
9 hari kemudian, pukul 10 pagi Katsura masih berada di tempat latihan bersama Nico. Namun kali ini dia tampak berbeda, dia tampak lebih berkarisma dan lebih percaya diri sekarang. Badannya yang penuh keringat membuktikan bahwa dia berlatih sangat keras beberapa hari kebelakang.
"Hah.. hah.. sepertinya aku harus berangkat sekarang, bagaimana menurutmu?" tanya Katsura yang terengah-engah pada Nico.
"Ya, kau sudah cukup berlatih keras. Aku yakin kau sudah bisa mengatasi hal itu sekarang. Namun, satu pukulan terakhir lagi" Nico mengendurkan pertahanannya di wujud Homura.
Wajah Katsura tampak kesal lalu dia pun meninju tepat ke arah wajah Nico, namun berhasil ditahan olehnya.
"Pukulan yang bagus, sekarang pergilah. Kalahkan si bajingan itu" Nico tersenyum bangga.
Nico melepaskan tinjuan Katsura, dan dia pun berterimakasih sebanyak-banyaknya pada Nico karena telah banyak membantu, dia menunduk sebagai wujud terimakasih nya.
"Tidak usah begitu, santai saja" balasnya terhadap tindakan Katsura.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, jaga dirimu, ya" Katsura berbalik.
"Tentu. Oh ya, satu hal lagi. Pastikan emosimu selalu mengalir, tatap mata dia dengan penuh kebencian, kerahkan seluruh emosi negatifmu padanya. Itu harus kau lakukan jika ingin menang" saran Nico sebelum Katsura pergi.
Katsura menoleh kebelakang dan memberikan tatapan seolah-olah dia mengatakan "Serahkan padaku" lalu dia pun berlari secepatnya.
Nico pun kembali ke habitatnya, menghilang seperti angin.
Di sisi lain, Arizawa telah mengumpulkan semua rekannya untuk berperang. Dari info yang Cezo dapatkan, Versace dan pasukannya telah memenuhi kota.
Di depan markas, terdapat cukup banyak pasukan yang dimiliki oleh Mato, Arizawa diatas markas memberi tahu rencana masuk ke medan pertempuran.
Kali ini Zeldris, Aizo dan Suizei sudah bisa kembali ikut pertempuran, mereka sudah segar bugar. Namun untuk Yukichi dia masih memerlukan perawatan langsung dari Cezo.
"Kalian semua yang berada disini siap untuk mengikuti peperangan, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kita akan menang! Kalian telah ku bagi menjadi beberapa divisi dan kalian harus mematuhi kapten kalian."
"Pertama-tama, kita akan membuat serangan yang sangat menarik perhatian. Yubino, aku serahkan padamu tugas ini."
"Kedua, kita perlu membasmi musuh secepat mungkin, Zeldris pasti bisa mengatasinya."
"Dan yang terakhir, Kita harus mencari tahu letak keberadaan Versace dan Homura. Suizei, kau pasti bisa melaksanakannya."
Setelah cukup lama Arizawa berbicara, dia pun turun dan langsung memimpin seluruh pasukan menuju kota yang setengah hancur.
Setelah sampai di perbatasan kota, pemandangan yang dilihat Arizawa didepan sangat mengerikan. Kota yang kini sudah benar-benar hancur dipenuhi dengan ribuan orang yang memiliki sihir. Tujuan Versace saat ini belum jelas dan mengapa dia membutuhkan peperangan ini.
"Yubino, kita mulai sekarang" Arizawa memerintahkan untuk segera dimulai.
Yubino mengiyakan dan melompat ke tengah-tengah kota yang hancur. Di tempat dia berlandas, dia membuat ledakan pilar api yang sangat besar. Lantas itu membuat semua orang-orang Versace siaga dan bergerak kesana semua.
"Cih! aku padahal ingin yang menemukan Homura lebih dulu, kali ini akan ku bantai habis orang itu!" kata Zeldris dalam hatinya, dia kesal karena dia tidak dapat tugas itu, melainkan Suizei.
"Siapa cepat dia dapat!" Zeldris dengan cepat menerobos masuk ke medan pertempuran dengan kecepatannya yang luar biasa. Dia menginjak beberapa musuh untuk dijadikan pijakan agar bisa menerjang lebih jauh.
Musuh yang dipijak oleh Zeldris langsung mati karena tegangan listrik nya, dan membuat Zeldris bisa langsung membunuh musuhnya dalam sekali sentuh.
Dia berlari kesana dan kemari menginjak semua musuhnya, dan sudah banyak tubuh yang tergeletak.
"Suizei, tunggu sejenak" Arizawa memerintahkan, lalu dia menyerukan semuanya untuk membantu Zeldris dan Yubino.
"Hahaha! mereka sudah masuk dalam perangkap kita! mereka benar-benar bodoh mengira bisa menghentikan rencana kita dengan cara memberantas semua pasukanku" responnya terhadap tindakan Mato.
Homura tak mengatakan apapun terhadap Versace yang kesenangan, namun dia pun menyuruhnya agar cepat.
"Baiklah, aku akan segera kesana sekarang" Versace berdiri dan berjalan di depan Homura. Tujuan mereka sekarang adalah ke kota lain, lebih tepatnya kota Karawang.
Di perjalanan ke medan pertempuran, Katsura bertemu seseorang dengan replika Embodiment Crystal. "Kau takkan kemana-mana! walau kau abadi, kau akan terhenti disini!" kata orang itu dengan cukup percaya diri.
Katsura hanya diam saja mendengarnya, dia malah lanjut berjalan. Namun orang itu mengaktifkan Crystalnya dan menyerap kekuatan Katsura.
"Ha! Ha! Ha! Golden Orb sudah kudapatkan, tidak seperti Azashi, aku tidak akan memakai kekuatan ini-"
Tanpa banyak omong Katsura langsung menebas orang aneh itu dah mendapatkan kembali Golden Orb-nya.
"Orang ane-"
Kemudian Katsura langsung melihat keatas dan melihat ada banyak helikopter di langit.
"Apa.. itu?"
Katsura berpikir, helikopter sebanyak itu pergi ke arah barat daya untuk tujuan apa dan mengapa. Lantas dia berpikir bahwa Versace dan Homura mungkin ada disana. Dia pun segera mengikuti helikopter itu dari bawah dengan berlari.
Dia mengaktifkan Golden Orb-nya selagi berlari, namun dia langsung menyadari sesuatu, dia pun berhenti mengikuti helikopter itu dan menyadari di 10 kilometer dari tempatnya sekarang ada beberapa pesawat pengangkut menuju ke arah utara.
Dan satu lagi ada beberapa pesawat jet yang menuju arah timur laut. Katsura jadi bingung mengikuti ke arah yang mana, dia pun menyerahkan itu pada instingnya.
Zeldris yang sedang membantai seluruh musuh-musuhnya seketika terhenti dan terpaku di tengah-tengah pertarungan.
"Kau mengendurkan pertahananmu bodoh!" kata seseorang dan menerjang Zeldris dengan bola angin di tangannya.
Saat orang itu mendekati Zeldris, sebuah gelombang petir yang amat dahsyat menyambar dari dalam tubuh Zeldris dan merambat keluar.
Dari tubuh Zeldris, dia mengeluarkan area berbentuk lingkaran yang semakin membesar tiap detiknya dan setiap orang yang memasuki area itu akan langsung mati menjadi debu.
"Itu.. Dia.." Zeldris berlari ke arah Suizei dan berkata, "Kuserahkan tugasku padamu, ya" sambil berlari menuju timur laut dengan sangat cepat.
"Apa?! mau kemana dia itu?!" seru Arizawa sedikit kesal.
Di kota Karawang, Versace dan Homura mendarat di lapangan luas dekat sekolah sekitar sana. Dia pun berjalan sedikit ke depan.
"Ayo kita mulai disini juga!" seru Versace bersemangat.
Namun, dia menyadari ada sesuatu yang tak beres disekitarnya.
"Oh jadi kalian disini, ya? aku bahkan tidak berekspektasi kalian akan kesini" Katsura datang ke depan Versace dan Homura dengan mode Golden Orb-nya.
Wajah Versace tampak sangat terkejut dan bertanya-tanya mengapa dia ada disini.
"Aku ada disini untuk menghentikan kalian, termasuk Homura juga" tatapan Katsura semakin tajam dan serius, tatapannya menjadi se dingin es batu sekarang.
Bersambung...