
Katsura dengan tubuh terselimuti aura Golden Orb yang sangat menggelegar datang ke tengah-tengah lapangan eksekusi, kedatangannya mementalkan seluruh objek yang ada di dalam lapangan.
Semua regu penembak tumbang tak beraturan, sementara hakim membentak, dan mengancam Katsura dari toa.
"KEPADA YANG BARU DATANG DAN MENGACAUKAN SEGALANYA, KEHADIRANMU AKAN DISEBARKAN KE PUBLIK" gub,risnya sangat marah.
"Berisik sekali kau pak tua" hanya dengan tatapan matanya, toa yang di tatap Katsura hancur lenyap.
Listrik yang mengalir di pengadilan pun semuanya konslet setelah kedatangan Katsura.
Katsura membuka borgol Homura, lalu dia juga membuka penutup mata miliknya.
"Kupikir aku sudah berada di alam lain. Terimakasih, Katsura" kata Homura.
"Ya tidak masalah, sekarang kau sudah ketemu, kita harus segera mencari tempat persembunyian Yotsuya" ucap Katsura serius.
"Jadi kau sudah tahu dalang dibalik ini semua.. Ya benar itu Yotsuya, dia memang suka menyendiri. Namun aku tahu tempat persembunyiannya dimana" Katsura pun menoleh kencang ke arah Homura.
"Yotsuya berada di dalam sebuah pedalaman gua, dia sangat jauh di dalamnya bahkan ada beberapa perangkap jika kita memaksa masuk" Homura menjelaskan.
"Gua mana?" Katsura kembali bertanya.
"Tidak tahu, pokoknya dia berada dalam sebuah gua dan sepertinya sedang bermain catur sendirian" tambah Homura.
"Aku bisa mengikuti arah teknik ini di aktifkan, dia pasti berada dalam jangkauanku!" ujar Katsura tiba-tiba.
"Benarkah?"
"Dengan kekuatan Golden Orb, takkan ada yang bisa menghalangiku" mata Katsura bersinar terang, sama seperti cahaya harapan yang menyinari seisi mato.
Katsura melacak darimana datangnya teknik sihir itu, dan dia menemukan tempat yang sangat terpencil jauh dari sini di sebuah pulau terpencil.
"Itu dia, aku menemukannya. Namun untung saja dia tak mengetahuinya" ucap Katsura.
"Bagus, ayo kita pergi sebelum situasi semakin parah."
Homura dan Katsura pergi, berita buruk mereka tersebar dimana-mana akibat ulah pak Hakim.
Sementara itu di penjara bawah tanah, Hiromi sedang berdiri di samping mayat Azashi dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Dasar bodoh, bisa-bisanya kau berpikiran seperti itu padanya. Aku sudah muak, akan ku lakukan ini sendiri tanpa bantuan dari orang lain" Hiromi berbalik dan mengeluarkan pisau tajam yang masih berlumuran darah di bilah nya.
Di sisi lain, Cezo terlihat sedang melawan banyak penjaga namun berhasil menang, namun tiba-tiba muncul David entah darimana. Dia mengagetkan Cezo dari belakang.
"Halo, lama tak jumpa, ya" ucapnya melambaikan tangan.
"Kau tak boleh lewat lebih dari ini" lalu David mengeluarkan potongan kristal milik Azashi untuk senjata. Karena senjata sebelumnya patah.
Cezo tak memedulikan David, dia berlari melewati nya untuk pergi ke tempat Homura. Dia mengira bahwa suara bising tadi adalah Homura mencoba melawan, namun bukan.
David merasa diacuhkan, dia pun menghilang dan memulai teknik pembunuhan rahasia miliknya.
Cezo tersayat di bagian pipi, membuatnya mengaktifkan kekuatan Azashi dan Homura yang menyatu dan memaksa target tak menggunakan sihir.
Cezo menunduk dan meletakkan tangannya di lantai, dan sebuah segel tulisan tangan muncul dari bawah telapak tangannya dan meluas hingga ke seluruh lorong.
..." Calling "...
Sebuah bom tempel muncul dimana-mana, awalnya David biasa saja karena dia mampu mengatasi nya dengan sangat mudah. Jadi dia hanya perlu menyerang Cezo.
"Boleh juga kau" David memuji, namun tak ada waktu, Cezo sudah selangkah di depannya.
Bubuk mesiu mengelilingi pijakan David berada, dan Cezo berada di atas atap yang sudah di lubangi dengan sebuah pistol.
"Aku tak perlu sihir kau tahu?" Cezo menarik pelatuknya dan peluru itu mengarah pada bom tempel sehingga memicu ledakan yang sangat besar.
Cezo terkena ledakan, dia terpental lumayan hebat. Namun dia melihat sesuatu yang lebih mengerikan lagi, yaitu posisi Katsura sedang di kepung oleh beberapa anggota Descartados, mereka diantaranya adalah Lina dan Bill.
"Jadi itu wujud yang selalu ditakutkan musuh-musuhmu, memang memiliki aura yang sangat mencekam, sih" ucap Bill, dia sedikit memandang rendah kekuatan Katsura yang saat ini berada di puncak.
"Jangan halangi kami lagi" ucap Katsura tegas.
Mereka tak mendengarkan, Bill malah mengangkat talinya keatas, namun pergerakan Katsura tak bisa terbaca oleh Bill.
Bill dan Lina tak mampu merasakan energi Katsura, makannya mereka meremehkan Katsura karena mereka pikir jika Katsura memakai mode itu malah menurunkan kekuatannya sendiri.
Lina meniupkan nafasnya ke seluruh penjuru lapangan, dia membekukan semua penjaga yang ingin membantu demi membekukan pergerakan Katsura.
Namun hasilnya, Katsura masih bisa bergerak bebas. Dia kerap berlari kesana dan kemari untuk mengejek Lina dan Bill.
Bill kesal, namun tak terasa tubuhnya tertebas dan terbelah menjadi dua bagian. Katsura menebasnya hanya menggunakan tangan yang diperkuat dengan auranya.
"BILL!!!" Lina berteriak histeris.
Katsura perlahan mendekat dari asap es yang terus ditiupkan Lina. Matanya terlihat namun badannya tidak.
Lina terus menyemburkan asap beku dari mulutnya hingga suhu di luar ruangan mencapai -6° C.
Katsura tak terkejut, bahkan pergerakannya tak terhentikan sama sekali.
"Akan ku tunjukkan bahwa semua usaha mu itu sia-sia."
Katsura menjentikkan jarinya, dan suhu luar ruangan kembali normal. Tidak ada debu es buatan Lina, dia juga sudah terlihat lelah terus menerus menyemburkan teknik nya.
Katsura mendengar ledakan, itu adalah tempat Cezo berada sebelumnya. Dia pun bergegas pergi setelah mengalahkan dua anggota Descartados.
Sebelum pergi, Katsura sudah menanamkan ranjau aktif disana, jika ada yang menginjaknya maka tempat itu akan lenyap.
Homura dari tadi sudah pergi lebih dahulu, dia sudah berada di depan gua persembunyian Yotsuya, saat dia ingin masuk, benar saja banyak sekali yang menolaknya untuk masuk.
Berbagai macam gangguan dari fisik sampai non-fisik kerap mengganggu Homura. Namun dia terus maju tanpa ada halangan sedikitpun.
Hiromi mendapatkan kabar bahwa David dan Bill telah tewas, lalu Lina tak sadarkan diri dan berada dalam jangkauan ranjau.
Hiromi sekarang berekspresi kosong, dirinya tak mempunyai harapan lagi untuk melanjutkan rencana.
Air matanya menetes, lalu dia menjauh dari tempat Yotsuya dan menuju markas baru Mato.
Katsura sudah sampai di tempat Homura, bedanya Katsura tak mendapatkan gangguan sama sekali kecuali rasa kedinginan yang mencekam dari gua nya.
"Dia ada di balik dinding itu" Homura menunjuk.
Katsura menembakkan energi dari jauh, menghancurkan tembok yang di tunjuk. Dan benar saja ada sebuah lorong yang di desain sangat modern, semuanya berwarna putih.
"Berhenti sampai disana" suara tak asing terdengar kembali, sosok Suizei muncul di belakang Katsura dan Homura.
Bersambung...