi benar mereka berasal dari semesta mu?" muka Katsura semakin serius, amarah nya terasa jelas oleh Nico.


"Ya benar, dan jangan naikan emosimu karena hanya ingin menggali informasi dari ku, aku merasa tak nyaman" anggapnya tentang Katsura.


"Maaf, aku hanya lelah harus bertarung terus menerus, kalau bisa aku ingin memindahkan Golden Orb ini ke tangan orang lain, aku tak mau berurusan lagi dengan ini" jawabnya lesu.


"Menyerahkannya ke tangan orang lain? sebenarnya bisa saja, namun semestamu yang akan menjadi taruhannya. Lebih baik jangan dilakukan."


"Baiklah, aku akan menjawab pertanyaan mu sebelumnya. Pertama-tama kau sudah mengetahui bahwa di dalam kerajaan terdapat beberapa tingkatan, bukan?"


"Ya aku tahu, namun bagaimana kau tahu kalau aku sudah tahu?"


"Aku tahu karena aku tahu."


"Lama kelamaan lawakan mu semakin garing, tahu."


"Kembali ke pertanyaan, dari semua tingkatan, di tingkat pertama ada organisasi bernamakan Escalivor. Organisasi itu hanya beranggotakan orang-orang di tingkat pertama dan mereka sangat kuat."


"Mereka biasanya menjadi pembantu bagi sang raja untuk melakukan sesuatu. Dan mereka tak pernah gagal melaksanakan perintah raja."


"Dan satu lagi, organisasi yang lebih kuat dari Escalivor, mereka beranggotakan lebih sedikit dari Escalivor, yaitu hanya 4 orang saja. Namun kekuatan tempurnya sangat luar biasa."


"Fourth Legacy, ya?"


"Tepat sekali."


"Tunggu, jika mereka semua adalah calon penerus takhta, maka.." Katsura teringat sesuatu dari penjelasan Karma kala itu.


"Benar, Ferus juga termasuk organisasi itu. Beserta 3 orang lainnya yang sama kuatnya dan sama cerdasnya."


"Sekarang menjadi masuk akal kenapa mereka mencuri kristal itu.."


"Tunggu, kristal yang mengurung Ferus telah di curi?" Nico terlihat sedikit gelisah setelah mendengar perkataan Katsura.


"Iya, mereka barusan mencurinya dengan helikopter dan kekuatan hologram mereka" ungkap Katsura, dan itu membuat Nico semakin gelisah.


"Hologram? oh orang itu... Aku tahu dia" muka Nico menunjukkan kesal, matanya tajam.


"Orang itu adalah Versace, dia juga anggota Fourth Legacy. Dia memiliki kecerdasan yang luar biasa, sama seperti professor mu."


"Omong-omong, cukup dulu sampai sini kita mengobrol, ada seseorang yang mendekat ke area ini. Selamat tinggal" Nico pergi begitu saja saat Katsura menoleh ke arahnya.


"Kebiasaan."


"Tapi ini berbahaya, Ferus termasuk salah satu anggota Fourth Legacy, maka sudah dipastikan bahwa organisasi itu kuat karena ada dia. Namun aku juga tidak tahu kekuatan tempur Versace dan 2 orang lainnya.. Ini menyebalkan."


"Katsura? sedang apa kau disini?" tanya dari suara seorang wanita yang tak asing di telinga Katsura.


Katsura menolah, "Arizawa? sedang apa kau disini?"


"Kami mencari Homura, apakah kau melihatnya? tadi kau lewat jalan sini, kan?"


"Aku tak melihatnya, aku juga kebetulan mencarinya-" mata Katsura tertuju pada seseorang di hutan, seseorang yang sangat familier.


Katsura menunjuk ke arah orang itu, "Itu Homura, kan?" katanya, seketika Arizawa dan Yukichi pun menoleh.


Aizo dan Feria menyusul ke Katsura, dan mereka terkejut bertemu Arizawa dan Yukichi.


"Kalian kenapa kesini?"


"Tidak apa-apa, lagipula kami bosan disana, kami ingin memberi tahu kalau kami akan pergi membantu Zeldris dan Yubino" jelas Aizo.


"Tapi sebelumnya, apakah itu Homura? kita harus kesana dan menanyakan tentang hal tadi!" tambahnya semangat.


Semua orang pun mengikuti Homura dari kejauhan, cukup lama mereka mengikuti nya, Homura pun sampai di luar hutan dan terdapat lahan hijau yang sangat luas. Dia berhenti disitu, terdiam.


"Sedang apa dia disana?" Aizo berbisik.


"Aku akan menghampirinya" Katsura mengajukan dirinya.


Saat Katsura melangkah kedepan, angin kuat berhembus dari depan Homura, dan sebuah helikopter terlihat, helikopter itu muncul dari hologram.


"Hologram itu!" Katsura tersentak.


"Homura! apa yang akan kau lakukan!" teriak Katsura, namun Homura tak merespon.


"Apa? mengapa dia tidak dengar?"


Katsura mendekat lagi ke Homura, lalu mengajaknya untuk pulang. Namun tetap saja tidak ada respon.


"Biar aku yang turun tangan" kata Arizawa.


Arizawa menggenggam pergelangan tangan Homura untuk mencegahnya terus berjalan dan mengabaikannya, "Kita pulang, bodoh" ucapnya.


"Sepertinya kalian tidak tahu, ya" suara yang berada di markas sebelumnya terdengar kembali oleh Katsura.


"Kau?!" Katsura kesal.


Secara mengejutkan, Katsura dan Arizawa tertusuk oleh duri dari bawah tanah, yang terbuat dari sihir Homura.


Mereka berdua tak sempat kabur, dan tertusuk tepat di jantung mereka.


"Sepertinya kalian belum tahu, bahwa Homura bukan di sisi kalian lagi."


"Homura adalah anggota Fourth Legacy, sejak dahulu" ungkap Versace lantang.


Semua orang disitu sangat terkejut, Katsura meneteskan air mata dari mata nya yang berkaca-kaca saat melihat Homura.


Homura berbalik dan berkata


"Maaf."


Bersambung...