Destiny Holder

Destiny Holder
Kematian Yang Tak Terhindarkan



"Selamat datang di penjara akhir, Katsura" ucap Azashi dibalik sel penjara.


Katsura tak bisa berbicara, mulutnya tertutup rapat. Lalu dia menyadari bahwa seluruh ruangan penjaranya sudah dibaluti dengan sihir Homura, jadi mustahil menggunakan sihir.


Katsura hanya bisa menatap wajah Hiromi dengan tatapan kosong tanpa perasaan, matanya seperti lelah dengan semuanya.


Kantung matanya terlihat menghitam, Katsura tak tidur cukup dalam beberapa hari karena selalu terlibat dalam sebuah pertarungan.


"Dari matamu itu, kau sudah pasrah, ya?" kata Azashi lagi.


Azashi berbalik, "Apakah kita harus membuka mulutnya?" tanyanya kepada Hiromi.


"Jangan, biarkan saja dia seperti itu, jangan sampai ada yang dilepaskan darinya, apapun itu."


"Baiklah, terserahmu saja" Azashi membalas.


Walaupun Katsura sudah terlilit habis oleh sihir Homura sampai terlihat seperti mumi, namun itu masih tak cukup untuk menahan kekuatannya, dia mampu melepaskan lilitan sihir nya, namun hanya di bagian mulut untuk berbicara.


Sesaat Azashi dan Hiromi kembali berbalik ke arah sel, mereka mengira bahwa Katsura berhasil lepas dari sana.


"Menyerah? yang benar saja, kalian bahkan belum bisa membunuhku."


"Bagaimana bisa kau melakukan itu bajingan?" kata Azashi, mukanya panik setengah mati.


"Kau terkejut? pada orang yang telah membuat Ferus mengeluarkan 30 persen kekuatannya hanya untuk melawanku seorang?"


"Golden Orb sialan!" Azashi memukul tembok dengan sangat keras sampai retak.


"Heh, kau kira dengan seperti ini bisa menahanku selamanya? aku tak membuka ini semua karena aku muak. Aku harap kau bisa mencari cara untuk membunuhku sekarang" ujar Katsura, yang menimbulkan kontradiksi.


"Kau sedang mengejek ku atau bagaimana?" Azashi membalas, lalu memberi tatapan pedas pada Katsura.


"Tatapan yang seram sekali. Namun aku serius, aku ingin mati saja kalau bisa."


"Dasar aneh."


..." Retinens Ferrum "...


Hiromi menciptakan dua buah pedang, entah apa bahannya namun pedang itu ditancapkan di dua sisi depan dan belakang, pedang itu juga tertancap menyamping, seperti huruf X.


Ini unik, bahkan Katsura tak bisa mempertahankan kekuatannya untuk terus membuka lilitan pada dirinya, kembali menyisakan mata.


"Kau bisa melakukan itu? mengapa kau tidak lakukan dari awal?!" Azashi protes.


"Maaf, aku hanya ingin melihat sampai mana perkembangannya."


"Orang ini berbahaya, dia mampu mengatasi kekuatan Golden Orb-ku yang berada di langit-langit ruangan ini, bisa jadi dia setingkat denganku.." Katsura terkesan sekaligus terkejut.


Azashi dan Hiromi pun berjalan ke luar penjara, meninggalkan Katsura dalam gelap.


Di markas Mato, semuanya sudah siap pergi dan Zeldris membawanya ke jarak yang lumayan jauh dari markas, namun juga menjauh dari tempat pengadilan.


"Mengapa kau bawa kita kesini?" Aizo bertanya.


"Aku akan melakukan sihir teleportasi untuk sampai kesana dengan cepat. Jika aku menggunakannya di markas, maka markas juga akan ikut terpindahkan" jawabnya sibuk, dia menempelkan tangannya di tanah.


"Memangnya bisa seperti itu?" Aizo yang penasaran kerap bertanya.


"Sihir teleportasiku bersifat area, dan mengangkut semua yang ada di atas lingkaran. Sihirku membawa semua materi dan partikel sampai level subatom melewati ruang dan waktu, menembus ke ruang lain yang mana sudah ku tentukan sebelumnya."


"Jika aku mengeluarkan sihir ini di markas, yang ada markas kita akan terbawa kesana dan akan menarik perhatian sekitar" jelas Zeldris rinci tentang penggunaan kekuatannya.


"Namun, kau kok masih bisa menggunakan sihir? kita semua disini tidak bisa" ucap Feria.


"Dia tidak terkena sayatan dari kristal Azashi, Feria. Ingat? dia sedang dikurung oleh Hiromi di dalam kubus, kristal itu tak mampu menembus kubus Hiromi sehingga Zeldris aman untuk saat ini" jelas Yubino.


"Baiklah, kita akan berangkat dalam satu, dua, tig-"


Lingkaran sihir yang dibuat Zeldris hancur berkeping-keping oleh suatu senjata yang dilempar dari atas.


Yubino memperhatikan corak dan jenis senjatanya, dia menunjukkan wajah pucat, "Itu.. Suizei!!" seru nya.


Zeldris melihat ke atas, Suizei siap menghantam dari atas dengan kencang. Zeldris pun membawa yang lainnya kabur ke hutan dan melawan Suizei seorang diri.


"Jadi kau terpengaruh juga? sialan juga ya bajingan itu" kata Suizei, dia meludah ke kiri.


"Harusnya kau yang sadar sekarang, kau lah yang dimanipulasi."


"Aku muak semua rekanku mengatakan itu, kau akan membayarnya sekarang juga!" Suizei geram dan dia menarik tombak nya.


..." Barrier Insanity! "...


Sebuah dinding jaring bermuatan listrik yang sangat tinggi datang dengan cepat menghampiri Suizei. Dengan mudah nya ia melompat untuk menghindari serangan itu.


Namun, Zeldris menyiapkan serangan tambahan berupa misil-misil kecil yang daya ledaknya luar biasa.


Ledakan itu menghasilkan setruman listrik yang sangat besar yakni 7000 volt.


Didalam asap, muncul sebuah aura berwarna biru kemerahan, Suizei memanggil pedang berbilah dua nya.


"Pertarungan ini akan sengit sekarang" kata Zeldris.


Secara mendadak, hakim berubah pikiran dan mempercepat hukuman mati dari Homura, lantas ini membuat Cezo sedikit panik karena dia sudah berhasil menyusup kedalam sana seorang diri.


Hukuman mati dipercepat hingga 1 jam, dan semuanya sangat setuju akibat ulah Yotsuya yang sekali lagi mengubah memori semua orang yang ada disana.


Katsura juga mendapatkan info entah dari mana, dia mendengar suara bahwa hukuman Homura dipercepat. Dan ini membuatnya semakin khawatir, satu-satunya orang yang dia sangat kagumi dan percayai akan mati.


Seketika Azashi datang, dia sendirian tak bersama Hiromi. Dia membawa sebuah kristal yang mirip dengan Embodiment Crystal.


Azashi tanpa basa-basi langsung menerobos masuk sel dan membuka segel Hiromi.


"Kau ingin mati, bukan?" tanyanya sekali lagi untuk meyakinkan.


Katsura tak menjawab, "Kau tidak bisa mati karena Golden Orb, bukan? maka aku hanya perlu mengambilnya darimu dan membunuhmu disini" katanya.


Sontak itu membuat Katsura melongo, alam bawah sadarnya yang bernama Marx pun tertawa kecil.


Azashi mulai melakukan ritualnya, dia menaruh kristal itu di depan badan Katsura, lalu aura emas mulai tersedot keluar menuju kristal itu.


"Tunggu, Jangan!" Katsura berusaha menolak penyedotan itu, namun tak berguna.


"Biarkan saja dia, Katsura. Kau akan lihat sendiri" ucap Marx.


Lama kelamaan seluruh kekuatan Katsura habis terserap, lalu masuk ke tubuh Azashi.


"YAAA... INI DIAA!!" teriaknya, sehingga membuat Hiromi datang.


Pengelihatan Azashi mulai pudar, badannya sangat sakit, seperti diinjak gajah afrika sebanyak lima puluh tumpuk.


"Apa... ini...?"


Katsura menonton, matanya sangat tertarik untuk melihat.


"AZASHI, HENTIKAN!" Hiromi masuk ke dalam sel, lalu tubuh Azashi meledakkan sebuah aura emas.


Golden Orb kembali pada Katsura, Azashi tewas, tergeletak di lantai. Hiromi terpental, Katsura memanfaatkan itu dan menggunakan Golden Orb-nya untuk menembus keluar dan pergi ke tempat Homura berada.


Homura berada di tempat eksekusi, dia sudah terikat lemas di tanah, penutup mata dipakaikan, lalu regu penembak sudah siap melepas tembakan.


Lalu Katsura datang ke tengah-tengah lapangan dan menghempaskan semuanya.


Bersambung...