Destiny Holder

Destiny Holder
Golden Orb Katsura Vs Ferus Act. 4



Ferus melihat peningkatan kekuatan Katsura yang sangat luar biasa terdiam dan membatu.


"Postur tubuh itu.. Aura keemasan itu.. Warna mata itu.. Tak salah lagi. ITU ADALAH GOLDEN ORB!" seru Ferus tidak percaya apa yang dilihatnya saat ini.


"Ada apa? kau takut oleh kekuatan ini?" tanya Katsura dengan nada yang sedikit sombong.


"Aku tidak takut, bodoh. Aku hanya terkejut saja. Kekuatanku jauh melampaui Golden Orb asal kau tahu saja" balas Ferus.


"Dengan ini kau suda-" saat Katsura berbicara, tiba-tiba dia merasa tidak enak badan.


Dia pun tiba-tiba sempoyongan saat berjalan, lalu dia berkata, "Apa... Apa yang terjadi?"


Setelah itu dia pun merasakan tekanan yang sangat kuat luar biasa, dia hampir tersungkur ke tanah. Jika bukan karena manifestasi Golden Orb, Katsura pasti sudah terjatuh lagi.


Tekanan itu seperti sebuah pisau, dan yang merasakan tekanan itu akan merasa ditusuk oleh ribuan pisau. Dan itu yang saat ini dirasakan oleh Katsura.


Katsura sudah tak tahan, dia pun berlutut di tanah sembari memikirkan apa yang terjadi pada dirinya.


"Semua tekanan ini.. Berasal dari Ferus! semua ini terbuat dari sihirnya?" Katsura mencoba menerka.


"Auranya.. Sangat jahat! ditambah aura energinya terasa sangat menyeramkan. Jika ada orang selain aku yang dapat merasakan seramnya aura energi dia sudah dipastikan dia akan tewas" tambahnya.


"Jadi ini.. Rasanya merasakan energimu-"


"Tunggu sebentar!" Katsura teringat sesuatu.


"*Aku pernah mengetahui sesuatu soal tingkatan kekuatan. Kalau tidak salah Nico pernah memberitahuku soal ini. Jika ada satu orang dengan tingkatan sihir yang lebih tinggi dari lawannya, maka sihir lawannya takkan memberikan efek kepada orang tersebut."


"Namun, jika ada satu orang dengan tingkatan sihir yang jauh melebihi lawannya, maka lawannya takkan mampu menyerang lawannya sama sekali. Bahkan untuk merasakan energinya saja takkan bisa."


"Dari perkataan Nico tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ferus memiliki tingkatan sihir yang jauh melebihi diriku*."


"Ahahaha.. Sial" Katsura berkeringat dingin.


"Untuk merasakan energi dia saja aku perlu berubah ke perubahan terbaru dan yang terkuat. Walaupun ini masih manifestasi tidak sempurna, sih" Katsura kembali berdiri dan bersiap melawan Ferus.


"Sudah selesai merenungnya? aku tidak akan mengasihanimu lagi sekarang. Apapun yang terjadi, aku akan merebut kembali kekuatan itu dengan tanganku sendiri!"


..." 22 Persen! "...


Katsura menekukkan lututnya, pertanda bahwa ia akan segera berlari. Dan benar saja, Katsura berlari dan melesat dengan sangat cepat.


Saat berlari, Katsura melihat sekelilingnya, saat Katsura berlari, dia berasa seperti di dimensi lain. Seluruh ruangan menjadi berwarna keemasan beserta kilat putih.


Dan disaat itu juga terbayang lagi seseorang dalam pikiran Katsura. Seorang remaja umur 17 tahunan, dengan warna rambut emas dan warna matanya juga emas cerah. Setelan yang pria itu gunakan seperti kaisar pada masa kerajaan dahulu, disertai dengan jubah berwarna merah berbulu.


Pria itupun mengatakan, "Buka potensimu lebih tinggi, Katsura. Lalu kalahkan orang itu!" kemudian bayangan itu perlahan menghilang.


"Siapa itu.. Tadi?"


"Jika kau menanyakan namaku, namaku adalah Marx. Kita akan berjumpa sebentar lagi" katanya, lalu dia pun benar-benar menghilang seperti debu.


Kembali ke dunia nyata, kecepatan Katsura sekarang sudah jauh diatas sebelumnya, bahkan sampai menembus ruang dan waktu.


Namun tetap saja, kecepatan itu tidak ada apa-apanya bagi Ferus. Dia sudah mengantisipasi duluan dan menghindar.


Jalan yang Katsura lewati tadi hancur berkeping-keping setelah dilewati Katsura dengan aura keemasannya.


..." Virescens Blast! "...


Ferus berbalik dan menempatkan telapak tangannya yang terbuka didepan wajah Katsura, lalu sebuah energi hitam yang berbentuk seperti komet tercipta.


Namun kini Katsura lah yang membalikkan keadaan, serangan Ferus yang tadi tak mampu menembus aura Golden Orb milik Katsura, sehingga serangan nya terpecah menjadi 8 bagian.


Katsura meninju dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari kedipan mata. Walau serangan itu ditangkis semuanya, efek gelombang yang diberikan setelah ditangkis lumayan kuat dan itu membuat Ferus mundur.


Saat sebelum Ferus menyentuh tanah, Katsura sudah melancarkan 2 gelombang energi dengan bentuk menyilang dari Crescent Deluz-nya.


..." Pearl Domination! "...


Sebuah mutiara yang indah nan cantik muncul dari bawah tanah, beserta dengan pasir pantai yang khas. Dan juga air laut ditambah dengan pohon kelapa. Seketika juga hari menjadi siang.


Ferus melihat mutiaranya, setelah diperhatikan lagi, mereka semua adalah bom waktu.


"Dimana aku ini?"


"Dimensi buatanku" jawab Katsura.


"Oh jadi ini sebuah dimensi? kukira adalah kenyataan."


..." Dimensional Breaker! "...


Ferus mengibaskan tangannya keatas, dan dimensi Katsura hancur berkeping-keping bagaikan kaca.


Katsura berada si belakang Ferus, dengan posisi sabit yang hampir mengenai leher Ferus.


Dengan kecepatan luar biasa, Ferus melebihi kecepatan Crescent Deluz-nya Katsura. Dia pun menyerang balik dengan tendangannya yang dilapisi dengan energi hitamnya.


Katsura menangkis hal itu dengan mudah, bahkan sekarang mereka sedang mengadu kekuatan dan kecepatan. Mata manusia biasa sudah pasti tak bisa mengikuti pergerakan dari Katsura dan Ferus yang kelewat gepat.


..." Principles Of The God! "...


Katsura menciptakan sangkar cahaya yang mengurung Ferus didalam, lalu sangkar itu perlahan mengecil. Dan jika sudah mengecil maka sangkar itu akan lenyap dan juga melenyapkan ruang.


..." Darkness Field! "...


Ferus menciptakan banyak tali, dan merekatkannya ke seluruh sisi sangkar tersebut hingga sangat banyak.


Niat Ferus adalah mengecilkan dan menghimpit dirinya bersama dengan sangkar itu.


"Bodoh sekali" ejek Katsura.


Sangkar itupun mengecil dan lenyap. Ferus dilanda kekosongan ruang yang ada di pusatnya. Namun, dia memutarkan kedua telapak tangannya seakan memutar sebuah bola basket.


Katsura terkejut, namun Ferus belum selesai. Dia membulatkan semua kekosongan itu menjadi satu di telapak tangannya, kemudian dilempar ke Katsura.


..." 23 Persen "...


Katsura menahan serangan kekosongan itu dengan menangkis seperti biasa, namun kejutan lainnya muncul. Dengan sangat cepat dia ditinju oleh Ferus tepat di perutnya.


..." Portador De Dimensione! "...


Sekali pukulan, Ferus membawa Katsura ke dimensi buatannya yang sangat acak, saat ini mereka berada di gurun pasir dengan 2 matahari.


Katsura masih shock akibat di teleportasikan secara tiba-tiba, namun Ferus sudah memukulnya lagi sehingga mereka berdua berpindah dimensi lagi.


Hal ini terus terulang sampai pada akhirnya Katsura sempoyongan lemas.


Saat Ferus ingin melancarkan serangannya lagi, Tangannya yang ingin meninju terpotong oleh Crescent Deluz Katsura.


Katsura pun mengambil Crescent Deluz-nya, dia memutarkan badannya dan mengayunkan Crescent Deluz-nya ke arah leher Ferus.


Terbukti bahwa Katsura yang sekarang mampu melukai Ferus walau hanya sedikit. Dan serangan tadi menimbulkan luka yang cukup serius pada tenggorokan Ferus.


Namun tentu saja, lagi dan lagi luka itu beregenerasi kembali. Bahkan tanpa mantra, tangan Ferus kembali utuh.


Mereka berdua saling tatap tatapan, dan tekanan pun semakin meningkat.


..." 25 Persen "...


Bersambung...