Destiny Holder

Destiny Holder
Katsura vs Foyd



"Kau akan di hukum mati!" kata-kata yang membuat Homura sangat shock, dia terpaku.


"Ada apa Homura? mereka akan membelamu?" ucap Hiromi lagi.


"Ini.. Mustahil.."


Sesaat Homura menyadari luka yang ada di bahu setiap petinggi yang datang ke sel penjaranya, luka goresan yang sama terdapat di setiap bahu petinggi disana.


Homura mencoba merealisasikan apa yang ada di pikirannya, tentang pikiran para petinggi dan sebuah luka di bahu mereka semua.


"*Reputasiku sangat baik di mata mereka, namun 4 dari mereka mengecapku sebagai penjahat. Kalau itu adalah anggota Descartados yang lainnya sangat tidak masuk akal. Karena yang dapat berubah wujud hanya Foyd saja."


"Pikiran mereka telah di manipulasi? bisa saja.."


"Dari bukti-bukti, yaitu ingatan mereka dan juga luka sebagai syarat untuk pengaktifan kekuatan milik Yotsuya, ini sudah pasti*."


Homura menyadari sesuatu, dan akhirnya tahu dalang dibalik semua ini.


"Ini ulah Yotsuya, bukan?"


Hiromi tak menjawab, dia hanya memejamkan matanya saja.


"Jawab aku sialan!" Homura berteriak.


"Sepertinya mulutmu itu harus di bungkam, ya. Katakan semua yang kau mau kepada hakim, aku kecewa kepadamu, Homura" ucap petinggi yang masuk ke sel lalu membawa Homura keluar.


Homura menurut dan berjalan keluar sel, saat di depan sel, Hiromi berbicara.


"Benar, kalaupun kau tahu, kau bisa apa? dia berada di tempat yang sangat tersembunyi, jauh di dalam sana."


Penjaga yang membawa Homura diam sebentar, mendengarkan Hiromi berbicara untuk Homura.


"Sekalipun kau menemukannya, kau hanya akan jatuh pada perangkap ilusi tanpa batas. Saat kau mati nanti, Mato tidak akan ada apa-apanya lagi."


Homura tak menanggapi, lalu dia pun beranjak keluar dan menaiki mobil.


Kilas balik dimulai, terlihat petinggi negara dan para penjaga sedang berjalan ke sel penjara untuk mengecek kriminal yang akan dihukum mati hari ini setelah bertahun-tahun di sidang.


"*Akhirnya penjahat itu akan mati juga, aku sangat senang dengan keputusan dewan hakim."


"Benar, kalau hakim tidak diganti tahun kemarin, maka sudah pasti penjahat ini akan bebas. Hakim yang lama suka memakan uang kotor dari para tikus, aku benci itu."


"Aku akan menikmatinya sampai ke dalam-dalam saat menyaksikan orang itu tergeletak di tanah dengan darah yang bercucuran*."


Ketika mereka berbincang selagi berjalan, sebuah pisau kecil tak terlihat menggores seluruh bahu petinggi dan penjaga.


..." Memoria Vespera "...


Memori seluruh orang yang terkena goresan diubah oleh Yotsuya dari jarak jauh, dan memasukkan Homura ke dalam ingatan penjahat yang mereka akan eksekusi.


Homura di dalam mobil melihati jendela luar yang penuh dengan gedung, lalu tak sengaja melihat Suizei diatas jembatan sedang duduk.


"Mereka semua bodoh, akan ku habisi semua yang memihak Hiromi dan Descartados sialan itu" Suizei meremukkan batu yang ia pegang, lalu dia melempar serpihan batu yang hancur ke lautan.


Kembali ke Katsura dan kawan-kawan, mereka sedang berjalan kembali ke markas lewat hutan lebat.


Feria yang pingsan akibat ditendang oleh Suizei dengan kuat akhirnya bangun, lalu dia melihat Yotsuya di dalam pikirannya.


Namun, saat dia melihat Yotsuya dan dunia putih itu, semuanya hangus terbakar oleh sihir Feria sendiri.


Jauh ke Yotsuya, dia terkejut ada yang bisa lepas dari kemampuannya.


"Apa yang terjadi.. Mengapa kemampuanku bisa terbakar..?" ucapnya pada diri sendiri.


Feria tanpa sadar melakukan hal itu, lalu saat dia berdiri, luka goresan di pipi nya menghilang.


"Kita akan teleportasi saja ke markas, terlalu lama jika kita berjalan" usul Zeldris.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari semak-semak. Feria datang dengan sempoyongan.


"Ah itu dia, akhirnya ketemu juga" Katsura berlari dan memeluk Feria.


"Sudah, ya, aku akan nyalakan teleportasinya" kata Zeldris.


..." Raitoningu Shōkan "...


Mereka semua kembali ke markas dengan selamat, namun Cezo, dia sengaja meninggalkan rombongan Katsura untuk melaksanakan perintah Homura sebelumnya.


"Aku punya firasat buruk bahwa Hiromi dan yang lainnya akan bertindak, mereka sudah cukup lama mengganggu kita kecil-kecil. Jika aku menghilang, cari aku di sekitar kota" ucap Homura di ingatan Cezo.


"Sekarang lah waktunya, ya" ucap Cezo sambil memakai jubah hitam dan topeng yang jatuh.


Cezo berlari dengan kencang ke arah kota, dengan beberapa persediaan senjata di sakunya.


"Akhirnya kita kembali.. Aku tidak menyangka bahwa kita akan mengalami hal seperti semalam" ucap Feria.


"Kejadian tak terduga, Hiromi benar-benar bergerak. Sekali dia bergerak, sudah berdampak cukup besar bagi kita.. Ini sangat merugikan" Zeldris berbicara.


"Memang sebelumnya ia melakukan pergerakan?" tanya Katsura.


"Ya, dia meretas sebuah kode menuju ruang rahasia presiden sebelumnya, lalu dia membobol brankas, dan juga menyabotase beberapa penelitian milik Homura. Dan yang terbaru adalah melakukan pergerakan di markas kita yang baru" jawab Zeldris.


"Mengapa pergerakan mereka tidak diketahui oleh pemerintah setelah aksi yang lumayan barbar itu?"


"Mereka mempunyai Yotsuya, aset yang paling berharga dan paling kuat. Bisa dikatakan Yotsuya adalah kartu as mereka. Mereka selalu menghapus keberadaan mereka di tempat kejadian di ingatan semua orang yang ada disitu."


"Jadi jika kita ingin menghentikan Hiromi, kita harus menemukan Yotsuya terlebih dahulu. Itu kuncinya."


"Namun Homura sebagai kunci juga sedang hilang, bagaimana kita mencarinya?"


"Jika kita berpencar, maka yang ada kita akan dihabisi oleh Suizei. Suizei adalah orang terkuat setelah Katsura di Mato, kita tak bisa berpisah dari Katsura saat ini. Namun jika kita tak bergerak, kemungkinan Homura saat ini dalam bahaya" ujar Yubino.


"Kita terbagi fokus dan tujuan, kita harus menemukan Yotsuya, lalu menyelamatkan Homura, menemukan Arizawa, dan harus menghindari konflik dengan Suizei. Sangat rumit sekali" ucap Katsura.


"Aku mempunyai rencana tentang alur yang akan kita lalui" ungkap Aizo.


"Pertama, sudah pasti kita harus menemukan Homura terlebih dahulu, lalu kita lanjut untuk mencari Yotsuya bersama Homura. Jika sudah maka Suizei akan kembali ke pihak kita dan Hiromi akan tamat. Soal Arizawa, aku yakin dia akan baik-baik saja" jelas rencana Aizo.


"Ini rencana yang masuk akal, dan kita harus terus bersama, jangan sampai ada yang terpisah. Terutama Katsura" Zeldris menunjuk ke arah Katsura.


"Baiklah, sebelum kita memulai rencana ini, bolehkah aku pergi ke suatu tempat dulu?"


"Mau kemana?" Feria bertanya, lalu mendekat.


"Tidak, aku ingin berkunjung ke rumah sebentar saja, boleh, ya?"


"Baiklah jika itu mau mu. Namun pakai ini, ini alat yang ku buat dari sihirku, ini akan menteleportasikan mu jika kau menekan tombolnya" Zeldris menyerahkan tombol miliknya.


"Aku hanya sebentar, beberapa jam lagi juga aku akan kembali. Jika Suizei datang menyerang, aku akan langsung datang. Bicara saja lewat telepati" ucap Katsura, lalu dia menghilang.


Saat Katsura sampai di lapangan terakhir kali dia bertarung dengan Dorman, semuanya berubah. Dari bangunan sampai jalanan berubah total.


"Seperti di dunia lain" ucapnya sambil berjalan ke arah rumahnya.


Saat sampai di depan rumahnya, ia melihat rumah nya hancur total dan terbakar hangus.


Dengan wajah pucat nya ia bertanya, "S-SIAPA YANG MELAKUKAN INI?!"


Suara tak asing muncul di belakangnya, "Kebetulan" ucap suara itu.


Katsura menoleh ke belakang, Foyd dengan tangan yang utuh muncul kembali di hadapan Katsura.


Bersambung...