Destiny Holder

Destiny Holder
Bergeraknya Showa



"Aku sendiri kurang ingat, yang jelas aku bertarung dengan bawahannya yang bernama Oculto. Bagiku, dia hanyalah seonggok kroco saja. Tapi, melawannya benar-benar merepotkan sekali."


"Awalnya aku sedang duduk manis di ruang tamu, disaat aku tengah memakan camilan, pintu masuk tiba-tiba di dobrak dengan kencang, membuatku kaget seketika."


Kilas balik dimulai, diperlihatkan Oculto yang memakai seragam berwarna biru tua dengan topi fedora nya yang mencolok.


Yubino mengambil sikap siaga, dia bertanya, "Siapa kalian dan apa tujuan kalian?!"


"Kami bertujuan untuk menghancurkan markas ini, bersamaan dengan namanya" balas Oculto dengan senyum jahatnya.


Yubino terdiam dan keheranan dengan perkataan Oculto tadi. Bisa-bisanya ada orang seberani itu dengan perkataannya.


Yubino tertawa lepas, dia mengira bahwa Oculto hanyalah bercanda.


"Kenapa dengan pria itu? aneh sekali" kata salah satu bawahan Oculto.


Oculto menyengir, dan berkata, "Hey Fira, keluarkan alat itu sekarang."


"Siap!" Fira mengeluarkan alat kecil yang berbentuk bulat, seperti sebuah alat pengukur.


"System Activate Magic Gauge" perintah Oculto ke alat itu.


*Kringg!!


Alat itu menampilkan sebuah simbol elemen api, dan angka yang berjumlah 185.000.


"Kau boleh juga, ya" Oculto berkeringat dingin, tapi dia tetap santai agar terlihat profesional.


"Aku masih tak paham dengan tujuan kalian kemari, tetap saja, aku akan menghancurkan kalian semua!"


..." Sihir Api : Rantai Manifestasi Iblis "...


Yubino menciptakan rantai api yang panas nan besar, seluruh ruang tamu terhalang oleh uap panas yang dikeluarkan rantai itu.


Yubino berlari dan memukul alat yang sedang dipegang Oculto, sontak membuat Oculto ketakutan, disaat dia ingin kabur, Yubino memutarkan rantainya sehingga membuat Oculto terjatuh di lantai.


"Serang diaa!!!" seru bawahan Oculto bersamaan.


"Kalian semua sangat bodoh!" Yubino memainkan rantainya lagi, dia memutar balikan arah rantai yang tadi dia putar, sebagian dari bawahan Oculto terbakar habis oleh Api.


Sebagian bawahannya menjerit kepanasan, namun Yubino yang berdarah dingin tak memedulikan jeritan mereka.


Oculto yang terbaring di lantai perlahan berdiri sambil mengangkat tangannya, tak lama setelah itu, simbol seperti berlian muncul di tengah telapak tangan Oculto disertai uap yang muncul dari tubuhnya.


Yubino keheranan melihat keadaan Oculto, dia tak memedulikan apapun, dia langsung menyerangnya dengan lemparan rantainya.


Tak disangka, bukannya mengenai tangan Oculto, rantai itu malah lenyap secara perlahan, seperti mie instan yang sedang diseruput.


"Apa.. yang barusan itu?" kata Yubino terkejut.


"Haha! rasakan itu bodoh! lihat siapa yang diatas sekarang!" dengan cepat Oculto berada dibelakang Yubino dengan posisi yang menyamping, tangannya berusaha meraih leher Yubino. Tapi, dia berhasil menghindar.


"Sialan kau!" geram Yubino.


..." Lightning Blaze! "...


Yubino menembakan laser petir dari jari telunjuknya. Tapi serangan itu malah hilang sebelum menyentuh tubuh Oculto.


"Cih!" katanya.


"Segitu saja? menyedihkan sekali"


"Apa katamu?!" Yubino termakan provokasi dari Oculto.


..." Hell Blade "...


Yubino menciptakan katana api, panasnya bisa sampai 2000° C.


"Cukup sampai sini saja, kau tidak akan bisa menganggu rencana tuan Johan lebih dari ini."


Yubino seketika tersentak, dia barusan mendengar rencana Johan. dia pun bertanya, "Apa maksudmu dengan rencana Johan?"


"Kau tidak perlu tahu!" Oculto dengan cepat meninju Yubino dari kejauhan, shockwave dari pukulan itu mampu menghancurkan seisi ruang tamu.


Arizawa dan Raiha muncul di dekat pintu, dia kesal, kalau mau bertarung harusnya jangan di dalam markas. Namun, Arizawa salah mengira. Dia kira orang yang dilawan Yubino adalah Katsura, nyatanya bukan.


"PERGI DARI SINI SECEPAT MUNGKIN!" suruh Yubino.


"Serang mereka, wujudkan impian tuan Johan."


Bawahan Oculto yang tersisa mengejar Raiha dan Arizawa, disertai helikopter yang terbang dari arah belakang Oculto.


"Sebuah helikopter?! takkan kubiarkan!" Yubino menembakkan laser dari jarinya, membuat helikopter itu terjatuh dan meledak.


Oculto berada di depan Yubino persis, Yubino langsung mengayunkan pedangnya dengan cepat. Membuat perut Oculto terluka parah.


"Panas.." keluhnya.


"Grff-Grff lepaskan aku sialan!" ucap Yubino tersendat-sendat.


"Takkan!"


..."Absorption!"...


Oculto menyerap sihir api Yubino hingga habis, Yubino tak lagi berdaya, dirinya sangat lemas. Berdiri saja sangat sulit baginya.


"Terimakasih untuk sihirnya, Hahahaha!"


..." Lightning Blaze "...


Yubino menembakkan laser lagi, tapi jelas meleset. Oculto tak tahan melihat Yubino seperti itu, dia pun membuat rantai api untuk mengangkatnya.


Yubino dengan sigap menghindar, walaupun tubuhnya sangat lemas, dia tak membiarkan dirinya ditangkap musuh.


"Keras kepala sekali."


"Aku akan tetap bertarung! aku tidak akan membiarkan diriku jatuh ke tangan musuh."


"Aku masih mempunyai katana api ku, akan kugunakan ini saja!" gumam Yubino dalam hatinya.


Yubino berlari sempoyongan ke Oculto, dia menangkis segala rantai yang dilemparkan Oculto.


Tak lama setelah itu, Yubino terjatuh kehabisan tenaga. Oculto pun mengikat Yubino dan membawanya ke markas.


Setelah itu, Johan datang untuk mengecek situasi, berpapasan dengan Johan, Oculto melaporkan situasinya.


"Tuan, saya sudah menangkap pengguna sihir api, dengan level kekuatan setingkat 180.000. Dan juga berhasil menyerap kekuatannya."


"Bagus! bawa dia ke markas sekarang juga, serta kekuatan itu taruh di kubus yang ku siapkan disana" Johan bertepuk tangan.


"Baik, tuan. Omong-omong apakah anda akan ikut campur dalam penyerangan ini?"


"Tidak, aku hanya melihat saja. Jika ada orang yang bernama Katsura Laith, akan ku lawan dia."


"Baiklah tuan" Oculto pergi membawa Yubino.


"Seperti itu ceritanya" Yubino selesai menceritakan.


"Jadi kau tak benar-benar pingsan, ya?" tanya Homura.


"Iya, aku hanya berpura-pura pingsan untuk mengungkap rencana Johan. Sesampainya aku disana barulah aku pingsan yang sebenarnya" ujar Yubino.


"Begitu, ya.. sekarang dia sudah mati, apakah kau tahu?" kata Katsura.


"Tunggu, benarkah!? siapa yang mengalahkannya?" Yubino terkejut.


"Siapa lagi kalau bukan Katsura, dia membuka kekuatan baru, Aoi Tsukiakari" ucap Homura.


"Apa saat kau melawannya kekuatanmu diserap juga?"


"Iya, aku kehilangan kekuatan gravitasiku, Juryoku No Ikari. Tapi aku berhasil mendapatkannya kembali setelah mengalahkan nya. Namun aku memakai perubahan baru, Aoi Tsukiakari."


"Kau sudah mengendalikan kekuatan berbahaya itu, ditambah kau mempunyai kekuatan baru.. Kau semakin jauh dariku ya" Yubino merendah diri.


"Jangan seperti itu, kau juga bisa memperkuat sihirmu dengan melihat potensi dirimu. Aku juga begitu"


"Begitu, ya, baiklah terimakasih saranmu."


"Jadi bagaimana dengan markas itu? kira-kira akan selesai berapa lama jika kau ikut campur?" tanya Aizo kepada Katsura.


"Hmm, jika ada aku dan Yubino yang membantu, mungkin akan selesai dalam 3 bulan lebih, belum disertai dengan penambahan dekorasi. Total mungkin memakan waktu 4 bulan" jelas Katsura.


"Lama juga, ya.. Jadi kita harus tinggal di perkemahan selama 3-4 bulan" keluh Aizo.


...****************...


Disuatu planet yang jauh dari bumi, ada seorang yang sedang berlari di tengah padang pasir yang luas.


Orang itu berlari sambil menyebutkan nama "Showa" berkali-kali.


"Tuan Showa! Tuan Showa!" serunya.


Akhirnya dia pun sampai di perkotaan tempat si tuan Showa ini tinggal.


"Ada apa, Shiro?" kata Showa.


"Aku menemukan planet yang anda cari, planet itu adalah bumi! bumi adalah planet yang 70% nya adalah air. Namun, kehidupan disana dan teknologi yang berkembang juga besar."


"Bagus sekali, kita akan pergi kesana minggu depan"


"Sekarang, dimana Golden Orb itu?" kata Showa dengan wajah yang sangat dingin dan serius menatap ke langit.


Bersambung...