
"Selamat malam, Katsura" wajahnya menunjukkan penuh niat misterius, ditambah senyum liciknya itu membuat Katsura teringat saat melawannya dulu.
"Bagaimana.. Kau bisa selamat dari ledakan itu?" raut wajah Katsura pucat menunjukkan ketakutannya, dia tak siap jika harus menghadapi Nico sekarang juga.
Nico berlari kencang lalu menendang telak Katsura di perut, Katsura menahannya dan memukul kembali kepala Nico yang tingginya tak lebih tinggi dari dadanya.
Nico muncul dibelakang Katsura secara tiba-tiba, dan menendang Katsura tepat di leher, serangan itu membuat Katsura terpental hingga pohon dan merubuhkannya.
"Sial, sekarang keadaannya semakin memburuk, aku tak mempunyai sihir lagi untuk digunakan" kata hati Katsura berbicara.
"Mana kehebatanmu yang dulu? seperti biasa, gerakanmu ini terlalu monoton dan mudah ditebak" ucap Nico yang mulai mendekat ke arah Katsura.
"Tapi aku disini tidak untuk bertarung, yang kuherankan adalah, kemana semua energi sihir yang dulu membludak keluar itu?" tanyanya.
"Aku tak punya waktu untuk meladenimu, aku harus mencari petunjuk tentang tersegel nya kekuatanku ini, sekarang aku permisi" Katsura bangkit dan ingin pergi meninggalkan Nico.
"Ya ampun, kau malah menyia-nyiakan niat membantuku ini, ironis sekali" katanya yang membuat Katsura berhenti berjalan.
"Apa katamu sekali lagi?"
"Kubilang, kau menyia-nyiakan niat membantuku, padahal aku susah payah mencarimu kemana-mana."
"Orang sepertimu mau membantuku? Aku takkan percaya dengan omongan penuh tipu daya itu" bantah Katsura lantang.
"Disaat aku kalah darimu, aku sadar bahwa aku masih hidup, aku mencoba menghubungi kerajaan dengan kekuatan baruku yang telah menyatu dengan Korjyu. Hasilnya nihil, tak ada yang menjawab panggilanku."
"Aku pernah terhubung sekali, saat mereka mendengar namaku, mereka seakan-akan tidak kenal terhadapku. Aku mencoba untuk membeberkan semuanya pada mereka, tapi mereka tidak percaya. Alhasil aku pun dilantarkan disini."
"Setelah berminggu-minggu dari kejadian tersebut, aku memutuskan untuk kembali saja ke semestaku, sekaligus meminta bantuan. Tetapi, saat aku sampai disana, aku ditolak mentah-mentah dengan alasan bahwa tak ada yang bernama 'Nico' dalam kerajaan. Disitu aku memaksa masuk dengan membunuh penjaga disitu, namun kulihat bahwa seluruh rekanku dulu sudah tergeletak mati di depan singgasana raja."
"Saat kutanya mereka siapa yang melakukan ini, mereka hanya diam dan menyuruhku pergi, alhasil aku terlarut dalam emosi dan berniat membantai seluruh kerajaan, tapi aku dihentikan. Saat itu aku pergi ke tempat lain dimana aku bisa diterima, saat aku pulang kerumah, keluargaku melupakan siapa diriku, bahkan eksistensiku tak lagi ada di ingatan mereka."
"Kau siapa, ya? kami tak pernah mempunyai kakak bernama 'Nico' mungkin kau salah rumah, permisi."
"Begitu katanya, ditambah semua teman-temanku tak ada lagi yang bisa mengingatku, aku bagaikan kehampaan dalam ingatan mereka. Aku disana hanya bisa tertawa lepas seperti orang gila, aku tak punya apa-apa lagi untuk kembali. Yang terakhir, saat aku ingin meninggalkan semesta itu, aku menjadi buronan kelas atas, entah apa alasannya."
"Aku pun muak dan mencoba kembali kesini, aku berencana akan menghancurkan semestaku yang busuk itu" urai Nico terperinci.
"Sungguh cerita yang cukup mengesankan, aku terharu" kata Katsura.
"Jadi, apa maumu?" tambahnya.
"Aku ingin kita membuat perjanjian, bagaimana kalau aku membantumu mendapatkan kekuatanmu kembali, lalu kau membantuku menjadi lebih kuat, atau kau ingin ikut bersamaku untuk menghancurkan seisi semesta? itupun juga boleh" tawaran Nico menggugah Katsura.
"Bagaimana aku bisa percaya kepadamu?" kata Katsura sinis.
"Sepertinya memang sulit memercayaiku, kalau kau tidak sepenuhnya percaya kepadaku tidak apa, aku hanya perlu teman berlatih, itu saja."
"Apakah kau tahu tentang kekuatanku yang tersegel ini dan cara mengembalikannya seperti semula?"
"Kalau begitu beritahu aku, kalau kau mau memberi tahu itu kepadaku, aku tak keberatan percaya kepadamu" mata Katsura menyala penuh harapan.
"Pertama, ceritakan mengapa itu bisa terjadi."
"Ya, awalnya aku sedang bekerja untuk membangun markas baru, dan disaat malam hari, ada seorang pria datang menyerangku dan mendeklarasikan perang. Namanya adalah Showa."
"Tunggu, Showa katamu?!" Nico terkejut, matanya melongo.
"Iya, kenapa memangnya?"
"Tidak apa, lanjutkan saja."
"Mau tak mau aku harus mengikuti ajakan tersebut dan melawannya. Di pertempuran akhir, aku baru sadar bahwa dirinya melakukan jurus kepadaku yang bisa mengunci energi sihir dalam tubuh sendiri ketika kami awal bertemu."
"Cara kerja jurusnya adalah, setiap aku mengeluarkan sihir, maka jurus itu akan semakin cepat bekerja dan menutup saluran pemberi energi pada tubuh, yang mana itu ada di jantung. Aku dipaksa menggunakan sihir ku terus menerus saat melawannya, kira-kira seperti itulah kronologisnya" jelas Katsura.
"Showa adalah anggota keluarga Seifuku, di semestaku, keluarga Seifuku terkenal akan keganasannya dalam mengakhiri sebuah perang, mereka selalu dijuluki sebagai 'Penakluk Perang' Showa pernah menduduki sebagai pengawal kerajaan ke 6, yang mana itu lebih tinggi dariku, yaitu 8."
"Sekelas Showa hanya masuk ke peringkat 6? gila!" batin Katsura.
"Lalu, entah insiden apa yang membuatnya dikeluarkan dari pengawal kerajaan dan diasingkan. Kalau tidak salah dia berkhianat kepada raja. Showa adalah maniak perang, dia selalu mengambil jatah perang bagi anggota keluarga lain. Menghadapi Showa pasti sangat berat, aku terkesan kau bisa melewatinya."
"Aku ingin tahu soal struktur kerajaan di semestamu" pinta Katsura secara tiba-tiba.
"Mengapa kau tiba-tiba begitu?"
"Aku hanya.. Penasaran. Bisa-bisanya sekelas Showa ada di peringkat ke 6, aku yang sangat bersusah payah mengalahkannya, bahkan dengan dua perubahan terbaruku dia bisa menyaingiku, walau pada akhirnya dia mati olehku."
"Sistem kerajaan disana sangat simpel, pengawal dibagi menjadi dua jenis, yaitu pengawal kerajaan dan pengawal raja. Pengawal kerajaan sesuai namanya, mereka bertugas untuk melindungi kerajaan dari serangan musuh, atau mereka bisa menjadi pasukan menyerang. Sedangkan pengawal raja, mereka adalah kasta tertinggi dari semuanya, biasanya pengawal raja juga bisa mendapatkan kesempatan untuk menggantikan raja bila tahta kosong."
"Pengawal kerajaan terdapat 12 tingkatan, yang mana setiap tingkatan memiliki setidaknya 5 anggota. Setiap tingkatan memiliki orang terkuatnya masing-masing, biasanya mereka dipajang tato nomor di tubuhnya" Nico menunjukkan tato nomor 8 di lengan kirinya, menandakan bahwa Nico adalah orang terkuat di tingkatan ke 8.
"Sisanya aku tak mengetahui pasti, yang jelas adalah tingkatan ke tiga diisi oleh atasan keluarga Seifuku, tingkatan kedua diisi oleh keturunan sang raja, tingkatan pertama adalah tingkatan spesial, karena anggotanya ada 7 orang. Diisi oleh anggota Escalivor."
"Escalivor?" tanya Katsura bingung dalam hati.
"Dan yang terakhir, pengawal raja hanya ada satu, yakni Ferus. Dialah yang paling kuat dari yang terkuat. Saat ini dia telah meninggalkan kastil untuk mencari keberadaan Golden Orb" ulas Nico.
"Jadi begitu, lalu bagaimana dengan kekuatanku ini?"
"Hmm, biasanya kekuatan yang disegel perlu pemicu agar bisa bangkit kembali dan menghancurkan pembatas yang menghalanginya, aku pernah bertemu dengan kasus ini sekali. Dia sembuh setelah dia menemukan sesuatu yang dapat memicu meledaknya energi sihir, contoh pada dirimu adalah mode gravitasi lepas kendali itu, Katsura."
"Tapi aku sudah sepenuhnya menguasai perubahan itu, aku tak mampu berubah ke saat masih belum sempurna" ujar Katsura.
"Kalau begitu, coba kau cari senjata yang benar-benar serupa dengan jiwamu, dan salurkan semua emosimu kedalam senjata itu. Senjata itu akan merespon dengan memanggil energi sihirmu yang terkurung dan menghancurkan pembatas yang menghalanginya, tentu senjata yang diperlukan bukan senjata biasa, namun senjata yang ditempa dari bahan dasar sihir."
Bersambung...