Destiny Holder

Destiny Holder
Hal Yang Terbukti, Katsura Bertemu Sora



Keadaan Yoru semakin memburuk, lukanya terbuka semakin lebar, dia merintih kesakitan lalu mengubur Katsura bayi didalam tanah hingga 100 tahun ke depan.


Katsura bayi tidak bernafas dan bahkan tidak hidup setelah dilahirkan karena sudah di segel terlebih dahulu oleh Yoru agar Katsura aman dari segala ancaman.


Katsura dari kejauhan menyaksikan ayah kandungnya mengubur anaknya sendiri demi masa depan yang lebih cerah, tangannya berusaha meraih Yoru yang sudah tergeletak di tanah sambil berkata, "A..yah..?"


Katsura sangat ingin memeluk ayahnya saat ini, begitu dia tahu dia memiliki seorang ayah yang sangat berani dan percaya diri, Katsura ingin menceritakan semua hidupnya di masa depan pada ayahnya, namun dia mengubur keinginannya dalam-dalam.


Feria menghampiri Katsura, dia habis memeriksa keadaan orang-orang di kuil kecil, dia berjalan ke belakang Katsura yang menatap Yoru dengan penuh keinginan.


"Kamu ingin berbicara dengannya, bukan? pergilah" ucap Feria pelan.


"Tidak... ini sudah takdirku... aku tidak boleh berbicara dengannya sebagai anaknya dari masa depan.."


Feria mengerti perasaan Katsura dan mengusap pundaknya, sementara Katsura hanya menyaksikan ayah kandungnya tewas didepan matanya.


"Kurasa.. kita harus pergi ke tempat lain, aku merasakan ada yang aneh di sisi lain benua ini" Katsura menggenggam tangan Feria yang ada di pundaknya.


"Baiklah, ayo kita pergi" Feria tersenyum, setelah itu mereka berdua pergi ke arah utara dari tempat mereka saat ini.


Benua super besar yang dibuat oleh Sora ini membuat banyak ras dan suku lain menjadi satu mencari pertolongan, sudah tidak ada lagi diskriminasi antar golongan, hanya mementingkan kepentingan bersama-sama.


Di perjalanan, Katsura merasa sedikit lelah dan akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak, untungnya Feria membawa salah satu alat ciptaannya yaitu kapsul yang berisi benda tertentu.


Tergantung jenis kapsulnya, kapsul itu bisa berisi sejumlah makanan, atau bahkan bangunan sekalipun. Feria mengeluarkan kapsul berwarna biru, yang berarti isinya adalah bangunan.


Ketika kapsul itu dilemparkan ke tanah, bangunan muncul dari balik asap seperti dipanggil dari dimensi lain. Feria membawa rumah kecil yang berbentuk seperti igloo untuk mereka beristirahat.


"Wah ini buatan kamu?" Katsura bertanya.


"Hehe, tentu dong!" jawab Feria dengan bangga kedua tangannya berada diatas panggulnya.


"Hebat sekali..." Katsura masuk kedalam dan melihat-lihat, walau ruangannya sangat sempit namun dia tidak masalah.


Mereka berdua masuk dan beristirahat sebentar, karena Katsura tahu Sora mungkin akan datang kapan saja, dia tidak tidur.


"Jadi... bagaimana tadi?" Feria bertanya soal kejadian di kuil kecil tadi.


"Hmm ya.." Katsura menarik nafas panjang.


"Aku benar-benar berasal dari masa ini, mimpi yang kulihat dulu adalah ingatan masa laluku, persis."


"Aku tak menyangka bahwa aku menyelamatkan diriku sendiri, jika aku tidak ada disini sekarang, seharusnya aku tidak akan lahir" jawabnya.


"Apa maksudmu tidak akan lahir?" Feria kebingungan.


"Fenomena garis waktu, saat aku yang sekarang lahir, pasti ada diriku di masa lalu juga yang melakukan hal yang sama, karena itu aku terlahir. Diselamatkan oleh diri sendiri dari masa depan, aku yakin, diriku yang masih bayi tadi jika sudah besar pasti akan kembali ke masa lalu juga. Hal ini saling terhubung seperti sebuah takdir" Katsura menjelaskan fenomena time loop pada Feria.


"Oh ya aku mengerti sekarang" Feria mengangguk.


"Ya benar begitu, aku tidak ingin merusak takdir jika aku menyelamatkan ayahku tadi, mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi."


Setelah beberapa saat, Katsura merasakan ada hal yang aneh terjadi di sekitarnya, dia merasakan sebuah energi yang amat padat di sekitar area nya sedang melakukan sesuatu.


Raut wajah Katsura menunjukkan kebingungan, Feria pun bertanya apa yang terjadi.


"Entahlah.. sepertinya ada sesuatu yang tidak beres disini, jarak energi yang sedang aktif itu sekitar puluhan kilometer dari sini.. hal ini mengganggu aliran sihir" jawab Katsura tentang apa yang sedang terjadi.


"Ini aneh" Katsura menatap telapak tangannya.


"Kalau begitu kamu mau mencari penyebabnya?"


"Ya, sepertinya Sora juga terlibat dalam kejadian ini, ayo kita pergi" Katsura kembali berubah ke wujud kakek-kakek dengan tongkat kayunya, lalu mereka berlari ke arah energi super padat yang dibicarakan Katsura.


Setelah cukup lama berlari, dari kejauhan mereka berdua melihat energi emas yang sangat berkilauan menunjang ke langit.


"Itu... Golden Orb?" gumam Katsura.


Energi emas itu terus aktif memancarkan cahayanya ke angkasa, dan beberapa orang terlihat disekitarnya, termasuk Sora.


Sora menyadari keberadaan Katsura, dia langsung melompat ke hadapan Katsura dan Feria.


"Hahaha! Pak tua! akhirnya kau sampai juga, jadi kau sensitif terhadap perubahan aliran sihir juga, bukan?" kata Sora sombong didepan Katsura, Feria bersembunyi dibalik Katsura.


"Pak tua? apa kau yakin dengan yang kau ucapkan?" Katsura menarik aura energinya dan kembali ke wujud biasanya.


"Oh? menarik juga" Sora bertepuk tangan.


"Jadi kau bisa berubah-ubah penampilan, ya? cukup keren" Secara tiba-tiba Sora menerjang Katsura, Katsura reflek menghindar dengan sendirinya, Sora lengah, posisinya membungkuk dan Katsura menyikutnya dari atas.


Sora terjatuh ke tanah, kemudian dia memutar kakinya dan menyeleding Katsura, kini posisinya terbalik.


Sora berdiri sementara Katsura terjatuh, namun dia memanfaatkan posisinya untuk menendang jauh Sora.


..." Light Rod "...


Katsura menciptakan tiga tongkat cahaya, dan tongkat itu mengelilingi tubuh Sora.


"Jadi kau juga bisa menyerang dengan elemen lanjutan seperti ini, ya? aku penasaran dari divisi mana kau" Sora menyadari Katsura bukanlah bagian dari pasukannya.


"Kau tidak perlu tahu itu, aku pergi kesini hanya untuk menanyakan sesuatu padamu."


"Sesuatu? kau bukan dari sini, ya? darimana kau berasal?" Mereka berdua berbicara dengan nada datar dan ekspresi siaga, mereka kelihatan sangat santai seperti mengobrol dengan teman sendiri.


"Itu tidak penting, sekarang, apa kau tahu cara menyegel sesuatu dengan Golden Orb?"


Mata Sora langsung menajam setelah mendengar pertanyaan Katsura, "Tahu apa kau soal Golden Orb?"


"Mungkin ini bisa menjawab pertanyaanmu" Katsura menarik nafas, area di sekitar Katsura menjadi panas dan angin berhembus kencang, aura emas cerah yang familier di mata Sora muncul mengelilingi Katsura.


..." Golden Orb! "...


Katsura mengerahkan mode Golden Orb-nya didepan Sora, seketika hal itu membuat nya menoleh kebelakang untuk memastikan apakah Golden Orb miliknya masih ada atau tidak.


Golden Orb milik Sora masih ada, matanya melongo ke arah Katsura, "Bagaimana bisa kau mendapatkan itu?" tanyanya dengan emosi.


"Bukan urusanmu, sekarang beritahu aku saja, dan aku akan pergi dari sini."


"Kau takkan pergi kemana-mana" tatapannya semakin tajam, Golden Orb yang memancarkan cahaya ke angkasa pun redup dan energi emas itu kembali ke Sora.


Kini dua pengguna Golden Orb bertemu dan akan saling bertarung, aura dari keduanya sama-sama mengintimidasi seisi planet.


Bersambung...