
..." Luna Nera "...
Tembok energi berwarna ungu kegelapan merambat dari tempat Zero menuju Katsura dengan sangat cepat, tembok itu menembus perisai Katsura dan memotong tubuh bagian kanan Katsura.
Lagi-lagi Katsura terkejut setengah mati, bahkan dengan kekuatannya yang sekarang dia masih bisa di kalahkan dengan serangan biasa.
Tubuh bagian kanan Katsura mulai terpisah dari tubuh bagian kirinya, namun dengan kekuatan Golden Orb, hal itu tidak terjadi.
Setelah beberapa saat, tembok energi yang dilancarkan Zero sudah menyusut dan lenyap. Dari kejauhan, Zero malah tertawa dengan serangannya sendiri.
Katsura mulai merasa kelelahan, setelah terkena serangan tadi dia terengah-engah saat berdiri, saat ini dia sedang berdiri dengan lututnya di tengah-tengah padang pasir.
"Sialan.." geramnya sambil mencengkeram tanah.
"Ada apa? bukankah pengguna Golden Orb adalah yang terkuat di dunia ini?" Zero muncul secara tiba-tiba didepan Katsura, dan menarik rambutnya sehingga wajah Katsura menatap wajah Zero dari dekat.
"Mungkin aku salah orang" ucap Zero dengan nada merendahkan, tatapannya sangat percaya diri dan sombong.
Katsura tak berkutik, namun dia sudah memiliki rencana. Aura nya kembali muncul dalam jumlah yang besar, mengelilingi area keduanya dengan aura Golden Orb.
"Ya mungkin kau salah orang.." Katsura menutup matanya, saat dia membuka matanya kembali, matanya bersinar sangat terang dan membuat hempasan angin ke arah Zero.
Zero terpental tak jauh dari Katsura sekarang, kini Katsura mencoba sesuatu yang baru, yakni menggabungkan kedua modenya di saat yang bersamaan.
"Maafkan aku jika ini terlalu brutal" suara Katsura perlahan mulai menghilang begitu dia menaruh satu telapak tangannya di mata kanannya, dia membuka sela-sela jarinya untuk menunjukkan motif matanya berubah menjadi warna merah.
Hembusan angin terasa semakin kuat dan besar, Zero melindungi wajahnya sendiri dengan kedua tangannya agar tidak terkena hembusan debu-debu yang tajam ke matanya.
Aura merah pekat mulai muncul di sekitar Katsura, dan ketika itu juga dia menghilang dari pandangan Zero.
"Menghilang? kemana?" ucapnya dalam hati, sebelum akhirnya dia menyadari Katsura berada di atas kepalanya.
Katsura sudah bersiap dalam posisi menyerang, tangannya berada di atas kepalanya dengan posisi dikepal, aura emas dan merah mengelilingi tubuhnya dengan tidak stabil.
Zero terlambat untuk bereaksi, dia dipukul mentah-mentah oleh Katsura dan terpental hingga masuk ke inti planet.
Pukulan Katsura juga menyebabkan kawah di tempat dia menyerang, kawah yang dia sebabkan cukup besar, sekitar dua ratus meter luasnya.
Tak lama setelah dia terpental ke inti planet, dia melompat dan kembali ke permukaan, melihat Katsura dalam kondisi teranehnya.
Katsura berdiri menyamping dengan pandangan ke tanah, saat angin menghembuskan rambutnya, dia lagi-lagi melebihi kecepatan reaksi Zero. Sekarang Katsura berada di samping Zero dengan telapak tangan yang dibuka dan diarahkan ke tubuh Zero.
Zero mencoba menahan serangan itu, tangannya mencoba menutupi badannya, namun Katsura melancarkan hembusan energi merah pekat terlebih dahulu sehingga membuatnya terluka.
Walau Zero berhasil mengatasi serangan Katsura dengan Shin miliknya yang selalu aktif, dia tetap terkena luka bakar.
"Cih!" raut wajah Zero sekarang menunjukkan wajah kesal dan tertekan, dia pun mengeluarkan kembali auranya yang bentuknya sangat kasar untuk dilihat.
Ukiran angka dua di wajahnya sedikit memanjang dengan lekukan kecil di ujung setiap garis, terlihat seperti angka yang terkutuk.
Katsura melangkah satu langkah kedepan, lalu hembusan angin yang kuat kembali muncul di sekitar mereka.
Zero mendengar ada sesuatu memasuki atmosfer planet, namun dengan kondisinya saat ini, dia bisa membagi pengelihatan dengan Shin miliknya.
Karena Shin miliknya ada mengelilingi planet ini, dia melihat ada banyak meteor yang akan menabrak planet nya.
Meteor itu dilapisi dengan aura Golden Orb sehingga tidak akan hancur begitu melewati Shin milik Zero.
Meteor itu mulai memasuki atmosfer, Katsura dan Zero terus beradu pukulan masing-masing, namun dari situasinya, Katsura sedikit lebih unggul di pertarungan ini.
Saat jarak mereka cukup jauh dari satu sama lain, Katsura mengayunkan tangannya menyamping dan mengeluarkan gelombang energi berbentuk setengah melingkar mengarah ke Zero dengan cepat.
Ukiran di wajah Zero semakin memanjang, kini ujung dari kedua garis di wajahnya sudah memanjang sampai ke matanya.
Meteor-meteor yang sudah memasuki atmosfer siap membombardir area luas di planet ini, namun begitu Zero memetik jarinya, salah satu meteor lenyap tanpa sisa sedikitpun.
Aura Katsura semakin menjadi-jadi, kini auranya semakin berantakan dan dirinya mulai semakin tak terkendali, Katsura berteriak dalam penderitaan, sebelum akhirnya dia menerjang Zero dengan kecepatan yang tak masuk akal.
"Kau seperti iblis, Katsura" ucap Zero yang sedang menahan pukulan Katsura dengan satu tangannya.
Katsura tak bisa berpikir dengan jernih, namun kekuatannya semakin meningkat drastis seiring pertempuran berlanjut.
Pukulan dan tendangan Katsura semakin tajam dan brutal, dia selalu mengincar titik vital Zero secara terus menerus dalam bertempur.
Saat mereka sedang beradu pukulan di udara, meteor besar berada diatas mereka berdua. Di fase ini, Zero seharusnya sudah bisa melenyapkan apapun yang dia inginkan dengan kedipan mata, namun saat dia ingin melakukannya ke meteor diatasnya, dia tidak bisa.
Katsura menahan aliran Shin di dalam tubuh Zero dengan sihir gravitasinya yang mulai tidak masuk akal.
Seluruh pergerakan Zero juga seketika tersegel dalam sihir Katsura, Katsura merasa meteor itu kurang cepat, jadi dia mengambil alih kendali meteor itu dengan sihir gravitasinya dan menghantamkan nya secara paksa.
Zero berhasil terdorong bahkan meledak bersama meteor yang Katsura bawakan, namun saat melihat lagi ke bawah, tepat di tengah-tengah kawah yang diciptakan oleh ledakan meteor, Zero berdiri tegak dengan penampilan barunya.
Ukiran angka di wajah Zero sekarang melintasi mata kanannya dan dagunya bahkan hingga dadanya, pupil mata yang dilintasi oleh garis itu berubah menjadi warna ungu.
..." Armatura Da Oscurra "...
Zero berdiri gagah dengan baju zirah miliknya, zirahnya menutupi seluruh badannya serta kakinya, dan dia memakai helm seperti topi koboi.
Secara keseluruhan, zirahnya berwarna sama dengan auranya, yakni ungu kegelapan. Energi miliknya naik sangat drastis, saat Katsura berusaha menyerangnya dari dekat, Zero sudah bisa bereaksi terhadap kecepatan Katsura yang super cepat itu.
Katsura terpental jauh, bahunya terkilir dan bahkan lengannya patah setelah menerima pukulan ringan dari Zero.
Tentu Katsura bisa kembali ke kondisi awal, namun karena dia sedang lepas kendali, dia tak bisa menggunakan sihir waktunya sekarang yang membuat tangannya masih tetap patah.
Saat Katsura meluruskan pandangannya ke Zero, secara tiba-tiba tubuhnya berlubang seperti daun yang di makan oleh ulat.
Katsura terjatuh dan berdiri dengan lututnya, dia sekarang sangat lemas, pikiran aslinya mulai mencoba kembali.
Kesadaran Katsura yang brutal tidak ingin berganti, dia memaksakan berdiri, namun berakhir terjatuh kembali.
Tak lama kemudian aura merah yang sedari tadi ada disekitar Katsura pun mulai menghilang secara perlahan, kembali ke aura Golden Orb yang menenangkan.
"Hah.. haah.." Katsura perlahan berdiri dengan kondisi tubuhnya yang sangat mengenaskan, namun perlahan beregenerasi.
"Menggunakan Corruption dengan Golden Orb sangat melelahkan.." Katsura kini bahkan hampir tidak bisa berdiri dengan tegak, selama dua tahun ini dia berhasil menggabungkan mode brutalnya yang ia sebut sebagai 'Corruption' dengan Golden Orb.
Namun ketika menggunakan kedua itu, energi Katsura akan terkuras sangat banyak, bahkan hampir pernah membunuhnya di masa lalu.
"Hah.. lihat.. bahkan dia baru mengerahkan semuanya.." Katsura dengan terengah-engah dan pandangan buramnya melihat ke arah Zero dengan penampilan barunya.
"Kurasa.. aku akan mengerahkan semuanya juga.." dengan sisa tenaga terakhirnya, Katsura menyembuhkan luka di tubuhnya dan kembali seperti semula.
Namun, energi yang dia keluarkan terlalu banyak hingga melewati ujung batasnya, aura berwarna hijau cerah itu tak kunjung berhenti keluar dari tubuh Katsura.
"Apa.. ini?" Katsura sendiri kebingungan dengan apa yang terjadi padanya, dia sudah menghabiskan seluruh energinya namun malah ini yang terjadi.
Sebagian tubuh Katsura menjadi berwarna hijau cerah diiringi dengan satu sayap, dan setengah mahkota yang mengelilingi kepalanya.
"Aku tak tahu apa yang terjadi.. namun, aku masih bisa bertarung dengan sekuat tenaga!" Katsura tersenyum percaya diri.
Bersambung...