Destiny Holder

Destiny Holder
Pertarungan Di Dalam Gua Rahasia, Katsura vs Johan (2)



Johan dan Riz memasuki sebuah lorong rahasia yang mengarah kebawah tanah, lorong ini sangat tersembunyi, hanya bisa dibuka jika sistem memperbolehkannya.


Mereka pun sampai di ujung lorong, dan terlihat sebuah lift datang dari bawah. Mereka pun masuk dan saat perjalanan menuju ke dasar tanah, diperlihatkan gua serta laboratorium yang banyak dan canggih dimana-mana, menghiasi besarnya gua itu.


Johan melihat-lihat perubahan di sekelilingnya, karena lift itu terbuat dari kaca, dia bisa melihat apa yang ada di sekitarnya. Karena dia sudah 2 tahun tidak kembali ke gua ini, dia merasa takjub akan perubahan dan peningkatan di dalam gua.


"Rasanya sangat baru sekali, sudah lama aku tak kembali kesini, aku sangat banyak urusan sebelumnya sampai-sampai tak mengecek kesini" katanya.


"Tentu, ada banyak perubahan semenjak dulu, seperti lab yang menghasilkan produk impor, mulai dibangun di sisi gua lain karena banyaknya peminat di mancanegara" ulas Riz.


"Oh? jadi karena itu pemasukan kita melonjak tinggi? baguslah."


"Iya, tuan"


Mereka pun sampai di dasar gua, dan mulai berjalan-jalan untuk melihat seluruh kerja kerasnya.


Johan dari dulu memiliki sebuah bisnis illegal yang kecil, namun, sekarang menjadi sangat besar, itu lah alasan gua ini dibuat. Dia mencuri beberapa produk lokal yang biasanya diimpor diatas gua, dan menjadikannya miliknya. Dan juga, saat dijual, harga produk itu meningkat 3x lipat dari harga sebelumnya, itu juga karena Johan meningkatkan kualitas produk nya dengan cara yang tidak lazim, misalnya menggunakan pengawet buatan yang berbahaya untuk kesehatan.


...****************...


Katsura dan yang lain sudah tahu, Johan sudah pergi meninggalkan penjara es nya, dan juga tahu bahwa Johan pergi ke gua bawah tanah melalui alat Homura.


Waktu sudah malam, sekitar pukul 8 malam, Katsura, Homura, Arizawa, Aizo dan Cezo sudah berkumpul di tempat pertarungan Katsura kemarin untuk melacak jejak Johan. Mereka bertugas sebagai penyerbu utama, mereka diberi nama sebagai Tim 1.


Sementara anggota yang lainnya bertugas sebagai penyerbu kedua, tapi mereka bertugas setelah Tim 1 selesai mengobrak-abrik seluruh gua.


"Dia menghancurkannya dengan paksa, ya.. lubangnya sangat mencolok disini" kata Katsura sambil memegangi kubus es yang berlubang.


"Katsura, kita harus pergi sekarang sebelum semuanya semakin buruk, aku sudah menganalisis jalannya, ayo pergi" ujar Homura dibelakang Katsura.


"Baiklah, akan kuhancurkan dia kali ini!" seru Katsura bersemangat.


"Bagus, jalannya adalah kesini, lewat barat sekitar 500m" Homura berjalan.


"Jika ku kirimkan alarm pada kalian, maka segeralah bergerak, oke?" ucap Arizawa di telepon.


Tim 2 menjawab, "Baik, kapten."


Akhirnya Tim 1 sudah sampai di lorong masuk gua, tanpa pikir panjang, Katsura langsung menghancurkan lift dan menerobos masuk dengan sihir apinya.


Para pekerja panik, melihat serpihan-serpihan kaca berjatuhan mereka langsung lari mencari jalan keluar.


Homura tahu, jalur keluar dari dalam gua itu adalah lift masuk, dan jalan belakang. Jadi dia memutuskan pergi ke jalan belakang untuk menutup jalur keluar.


"Mana kau, JOHANN!" seru Katsura di langit-langit.


Johan yang sedang berada di salah satu lab menengok keluar, dia melihat ada dalang kekacauan muncul dengan sangat mencolok.


"Kau datang, ya, KATSURAAA!" teriak Johan balik dan menerjang Katsura.


Arizawa segera mengirimkan alarm ke Tim 2, pertanda mereka harus segera masuk ke pertempuran.


"Tembak para cecunguk yang masuk!" seru Riz memerintahkan pekerja yang lain untuk menembaki Tim 1 yang lain.


Katsura khawatir, saat dia hendak membantu Homura, dia berteriak, "JANGAN PEDULIKAN KAMI!"


Seketika Katsura sadar, bahwa yang harus dia lakukan adalah melawan Johan.


"Lihat kemana kau sialan!" Johan memukul Katsura di pipi, namun Katsura tak terjatuh, dia masih bertahan di udara.


..." Sihir Angin : Pukulan Angin Sepoi-sepoi "...


Katsura menciptakan gelombang angin yang sangat besar melintasi dirinya dan Johan, membuat Johan terpental hingga lab, dan membuat lab itu remuk dengan gelombang angin.


"Berani juga ya.." Johan mulai serius, dia mengeluarkan kekuatan curian dari Katsura.


..." Juryoku No Ikari! "...


"Kau tak cocok menggunakan kekuatan itu" kata Katsura dingin.


"Oh ya? aku cocok!" Johan menyerempet Katsura, tapi Katsura menghindarinya dengan santai.


"Mengapa dia bisa menghindar? padahal kecepatanku sudah diatas rata-rata" gumam Johan didalam hatinya.


"Sudah? cuma segini kemampuanmu?" balas Katsura.


..." Sihir Cahaya : Pedang Penebas Iblis "...


Johan tersendat, Katsura membuat pedang cahaya yang sangat besar dan mengayunkannya ke arah Johan. Ia tak sempat menghindar, Johan terkena serangan langsung yang membuat perutnya tergores.


"TUAN JOHANN!!" teriak Riz dari bawah melihat Johan terkapar di dinding gua.


"T-tuan!! mereka lincah sekali! ditambah kita semakin kehilangan penyerang!" kata salah satu pekerja kepada Riz.


"Mereka juga mempunyai sihir, tak masuk akal!"


"Singkirkan semua alat itu" kata Arizawa yang tiba-tiba datang memotong pembicaraan.


"Mustahil!" pekerja itu sangat ketakutan, keringatnya bercucuran deras.


"RASAKAN INII!!" Arizawa mengeluarkan angin yang sangat kencang dari tubuhnya, para penyerang yang ada disitu terbang entah kemana, termasuk Riz.


"Sebelah sini sudah ku ratakan. Jadi, bagaimana Katsura? apakah kau benar-benar sanggup melawannya dengan mode itu?" kata Arizawa ragu.


Katsura berteleportasi kedepan Johan dan memukulnya dengan tinju yang dilapisi sihir bayangan.


..." Fist of The Phantom "...


Dinding gua itu retak dan mulai hancur, tapi, Johan menghilang dari pandangan Katsura.


"Kau tepat waktu, Riz!" tambahnya.


"Apa yang lucu?" Katsura bertanya.


"Tidak ada, aku hanya menggurau sendiri saja" balasnya.


Katsura merasa ada yang janggal, seperti ada kekuatan yang masuk kedalam diri Johan.


Johan memamerkan kekuatan barunya, dia bisa ber-teleportasi dengan instan, hanya menggunakan pikirannya. Yang sebelumnya dia harus menekan tombol dulu.


Katsura menjadi sedikit waspada, dia harus berhati-hati jika Johan menghilang dari pandangannya.


Benar saja, Johan menghilang dan langsung berada di belakang Katsura. Katsura melepaskan kobaran api ke belakangnya, tapi Johan kembali menghilang.


"Kau menyerang kemana, sih? aku disini" kata Johan di atas Katsura.


Katsura menyerang dengan pedangnya secara membabi buta, namun Johan terus menerus melakukan teleportasi.


"Cih! kekuatan yang menjengkelkan!" ujar Katsura.


"Sudah selesai? maka giliranku!"


..." Sihir Api : Pilar Api "...


Katsura termakan oleh pilar api yang menjulang dari dasar gua hingga ke atas, tapi dia berhasil bertahan dengan membengkokkan arus dari api tersebut.


Johan lagi-lagi menghilang, dia muncul dibawah Katsura dan menusuk Katsura dengan tongkat api.


Katsura mengeluarkan darah dari mulutnya, dia dengan marah berbalik dan hendak memotong kepala Johan dengan pukulannya, sayangnya ia hilang lagi.


"Disini disini!" Johan menendang Katsura dari atas, membuat Katsura terpental hingga dasar gua dengan kencang.


"Aku akan menambahkan ini" Johan memetik jarinya, ia meng-teleportasikan bebatuan yang terjatuh tadi, menjadi diatas Katsura.


Katsura tertimpa bebatuan, Johan tertawa lepas setelah melihat Katsura yang dikiranya sudah mati.


Riz yang tergeletak di tanah, ikut tertawa atas kekalahan Katsura. Namun, sebuah cahaya biru muda cerah muncul dari tumpukan batu itu dan membuat batu itu lenyap seketika.


Katsura muncul dengan penampilan barunya, dirinya dikelilingi oleh aura cahaya biru muda cerah.


..." Aoi Tsukiakari "...


Katsura menamai perubahan barunya, dengan sangat elegan, dia menatap Johan dengan tatapan ingin membunuh, dan tiba-tiba Katsura sudah dibelakang Johan dengan tubuh Johan yang terkoyak-koyak oleh pedangnya.


"Apa.. yang terjadi?" Johan sangat kebingungan dengan kondisinya, tiba-tiba tubuhnya terkoyak seperti habis diterjang oleh harimau.


Dengan sigap, Johan berteleportasi keatas lab untuk segera diobati, namun, Katsura sampai lebih dulu disana dan menghancurkan lab itu dengan satu pukulan.


Sementara itu, Tim 2 datang berterbangan seperti nyamuk, mereka membantu Tim 1 untuk menutup jalur keluar dengan cara memberantasi para musuh.


Semua anggota Tim 2 disertai dengan pistol laser, seperti dari semesta J-60 yang di buat replikanya oleh Homura.


"RASAKAN INI!!!" seru Yukichi sembari menembakkan laser kemana-mana.


"Mustahil! mereka memiliki bantuan! kita tamat!" kata seorang penyerang yang sudah putus asa.


Azashi meledakkan bangunan-bangunan yang ada didepannya, bersamaan dengan Feria yang ikut meledaki lab-lab.


Johan batuk, disertai dengan darah yang banyak. Katsura diatas hanya bisa melihat Johan yang telah hampir mati.


"AKU TAK BOLEH MATI DISINI! AKAN KUHANCURKAN KAU DENGAN SATU SERANGAN!!" gertak Johan dengan sangat kesal.


"Maaf saja, tapi, aku sebenarnya tak berniat menggunakan perubahan ini untuk melawanmu" kata Katsura yang berada di sebelah Johan yang terjatuh.


Muka Johan tampak sangat kesal, dengan cepat ia memukul Katsura. Namun naas, lengannya malah lenyap terkena aura Katsura.


Katsura mengeluarkan kubus kecil berwarna putih untuk menyerap kembali kekuatannya. Serta mengembalikan kekuatan Yubino dan Feria.


Katsura mendapatkan sihir gravitasinya kembali, dia menahan Johan agar tidak terjatuh. Dia pun lanjut menyerap kekuatan Johan.


Setelah selesai, dengan sedikit berat hati, dia menghancurkan seluruh tubuh Johan dengan sekali pukul.


"Maaf" katanya.


Homura berhasil menutup jalur keluar, serta dia menemukan Yubino yang sedang diikat disana. Tanpa basa-basi dia langsung membawanya untuk pulang.


"Maaf ya, kalian semua akan hancur disini" kata Katsura kepada para musuh.


Katsura menyuruh seluruh anggota berkumpul, setelah berkumpul, mereka diperintahkan untuk dekat dengan Katsura.


Katsura akan meruntuhkan gua ini dengan sekali serang, menimbun semua teknologi dibawahnya. Dia juga menggunakan pelindung dari cahaya untuk bisa pergi keluar.


"Maaf semuanya, tapi ini adalah takdir kalian."


..." Attack From The Heaven Realm "...


Seluruh gua retak dan bergetar setelah menerima ledakan dari sihir cahaya. Dan perlahan runtuh.


...****************...


Di tempat yang sangat jauh, terlihat pria berbaju biru tua sedang bersantai, dan dia menerima sebuah radio bantuan.


"Hmm? bantuan apa ini?" tanyanya.


"Oh? ada hal itu disana? mungkin sudah saatnya aku beraksi" pria itu menunjukkan wajahnya, rambutnya putih panjang dengan sedikit jahitan di mukanya.


Bersambung...