
"Maaf" kata Homura terakhir saat masih di sisi Katsura dan yang lain, walaupun dia telah menusuk jantung temannya yang sangat ia sayangi, dia sama sekali tak meneteskan air mata.
Aizo yang berada di belakang Katsura dan Arizawa, tersungkur ke tanah dan berdiri dengan lutut nya, tatapannya kosong dan perasaannya hampa, serasa seperti ingin meledak, emosi nya meluap-luap.
Dari wajahnya saja sudah terlihat bahwa kondisi mental Aizo sangat tidak stabil setelah Homura berkhianat. Saat Yukichi memanggil-manggilnya secara terus menerus, Aizo sama sekali tidak memberikan respon, menoleh saja dia tidak.
Seluruh badan Feria lemas, air mata nya tak terbendung lagi, seakan tidak percaya dia pun kerap berteriak apakah ini benar-benar Homura atau bukan.
"Percuma saja kau berteriak seperti itu, takkan ada gunanya" Versace menanggapi teriakan Feria.
Katsura juga merasa begitu, seorang pria yang sangat sangat ia hormati sedari dulu berkhianat dan menyerang dirinya, serta rekannya. Katsura sudah menganggap Homura sebagai ayah nya sendiri, dia yang telah memberi Katsura hidup baru di organisasi.
"Apa.. Kau.. Tega membuang semua ini?" kata Katsura sambil menangis, matanya terbuka lebar dan air mata mulai menetes ke tanah.
Homura tak menjawab, dia tetap berjalan ke arah Versace yang memakai tudung abu-abu. Jalannya pelan, dia masih merasa sedikit tak tega mengkhianati teman-temannya.
Arizawa tak mengatakan apapun, wajahnya sangat kesal, walau begitu air mata mengucur deras dari matanya. Dia mengenggam duri panjang yang menusuk dadanya dengan sangat keras, dia ingin menghancurkannya dengan tangan kosong. Namun dia tidak bisa.
Katsura juga begitu, pikirannya benar-benar kosong dan tidak tahu arah tujuan, tubuhnya sangat lemas seperti tidak makan dan minum selama 1 minggu penuh, saat dia ingin mengerahkan kekuatan pun tidak ada gunanya karena mental nya sangat kacau.
Hanya Yukichi yang masih bisa menahan semua emosi yang datang, dia pun berusaha membebaskan Katsura dan Arizawa agar bisa melawan.
"Homura sudah di pihak musuh, kita tidak boleh menyerah begitu saja!" tegasnya, dia mencoba membangkitkan semangat seluruh rekannya.
Namun usaha itu sia-sia, walau dia berhasil melepaskan Katsura dan Arizawa dari tusukan duri Homura, mereka tetap tak berdaya dan tak mau melawan.
"Sepertinya aku memang kurang mengenalmu dengan baik, namun aku jadi bisa melawanmu ketimbang teman-teman ku!" Yukichi memberanikan dirinya untuk maju ke depan, melawan Homura.
Namun walau Yukichi tidak terlalu mengenal Homura, dia tetap sedikit berat saat ingin menyerang Homura. Dia sedari dulu tak pernah dekat dengannya karena yang merekrutnya ke Viper adalah Arizawa.
..." Black Bolt "...
Yukichi menganalisis, Homura hanya berjalan di garis lurus tanpa belok sedikitpun, bisa jadi dia memang tak akan menghindar jika ada serangan.
Bola petir hitam keunguan menerjang Homura, dan benar saja walau sudah dekat dengan punggungnya pun, dia tak menghindar.
Namun diluar dugaan, dia justru berbalik dan menetralkan bola petir Yukichi.
"Aku terkejut, kukira kau akan berdiam diri saja seperti di manipulasi, jadi kau berpindah sisi, ya" kata Yukichi.
Homura tak menjawab untuk kesekian kalinya, matanya menajam saat melihat wajah Yukichi.
Yukichi tak banyak omong langsung menerjang ke arah Homura, begitu juga dengan Homura. Mereka berdua beradu sikut dan menyebabkan gelombang kejut yang cukup besar sampai bisa menggoyangkan pohon disekitarnya.
Versace hanya melihat tanpa membantu, dengan senyuman misterius nya yang membuat Yukichi kesal.
Yukichi dan Homura terus beradu pukulan, tanah yang mereka pijaki retak dan hancur, Homura mengeluarkan duri yang sama seperti di awal untuk menyerang Yukichi.
Yukichi berhasil menghindar dengan jarak yang sangat dekat sekali, sekitar 1 centimeter. Kalau saja dia telat persekian detik, maka dia mati.
..." Dark Light "...
Dua laser cahaya gelap dari bawah tanah yang retak muncul, cahaya itu dua kali lebih kuat dari cahaya biasa. Homura mengira itu adalah sihir kegelapan, namun dia salah.
Yukichi mempermainkan Homura, dia menyembunyikan bentuk aslinya dibawah tanah. Itu adalah ranjau cahaya yang siap meledak jika sudah bersinar.
Homura terlambat, ranjau itu meledak dan melukai dirinya.
"Dimana orang itu..?"
Tanpa disadari, Yukichi telah diserang tepat di perut oleh Versace, kini tudung nya terbuka dan wajahnya terlihat.
Versace adalah pria berumur 30 tahun dengan rambut berwarna putih dan sedikit warna merah di setiap ujung rambutnya, ada luka gores di matanya dan dia memakai anting emas.
Versace menyerang Yukichi dengan bola aneh berwarna biru muda cerah dengan banyak jaring-jaring di bola itu.
"Sejak kapan..?" setelah itu Yukichi pun tersetrum dan dia kehilangan kesadarannya. Yukichi juga terserap energi kehidupannya dan sihirnya.
Semua keributan tadi berhasil menampar Katsura keras-keras pada kenyataan, bahwa Homura telah benar-benar tiada.
Katsura sudah tak punya Marx untuk bantuan mental, kini dia berjuang sendirian.
Katsura tanpa banyak omong melemparkan Crescent Deluz-nya ke arah Versace yang tentu saja dapat Versace hindari dengan cara memecah tubuhnya menjadi hologram, dan muncul lagi di dekat helikopter.
"Apa tujuanmu kemari, Versace, dan juga.. Homura?" begitu Katsura mengucapkan nama Homura, keadaan nya kembali tidak stabil, kakinya gemetaran.
"Kali ini kedatangan kami tak ada tujuannya dengan Golden Orb, aku yakin kau sudah mendengarku dari seseorang."
"Tujuanku adalah mengambil kristal ini, dan menggunakan kekuatan yang ada di dalamnya" ungkap Versace dengan memamerkan Embodiment Crystal yang mengurung Ferus
"Kau ingin membebaskannya? takkan kubiarkan" mata Katsura menajam dan nadanya meningkat.
"Tidak, aku hanya akan menggunakan kekuatannya. Aku akan menyerap kekuatannya dan mengubah sejarah!" seru nya dengan tawa puas.
"Homura sudah bekerja denganku sejak dulu sekali, saat dia baru masuk Viper, dia sudah bekerja sama denganku."
"Dia berbaur dengan baik dengan kalian semua, kepintarannya menutupi kelemahannya. Alasan kami baru bergerak adalah karena aku baru mengetahui bahwa Golden Orb tidak bisa diserap, kuucapkan terimakasih padamu karena telah membuktikannya" jelas Versace tentang asal usul nya.
"Jadi Homura berasal dari semesta J-60?" tanya Katsura serius.
"Ya. Dan semua hal yang terjadi selama ini, di dalam organisasi, aku yang mengatur itu semua" Homura mengambil alih pembicaraan.
Katsura diam, dia belum berani mengatakan apapun didepan Homura.
"Mengapa aku bisa mengirimkan kalian pesan saat didalam penjara dan mengapa aku bisa tahu tempat persembunyian Yotsuya adalah karena aku yang mengatur semua rencana mereka" ungkap Homura lagi.
"Aku lah yang mengatur semuanya" ucap Homura lagi dengan nada serius, lalu tangannya di kepalkan.
"Ku harap kau tidak mengganggu kami, Katsura. Asalkan kalian tidak mengacaukan kami, kami takkan menyerang Mato. Kalian aman, aku bisa menjamin hal ini."
Homura berbalik badan dan berjalan ke arah Versace dengan sedikit lebih cepat.
"Tunggu! mana mungkin aku menerima alasan seperti itu!" Katsura berteriak pada Homura.
"Tolong, Katsura, jangan ganggu rencana ku" Homura berbalik dan meneteskan sedikit air mata.
Katsura terdiam, lalu Homura dan Versace pergi naik helikopter.
"Selamat tinggal, Katsura" Versace melambaikan tangannya.
Bersambung...