
Sora membuka pecahan batu meteor yang menimpanya, namun naas, 3 meteor super besar sudah berada tepat diatasnya. Dia tak bisa lagi lari atau melawan takdir yang akan dia hadapi.
Satu persatu meteor itu menabrak tanah dengan sangat kuat, bertabrakan dengan satu sama lain membuat benturan ledakan yang sangat dahsyat, jika Katsura tidak membuat penghalang untuk tempat meteor itu akan menabrak, sudah dipastikan bumi akan hancur saat itu juga.
Walau sudah di tutup dengan penghalang, hembusan angin dan gempa terasa di luar penghalang sampai ke seisi bumi, seluruhnya berguncang hebat.
Para manusia yang masih selamat semakin panik dibuat guncangan itu, ada beberapa orang yang tertimpa reruntuhan akibat gempa hebat yang sedang terjadi.
Katsura berada di atas Lugar Cerrado, menyaksikan tubrukan dari 3 meteor kepada Sora, dia ingin melihat daya tahan Sora apakah dia akan selamat atau tidak.
Sementara itu, Feria sedang berpegangan pada batu yang tertancap di tanah dengan sangat kuat, tubuhnya hampir terbawa angin karena dia terlalu dekat dengan area ledakan.
Lama kelamaan dia sudah tidak bisa menahannya lagi, jarinya terlepas dari batu itu satu persatu, dia menutup matanya dan pegangannya pun terlepas.
Feria tertiup angin yang sangat hebat, namun disaat itu juga Katsura menangkap dan menggendongnya, Feria membuka matanya perlahan dan tersenyum halus.
Katsura membawa Feria ke tempat yang lebih aman, yaitu tempat para manusia yang masih selamat, mereka sekarang berlindung dibawah gua yang menurut mereka sangat kokoh, walaupun gempa, gua itu tidak akan hancur.
Katsura menyuruh Feria menceritakan saja apa semuanya yang sedang terjadi, termasuk asal mereka, yakni masa depan sementara Katsura akan terus mengawasi Sora.
Setelah menurunkan Feria di gua pengungsian, Katsura langsung bergegas pergi lagi ke tempat Sora.
Sudah berjam-jam berlalu, asap yang tebal masih keluar dari bekas tabrakan. Kawah yang dibuat oleh meteor itu sangat dalam, sekitar 70 kilometer ke dalam tanah.
Kawah yang dihasilkan tidak terlalu besar karena Katsura menciptakan ruang khusus untuk mereka bertabrakan dengan permukaan. Dan ketika Katsura melihat ke ujung bawah, Sora masih selamat dengan kondisi tubuh yang sangat parah.
Luka bakar yang menyelimuti seluruh tubuh, seluruh tubuhnya berwarna hitam dan dengan kemerah-merahan seperti api lava yang menyala.
Katsura yang masih dalam keadaan prima nya turun perlahan dan menemui Sora dari dekat. Melihat kondisinya yang menyedihkan Katsura jadi merasa kasihan pada Sora.
"Tak... kusangka... kau mempunyai kekuatan... semacam itu..." Sora berbicara dengan suara yang terisak dan pelan, tenggorokannya seperti akan hancur.
Katsura menciptakan bola cahaya yang sangat amat terang, bahkan Sora tak mampu menatap bola itu karena sangat terang.
Bola ini benar-benar murni cahaya yang tidak memiliki wujud, Katsura berniat untuk menyembuhkan Sora dengan bola ini.
Katsura menyerahkan bola itu kepada tubuh Sora, ketika bola itu menyentuh tubuh Sora, tubuhnya langsung sembuh total tanpa luka sedikitpun, bahkan itu juga memulihkan stamina Sora.
"Aku... sembuh?" Sora kaget sekaligus kagum, dia menatap kedua telapak tangannya.
"Mengapa kau menyembuhkanku? bukankah aku berusaha membunuhmu?" tanya nya.
"Aku hanya perlu kau menjawab pertanyaanku, aku tidak perlu memenangkan pertarungan ini."
"Oh begitu, baiklah karena kau sudah sebaik ini padaku, akan ku jawab semua pertanyaanmu" Sora mengalah, kali ini dia akan menuruti permintaan Katsura karena telah menyelamatkan nyawanya.
"Namun sebelum itu aku yang bertanya dulu, mengapa kau kemari? dan mengapa kau memiliki Golden Orb asli sama sepertiku?" Sora bertanya pada Katsura.
"Aku dari masa depan, aku kemari untuk bertanya seputar Golden Orb padamu. Itu saja. Dan aku mendapat Golden Orb dari seseorang bernama Dorman Akami. Dia berasal dari semestamu" Katsura menjawab.
"Ternyata kau tahu aku berasal dari semesta yang berbeda, baiklah ini akan lebih mudah dijelaskan. Kenapa kau mencariku?"
"Disini aku menyegel seseorang yang sangat kuat, namun segel nya sudah mulai terlepas perlahan, aku tak mau melawannya lagi jadi aku harus menyegelnya ulang. Apakah kau tahu cara menyegel sesuatu dengan kekuatan Golden Orb?"
"Itu adalah hal mudah, alirkan saja energi Golden Orb dari tanganmu menuju kristal itu, kau harus dalam mode Golden Orb terlebih dahulu jika ingin melakukan itu."
"Semudah itu? aku kira akan rumit sekali" Katsura terkejut, hal yang dia kira sangat sulit ternyata mudah.
"Ya, Golden Orb bukan hanya dapat meningkatkan kekuatan pengguna, namun itu adalah bentuk dari sihir sejati mereka sebagai pengguna Golden Orb."
"Kau bisa menggunakan Golden Orb untuk apapun, ini adalah kekuatan yang terkuat, mampu menciptakan ataupun menghancurkan apapun. Kekuatan ini tidak dibatasi dengan jumlah energi, namun dengan pengetahuan serta emosi."
"Ingat semua seranganku yang mampu merubah apapun termasuk sihir sekalipun? itu adalah salah satu kekuatan Golden Orb yang sebenarnya" Sora menjelaskan detail.
Katsura terpukau dengan penjelasan Sora, dia seakan-akan meminta untuk melanjutkan asal usul Golden Orb.
"Tunggu, kau bukan berasal dari semestaku, ya?" Sora menyadari sesuatu.
"Benar, aku dari masa depan di semesta ini, 100 tahun."
"Bagaimana bisa... kau mendapatkan Golden Orb semudah itu? pengguna Golden Orb tidak boleh memberikan kekuatan itu secara cuma-cuma pada orang, hanya keturunan kerajaan saja yang dapat dipercaya kekuatan itu."
"Aku juga tidak tahu... dia mencariku dan langsung memberikan Golden Orb padaku."
"Golden Orb selalu diwariskan pada keturunan kerajaan, namun pengguna nya biasanya akan mati setelah memberikannya pada orang lain. Golden Orb memberikan efek negatif pada pengguna nya, walau kekuatannya sangat hebat."
"Setiap detiknya, pengguna Golden Orb akan mengalami erosi secara sedikit demi sedikit, kekuatan yang mereka miliki itu akan membuat penampilan pikiran mereka terkorup, dan menginginkan kekuasaan yang lebih."
"Jika erosi ini sudah sampai tingkat tinggi, maka pengguna sudah tidak bisa diselamatkan, mereka akan haus kekuasaan dan penghancuran, mereka tidak akan bisa dikendalikan. Satu-satunya cara adalah memberikannya ke generasi yang baru."
"Kalau begitu kenapa tidak dihilangkan saja? jika pengguna Golden Orb terbunuh, Golden Orb akan hilang juga, bukan?" Katsura bertanya penasaran.
"Tidak bisa, jika pengguna Golden Orb mati, maka Golden Orb akan mencari penerusnya sendiri di seluruh semesta, dan akan menghancurkan semesta yang telah ditinggali."
"Pantas saja Ferus sangat menginginkan Golden Orb, ternyata dia berusaha menjaga semestanya sendiri... Namun aku juga tidak boleh memberikannya" gumam Katsura dalam hati.
"Dikatakan pula Golden Orb ini adalah kekuatan yang menciptakan semua semesta, bahkan Creosphere itu juga."
"Creosphere? apa itu?"
"Sebuah nama untuk ujung dari dunia ini, dia menampung multiverse yang tidak terbatas jumlahnya. Namun selebihnya aku tidak tahu, aku memiliki batas dalam mengingat memori masa lalu dari kekuatan ini."
"Apakah ada cara tertentu, untuk menghilangkan kekuatan ini?" Katsura mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Percayalah padaku, aku sudah mencoba mencari caranya namun tidak ada. Satu-satunya adalah dengan mewariskan kekuatan ini pada keturunan yang seharusnya."
Sora bangun dan duduk santai di atas tanah, sementara Katsura terlihat putus asa dengan semuanya.
Bersambung...