
Sora menyerap semua sihir yang ada di area sekitarnya dan merubahnya menjadi sebuah bola kekacauan, bentuk bolanya sangat kecil bahkan bisa digenggam penuh oleh telapak tangan.
Katsura terkejut, namun dia tidak panik, dia tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Sora menatap Katsura dengan sombong seolah-olah dia berkata, "Segini saja?"
Tubuh Sora belum mengalami luka sedikitpun, semua serangan Katsura sebelumnya sia-sia. Namun walau begitu, Katsura masih yakin bisa mengalahkannya.
Begitu Katsura sedikit saja menggerakan ototnya untuk bergerak, Sora sudah menyadari duluan dan menembakkan duri-duri bercahaya emas ke arah Katsura.
Katsura tak sempat menghindar karena kecepatan reaksi Sora yang begitu peka terhadap rangsangan otot lawan, Katsura terkena serangan fatal, dadanya tertusuk.
Katsura berdiri dengan lututnya sambil memegangi dadanya yang berdarah, mulutnya pun ikut mengeluarkan darah juga.
"A-agh.. sialan..!" katanya dengan suara sesak sebelum Katsura mencabut paksa duri yang menusuk dadanya.
Setelah berjuang keras, duri itu berhasil terlepas, Katsura segera memulihkan diri dengan sihir waktunya. Namun Sora tidak memberikan Katsura waktu istirahat, dengan luka yang terbuka Katsura pun terpaksa harus terus menghindari serangan yang dilemparkan Sora.
Bola kekacauan masih ada di genggaman Sora, dengan tatapan dinginnya dia menembakkan jaring-jaring emas kebawah dengan arah yang tidak beraturan.
Katsura pun berada cukup jauh dari jangkauan serangan Sora, setelah dia menyembuhkan lukanya, tiba-tiba seluruh jaring yang ditembakkan Sora kebawah bergerak ke arah Katsura.
Katsura akan terpotong-potong jika tidak menghindar, namun mustahil untuk menghindari serangan itu.
Feria terlihat panik dari jauh melihat Katsura yang terjebak kematian, air matanya menetes ke tanah.
Katsura menahan sisi jaring dengan memegangnya langsung dengan telapak tangan, jaring-jaring itu melambat karena Katsura menahannya dengan sihir gravitasinya, namun tidak dapat memberhentikannya secara total.
"Agh!! sialan..!!"
Ruang Katsura semakin sempit dan sempit, jaring itu hampir mengenai kakinya. Dia pun berteriak keras dan terus memfokuskan energinya ke telapak tangan, walau tangannya tersayat hebat, dia terus menahan rasa sakitnya dan terus menahan sisi jaring itu.
Tak lama kemudian aura energi berwarna hijau muda cerah muncul dari kedua telapak tangan Katsura, dan energi itu menyelimuti seluruh jaring-jaring Sora.
Sekarang jaring-jaring itu berhenti total akibat Katsura memberhentikan waktu jaring tersebut.
"Serangan yang merepotkan sekali" Katsura mengoceh, akhirnya dia bisa meluruskan kedua tangannya.
Sora terkesan melihat Katsura berhasil memberhentikan semua jaringnya dalam beberapa saat, biasanya tidak ada yang selamat dari serangan itu.
Katsura memanggil Crescent Deluz-nya dan memotong jaring di hadapannya agar dia bisa keluar.
"Aku terkesan kau bisa menghadapi itu" kata Sora secara tiba-tiba.
Katsura tak menjawab, dia hanya membersihkan ujung sabitnya dengan cara diayunkan cepat.
"Aku hanya ingin mendapatkan jawaban dan aku akan pergi, sesulit itu kah permintaanku untukmu?"
"Kau tidak akan mendapatkan jawaban apa-apa dariku" Sora membalas sama seperti sebelumnya, dia tetap enggan menjawab pertanyaan Katsura.
Sora pun menempatkan bola kekacauan di antara kedua telapak tangannya dan menyodorkan tangannya ke bawah.
"Terimalah ini sendiri" Sora mengaktifkan bola kekacauan nya dan membuatnya menyala terang, lalu seluruh sihir yang dia serap tadi keluar dari bola itu dan menyerang Katsura.
Seluruh sihir itu menyatu menjadi satu dan berbentuk tabung yang terus memanjang ke bawah, Katsura memutarkan Crescent Deluz di arah serangan yang akan datang untuk menahannya.
Serangan itu sampai di putaran Crescent Deluz, Katsura terdorong hebat, dia hampir terdorong masuk ke dalam tanah, namun dia menahan gerakannya dengan memberatkan gravitasi dirinya sendiri.
Sora terlihat kesal, dia mendorong lebih keras lagi namun masih belum bisa mengenai Katsura..
Katsura menarik nafas dalam-dalam, dia menjernihkan pikirannya menjadi kosong, dan hanya terfokus pada satu pertarungan ini.
Dia perlahan bergerak ke depan satu langkah, mendorong Crescent Deluz-nya ke depan, putaran Crescent Deluz semakin cepat dari sebelumnya, dan lingkaran area sihir tercipta di putaran Crescent Deluz, lingkaran sihir itu lebih besar daripada Crescent Deluz.
Katsura memejamkan matanya, lalu mendorong Crescent Deluz keatas, dan serangan Sora pun berbalik ke arahnya dengan sangat cepat, Sora tak bereaksi dan terkena serangan langsung.
Ledakan hebat terjadi di tempat Sora berada, Katsura memanfaatkan itu untuk menyerang.
Katsura memejamkan matanya sekali lagi dan dia menyadari ada banyak batu asteroid di sekitar planet mars akan melintasi bumi, dia pun mengangkat satu tangannya keatas dan membawa nya masuk ke dalam bumi secara paksa dengan sihir gravitasinya.
Batu asteroid itu pun bergerak masuk ke dalam atmosfer bumi, ukuran asteroid nya sangat besar, ada yang berdiameter 200 meter sampai berdiameter 5 kilometer.
Para manusia yang masih selamat melihat ke arah banyak meteor berdatangan semakin panik, mereka berteriak dan berlari kesana dan kesini, mereka berpikir bahwa ini adalah akhir dari semuanya.
Salah satu dari mereka mencoba menenangkan semuanya, berkata bahwa itu hanya terjadi di bagian sana saja dan tidak akan datang kemari.
Sora kembali dari serangan tadi dan sudah dikejutkan dengan banyaknya meteor berdatangan diatasnya, dia menghancurkan satu meteor yang ukurannya cukup besar dengan satu pukulan saja.
Sebelum Katsura menerjang keatas, dia memberikan perisai energi pada seluruh tubuh Feria, sehingga dia akan selamat dari benturan meteor ke tanah.
Katsura melompat dari bawah ke arah Sora dan mendorongnya hingga menghancurkan meteor yang akan datang, tubuh Sora sekarang penuh luka, tidak seperti sebelumnya lagi.
Sora menendang Katsura dan mendorongnya, kini mereka terpisah diantara dua meteor dan berdiri di salah satu meteor tersebut.
"Bisakah kau hanya menjawab pertanyaanku!?" Katsura bertanya dengan nada tinggi.
Karena suara angin yang sangat keras, Sora tak bisa mendengarnya, dia hanya menatap Katsura dengan penuh kegeraman.
Katsura kemudian berlari dengan Crescent Deluz-nya, begitu pula dengan Sora, begitu mereka bertemu di udara, mereka beradu senjata. Katsura dengan sabitnya dan Sora dengan aura nya yang menyelimuti tangannya saja.
Di udara, kedua orang itu saling beradu serangan satu sama lain, Katsura berhasil menggores leher dan mata Sora, Sora berhasil menebas kaki Katsura.
Gelombang serangan yang mereka hasilkan selama bertarung menghancurkan meteor di sekitar dan hanya tersisa 3 meteor di langit.
Mereka sudah dekat dengan permukaan, sekitar 700 kilometer diatas permukaan tanah. Katsura mendorong Sora dengan laser cahaya, ketika mereka sudah berjarak, Katsura mengayunkan tangannya kebawah.
Sora terkena meteor kecil dan terdorong hingga ke permukaan dan menyebabkan ledakan kecil.
"Maafkan aku."
......" Between sky and earth, space and ocean, crows disguised in the dark of night, wolves roar at the full moon, lock up those who are sinners."......
..." Formed, Lugar Cerrado! "...
Katsura menciptakan penghalang energi berbentuk persegi yang sangat besar, mengurung dia dan area seluas 50 kilometer. Feria berada di luar penghalang karena Katsura takut pelindung buatannya akan hancur.
Sora masih belum kembali dari bawah, Katsura pun mempercepat gerak meteor agar menabrak permukaan. Salah satu meteor itu adalah yang terbesar, dan Katsura menambahkan satu meteor super besar ciptaannya sendiri dengan batu emas membara.
Saat meteor itu sudah 1 kilometer di atas tanah, Sora keluar dari balik bebatuan dan ketika melihat keatas, dia sudah menerima takdirnya.
Bersambung...