
Walau Homura juga terluka cukup parah karena melebihi batasnya, dia dengan gagah dan berani menantang Ferus satu lawan satu. Namun kali ini dia membawa dua pistol di tangannya.
"Berani juga kau masih berdiri menantangku. Ditambah kau sendirian" ucap Ferus di udara.
"Aku tak bisa mendengarmu" ejek Homura.
Ferus merasa sedikit dipermainkan, dan dia merasa sedikit jengkel.
"Kau salah, aku tidak sendirian" kata Homura dengan nada misteriusnya.
Dari atas tiba-tiba sampai seorang pria menghantam tanah dengan kedua senjatanya, yaitu tombak dan pedang cahaya.
"Maaf aku terlambat" ucapnya.
"Tak apa, mari kita selesaikan ini bersama" Homura menaikkan pistolnya keatas.
Debu pun menghilang, mengungkap identitas yang tiba-tiba muncul tadi. Dan ternyata itu adalah Suizei.
Suizei baru sampai ke medan pertempuran karena dia membantu anggota analisis sebelumnya di lab. Dia membantu memasukkan energinya kepada sebuah objek tes, dan itu memakan waktu cukup lama.
..." Hasta Exitii "...
"Kau.. Pengguna sihir senjata, ya?" Ferus bertanya.
"Kau bisa lihat sendiri kan?" balas Suizei.
"Selama aku hidup, aku tak pernah melihat organisasi dengan sihir se unik ini. Sihir waktu, penetralan, senjata, pelepasan petir alami, semuanya tak pernah kulihat."
"Kalian pantas mendapatkan bayarannya" Ferus semakin mendekat, kedua orang itupun langsung sigap siaga.
"Kita bisa lakukan ini, setidaknya sampai Katsura kembali lagi, atau-"
"Aku sudah membawa senjata rahasianya" Suizei menyela.
"Kau apa?"
"Aku sudah membawanya. Akan kugunakan saat waktunya tepat. Pertama-tama kita lumpuhkan dia terlebih dahulu" ucap Suizei lagi.
"Sudah selesai menyusun rencana?"
"Ya, kami mulai duluan!" Suizei melompat bersama tombaknya, dia memutar-mutarkan tombak itu untuk bergaya diatas udara.
Dia sekarang tepat diatas Ferus, dia pun mengarahkan tombaknya untuk menusuk Ferus dari atas.
Namun tentu saja, tombak seperti itu bukanlah masalah bagi Ferus. Dia menahannya hanya dengan tangan kosong.
Suizei pun tersenyum, lalu di kakinya muncul sebuah pedang yang dia bawa di awal. Dia melihat celah bahwa tangan Ferus terbuka lebar, sehingga dia akan menebas tangan Ferus menggunakan pedang di kakinya.
"Suizei! jangan ceroboh!" Homura berteriak.
Saat pedang di kaki Suizei menyentuh tangan Ferus, pedang itu hancur menjadi kepingan kaca. Hal ini diluar rencana Suizei, namun dia memiliki improvisasi.
..." Cohesive Glass Pierce! "...
Serpihan-serpihan kaca yang pecah menjadi beraturan, mereka semua berdiri mengikuti perintah Suizei. Dan semua serpihan kaca itu pun bergerak ke arah Ferus.
Suizei sudah senang akan hasil yang didapat, dia ingin mundur sejenak, tapi tombaknya terkunci oleh sihir Ferus. Ditambah dia tak bisa melepaskan tangannya juga.
Semua serpihan kaca yang mengarah ke Ferus tiba-tiba berhenti tanpa sebab, lalu semua serpihan itu malah balik ke arah Suizei.
..." Dawning Barrier! "...
Suizei yang hampir saja mati saat itu, dirinya terselamatkan berkat Homura yang membatasi Suizei dengan tembok dari sihir penetralan nya.
Serpihan kaca itupun lenyap karena pada dasarnya itu adalah sihir milik Suizei. Serta sekarang Suizei sudah bisa menarik kembali tombaknya.
"Kau tak apa?" Homura bertanya.
"Hampir saja aku mati, terimakasih, Homura."
"Sudah kubilang untuk jangan gegabah. Orang satu ini baru mengeluarkan kekuatannya 20 persen. Dan sudah bisa mengalahkan Katsura dengan perubahan barunya dalam sekali tendang."
..." Dark Radixe! "...
Dari tanah yang dipijak oleh Homura dan Suizei, sebuah akar hitam berduri serta berbunga muncul dengan jumlah yang sangat banyak.
Semua akar itu menyerang secara beruntun, akar itu selalu mengincar kaki Homura dan Suizei.
"Sial! ini terlalu banyak!" keluh Suizei sembari melompat kesana dan kemari.
Homura menembakkan pistolnya, dan terbukti satu tembakan itu mampu melenyapkan satu akar Ferus. Namun, masalahnya akar itu juga bisa menghindar layaknya manusia yang berakal.
Semakin lama bunga yang ada di akar itu semakin mekar. Bentuk bunga itu seperti bunga raflesia.
"Gawat, Suizei, kita harus menghancurkan akar ini sekarang juga!" suruh Homura sambil meluncurkan tembakkan secara terus menerus.
..." Asterisk Rotation!"...
Suizei memutarkan tombak nya secara terus menerus, dan memotong akar itu dari atas hingga kebawah.
Namun akar itu selalu saja muncul lebih banyak daripada yang sudah dihancurkan. Ditambah jika akar sebelumnya dihancurkan lalu akar yang baru tumbuh lagi, bunga yang sebelumnya mekar masih sama kondisinya seperti sebelumnya.
"Mustahil! sihir macam apa ini!" ujar Suizei.
..." Flame Bomb! "...
Yubino datang membombardir sekitarnya, akar tersebut terbakar, namun tetap saja muncul yang baru.
Homura mencoba sesuatu, dia berpikir bahwa jika tembakkannya mengenai Ferus, maka sihir akar ini akan terhenti.
Saat dia mencoba menembakkan pelurunya, benar saja. Ferus selalu dilindungi dengan akar-akarnya secara otomatis.
"Seperti apa yang kuduga!" seru Homura.
"Semuanya! kita perlu menembakkan sihirku ke arah Ferus, bantu aku!" ucap Homura di telepati ke semua orang.
Setelah Homura tahu kelemahan sihir itu, akar nya semakin mengganas dan menggila. Kecepatannya meningkat drastis, ditambah bunganya hampir mekar sempurna.
..." Wind Apocalypse! "...
Seperti biasa, Ferus menghindar dengan mudahnya. Lalu akarnya pun muncul semakin banyak.
Dari kejauhan terdengar suara kilatan petir, ditambah percikan petirnya juga terasa sangat familier.
Zeldris datang membasmi akar itu dengan gerakan zigzag, saking cepatnya akar Ferus pun tak bisa mengenainya.
Zeldris dengan leluasa menghancurkan banyak akar tersebut. Ditambah Aizo yang muncul dengan Juryoku No Ikari-nya membuat semua akar itu tertunduk ke tanah.
"Sekarang!" seru mereka semua.
..." Galeful Shot! "...
Ferus tiba-tiba menghilang, dan akarnya lepas dari kendali gravitasi Aizo.
Semua terus berjuang mati-matian melawan akar itu yang tak kunjung habis. Mengerahkan segala sihir yang mereka punya, sampai pada akhirnya Homura sedang memprediksi dimana Ferus akan muncul selanjutnya.
Saat dia mengarahkan pistolnya, secara tiba-tiba Ferus sudah berada didepan pistol itu dengan posisi tangan dikepalkan.
Dia pun meninju pistol Homura hingga hancur, dan sihir Homura pun meluap kemana-mana.
Akar yang terkena sihir itupun bukannya lenyap, malah semakin agresif dan melilit seluruh orang disana.
"Apa-apaan ini!?!" Homura keheranan.
Bagaikan tentakel gurita, semua orang yang terlilit akar itu tak bisa keluar. Dan bunga nya pun sudah mekar sempurna.
"Gawat"
*DDDUUAAARRR!!!
Ledakan super maha dahsyat terjadi di sana, namun ledakannya berwarna merah kehitaman. Katsura pun kembali bangun untuk melawan Ferus lagi.
Dia kembali bertransformasi ke perubahan sebelumnya yang menggabungkan Kirameku Hoshi Akari dengan Juryoku no Ikari.
Katsura dengan sangat cepat tiba di hadapan Ferus, dia menghantam tanah dari udara. Seketika asap dan debu disana pun terhempas sangat jauh, dan melihatkan rekan Katsura semuanya tak berdaya lagi.
..." Crescent Deluz! "...
Katsura dengan Crescent Deluz-nya melesat dengan cepat, dan dia pun adu tebas menebas dengan Ferus.
Sesekali Katsura mencoba mengarah ke kaki Ferus, namun Crescent Deluz-nya ditendang hingga ke langit.
Katsura melanjutkannya dengan pukulan tangan kosong, walau itu berhasil menyerempet wajah Ferus dan menggoresnya, itu bukanlah apa-apa.
..." Despair Dimension! "...
Katsura yang sudah tak bisa merapal sihir lagi terkena pukulan mentah dari Ferus, dimensi dalam diri Katsura hancur lalu dikembalikan lagi oleh Ferus, dan fase ini diulang sebanyak dua kali dalam satu pukulan.
Katsura terpental hingga kaki gunung, dan gunung itu hancur berkeping-keping menimpa Katsura dibawahnya.
Ferus yang tidak sadar, kakinya telah bercahaya. Dia terheran-heran sampai pada akhirnya Suizei berdiri dan berkata, "Aktifkan."
Kristal yang diinjak Ferus kemudian berubah menjadi portal berwarna biru dongker kegelapan, dan Ferus terperangkap disana.
"Itu adalah dimensi pengurung 6 dimensi. Manusia yang ber eksistensi 3 dimensi takkan sanggup hidup disana. Nikmatilah kesengsaraan itu sendiri!" ungkap Suizei lantang, walau dirinya setengah sekarat.
Homura berdiri perlahan sambil memegangi perutnya, lalu dia berkata, "Apakah berhasil?"
"Temuanmu selalu berhasil. Sudah pasti. Dia takkan kembali lagi sekaran-"
Tiba-tiba ruang di tempat kristal tadi retak dan pecah, Ferus keluar tanpa luka apapun.
"Mustahil! itu adalah penyegel yang kami buat mati-matian!" kata Yubino.
"Cukup mengesankan. Aku tersentuh kalian membuat ini hanya untukku. Namun, era kalian sudah berakhir. Terutama kau, Homura. Aku merendahkan pandanganku padamu, aku minta maaf."
"Penemuanmu adalah yang tergila saat ini, tak pernah kutemukan orang biasa membuat penyegel 6 dimensi. Sekarang, selamat tinggal."
"Takkan kubiarkan!" Suizei memanggil tombaknya lagi dan mengayunkan nya ke arah Ferus.
Ferus mematahkan tombak Suizei menjadi dua bagian, dia mengambil sisi pegangannya dan menebas Suizei dengan kuat. Lalu dia memukulnya ke arah laut.
Homura yang ingin kabur tiba-tiba perutnya tertusuk oleh bagian tajam dari tombak Suizei. Dia tak bisa bergerak, lalu tangannya pun dipotong oleh tangan Ferus sendiri.
Homura pun tersungkur ke tanah, dia tak bisa apa-apa lagi. Dia pun di tendang ke puing-puing rumah.
Yubino memaksakan menyerang Ferus dari belakang, namun dia diseret oleh Ferus dan dimasukkan kedalam penyegel 6 dimensi.
"Yang lain kubiarkan saja, sepertinya sebentar lagi mereka juga akan mati" kata Ferus.
"Ini.. Tidak mungkin.." kata Azashi yang terlihat putus asa.
"Mereka semua.. dikalahkan telak!" katanya lagi.
"Katsura.. Homura.. Suizei.. Aizo.. Arizawa.. Zeldris... Yubino... Semuanya tumbang.'
"Mustahil! jadi apa langkah kita selanjutnya?" tanya Yukichi panik.
"Kita harus menerima nasib" ucap Cezo yang sudah pasrah.
Saat Ferus berjalan meninggalkan medan pertempuran, secara mengejutkan keping-keping gunung yang menimpa Katsura tiba-tiba melayang, seperti saat Katsura dalam mode Juryoku No Ikari, namun warna aura nya adalah emas cerah.
"Apa yang..?" Ferus kebingungan.
Waktu serasa melambat, cahaya emas cerah menyinari semua rekan Katsura yang hampir mati.
Aura emas cerah tercipta dari tengah-tengah puing gunung, aura itu sangat besar dan menggelegar.
Ditengah aura itu ada Katsura yang bangkit kembali, kekuatannya semakin membesar dan membesar. Dia berdiri lagi walau badannya penuh luka, dan dia berjalan perlahan ke arah Ferus.
Warna rambutnya jadi seperti keemasan, saat dia membuka matanya, warna matanya emas kekuningan. Dengan tatapan sayu, dia menatap Ferus tajam.
"Mustahil.. ITU..."
"GOLDEN ORB!"
Bersambung...