Destiny Holder

Destiny Holder
Felix Alonso Di Masa Lalu Act.2



"Dimana.. dimana aku..?" tanyanya pada diri sendiri dengan suara yang berat akibat tenggelam, nafasnya menjadi berat dan cepat tidak karuan. Saat Felix melihat ada daratan yang dapat diraih, dirinya pun segera berenang ke arah daratan itu.


Tak lama, Felix berhasil keluar dari dalam permukaan air dan berbaring lemas diatas daratan sembari mengumpulkan kembali nafasnya yang terengah-engah.


Sekujur tubuhnya basah kuyup, jubah Innoservato miliknya telah hilang terbawa arus bawah air. Air laut yang asin terus keluar dari mulut Felix, suasana gua yang dingin menampar Felix dengan keras.


Felix berpikir bahwa dia akan mati sebelumnya, namun dia malah terbawa arus ke dalam gua bawah air yang entah dimana tempatnya.


Secara logis, seharusnya Felix tidak akan menemukan permukaan air didalam permukaan air, namun Felix malah muncul dari dalam permukaan air sedangkan sebelumnya dia tenggelam ke dasar laut.


Sudah beberapa jam berlalu, akhirnya Felix sudah bisa menyesuaikan nafasnya dengan benar, dia melihat ke sekelilingnya dengan sedikit perasaan takut.


Bebatuan yang tajam dimana-mana, tidak ada cahaya sepanjang lorong gua, dan nuansa gua yang berwarna merah gelap membuat kengerian gua ini masuk ke dalam jiwa Felix.


Felix berdiri dengan penuh keraguan, dia berjalan menuju permukaan air tempat dia muncul sebelumnya. "Kenapa aku disini?" gumamnya pada diri sendiri, masih bertanya-tanya mengapa dia tidak mati juga.


Felix menurunkan badannya dan menyentuh permukaan air yang dingin tersebut, dia menemukan bahwa air disini sangat berbeda dengan air manapun yang pernah ia temui.


Air tersebut berwarna hitam keruh, dan baunya sangat tidak enak. "Apa dengan menyelam kembali kedalam sana akan membawaku pulang?" pikiran yang sedari tadi terlintas di pikiran Felix kerap muncul, di dalam lubuk hatinya, Felix berharap bahwa dia lebih baik mati daripada harus berakhir disini.


Angin yang kencang kemudian berhembus dari dalam gua, menerjang tubuh Felix yang kedinginan membuatnya menggigil parah.


Felix menyilangkan kedua tangannya ke badannya sendiri untuk meminimalisir kedinginan, namun tetap saja hawa gua yang sangat dingin ditambah kengeriannya tetap menembus pertahanan Felix.


Felix terpaku selama beberapa saat, kemudian dia berbalik dengan mantap menghadap lorong gua yang gelap gulita. Pada akhirnya dia dengan yakin memutuskan untuk memasuki gua tersebut. Namun, jika dia tidak menemukan apapun, dia akan menyelam kembali ke permukaan air tadi.


"Sekali saja.. sekali masuk dan keluar.." Felix mengerutkan dahinya, lalu perlahan dia melangkahkan kakinya ke depan, memasuki gua yang gelap itu.


Walau tanpa pencahayaan, Felix tetap bersikeras masuk dan menjelajahi gua didepannya. Dia hanya mengandalkan insting bertahan hidupnya untuk menemukan jalan di dalam sana.


Walau kedengarannya mustahil, namun inilah hal spesial yang dimiliki Felix, yakin insting bertahan hidupnya yang kuat.


Langkah demi langkah telah dia lalui di dalam gua misterius, semakin dia melangkah kedalam, kengerian gua itu semakin menyengat kulit.


Percikan air yang jatuh dari duri di atas dinding gua terdengar sangat jelas di telinga Felix, bahkan saking sunyinya gua tersebut, Felix dapat mendengar nafasnya sendiri.


Pengelihatan Felix lama kelamaan semakin kacau karena tidak adanya cahaya, dia pun menutup kedua matanya agar matanya tidak mengalami kerusakan.


Sudah beberapa menit berlalu, Felix terus melangkahkan kakinya di tempat yang tidak jelas, sekali lagi hembusan angin yang kuat berhembus ke arah Felix dari depan dan membuatnya menggigil lagi.


"Itu angin apaan, sih?" ujar Felix kesal, dari tadi dia dihembuskan oleh angin yang amat dingin dari dalam gua.


Felix tidak memedulikan hawa dingin yang menyelimuti dirinya, dan terus maju dengan menutup matanya.


Beberapa menit pun berlalu, lagi-lagi hawa dingin yang serupa menerobos kencang melewati tubuh Felix, Felix menggigil kedinginan dan kesulitan bergerak.


Saat dia maju satu langkah kedepan, dia secara tidak sadar tersandung oleh sebuah batu dan dia tersungkur di tanah.


Beberapa menit kemudian Felix terbangun dari pingsannya, namun yang aneh adalah, kini jauh didepannya, sebuah cahaya merah benderang terpapar sepanjang lorong gua.


Lantas dia pun langsung bangun, "Apa.. apa itu?" ucapnya skeptis dengan sedikit rasa takut.


"Aku harus kesana!" Felix dengan tergesa-gesa berlari ke arah cahaya tersebut, dia berharap bisa menemukan petunjuk tentang tempat yang sedang ia tempati saat ini.


Selang beberapa menit, Felix berhasil mencapai cahaya merah itu yang mengarahkannya ke tempat yang lebih luas, di tempat itu dipenuhi oleh cahaya merah menyeramkan.


"Tempat.. apa ini?" Felix bergetar ketakutan, suasana ruangan didalam gua itu benar-benar menyeramkan.


Felix bergerak maju ke dalam ruangan, belum sampai dua langkah ia langkahkan, suara besar tiba-tiba memecah keheningan di dalam gua.


"Manusia? berani sekali kau masuk ke daerah terlarang ini" ujar seseorang dari dalam gua, suaranya sangat berat dan mengandung hawa kejahatan.


Felix terkaget setengah mati, matanya terbuka lebar-lebar sembari menoleh ke belakang dengan sangat pelan, Felix merasa diburu oleh binatang buas.


Dengan penuh keberanian akhirnya kepala Felix berhasil menoleh kebelakang. Keringat dingin bercucuran, hati Felix berdegup sangat cepat, dia seolah-olah berkata, "Jangan bunuh aku" didalam hatinya.


"Sudah bermiliar-miliar tahun tidak ada manusia yang berani datang ke tempat terlarang ini, aku kagum kau menemukan tempat ini" tambah suara misterius itu yang memenuhi satu gua.


Kembali ke kondisi saat kini, Felix menjelaskan bahwa dia bertemu dengan iblis peninggalan masa kuno, saat masa-masa alam semesta baru diciptakan.


"Iblis?" Aizo skeptis, dia ragu dengan cerita Felix.


"Apa kau tidak percaya?" balas Felix setelah melihat raut wajah Aizo.


"Sedikit."


"Terserah kau saja, awalnya aku pun tidak percaya, namun setelahnya.." Felix lanjut menjelaskan.


Iblis itu tidak berbentuk, hanya bayangan yang menyelimuti seluruh gua. Disaat-saat terakhir sebelum seluruh iblis dimusnahkan, iblis ini berhasil menggunakan sihir terlarang dan mengunci tubuh serta kekuatannya dalam bayangan.


Namun, resiko dari sihir ini adalah tidak dapat dibatalkan. Sehingga, walau iblis ini selamat dari pemusnahan masal, dia tidak lagi memiliki tubuh fisiknya.


Felix lanjut menjelaskan, ketika ia bertemu dengan iblis itu, tak lain dia merasakan sangat ketakutan. Namun, iblis itu tak menyerang sama sekali. Iblis itu menceritakan bahwa ia kagum dengan kedatangan Felix ke dunia bawah.


Iblis itu mengira bahwa Felix adalah pengguna sihir. Namun, saat ditanya sihir apa yang Felix punya, Felix hanya melongo kebingungan.


Iblis itupun memaklumi dan baru sadar bahwa kriteria tubuh Felix berbeda dengan rata-rata manusia yang ada di semestanya.


Karena iblis itu merasa kesepian setelah bermiliar-miliar tahun, dan Felix juga butuh perlindungan, maka mereka berdua pun memutuskan untuk menjalin kontrak satu sama lain setelah cukup lama mengenal.


Kontrak mereka berisikan bahwa selama Felix menemani sang iblis di dunia bawah, maka sang iblis akan memberi tahu semua informasi yang ada di dunia atas selama waktu berjalan, dan akan melindungi Felix dari bermacam ancaman.


Bersambung...