Destiny Holder

Destiny Holder
Pertarungan Penentuan, Katsura Vs Nico (4)



Katsura menatap Nico dengan penuh percaya diri, dengan senyum remehnya seakan dia sudah diatas langit.


Nico yang sedang melayang di udara mengepalkan tangannya se keras-keras nya dan berkata


"Hahaha.. Tak kusangka kau bisa sekuat ini. Tapi, ini sudah saatnya untuk serius"


Situasi beralih ke regu pencari Katsura, mereka sedang dikeroyok habis-habisan oleh para ilusi.


"Sial! berapa lama kita harus berada disini?" ucap Yukichi geram sembari menembaki para ilusi dengan senapannya.


Arizawa membawa pedang kecil seperti katana, dan menggunakannya untuk menebas semua ilusi yang mendekat. Sementara Yubino sibuk membakar para ilusi. Tapi, mereka tetap saja bangkit lagi setelah dihanguskan berkali-kali.


"Hei kalian, bisakah kalian melindungiku sebentar? aku akan mencoba sesuatu" ucap Homura sembari meletakkan satu telapak tangannya pada permukaan tanah.


"Kau mau apa?" desak Arizawa.


"Sudah ikuti saja caraku, ini satu satunya cara kita keluar dari lingkaran ilusi ini" balas Homura dengan memejamkan matanya, Dia mulai fokus mengumpulkan energi ke telapak tangannya.


Arizawa, Yukichi, dan Yubino bertarung melawan musuh sambil melindungi satu sama lain di balik punggung.


"Kuserahkan kepada kalian, ya. Kira kira sekitar 5 menit, apakah kalian sanggup?" ucap Homura.


"Berisik, cepat selesaikan saja apa yang kau rencanakan!" seru Arizawa selagi menendang ilusi yang mendekat.


Kembali ke Nico dan Katsura, mereka saling bertatapan dari jarak yang sangat jauh. Katsura bersiap menyerang dari bawah, Nico mempersiapkan sihirnya.


..."Thousand Ring Of Judgement !"...


Nico menciptakan beribu ribu cincin cahaya raksasa di langit, mengerahkan beberapa cincinnya untuk menyerang Katsura yang sedang melesat dengan cepat, menyebabkan ledakan yang dahsyat di udara.


Katsura menghindari cincin cincin yang dikerahkan Nico dengan sangat mudah, ada satu cincin yang hampir mengenainya, tapi cincin itu malah hancur dengan sendirinya.


"Dia mendekat.. aku harus menjauh!" ucap Nico yang terbang memunduri Katsura.


"Mau kemana kau?! kabur ya?!" Katsura berteriak dan melancarkan beberapa bola api ke arah Nico.


"Jangan sombong dulu.. makhluk rendahan"


..." Wind Apocalypse!"...


Nico menghembuskan angin yang teramat kuat, sampai bisa menghancurkan beberapa cincin yang ia buat.


Katsura dalam posisi bertahan agar tak ikut terhempas oleh serangan Nico.


..." Divine Light! "...


Nico dengan cepat menembakan cincin cincin nya ke arah Katsura yang sedang bertahan.


"Dia bahkan hanya mengucapkan nama jurusnya, tapi dampak yang dihasilkan sangat besar, memang hebat kau ini!" seru Katsura dalam hati yang kewalahan menahan angin kuat dari Nico.


Setelah angin kencang itu hilang, Katsura yang bersiap menyerang lagi terkagetkan dengan banyaknya cincin yang mengarah ke arahnya, dia dikepung dari semua sisi. Katsura tak bisa menghindar, alhasil dia dihujani oleh ledakan.


Ledakan itu membuat asap yang cukup tebal di langit, Nico bersiap untuk menyerang kembali saat asap sudah reda.


"Hanya segitu kemampuanmu? mungkin aku terlalu berharap lebih kepadamu" ejek Katsura dari balik asap.


Nico mulai tak memedulikan ucapannya, pikirannya saat ini hanya terfokuskan pada pertarungan ini saja.


"Kalau begitu sekarang giliranku!" Katsura menerjang dari bawah sambil memukul udara.


Shockwave yang dihasilkan Katsura berhasil mengenai Nico, namun itu tak berpengaruh padanya.


Katsura menyengir, lalu dia bergerak secara acak di udara sembari membuat shockwave ke arah Nico.


"Sombong sekali ya dirimu hanya berdiam diri saja.. Lihat saja sekarang aku sudah lebih kuat darimu!"


..."Sihir Petir : Pedang Suci Penebas Kejahatan"...


Katsura dengan cepat bergerak ke belakang Nico, dan menebasnya dengan pedang petirnya.


Nico menangkap pedang Katsura menggunakan 1 tangan, membuat seluruh kegaduhan yang ada disekitarnya menghilang.


Katsura menunjukan ekspresi kaget, Nico ingin meninju tapi kalah cepat oleh tendangan Katsura yang mengarah ke perutnya.


..."Sihir Petir : Pukulan Sang Gemuruh!"...


Katsura meninju Nico hingga ke dasar Samudera, membuat gelombang air yang sangat besar, hampir menyerupai tsunami.


Cincin cincin yang tersisa di udara kembali ke Nico yang berada di dasar Samudera.


Setelah semua cincin itu menyatu di tangan Nico, dia melancarkan serangan yang sangat kuat ke udara.


..."Absolute Light"...


Serangan itu meluas sampai 5km, dan yang berada dalam jangkauan serangan itu akan lenyap seketika. Jarak serangan ini bahkan sampai ke luar bumi, di sebelah planet Mars ada sebuah asteroid yang terkena serangan ini dan lenyap.


"Sekuat.. Itu? Katsura shock melihat serangan Nico yang bahkan mampu keluar bumi.


Nico dengan cepat membelakangi Katsura yang shock, sambil membawa bola cahaya yang siap meledak.


Katsura yang sigap langsung menebas bola cahaya itu. Tapi, bukannya malah menghilang, bola itu justru membelah diri menjadi lebih banyak dan menembus tubuh Katsura, lalu terjatuh.


Nico berada tepat di samping Katsura terjatuh, Katsura reflek langsung memukul Nico dengan kencang, tapi dapat ditahan. Pukulan yang ditahan itu sampai membuat shockwave yang sangat luas di udara.


"Mana kesombongan mu yang tadi?" ucap Nico.


"Diam kau!" Katsura kembali berdiri dan mengayunkan pedangnya ke arah Nico.


Nico menghilang, entah bagaimana dia berhasil berada di bawah Katsura dengan cepat.


..." Strike Of The Night Phantom "...


Nico menyerang Katsura dengan tebasan hitam raksasa berbentuk bulan sabit, membuatnya terpental sangat jauh, bahkan sampai ke Kehutanan Ecuador.


Tebasan itu bergerak bagaikan shockwave yang sangat kencang. Katsura terkapar di sebuah hutan di Ecuador, membuatnya tak sadarkan diri sementara waktu.


Sementara itu, Homura yang sedang mengumpulkan energi akhirnya telah selesai.


"Homura! berapa lama lagi?!" teriak Arizawa.


"Selesai!"


..." Gazing Neutralization ! "...


Muncullah sebuah aura warna hijau muda, mengelilingi seluruh area regu pencari dan mulai menghilangkan efek dari ilusi yang dibuat Nico. Bahkan luka yang diterima Yubino pun kembali pulih, seakan luka itu adalah bagian dari ilusi.


Ilusi yang menyerang perlahan menghilang, sontak membuat Yubino, Arizawa, Yukichi kaget.


"Kok.. menghilang??" tanya Yubino kebingungan.


"Apa yang kau lakukan??" tanya Arizawa dengan penuh penasaran.


"Yah bagaimana ya, aku juga sudah mendapatkan sihir, sih" jawab Homura.


"Hah? tapi sihir apa itu? aku tak pernah tahu ada sihir semacam itu" ucap Yukichi.


"Penetralan, aku bisa menetralkan apapun yang kuhendaki" jawab Homura.


"Kau ini, jika ada apapun ceritalah ke kita, aku saja tak tahu kau menyimpan kekuatan sehebat itu" ucap Arizawa menepuk pundak Arizawa.


"Nah ayo, mari kita kembali mencari Katsura" ajak Yubino.


Katsura perlahan kembali membuka matanya, melihat Nico yang berdiri didepannya dengan ekspresi yang dingin.


Katsura yang dipenuhi darah mencoba mendengarkan omongan Nico, tapi pendengarannya sangat kacau. Bahkan melihat kedepan saja sudah sangat buram.


Nico berjalan menghampiri Katsura lalu mencekiknya ke pohon.


"Tak ada gunanya lagi kau menyembunyikan nya dariku, beritahu aku semuanya."


"T..t...tidak... akan..." bantah Katsura terbata bata.


"Begitu, jadi matilah dengan tenang."


Nico melepaskan Katsura, lalu dia mengangkat pedang cahayanya dan mengayunkan nya ke Katsura.


Katsura yang setengah sadar, dia berhasil menangkap ayunan pedang Nico.


Nico agak terkejut, tapi Katsura memiliki kejutan.


"Terimakasih Homura.. berkat kau.. aku bisa melanjutkan ini!" seru Katsura.


Pedang Nico yang tertahan Katsura terhisap kedalam sebuah kubus kecil. Sontak membuat Nico melompat mundur.


"Apa yang..?" Nico keheranan apa yang sedang terjadi.


Seluruh tubuh Katsura sekarang diselimuti oleh cahaya, membuat sekitar hutan menjadi terang benderang.


Perlahan cahaya itu mulai menyusut dan berubah warna menjadi biru muda yang menyelimuti tubuh Katsura.


Katsura kembali dapat mendengar dan melihat dengan jelas, tapi efek ini hanya sementara dan dia harus segera mengakhirinya.


"Begitu ya, kau menyerap sihir ku dan menjadikannya kekuatan.. baiklah."


"Mari lihat apakah kau cukup kuat untuk menahan semua sihir ini."


..." Sihir Api : Gelaran Api Membara "...


Tali api muncul dari tangan Nico dan mengikat satu kaki Katsura dari bawah.


..." Sihir Angin : Badai Petir "...


Nico menciptakan angin dengan petir yang sangat kuat, bahkan sampai memicu terjadinya hujan.


Katsura menghancurkan tali api Nico dengan mudah dan sekarang dia bersiap menendang Nico dari bawah.


..." Void Existence "...


Serangan Katsura tak membuahkan hasil, hanya menembus tubuh Nico saja tapi tak memberinya luka.


..." Sihir Tanah : Perut Bumi Yang Meluap "...


Nico menciptakan replika kecil dari gunung berapi beserta laharnya.


Katsura melompat mundur ke salah satu pohon pinus, Nico mengejarnya dengan kecepatan melebihi kedipan mata.


..." Electricity Anger "...


Nico memancarkan petir petir dari ranting ranting pohon pinus dan mengejar Katsura.


"Mau kemana kau?" ucap Nico.


..." Shattered Ice "...


Nico menembakan banyak es es kecil, yang terkena es ini akan membeku seketika, seperti pohon pinus yang ada di belakangnya.


Katsura tidak mencoba menghindar, melainkan menerobos nya.


Katsura menciptakan pedang cahaya milik Nico dan menyerangnya dari atas. Nico menghindar dan kembali menembakan es.


Katsura melambaikan tangannya dengan kencang, cahaya yang menyelimuti tubuhnya menjadi senjata seperti ombak laut yang melahap apapun yang dilihatnya.


Nico terlahap oleh cahaya Katsura, namun dia menghancurkan nya dari dalam dengan sihirnya.


..." Yin and Yang Overturn "...


Nico menyatukan kedua elemen cahaya dan kegelapan, membuat cahaya Katsura lenyap seketika.


"Tch seberapa banyak sihir yang dia punya sih?!!" keluh Katsura.


"Kau takkan bisa mengalahkan ku, akui saja" ucap Nico dengan tatapan dingin serta ingin membunuh.


Katsura yang semakin kelelahan karena energi cadangan yang ia serap semakin menipis, sedangkan Nico malah semakin meningkat.


..." Anger Of The Beast "...


Nico hanya memukul pada udara, namun dampak yang dihasilkannya sampai membuat kawah yang cukup besar.


"Sudah cukup, ku hentikan ini sekarang juga." ucap Nico mengepalkan tangannya lagi.


..." Black Hole Creation "...


Nico membuat lubang hitam ditengah kawah, menyerap semua yang ada kedalamnya, termasuk dirinya juga. Dirinya tak mampu melawan kuatnya gravitasi yang ditarik oleh lubang hitam.


Katsura menoleh keatas, dia memikirkan bahwa ini adalah permainan tarik menarik, jadi dia memutuskan untuk menggunakan mode gravitasinya lagi.


Nico berusaha keras menahan kuatnya tarikan lubang hitam, Katsura mengikat Nico dengan tali cahaya yang dibuatnya.


"Kau...!!" geram Nico.


"Sekarang adalah permainan tarik menarik, kita lihat siapa yang akan menang!" seru Katsura. Ini adalah pilihan yang sangat riskan baginya, jika salah sedikit saja sudah pasti dia akan mati.


Katsura mengikat dirinya dan Nico pada 1 tali, dan menyanggganya pada dasar tanah yang sangat jauh.


Katsura memejamkan matanya, memasrahkan semuanya kepada emosi negatifnya.


"Jangan jangan.. Dia mau menggunakan itu!" ucap Nico panik.


Pupil mata Katsura perlahan menghilang menjadi keputihan, sekarang dirinya adalah emosi negatif yang mengendalikan kekuatan gravitasi nya.


"GRRRRHHAAAHHHH" teriaknya sembari menekankan gravitasi pada dirinya sendiri agar tak terhisap.


"Sial! aku akan menghentikan sihir ini saja!" ucap Nico yang mencoba menghilangkan sihirnya dengan membentuk segel tangan, tapi tangannya malah terikat oleh cahaya Katsura.


Katsura perlahan semakin menjauh dari lubang hitam, sementara Nico malah semakin terhisap kedalamnya.


"SIAL SIAL SIAL!!! AKU TAKAN KALAH DISINI! AKU AKAN MEWUJUDKAN PERDAMAIAN DENGAN TANGANKU SENDIR-" teriaknya yang semakin terhisap kedalam lubang hitam.


Perlahan suara nico menghilang, suaranya juga terhisap oleh lubang hitam. Pada akhirnya, dia pun terhisap kedalam lubang hitam.


Bukannya berhenti, lubang hitam itu malah semakin ganas dan berniat melahap seluruh bumi.


Katsura yang sudah kehabisan energi tak bisa lagi menggunakan sihirnya sama sekali, yang tersisa hanyalah percikan sisa sihir cahaya yang dia keluarkan dan kubus penampung energi dari Homura.


Saat kubus itu memasuki lubang hitam, ledakan dahsyat terjadi dikarenakan gaya tarik menarik dari kubus dan lubang hitam.


Semakin lama gaya tarik menariknya berlangsung, pada akhirnya 2 benda itu hanya akan lenyap.


Ledakan dahsyat itu memperluas kawah yang dibuat Nico.


Setelah beberapa jam, Katsura membuka matanya dan melihat sekelilingnya hancur.


"Aku.. menang..?"


Bersambung...