Destiny Holder

Destiny Holder
Masalah Selesai, Katsura Kembali!



Wajah Katsura terlihat putus asa dan kesal, Sora dapat merasakan amarahnya yang begitu besar.


"Kau kenapa? apa kau tidak puas dengan jawabanku tadi?" Sora bertanya, dia sedikit bingung dengan ekspresi Katsura.


"Bukan... hanya saja... aku benci dengan kekuatan ini, saat aku mendengar bahwa Golden Orb tidak dapat dihilangkan atau di berikan pada semesta lain, rasa kebencianku semakin meningkat" Katsura menarik nafas panjang.


"Begitu, ya, memang di dunia ini ada hal yang tidak dapat diubah, kau harus tetap menjalani itu sampai kau tahu jalan yang tepat. Mengapa kau membenci Golden Orb sampai sebegitunya?" Sora mulai penasaran dengan alasan Katsura membenci kekuatannya sendiri.


"Hah, aku juga tidak mengerti, karena aku mempunyai Golden Orb, jadi banyak sekali yang mengincarku. Aku lelah berurusan dengan mereka semua" Katsura menjelaskan, lalu dia teringat bayang-bayang Homura.


"Ya, aku sangat lelah" Katsura mengulang perkataannya, namun dengan nada rendah.


"Jujur, aku juga membenci Golden Orb, aku ingin membuatnya menghilang namun aku tidak bisa" ungkap kata hati Sora.


"Namun sepertinya aku tahu 1 cara yang dapat menghilangkan Golden Orb.."


"Apa? apa itu? bagaimana?" Katsura terdengar seperti bersemangat kembali.


"Kau harus mati, namun bukan dengan cara yang biasa. Mungkin itu bisa menghilangkan Golden Orb."


"Dengan cara yang tidak biasa? maksudnya seperti apa?"


"Seperti.. mati pada hukum semesta. Namun kedudukan Golden Orb lebih daripada itu. Lupakan saja, tidak ada yang bisa kau lakukan."


Katsura kembali kecewa setelah mendengar perkataan Sora barusan, dia pun menghela nafas lagi.


"Apa lagi yang akan kau tanyakan sebelum aku pergi? aku tak punya banyak waktu disini jadi cepatlah" Sora menyuruh Katsura untuk bergegas jika ada pertanyaan lain.


"Tidak ada, namun aku penasaran tujuanmu datang ke semesta ini, bukankah pengguna Golden Orb dilarang keluar dari semestanya sendiri?"


"Oh itu? ini hanya semata kesenangan pribadiku saja. Tidak ada hal lain, aku hanya ingin menghancurkan semua bumi yang memiliki kehidupan, mungkin ini adalah erosi pada diriku.." Sora menjawab apa tujuannya kesini.


Sora tertawa kecil, "Ya lagipula, aku akan mati karena akan mewariskan kekuatan ini pada generasi selanjutnya. Jadi aku akan melakukan apapun yang aku mau."


"Kau akan datang lagi kesini setelah aku pergi?"


"Untuk apa? yah memang aku belum menghancurkan bumi ini, untung kau menghentikanku."


"Tidak, hanya saja aku takut eksistensiku akan lenyap di masa depan jika kau menghancurkan bumi ini."


"Hm? cara kerja garis waktu tidak begitu, walaupun aku akan datang lagi dan menghancurkan bumi ini, tidak akan terjadi apa-apa di masa depan. Namun, aku membuat cabang dari kejadian yang seharusnya tidak terjadi. Mengerti maksudku?"


Katsura mengangguk, walau dia sedikit kebingungan namun dia berusaha mengerti.


"Cabang itu akan mengalir menjadi garis waktu baru, setiap kemungkinan yang akan terjadi akan menimbulkan garis waktu baru hal ini terus berlangsung terus menerus sampai tidak terbatas. Ada kemungkinan yang mungkin kau akan datang lagi ke masa lalu dan menghentikanku."


"Tenang saja, percayalah padaku, tidak akan terjadi apa-apa pada masa depan" Sora berdiri dan menepuk-nepuk jubah bagian bawahnya dari tanah.


"Baiklah, aku percaya padamu."


"Kau disini hanya untuk bertanya padaku atau bagaimana?"


"Ya, dan aku tidak sengaja menyelamatkan diriku sendiri yang masih bayi.."


"Kau sudah menimbulkan fenomena time loop."


"Sebuah pengulangan waktu secara terus menerus?"


"Ya benar, karena kau menyelamatkan dirimu sendiri yang masih kecil dan memberinya sihir, di masa depan dari bayi mu itu, dia pasti akan kembali ke masa lalu dan menyelamatkan dirinya yang lain lagi. Ini akan terus terjadi, tidak terbatas jumlahnya."


"Jadi garis waktumu bukan hanya masa lalu-masa kini-masa depan. Namun kau bisa ke masa lalu, dan ke masa lalu lainnya, ataupun masa lalu yang lebih lampau dan semua kejadian nya pasti sama."


"Aku tidak mengerti.."


"Yasudah biarkan saja. Aku akan pergi sekarang, selamat tinggal-"


"Oh ya, kita baru saja bertarung namun aku tak tahu siapa namamu" saat Sora akan pergi, dia berbalik untuk menanyakan nama.


"Apakah namaku penting untukmu?" Katsura menyengir.


"Jika kau tidak mau memberitahukan nya tidak apa-apa. Kalau begitu, dah" Sora mulai berjalan, sesaat sebelum dia pergi cukup jauh Katsura menjawab.


Katsura sudah mendapatkan jawaban yang ia mau, sekarang dia akan kembali ke masa nya bersama dengan Feria.


Katsura berlari dengan cepat ke tempat Feria berada, saat dia hampir sampai ke gua, dia diam-diam melihat apa yang sedang Feria lakukan.


Di dalam gua, Feria terlihat sangat senang dengan respon-respon para orang disana, terlihat dia sedang menjelaskan sesuatu dengan sihir apinya. Katsura hanya melihat diam-diam, dia iseng saja ingin melihat nya secara tersembunyi.


Akhirnya setelah beberapa menit, Feria menyadari juga bahwa Katsura sedang melihatnya secara diam-diam, dia pun tersipu malu dan keluar dari gua.


"A-apa yang kamu lakukan?" kata Feria, wajahnya memerah.


"Kamu terlihat lucu saat sedang menjelaskan kepada orang-orang" Katsura tertawa kecil.


"D-diam!! jangan ungkit lagi.."


"Baiklah, jadi, sudah siap untuk kembali?"


"Eh? kamu sudah selesai urusannya dengan orang itu?"


Katsura menunjukkan Embodiment Crystal yang sudah kembali seperti semula, dengan garis berwarna emas yang melindungi sisi kristal itu.


"Wah! kalau begini kita bisa tenang.." Feria tersenyum.


"Ya, kan? ayo kita pergi" Katsura menggenggam kedua tangan Feria, lalu para orang-orang yang masih selamat pun keluar gua.


"Kalian akan pergi sekarang?" kata seorang petani.


"Ya, urusan kami sudah selesai disini" jawab Feria.


"Terima kasih, telah membantu kami melawan orang itu... orang itu benar-benar kejam.." semua orang disana menundukkan kepalanya pada Katsura sebagai rasa hormat.


"Kalian benar-benar berjasa bagi umat manusia, kami berterimakasih sebanyak-banyaknya pada kalian" sang petani meneteskan air matanya dan bersujud pada Katsura.


Katsura merasa sedikit aneh dan menyuruhnya untuk bersikap normal saja. Setelah tangis berlalu, para orang yang masih selamat mengucapkan selamat tinggal pada Katsura dan Feria yang telah siap pergi dengan lingkaran sihir waktu.


Sesaat sebelum mereka berdua berpindah ke masa mereka, Katsura melihat Homura di kejauhan. Matanya terbuka lebar-lebar, lalu tersenyum sambil berkata, "Selamat tinggal."


Mereka berdua menghilang dari masa lalu, dan kembali ke tempat mereka terakhir kali menginjak tanah di malam hari, di depan markas, tahun 2076.


"Kita berhasil.." Katsura mendekat ke Feria dan memeluknya.


Namun ketika itu juga, Arizawa, Suizei, Yubino, Aizo, Cezo lari dan memeluk mereka berdua atas keberhasilannya.


"Kami senang kalian kembali!" seru Arizawa lantang.


"Apakah kalian berhasil?" Suizei bertanya.


"Tentu!" Katsura mengeluarkan Embodiment Crystal yang sudah diperbaiki, membuat semua orang sangat senang dan bersyukur.


"Bagus sekali! ayo kita makan-makan di dalam, kami sudah menyiapkan semuanya!" Yubino merangkul Katsura dan Feria untuk mengajak mereka berdua makan malam.


"Kau duluan saja, aku akan menyusul, itu pasti" kata Katsura.


Yubino seolah tahu apa yang akan Katsura lakukan sekarang, jadi dia membiarkan Katsura melakukan apa yang dia mau.


Setelah semuanya masuk ke dalam markas, hanya tinggal Katsura dan Feria di luar, sendirian, dengan sinar bulan yant menerangi tempat mereka.


"Emm.. ada apa, Katsura?" wajah Feria nampak semakin memerah, dia menyembunyikan kedua tangannya dibelakang.


"Maafkan aku jika aku tidak ada waktu untukmu, namun sekarang kita punya banyak" Katsura bergerak maju ke depan Feria.


"Aku menyayangimu" Katsura bergerak lebih dekat ke Feria dan menciumnya.


Feria sedikit kaget dengan aksi Katsura, dia pun menutup matanya, tangannya memegang wajah Katsura, membuat ciuman itu semakin dalam.


Hari-hari yang melelahkan telah berakhir, kini mereka akan damai dalam waktu yang cukup lama.


2 Tahun yang tenang itu pun berlalu begitu saja...


Bersambung...