
Katsura melenyapkan seluruh sihir dan mana yang ada di dalam jangkauannya. Sambil menunjukkan sabit yang besarnya hampir sama dengan tubuhnya.
Sabit itu keseluruhan berwarna pink kecerahan, menunjukkan gabungan energi Katsura dan Showa yang menyatu. Sabit itu bermata dua, yang keduanya sama besarnya dengan yang lainnya.
"Sabit itu.. Mampu melenyapkan seluruh efek sihir yang ada di angkasa?" batin Showa terkejut.
"Pas sekali, Katsura!" kata Suizei yang terpuruk di tanah.
Suizei melemparkan sabitnya dari kejauhan setelah selesai menempa nya, dan disaat itu juga Katsura mampu membuka potensi tertinggi dengan memberi senjata itu sebuah nama.
"Crescent Deluz.. nama yang bagus" Kataura menatapi sabitnya yang berkilauan.
Disaat itu juga, energi Katsura menjadi lebih mengancam dan lebih menakutkan, ditambah dirinya semakin cepat dari saat mode Kirameku Hoshi Akari-nya.
"Akan ku selesaikan ini dengan cepat" Katsura melompat sampai ke belakang Showa, sambil mengayunkan sabitnya ia berkata, "Sekarang siapa yang mengambil posisi kemenangan?"
Punggung Showa pun tersayat dan mengeluarkan banyak darah.
..." Circular Burst! "...
Showa menggunakan jurus ini lagi, yang sebelumnya mampu membuat Katsura dalam mode Murasaki no Tenmado kesulitan, bahkan hampir terbunuh oleh jurus ini.
"Hm" Katsura menyengir.
Semua bola energi yang tak ber eksistensi tetap itu pun menghujani Katsura, siap melenyapkan musuh saat mengenainya.
Dengan santainya, Katsura menebas satu persatu bola yang berdatangan itu, membelah nya menjadi dua bagian dan malah melenyapkan bola itu.
"Apa yang..? harusnya jurus itu tak mampu dipotong!" batin Showa gelisah.
Katsura pun menebas dengan jangkauan yang luas, dengan membentuk bulan sabit. Setelah menebasnya, energi yang membentuk bulan sabit itu tak menghilang, malah maju dan menghancurkan semua yang dilewatinya.
"Serangan dua tahap!" Showa mulai panik.
..." Lluvia "...
Showa menciptakan ratusan ribu jarum kecil yang terbentuk dari antimateri, siap menghujani kapanpun Showa mau.
Dia pun lantas mengangkat tangannya lalu menurunkannya, seraya seluruh jarum kecil itu menghujani Katsura.
..." Kirameku Hoshi Akari! "...
Katsura memancarkan energi yang sangat dahsyat dari tubuhnya, bahkan luas energi yang ia pancarkan sampai ke bumi, dan ditangkap oleh satelit Mato.
"Ini.. Pancaran energi Katsura? dia kok bisa diluar angkasa?" tanya Azashi terheran-heran.
Homura yang mendengar perkataan Azashi langsung tersenyum, dan berkata dalam hati, "Bagus, Katsura. Aku benar-benar bangga padamu."
Situasi kembali ke Katsura, dimana ia berhasil mengaktifkan Kirameku Hoshi Akari-nya lagi, dengan tatapan mata yang penuh percaya diri, dia yakin bisa membunuh Showa kali ini.
"Kilauan cahaya di matanya.. Cukup untuk membunuhku kali ini" Showa seakan pasrah dan bersiap untuk mati, tapi dirinya menolak kekalahan karena didalam keluarga Seifuku, tidak ada yang namanya menyerah sebelum mati.
"Aku takkan menyerah!" Showa meningkatkan energinya, sampai membuat aura berwarna abu-abu gelap menutupi tubuhnya.
"Mari kita mulai.. Ronde kedua" kata Katsura.
Pertarungan antar kedua orang hebat akan segera dimulai, ancaman dari keduanya sudah sangat terasa, bahkan sampai bumi. Suizei yang sudah kehabisan energi hanya bisa melihat dari kejauhan.
"Dari energi, kurasa Katsura yang akan memenangkan pertarungan ini. Tapi jika dilihat dari niat membunuh, Showa jauh lebih unggul diatas Katsura" ujarnya.
Katsura maju pertama, kali ini dia lebih agresif dari biasanya. Dengan sabit yang besar di tangannya, dia menjadi lebih percaya diri karena merasa lebih unggul.
Katsura mengibaskan sabitnya tepat didepan Showa, gelombang energi yang dihempaskan oleh Katsura berbenturan dengan aura Showa yang mampu melenyapkan apapun, dan membunuh apapun.
Kedua energi itu saling beradu, menentukan siapa yang terkuat dari keduanya. Katsura tak mau menunggu lama, dia berteleportasi kebelakang Showa dan mengerahkan jurus.
..." Divine Light "...
Gelombang cahaya juga beradu dengan aura Showa, Showa terlihat sangat kesulitan menahan kedua energi itu.
Katsura melihat celah dari bawah, dia pun mengibaskan sabitnya lagi untuk membuat gelombang energi dari sabitnya.
Sesuai rencana Katsura, itu bisa melenyapkan tubuhnya yang mungkin bisa mencegah dirinya untuk berpindah tubuh.
"Apakah berhasil?-" saat Katsura berbicara, tiba-tiba saja dari belakang ia merasakan aura negatif yang muncul.
Asap perlahan membongkar identitas dibaliknya, ternyata Showa berpindah tubuh lagi ke kloningan yang ia buat.
"Sialan! kau harusnya sudah mati saat tadi!" katanya.
"Aku mati? tidak mungkin! aku dapat berpindah kesadaran ke kloningan diriku yang lain, dan itu dapat terjadi disaat tubuhku mati" ungkap Showa mengejutkan, yang mana berarti Showa takkan bisa mati jika tubuh kloningannya tak dibasmi semua.
"Keparat.. Tapi aku mampu membunuhmu sampai ribuan kali!" seru Katsura yang kembali meningkatkan energinya.
"Menarik-" Showa tiba-tiba terkena gelombang energi dari sabit Katsura, dia terdorong sangat jauh hingga memasuki sebuah planet Garganta, planet yang gersang dan mengorbit sebuah lubang hitam supermasif.
Katsura juga tiba sangat cepat, dia mengangkat kedua jarinya lalu muncul sebuah monster pasir raksasa menghantam Showa.
"Monster gadungan seperti ini takkan bisa mengalahkanku!"
..." Flecha De Un Dios! "...
Anak panah dari cahaya berwarna ungu ditembakkan ke kepala monster pasir itu, dan membuat kepala monster itu lenyap dan hilang kendali, lalu kembali menjadi pasir biasa.
..." Blazing Empowerment! "...
Katsura meninggalkan sabit nya, dia menebas Showa menggunakan katana nya, tebasan itu mengandung api yang sangat panas, sekitar 10 juta derajat celcius. Tebasan itu mampu memotong apapun, bahkan aura Showa sampai ditembus dan memotong tangan Showa yang diam.
Showa yang lain muncul dari langit, dia merebut sabit milik Katsura.
Showa yang tangannya buntung adalah palsu, sementara yang diatas adalah asli. Katsura tak takut karena menghadapi senjata sendiri, dia tak gentar menebas senjata nya sendiri walau tak hancur.
"Bodoh, ini senjatamu sendiri, kenapa kau tebas?"
"Selama itu bisa membunuhmu, aku tak keberatan" balasnya dengan niat tersembunyi, lalu perut Showa tertusuk oleh jarum cahaya yang muncul dari tanah, Katsura merebut sabit nya dan mundur ke permukaan.
..."Analysis"...
Jarum itu bukan sembarang jarum, itu terkoneksi dengan pikiran Katsura sehingga jarum itu dapat memberikan informasi yang ada di otak Showa sekarang. Katsura mengetahui bahwa total ada 87 kloningan Showa yang masih bersembunyi entah dimana, jadi dia menyiapkan jurus baru.
Showa memberontak dan menghancurkan jarum yang menusuknya, tapi Katsura tetap bisa terhubung dengan pikiran Showa.
..." Circular Burst, Multi! "...
Showa kembali menyerang dengan sangat agresif, dia mengerahkan satu persatu bola energi nya yang lebih kuat dari Circular Burst biasa.
Showa sudah seperti binatang buas, dia menerkam kesana dan kemari untuk mengejar Katsura yang terlalu cepat.
Katsura menghindar sambil menghilangkan bola energi yang datang padanya dengan sihir waktunya.
"Sudah cukup disini, aku sudah menemukan jurus yang bagus" kata Katsura, tatapan matanya sekarang sangat fokus.
..." Gravity Singularity! "...
Seisi planet gravitasinya berubah, dan berpusat pada satu titik, yaitu tubuh Showa. Segala macam benda mulai tertarik ke tubuh Showa, ini membuat banyak celah untuk Katsura.
Katsura memegang sabit nya dengan sangat erat, ujung sabitnya semakin bercahaya dan siap ditembakkan ke arah yang Katsura mau.
..." Interitus Imitatorum "...
Showa yang sedang tertekan oleh banyaknya benda yang tertarik padanya, tiba-tiba tubuhnya terserang oleh gelombang energi yang tidak menghasilkan luka. Namun, membunuh semua kloningannya disaat yang bersamaan.
Katsura muncul dari samping dengan sabitnya yang siap dikibaskan, lalu berkata, "Dia butuh waktu sekitar 3 menit untuk membuat 27 kloningan, sekarang saatnya ku akhiri!"
..." Final Impetum "...
Katsura lagi-lagi mengerahkan gelombang energi dari sabitnya, dan kali ini kepala Showa terpenggal dan dia benar-benar mati. Ditambah gelombang energi itu menuju lubang hitam supermasif dan memotongnya juga.
Bersambung...