
Dua gempuran energi yang dahsyat saling beradu di tengah-tengah area peperangan, membuat angin besar keluar dari peraduan kedua energi itu. Para kapten Mato menunjukkan dirinya masing-masing, mereka sedikit khawatir dengan Katsura.
"Katsura... menangkanlah, ya!" batin hati Feria yang menyadari energi Katsura meluas sangat jauh.
Seketika semua orang dari kedua kubu diam saja, hanya melihati 2 orang yang sedang bersiap untuk menyerang. Suasananya sangat menegangkan, bahkan para pengawal terkuat Showa memilih untuk menonton.
"Apakah aku bisa? tidak, aku harus bisa" gumam hati Katsura.
Keringat Katsura menetes hingga jatuh ke tanah, dan setelah itu kedua orang tersebut saling menerjang ke arah satu sama lain, saking cepatnya mereka bergerak, mereka menyisakan bayangan mereka saat berpindah tempat.
Dan karena itu juga, para pasukan Showa terpaku pada pertarungan Showa dan Katsura, mereka tidak terlihat karena saking cepatnya. Dan juga setiap kali mereka berpindah tempat, mereka beradu pukulan.
Disaat sedang saling menyerang, Katsura berkata dalam hati, "Dia bisa menyaingiku dalam perubahan ini?"
Akhirnya mereka berhenti berpindah tempat, mereka sedang beradu sikut di kaki gunung.
"Aha! hebat juga dirimu bisa bertahan sejauh ini, kupuji dirimu" ucap Showa sombong.
Katsura tak membalas perkataannya, dia masih tak percaya bahwa Showa yang hanya melakukan satu kali peningkatan kekuatan, sudah bisa menyaingi nya dalam perubahan Aoi Tsukiakari.
Showa memukul angin, tapi pukulannya itu sampai tembus menghancurkan gunung yang ada di belakangnya.
Katsura terpaku setelah melihat kekuatan itu. Tapi, dia tetap tak menyerah.
..." Shadow Mercurity "...
Katsura menciptakan banyak lubang bayangan di tanah, dan dari lubang itu ada monster yang menghuni masing-masing lubang.
"Kau menguasai sihir dengan baik" Showa menyengir.
..." Derolus "...
Katsura terlihat sedikit panik melihat sihir itu, dikarenakan itu merekonstruksi lubang yang dia buat. Dia segera menyalakan energy sword-nya.
Showa menerobos semua monster yang melindungi Katsura, dia membunuh hampir seluruhnya hanya dengan berlari.
Katsura mengayunkan pedangnya 90° kepada Showa yang hampir mendekati dirinya, dia sadar bahwasannya dia terkena sedikit saja partikel dari tubuhnya, dia bisa lenyap.
Pedang itu mampu merobek pertahanan Showa, menembus tubuhnya sehingga dia mengalami luka tebasan yang cukup lebar.
Showa mengeluarkan darah dari mulutnya, tapi, dia malah tersenyum.
"Ahahaha, bagus sekali!" katanya dengan lantang.
Katsura keheranan apa yang dia rasakan setelah tertebas oleh pedangnya. Dengan cepat, Katsura merapal mantra baru.
..." Genetic Light! "...
Sebuah cahaya yang dapat melenyapkan apapun yang menghalangi jalannya muncul dari atas, Showa menengok ke atas dengan cepat dan mencoba menahannya menggunakan pukulan kosongnya.
Tapi, cahaya itu malah menyerap masuk ke dalam tangan kanan Showa dan menghancurkan organ dalam nya.
Showa terlihat kesakitan, tapi dia berusaha tetap berdiri untuk menahan cahaya yang berat itu. Setelah cukup lama dia menahannya, dan Katsura juga sudah mulai kelelahan mempertahankan cahaya itu, dia bisa bebas dari cahaya itu.
Katsura mengayunkan pedangnya lagi dari bawah keatas, dia mengincar tenggorokan Showa agar terbelah.
Showa menangkap tebasan itu memakai tangan kirinya dengan sangat mudah, dan tangannya sama sekali tak terluka.
"Walau satu tanganku sudah kau lumpuhkan, jangan berpikir kau akan mengalahkanku!" Showa geram, dia mencengkram terus pedang Katsura hingga akhirnya hancur.
Katsura langsung mundur dengan kecepatannya, tapi, Showa mampu melebihi kecepatannya. Dia berbeda dari saat awal pertarungan dimulai, Showa berkembang pesat setiap menitnya.
Homura yang sudah tak menonton pertarungan itu lagi, dia memerintahkan pasukannya untuk menembak jatuh musuh yang terbang di udara.
"Kalau nyamuk begitu aku saja yang hancurkan!" Yubino melompat tinggi.
..." Fire Demon Circles "...
"Rasakan ini!" Yubino melemparkan cincin api raksasanya ke arah para pasukan Showa, memang tak semuanya terbakar. Tapi, serangan itu membuat beberapa pesawat di belakangnya ikut jatuh.
..." Thunder Strike! "...
Yubino terserempet di udara oleh salah satu bawahan Showa, dia menendang udara menggunakan sepatu petir.
"Namaku adalah Suzuki, yang akan mengh-" badan Suzuki terbelah horizontal menjadi dua dengan cincin api Yubino tadi.
"Bodoh sekali, dia tak memprediksi bahwa serangan itu mungkin akan berbalik padanya" ucap Yubino di udara.
Dia pun meniru Suzuki tadi, dia menendang angin agar bisa terbang di udara.
Yubino menembakkan beratus-ratus panah api yang siap membakar apapun yang dilintasinya, serangan itu menjatuhkan banyak pesawat pasukan Showa. Tapi, ada satu orang yang tiba-tiba muncul tepat di depan anak panah tersebut. Dengan santai, dia menghilangkan panah api itu dengan auranya yang mirip dengan air.
"Siapa kau, kau kelihatannya cukup kuat" kata Yubino.
"Guyu Fornza, aku adalah orang yang akan mengalahkanmu disini."
"Dia salah satu yang disebutkan Showa!" Yubino sedikit panik dengan apa yang dia hadapi.
Sementara itu, Homura sedang berdiri diatas tembok sambil merapalkan mantra yang cukup panjang.
..."Seluruh prajurit roma saling membenci, burung elang mengepakkan sayapnya diatas mayat mereka. Gunung-gunung menunjukkan puncaknya, para roh turun mengambil emas."...
..." Wings Of The Angel! "...
Homura melancarkan serangan yang dapat menetralkan segala jenis sihir, dia menembakkanya bagai sayap yang terbang ke langit. Jangkauan serangan ini sangar luas sekali, bahkan satu medan pertempuran terkena sihir ini. Semua pasukan Showa yang berterbangan bagai nyamuk terjatuh ke tanah.
"Tugas pertamaku sudah selesai, sekarang, MAJU!" seru Homura.
Di sisi lain, Arizawa sedang berlari mengawasi para pasukannya sambil mengomandoi mereka untuk menembaki pasukan yang terjatuh.
"Bagus, Homura! AYO TEMBAKKI SEMUANYA!!" teriaknya dengan semangat.
"Mungkin aku harus sedikit membantu juga" tambahnya.
..." Sihir Angin : Angin Sepoi Kematian "...
Arizawa memanggil angin dari arah selatan, yang mana angin ini dapat membunuh musuh hanya dengan merasakannya.
Terbukti benar, sebagian musuh tidak berdaya dan mati saat merasakan angin dari Arizawa.
"Sialan kau!" gertak salah seorang pasukan Showa, dia mengayunkan pisau kecilnya secara tidak beraturan untuk membunuh Arizawa.
"Bodoh sekali kau, ya" Arizawa meninju tepat di dada musuh, ditambah dia merebut pisaunya dan langsung memenggalnya.
*Prok-prok-prok
Suara tepuk tangan muncul dari belakang Arizawa, seorang wanita bersetelan seperti orang pada tahun 80an muncul.
"Perkenalkan, aku adalah Sairo Unikawa. Ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kita" katanya.
"Sairo... Unikawa? dia pengawal elite Showa!" Arizawa shock dan berkeringat.
Di sisi Homura, dia sedang membantu melawan musuh hanya dengan sebuah pedang kecil.
"Semua bawahannya hanyalah kroco, bahkan mereka tak bisa mengarahkan sihir mereka" kata Homura sambil menebas musuhnya.
"Itu yang kelima."
*Woooossshhh!
Sebuah bola api melewati Homura, arahan musuhnya meleset.
"Baru saja kubilang. Yang ini menjadi yang keenam" Homura kembali membunuh musuhnya.
"Sepertinya kau santai sekali, ya membantai pasukanku" ucap seorang dibelakang Homura.
"Siapa kau?" tanya Homura kepada pria tersebut.
"Mora Armend, salam kenal."
"Dia yang dikatakan oleh Showa!" Homura menjadi lebih siaga.
Kembali ke Katsura, dia sedang beradu sihir dengan Showa. Katsura kesulitan karena setiap sihir yang mengenai tubuh Showa akan menjadi abu seketika.
"Bagaimana caraku melawannya? sihir atom benar-benar merepotkan!" keluhnya.
"Kau melihat kemana?" Showa menebas dari atas, tapi Katsura berteleportasi.
Katsura merasakan hawa ketiga kapten sedang melawan seseorang yang kuat, lalu dia menginfokan sesuatu.
"Hati-hati saat melawan musuh yang kalian lawan. Mereka semua pengguna sihir sejati"
Yubino, Homura, Arizawa semakin panik mendengar hal itu.
Bersambung...