
Orang itu menengok perlahan ke arah Katsura, begitu orang itu menggerakkan kepalanya sedikit saja, Katsura langsung bersembunyi di balik tembok dan berhenti mengintip ke dalam.
Orang itu mengeluarkan tatapan curiga, namun beberapa saat kemudian dia sudah tidak peduli lagi, orang itu pun berjalan ke sisi ruangan lain.
"Hey Katsura, apakah kau akan masuk dan menyergapnya?" Arizawa berbisik pelan di alat komunikasi.
"Jika aku menerobos masuk, aku pasti akan melawannya, dan aku tidak punya stamina yang cukup untuk bertarung lagi. Shin milikku sudah habis sebanyak 2 kali hari ini, aku sebisa mungkin menghindari pertarungan" jelas Katsura dengan suara kecil, dia ingin mengelak dari pertarungan yang mungkin akan terjadi.
Arizawa hanya mengangguk, lalu setelah diperkirakan aman, Katsura perlahan menyelinap masuk ke dalam ruangan tersebut.
Ruangan itu sangat besar, ruangannya berbentuk bulat dengan ruangan lain yang berpusat di tengah-tengah ruangan tersebut, ruangan lain itu bentuknya seperti telur dengan pintu berwarna emas yang berkarat.
Di sekitar ruangan kecil itu terdapat sebuah alat kontrol dengan banyak sekali tombol yang tidak dikenal, serta ada beberapa monitor yang terhubung dengan CCTV di dinding luar ruangan kecil tersebut.
"Ini.. kamera? tapi aku tak menyadari ada kamera selama perjalanan masuk kesini.." Katsura berbicara sangat pelan, lalu Arizawa menyuruh Katsura untuk mengubah saluran kamera yang terhubung di monitor.
Kamera itu menunjukkan jalan yang barusan Katsura lewati, lalu menunjukkan tempat dimana Katsura bertemu Zero, lalu berganti lagi ke tempat eksperimen, dimana terdapat kaca yang pecah di lantai.
Saat Katsura mengganti salurannya sekali lagi, dia sangat terkejut bahwa ada ruangan tersembunyi dibalik ini semua, monitor menunjukkan posisi kamera 6 yang berada di bawah tanah bangunan ini.
"Apa.. apa ini..? mereka semua.." mata Katsura terbuka lebar-lebar dengan ketidakpercayaan dan setetes keringatnya menetes ke atas alat kontrol.
"Katsura..?" Arizawa memanggil Katsura, namun Katsura hanya diam seribu kata, memandangi layar monitor didepannya.
Arizawa tak bisa melihat layar monitor didepan Katsura, yang ia lihat hanyalah wajah Katsura yang dipenuhi oleh kepanikan.
"Ada apa, apa yang terjadi?" Arizawa penasaran dan mengeraskan suaranya, membuat Katsura kembali sadar.
"Kau lihat saja sendiri" Katsura membalikkan alat komunikasi nya, dan memperlihatkan layar monitor tersebut.
Di sana, terdapat banyak sekali makhluk yang Katsura lihat di tabung dalam ruangan eksperimen, ada jutaan atau bahkan puluhan juta makhluk itu yang bersarang di bawah kastil ini.
Arizawa juga menunjukkan ekspresi yang sama dengan Katsura, setelah melihat itu semua, dia keringat dingin.
"Kejam" adalah ungkapan yang mereka berdua pikirkan saat ini, setelah beberapa saat, Katsura merasa geram dan pergi ke pintu ruangan pusat di tengah-tengah ruangan.
"Kalau perkiraanku benar, aku seharusnya bisa masuk ke ruangan bawah tanah melalui pintu ini" ucap Katsura dengan penuh percaya diri didepan pintu.
"Apa yang akan kau lakukan, Katsura?" Yukichi bertanya.
"Aku tak peduli jika aku akan mati sekali lagi, aku akan menghabiskan seluruh makhluk itu" ujar Katsura tegas, matanya bersinar dengan semangat.
Namun saat tangan Katsura menyentuh gagang pintu untuk membuka pintu tersebut, kedua kakinya tertusuk oleh duri-duri es dari berbagai sisi.
Seketika Katsura tak bisa menggerakkan tubuhnya, orang yang tadi pergi ke sisi ruangan lain pun menunjukkan dirinya.
"Dilihat-lihat, ada penyusup, ya" ucapnya dengan kedua tangan di dalam saku celananya.
...****************...
Di sisi lain, lebih tepatnya di bumi, Kalon membawa Yuichiro masuk ke dalam gedung kosong saat malam hari, sinar rembulan masuk ke dalam gedung lewat jendela.
"Jadi disini aku akan melawan orang itu?" Yuichiro sangat bersemangat, dia menengok ke sekelilingnya secara terus menerus, dia sangat tidak sabar untuk bertarung.
"Ya benar.. disini.. dan sekarang juga.." ucap Kalon pelan, dengan senyum tajam penuh kelicikan.
"Bagus! jadi, dimana lawanku? aku akan menghajarnya dalam waktu kurang dari 2 menit!" ujar Yuichiro sombong, dia tertawa lepas dengan pandangan ke langit-langit.
Dia tidak sadar, bahwa Kalon perlahan-lahan maju mendekatinya dengan sebuah pisau kecil di tangan kanannya.
Yuichiro benar-benar tidak sadar, dia pun tertusuk oleh Kalon dari belakang dengan pisau kecilnya, saat Kalon menusuk Yuichiro, dia tertawa jahat.
Yuichiro tak bergeming, walau tubuhnya gemetaran, dia dengan cepat berbalik dan melempar Kalon ke arah dinding.
"Agh.. ah.." Yuichiro berdiri dengan lututnya sambil memegangi perutnya yang tertusuk dengan salah satu tangannya, darahnya pun mengucur ke lantai.
Yuichiro menyabut pisau kecil tersebut dan dia lempar ke arah Kalon tepat di kepala, alhasil Kalon pun tewas dalam keadaan mengenaskan.
"Haah.. aku.. aku tertipu.. aku harus segera kemba-" saat Yuichiro memaksakan berdiri, kepalanya tiba-tiba sangat kesakitan, dia pun kembali berlutut dan memegangi kepalanya.
"Apakah.. ini.. racun..? tidak.. bukan.. ini.. ini-" kata-kata terakhir Yuichiro, sebelum mata kanannya berubah menjadi merah dan munculnya tanda berbentuk ular di lehernya.
Setelah itu, semuanya kembali menjadi normal, luka yang diterima Yuichiro telah sembuh, dan dia berkata, "Semuanya sesuai rencana" suaranya menjadi lebih berat dan tatapan matanya tidak sama seperti biasanya.
Tubuh Yuichiro telah sepenuhnya diambil alih.
...****************...
Kembali ke situasi Katsura, saat ini dia dengan posisi menyerong ke kiri, menghadap orang itu dengan penuh kesiagaan.
Katsura tak bisa menggunakan sihir karena duri yang menusuknya mencegahnya untuk menggunakan sihir.
"Akan kutanya kau tentang satu hal" ucap Katsura, matanya menatap tajam ke arah orang itu.
"Apa kau komplotannya Zero?"
Orang itu menolak menjawab, yang dia lakukan hanyalah tertawa kecil lalu mengeluarkan satu tangannya dari saku dengan alat misterius yang dia genggam.
"Izinkan aku memperkenalkan diri, namaku Marcel, karena kau telah jauh-jauh datang kesini, akan kuberi tahu rencanaku. Kau pasti sudah melihat kamera CCTV milikku, bukan?"
"Apa kau tahu, mengapa aku menyiapkan pasukan monster mutasi sebanyak itu?" tanya Marcel dengan senyuman jahat di wajahnya.
Katsura tak menjawab, dia hanya mengeluarkan ekspresi ragu dan waspada, dengan kuda-kuda siap bertarung.
"Untuk menginvasi markasmu" Marcel tersenyum kembali, dan memiringkan kepalanya ke kanan dengan jari telunjuk yang menahan kepalanya di sebelah kanan.
"Apa kau bercanda? sudah 2 tahun ini markas kami tak pernah diserang, aku apresiasi rencana gilamu, namun itu takkan terjadi. Sayang sekali, ya" jawab Katsura spontan terhadap ungkapan Marcel.
"Oh ya? namun kau sendiri yang membawa koordinat markasmu kemari" Marcel mengayunkan tangan kanannya ke samping, dan membuat alat komunikasi Katsura hancur, dan komunikasi terputus.
Sisa-sisa hologram yang pecah dari alat komunikasi kemudian diserap kedalam alat yang digenggam oleh Marcel.
"Kukatakan terimakasih, Katsura Laith. Sekarang Scrype sudah bisa bekerja. Dari koordinat alat komunikasi mu, aku bisa membuat portal yang menuju langsung ke markasmu" ungkap Marcel sekali lagi, membuat Katsura murka.
Scrype, nama makhluk mutasi yang Katsura lihat di awal perjalanan kemari, makhluk dengan gigi sangat runcing dan badan yang besar, ditambah matanya dapat melumpuhkan seseorang dalan satu kali tatap siap dilancarkan dalam jumlah besar.
"Apa kau pikir aku akan membiarkanmu begitu saja? aku takkan tinggal diam!" Katsura memaksakan dirinya bertarung sekali lagi, dia memanggil Crescent Deluz dan langsung menghancurkan duri yang menahannya.
Marcel sedikit panik, dia pun melompat mundur ke belakang agar menjauh dari Katsura.
Katsura berpikir, Marcel akan segera membuat portal melalui alat kontrol yang ada di sampingnya, jadi Katsura menghancurkan alat kontrol itu sampai sehancur-hancurnya.
"Sekarang kau takkan bisa mengaktifkan portal, kau takkan bisa menang, Marcel" ucap Katsura dengan sombong.
Lalu setelah beberapa saat, pondasi untuk portal di sarang Scrype malah menyala, dan portal pun terbuka menuju markas Mato.
Hal itu membuat Katsura sangat terkejut, dia mengalihkan pandangannya ke portal dibawah yang bisa dilihat dari lubang di dinding ruangan kecil.
"Apa?!" ujar Katsura, dia panik setengah mati.
"Hahaha, hahahaha!" Marcel tertawa lepas, sambil menyuntikkan suatu cairan di tangan kirinya.
"Asal kau tahu saja, sihir sejatiku adalah pengendalian teknologi, sekali aku mendapatkan koordinat markasmu, aku bisa mengaktifkan portal tanpa memerlukan alat sekalipun" ungkap Marcel mengejutkan, lalu seluruh badannya mulai bereaksi terhadap suntikan tadi.
"Apa.. apa yang akan kau lakukan..?" mata Katsura penuh dengan ketakutan, dia menatap Marcel yang tubuhnya perlahan mulai berubah menjadi Scrype.
"Aku? tugasku disini adalah menahanmu sebisa mungkin, sampai-" kesadaran Marcel telah hilang sepenuhnya dan dia telah bermutasi menjadi Scrype.
...****************...
Di markas Mato luar angkasa, portal besar terbuka di atas atap stasiun, ratusan Scrype keluar dari portal tersebut dan mulai menginvasi.
Ditambah Yuichiro diatas pesawat luar angkasa yang akan menuju ke stasiun, peperangan akan segera terjadi.
"Sekarang... semuanya harus tunduk kepada kami.." ucap Yuichiro sambil merentangkan kedua tangannya.
Bersambung...