Destiny Holder

Destiny Holder
Gabungan Kekuatan Yang Sia-Sia



"Informasi? sepenting apa?"


"Ya, dia hanya menceritakan asal usul Ferus di semestanya, dan sedikit mengenai kelemahannya. Dia adalah lawan yang sering meremehkan lawannya, dan disaat itu dia bisa membuka celah bagi dirinya sendiri untuk diserang."


"Jadi itu yang dia sebut sebagai kelemahan? aku bertarung melawannya dengan sangat sengit dan hampir tidak ada celah sama sekali. Dirinya selalu bisa menangkis seluruh seranganku, walau ada celah yang terbuka pun, usaha yang ku hasilkan sangatlah besar. Seperti saat tadi."


"Aku mengerahkan banyak sihir besar dan membuat seluruh energiku terkuras, dan itu hanya bisa membuatnya menaikkan sedikit kekuatannya" jelas Katsura tentang pengalaman dirinya.


"Itu kan kau melawannya sendiri, jika melawannya bersama dengan yang lain, sudah pasti akan ada celah terbuka. Terutama sihir penetralan Homura yang mampu menetralisir sihir apapun" kata Arizawa.


"Apakah mereka sudah lama bertarung melawan Ferus?" tanya Katsura sambil mencoba berdiri.


"Mereka baru saja pergi 4 menit yang lalu."


"Gawat, aku harus kembali ke medan pertarungan!" Katsura mencoba lari, namun Arizawa mencegat nya.


"Jangan dulu! kau masih kehabisan energi, bukan? pulihkan dulu energimu, baru kau mulai membantu."


"Tidak, jika aku tak pergi sekarang, mereka akan mati sebentar lagi. Terakhir kali dia menaikkan kekuatannya menjadi sepuluh persen. Dan itu mampu mengalahkan ku disaat mode Kirameku Hoshi Akari."


"Aku harus cepat membantu merek-"


"Tunggu sebentar, Katsura" ucap suara yang mirip seperti Yukichi entah darimana, namun suaranya langsung masuk ke pikiran.


"Suara ini.. Yukichi? apa ini kau?"


"*Iya benar, ini aku berbicara melalui telepati. Kau jangan pergi dulu ke medan pertempuran, aku akan segera membawakan hasil penelitian Homura padamu."


"Maaf saja tapi aku tak bisa menunggu lama! yang lain butuh bantuanku. Walau energiku habis setidaknya aku bisa membantu sedikit!"


"Keadaanmu yang sekarang takkan bisa membantu mereka, tunggu saja aku akan kesana sebentar* lagi" kemudian suara itu pun hilang.


"Apa sih maksudnya? aku sedang terburu-buru."


"Santai, Katsura, lihat belakangmu" kata Arizawa.


Dibelakang Katsura tiba-tiba muncul sebuah pilar cahaya yang sangat terang, bahkan cahaya itu sampai terlihat oleh Ferus.


"Ada apa disana?" kata Ferus.


Kemudian cahaya itupun meredup, dan Yukichi datang dibalik cahaya itu.


"Yukichi?! bagaimana caramu melakukannya?" Katsura terkejut.


"Ini salah satu penelitian Homura, yaitu teleportasi instan seperti milik Johan. Walau belum sempurna, tapi aku gunakan saja."


"Dan juga, aku membawakan pil ini untuk kalian. Aku tahu bahwa pertarungan ini takkan sebentar, energi kalian juga pasti akan terkuras habis. Jadi ambilah" Yukichi menyerahkan kotak kecil yang berisikan pil.


"Untuk apa pil ini?" Katsura bertanya.


"Jika kau makan itu, energimu akan pulih seutuhnya. Tapi ingat, ini terbatas, jadi jangan sering dikonsumsi."


"Ini buatan Homura? benar-benar jenius!"


"Ya, namanya adalah Pil Relleno. Masih banyak juga penelitian Homura yang belum kami selesaikan, akan kami bawakan setelah selesai. Selamat bertarung, Katsura" Yukichi pun menghilang seiring dengan cahaya itu lagi.


Tanpa pikir panjang Katsura langsung menelan Pil Relleno-nya, dan seketika energinya pun langsung pulih kembali.


..." Kirameku Hoshi Akari! "...


"Arizawa, apakah kau tidak ikut?"


"Tentu aku ikut, mereka takkan bisa bertahan lama, ayo, Katsura!" Katsura dan Arizawa melompat bersamaan menuju medan pertarungan. Dari tempat mereka saja sudah terlihat sihir-sihir yang menghiasi area pertempuran.


Saat berjalan, Katsura masih terpikirkan oleh bayang-bayang seseorang yang menemuinya saat di alam bawah sadar.


"Kira-kira siapa itu? dari penampilannya aku tak pernah ingat pernah bertemu orang seperti dirinya."


Situasi beralih ke Aizo, dia sedang menahan tebasan api dari Ferus yang sangat amat panas.


"Ini.. Terlalu kuat!" katanya tersendat-sendat.


..." Thunderbolt Shock! "...


Zeldris menyelimuti seluruh tubuhnya dengan petir murni, seluruh tubuhnya seperti memiliki zirah dengan warna biru muda sangat terang, hampir menyerupai putih.


"SEKARANG, ZELDRIS!" teriak Aizo.


Sesaat sebelum tangan Zeldris menyentuh atom di muka Ferus, Ferus sudah terlebih dahulu mundur.


"Apa?!" Zeldris keheranan.


"Benar sekali, kalian memang tak bisa dianggap remeh" ucap Ferus diatas rumah.


..." Aoi Tsukiakari! "...


Aizo mengkopi Katsura lagi, sekarang kekuatannya meningkat ke tingkatan Aoi Tsukiakari.


..." Eternal Flame! "...


Yubino menembakkan bola api ke rumah yang dipijaki Ferus, rumah itu meledak dahsyat dan membakar apapun yang ada disekitarnya.


"Serangan yang bagus, tapi terlalu lamban" Ferus di belakang Yubino, tangannya sudah dilapisi aura dirinya sama seperti saat dia menebas leher Katsura.


Zeldris yang sama-sama cepat pun mau mendorong tangan Ferus agar tak menusuk Yubino, namun lagi-lagi dirinya berhasil lolos.


Ferus sudah berada di dekat reruntuhan yang tidak terlalu jauh dari rumah yang meledak, namun Aizo memberikan kejutan dengan menyiapkan serangan dari keempat arah. Yaitu atas, bawah, kanan dan kiri.


Saat Ferus menginjak pemicu nya, pijakannya menjadi berwarna putih dan keempat lubang spiral muncul dari 4 arah.


..." Yo-Kai No Neraiuchi! "...


Empat gelombang cahaya muncul dari keempat lubang spiral, kekuatannya hampir sama dengan Divine Light milik Katsura.


Namun Ferus lagi dan lagi dengan mudahnya bisa keluar dari serangan Aizo, bahkan dirinya hanya berjalan dan membuka cahaya yang menyelimutinya seakan membuka sebuah kain.


..." Ichi "...


Zeldris menendang dari tempat sebelumnya sampai ke tempat Aizo, dan meninggalkan jejak yaitu laser petir dari zirahnya.


Tendangan itu sukses mengenai Ferus di bagian kaki kanannya, tanpa pikir panjang Zeldris melanjutkan serangannya.


..." Ni "...


Sekarang Zeldris meninju Ferus keatas langit, walau tinjunya berhasil ditahan namun rencananya berhasil, yaitu membawa Ferus ke udara.


..." San "...


...Zeldris menendang lagi sampai mengenai Ferus, sama seperti sebelumnya dia juga meninggalkan jejak....


Zeldris terus mengulangi tendangan dan pukulannya yang tidak beraturan arahnya yang diikuti oleh jejak laser listrik yang dia ciptakan. Walau semua serangan itu ditangkis dan diblokir oleh Ferus dengan cepat.


Jejak serangan itu masih ada di langit, dan saat itu juga Zeldris menaikkan jarinya.


Seketika semua jejak yang ada di udara terulang secara sendirinya, namun Zeldris hanya dibawah melihati Ferus terkena serangannya.


..." Final Blow "...


Nama jurus yang baru dikeluarkan Zeldris barusan baru diucapkan setelah jurusnya dikeluarkan.


Lagi dan lagi, Zeldris dikejutkan oleh seberapa cepatnya Ferus. Saat dia lagi memandangi langit atas, tiba-tiba dirinya tertusuk oleh tangan Ferus.


Zeldris pun tersungkur ke tanah sambil memegangi perutnya yang berlubang. Darah juga keluar dari mulutnya.


Aizo yang melihat Zeldris tumbang berlari mengejar Zeldris di tempat dia akan jatuh.


"Kau tidak apa?" tanya Aizo.


"Ya.. Si sialan itu sangat cepat sekali, padahal aku sudah lebih cepat dari cahaya, bahkan aku bergerak di bawah waktu 0,1 detik. Tak bisa dipercaya dia masih lebih cepat dari aku" ujarnya.


"Mau kuberi tahu sesuatu? kecepatanku sudah melampaui waktu, waktu bagi kecepatanku hanyalah sebuah garis yang mudah sekali untuk ku lampaui."


"Dengan kata lain, walau kau bisa bergerak dibawah 0,1 detik atau bahkan 0 detik, aku bisa bergerak dibawah 0 detik" ungkap Ferus yang membuat Aizo dan Zeldris sangat shock.


"Apa-apaan kecepatan itu sialan!" Zeldris kesal.


Dari kejauhan terdengar suara orang mendarat dengan kencang. Ferus menoleh, dan itu adalah Katsura yang segar bugar.


"Ternyata kau kembali juga, ya" kata Ferus.


..." Crescent Deluz! "...


Bersambung...