
Dari detik ke detik selanjutnya, Golden Orb Katsura hampir mencapai tahap sempurna dari manifestasi awalnya. Yang mana pada awalnya aura emasnya tidak terlalu banyak, sekarang semakin meluas dan semakin berwarna emas.
Dan semakin lama juga aura Katsura menjadi panas, membuat Arizawa tersadar oleh panas itu.
"Apa... Itu Katsura..?" tanyanya penuh kebingungan.
Arizawa berdiri dengan kesakitan, seluruh tubuhnya di penuhi oleh luka bakar. Pakaiannya pun robek ditambah matanya buta satu. Tadi dia berpapasan pas sekali didepan bunga yang akan meledak. Namun untungnya mata yang satunya masih selamat.
Sambil memegangi tangan kanannya yang patah, dia memaksakan berdiri dan meraih kotak pil yang ada di sakunya.
Kotak pil berhasil diambil, namun setelah dibuka, isinya kosong melompong. Sudah habis dimakan oleh yang lain.
"Sial.. Sudah habis" ucapnya kesal.
"Mau tidak mau aku harus menghubungi markas. Namun yang kulihat disini hanyalah Aizo saja. Dimana yang lain?" Arizawa menengok ke kanan dan kiri mencari tubuh rekannya.
"Namun ada yang aneh.. Mengapa aku sekarang tidak bisa merasakan energi Katsura? padahal jaraknya lumayan dekat" ucapnya lagi.
Tubuh Aizo akhirnya bergerak, tangannya menggenggam tanah dengan cukup kuat.
Arizawa pun menoleh ke Aizo, akhirnya dia tidak sendirian lagi. Dengan sempoyongan, Arizawa menghampiri Aizo yang keadaanya tidak jauh berbeda dengannya.
"Kau tak apa?" tanya Arizawa
"Ya.. Walaupun banyak sekali luka bakar di tubuhku. Dan juga aku tak bisa mendengar dengan baik, tadi bunga itu meledak tepat di dekat telingaku. Suara itu sangat keras sekali, gendang telinga ku hancur. Ditambah aku menerima 4 ledakan bunga sekaligus" jelas Aizo apa yang terjadi dengan kondisinya.
"Omong-omong, apa itu Katsura? dia terlihat berbeda sekali.. Biasanya dia tak pernah memasang muka seperti itu saat bertarung. Dan juga.. Auranya sangat tenang sekali.. Bagaikan air yang mengalir di sungai" komentar Aizo tentang perubahan baru Katsura.
"Kita kembali dulu, kita harus melapor ke markas. Dan juga.. Mungkin Homura punya penemuan yang baru diselesaikan."
Katsura mengambil nafas panjang sembari berjalan, tatapannya lurus ke arah Ferus, dengan sangat cepat, Katsura menyerang dengan tendangan lurus ke arah kepala Ferus.
Seakan bisa membaca masa depan, Ferus sudah tahu bahwa serangan itu akan datang kepadanya. Namun Katsura tak terkejut, setelah dia mendarat, dia kembali menyerang Ferus dengan tendangan keatas.
Tendangan Katsura diikuti oleh auranya, tendangan itu membentuk bulan sabit sempurna. Dan yang terkena aura itu akan lenyap.
Bagaikan kobaran api yang membara, aura Katsura saat ini juga mampu membakar apapun hingga menyisakan sub-atom terkecil dari suatu benda.
Serangan itu sukses membuat kedua telapak tangan Ferus yang mencoba memblokir serangan itu lenyap, tangannya seperti mencair.
Luka itu bukanlah apa-apa bagi Ferus, dia dengan mudahnya mengembalikan tangannya seperti sedia kala.
Katsura tak membawa Crescent Deluz-nya, dia meletakkan Crescent Deluz-nya di tempat sebelum ia menyerang dengan tendangan pertamanya tadi.
Katsura memainkan tinjuannya untuk menyerang Ferus. Ia terus meninju nya ke seluruh arah tanpa henti, ke arah kepala, arah kaki, arah telinga, semuanya tak ada yang mengenai tepat sasaran.
Lagi-lagi Ferus seperti membaca masa depan, dia melihat kemungkinan bahwa akan ada celah di serangan ke 3 Katsura berikutnya. Dia pun memanfaatkan celah itu untuk menendang Katsura di kepalanya.
Katsura pun terpental, tidak jauh, hanya sekitar lima meter dari Ferus. Katsura kembali berlari diikuti dengan aura nya.
..." Void Vonept "...
Ferus melihat kemungkinan nya di masa depan, dia langsung menaruh serangan dimana Katsura akan berhenti.
Benar saja, saat Katsura berhenti dia langsung diserang dengan bola kekosongan yang mampu melahap seluruh materi.
Katsura menendang secara menyamping, tendangannya sukses menggores pipi kanan Ferus. Kemudian Katsura mundur dan mengulurkan tangannya ke arah Crescent Deluz-nya.
Crescent Deluz yang awalnya tertancap di tanah, perlahan melayang dan tertarik ke arah Katsura. Crescent Deluz-nya kini juga ber aura sama, yaitu emas cerah.
Katsura maju lagi dengan memutarkan Crescent Deluz, saat ujung sabit itu mengenai tangan Ferus, Crescent Deluz itu berhenti seakan tak menimbulkan efek. Namun, sebuah gelombang supermasif tercipta dari sentuhan Crescent Deluz dengan tangan Ferus.
Alhasil gelombang itu menuju ke luar angkasa, sangat cepat sekali, bahkan lebih cepat dari cahaya. Gelombang itupun mengenai sebuah planet, dan meledak.
..." 26 Persen "...
Hembusan angin yang sangat kuat muncul dari Ferus, Katsura terpental cukup jauh.
Saat Katsura melayang di udara karena terpental, Ferus sudah ada di atasnya dengan posisi kedua tangan yang di kepalkan menjadi satu.
..." 28 Persen "...
Katsura terpukul sangat jauh, dia menembus inti bumi dan masih selamat. Sekitarnya berwarna kuning ke oranye an, sangat panas sekali disana.
Ferus dengan cepat berada didepan Katsura dengan kepalan tangan yang siap dilancarkan.
Saat pukulan Ferus melancar, Katsura juga melancarkan pukulannya. Alhasil adu tinju itu menyebabkan ruang menjadi berhenti, dan dunia seakan retak seperti sebuah kaca.
Waktu dunia terhenti, dan hanya Katsura yang mampu bergerak. Tak lama kemudian Ferus memecahkan dunia yang retak itu. Itu hanyalah ilusi dari waktu yang terhenti.
Katsura mengingat perasaan yang tadi saat dia memukul Ferus, dan dia mencoba lagi. Dan benar saja, waktu kembali terhenti, dan saat pukulan Katsura sudah berlandas di kepala Ferus, waktu dunia kembali normal dan Ferus terpental.
Pukulan yang diperkuat dengan penghenti waktu akan memberikan kerusakan maksimal pada lawan. Karena menghancurkan waktu di dalam eksistensi lawan sangat menyakitkan.
Ferus kembali ke permukaan, saat dia ingin mendarat ke tanah, waktu kembali terhenti.
Katsura menyerangnya lagi dengan pukulannya, namun kali ini pukulannya berhembus sebuah cahaya setelah mengenai target.
Mengejutkannya, pukulan itu ditahan oleh Ferus dalam kondisi waktu sedang terhenti.
Katsura terkejut, lalu waktu kembali berjalan normal.
Katsura keheranan kembali, bagaimana bisa dia bergerak didalam waktu yang sudah terhenti.
..." Light Beam! "...
..." Guardian Fang "...
Katsura menyerang dengan gelombang cahaya dari jarak dekat, Ferus menanggapi dengan perisai yang menutupi seluruh tubuhnya.
Katsura kembali menghentikan waktu, saat pukulannya hampir mengenai Ferus, lagi dan lagi Ferus kembali bebas dari penghenti waktu milik Katsura.
Katsura berteleportasi kesana dan kemari didekat Ferus untuk membingungkannya, dan setiap dia berteleportasi ke satu tempat, maka waktu akan berhenti dan dia akan memukul.
Sayangnya, semua pukulan itu sia-sia, Ferus kerap bisa bebas dari waktu yang terhenti.
Katsura mengangkat jarinya, Crescent Deluz yang terkubur jauh dibawah melesat keatas menjawab panggilan Katsura. Alhasil itu berhasil membuat tubuh Ferus terbagi menjadi dua bagian.
Bersambung...