
Katsura dan Feria pergi ke masa lalu untuk mencari pengguna Golden Orb lain dan memperbaiki Embodiment Crystal, mereka mengalami sedikit perseteruan dengan beberapa orang di masa lalu, namun mereka berhasil kembali ke masa kini dengan selamat, dan tujuan mereka berhasil.
Perjalanan yang ditempuh Katsura sangatlah berat dan sulit, karena kekuatan yang ia dapat secara tiba-tiba, orang yang berada disekitarnya akan meninggalkannya, dan oleh sebab itu Katsura harus terus bertambah kuat.
Misteri Golden Orb masih belum terungkap sepenuhnya, Katsura masih harus melanjutkan perjalanannya demi menghilangkan kekuatannya.
2 Tahun sudah berlalu semenjak Katsura pergi ke masa lalu, dan dia memiliki hidup damai dan tentram selama itu, dan sekarang dirinya sudah cukup banyak berubah.
Pagi hari, tahun 2078, tahun yang tidak ada masalah bagi Mato, kini mereka semua sedang menjalankan aktivitas sehari-hari mereka di luar ruangan.
Mereka kini tinggal di markas yang sekarang, dengan sedikit peningkatan, markas mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Dan untuk markas super besar mereka yang dibangun di tengah-tengah hutan itu dijadikan sebagai akademi sihir.
Kini mereka membutuhkan prajurit untuk berjaga-jaga jika ada yang akan datang lagi, karena Katsura yakin, ancaman dari semesta J-60 belum berakhir.
Akademi sihir dibuka untuk orang yang telah membuka sihir dasar mereka, dan akan dilatih menjadi seorang yang terampil sihir atau disebut juga sebagai Ksatria, ataupun Master.
Dan tugas seorang Master adalah membimbing para murid baru, sedangkan Ksatria membantu jika ada yang mengancam kedamaian bumi.
Akademi sihir ini berada dibawah pengawasan Mato, dan juga negara. Kerjasama Arizawa dengan Hiromi membuahkan banyak hasil untuk masa ini, bahkan Mato memiliki stasiun luar angkasanya sendiri, dan terletak di antara bumi dan bulan.
Stasiun luar angkasa itu berisikan pesawat luar angkasa yang singgah untuk sementara, karena sekarang, entah karena fenomena apa, namun banyak monster aneh yang kadang muncul di beberapa planet, tugas Mato saat ini memantau pergerakan para monster itu karena disebut ada hubungannya dengan semesta J-60.
Dan karena itulah didirikannya stasiun luar angkasa Mato, sekaligus juga menjadi rumah mereka selain di bumi. Kini Katsura dan yang lainnya sedang berada di stasiun luar angkasa mereka, dan sedang bersantai.
Yubino dan Suizei sedang bermain billiard di dalam kantin, terlihat bahwa Suizei mendominasi permainan.
"Aduhh, bagaimana bisa kau melakukannya? padahal hanya satu bola lagi lo!" Yubino kesal, dia kalah dari Suizei.
Suizei tertawa kecil, "Kau masih harus banyak belajar" dia pun menaruh tongkatnya diatas papan meja.
Setelah Suizei meletakkan tongkatnya, dia pun berjalan pergi. Yubino bertanya, "Kau mau kemana?"
"Aku mungkin akan kembali ke bumi, aku sedikit kangen pemandangan di atas tanah" kata Suizei, dia sudah lama tidak kembali ke bumi setelah stasiun luar angkasa ini didirikan.
"Baiklah, hati-hati di jalan, ya! aku akan pergi mencari orang lain" Yubino berdiri dan dia berjalan melewati Suizei untuk mencari orang lain.
Yubino berjalan melewati lorong dan para kru yang terlihat sedang mengangkut barang dari kapal, dia menengok ke kanan dan kiri, mencari seseorang yang dia kenal.
Namun yang ia lihat hanya segerombolan orang memakai seragam biru navy dan dengan topi. "Hah, mengapa hari ini semakin membosankan" Yubino mengeluh.
Dia melanjutkan berjalan, dan dia malah sampai di tempat perlintasan kapal luar angkasa, perbatasan antara luar angkasa dan dengan stasiun.
Ada banyak kapal yang sedang parkir membawa barang-barang, sebenarnya Yubino ditugaskan oleh Arizawa untuk membantu pekerjaan para kru, namun dia kabur dari tugasnya.
"Ah sial, aku jadi ingat aku harus membantu mereka" Yubino menggaruk kepalanya, lalu saat dia berbalik, tangannya menyenggol seseorang yang dia kenal.
"Eh? Katsura?" Katsura berada di belakang Yubino, dia sedang melihat-lihat ke dalam stasiun karena dia sangat jarang berada disana.
Penampilan Katsura cukup berbeda dari 2 tahun yang lalu, pupil matanya kini memiliki motif bentuk atom dan berwarna emas menyala.
Mata Katsura seperti ini karena telah mengetahui cukup banyak informasi dan sejarah Golden Orb, dia mendapatkan mata ini sehari setelah dia pulang dari masa lalu.
"Kau darimana saja?" Yubino tampak kagum setelah melihat Katsura.
"Aku menghabiskan waktuku sebagian besar di bumi, bersama Feria dan beberapa teman lainnya" Katsura ingin menyebut nama Nico, namun dia tidak jadi.
"Oh baguslah, jadi, untuk apa kau mampir kemari?"
"Aku hanya ingin melihat-lihat perkembangan stasiun ini sejauh apa, dan juga aku disuruh untuk mengingatkanmu agar kembali bekerja. Perintah dari Arizawa" Katsura menyerahkan surat berisikan tulisan tangan Arizawa yang sedang marah karena Yubino jarang mematuhi kata-katanya.
"Aduh.. kok aku jadi ketahuan juga, ya?" Yubino mengeluh dan menunduk.
"Cepat kerjakan, kalau tidak nanti dia yang akan datang sendiri" Katsura sedikit mengejek Yubino, lalu dia pergi.
Yubino pun akhirnya pasrah dan mulai membantu para kru memindahkan barang-barang, sementara Katsura terus berjalan hingga ke kabin utama, ruangan besar tempat Mato berkumpul. Dan juga sebagai sarana untuk melihat pemandangan luar angkasa.
Pintu otomatis terbuka ketika Katsura menginjakkan kaki didepannya, dan didalamnya dia melihat banyak temannya yang sudah lama tidak ia kunjungi.
"Satu.. dua.. tiga.." Cezo dan Aizo sedang bermain monopoli, sementara Arizawa sedang memandangi kaca jendela.
Katsura datang menghampiri Arizawa, dia pun terkejut bahwa Katsura sudah kembali.
"Oh kau sudah kembali, jadi bagaimana latihannya?" Arizawa bertanya.
"Berjalan lancar seperti biasanya, dia sudah cukup terampil dalam penggunaan sihir sejatinya" Katsura menyilangkan kedua tangannya dan ikut memandangi angkasa.
"Begitu, ya, bagaimana dengan Feria? apakah dia baik-baik saja disana? mengapa dia tidak ikut?" Arizawa sedikit menyengir, bertanya soal Feria membuat Katsura sedikit gugup.
"Dia... baik-baik saja, kami tidak mengalami masalah belakangan ini.." beberapa bulan lalu, Katsura dan Feria mulai tinggal berdua di markas bumi, dia sedikit malu untuk menceritakannya.
Nyengiran Arizawa semakin menjadi-jadi, dia mendekatkan wajahnya ke Katsura, "Apakah benar? apakah kau belum pernah mel-"
"Aah tidak tidak! mana mungkin aku melakukan seperti itu.." wajah Katsura sekarang memerah.
Arizawa tertawa lepas lalu berkata, "Iya iya, aku bercanda. Silahkan lakukan apa yang kau mau disini, jika kau perlu aku, aku ada disini" Arizawa tersenyum.
"Baiklah kalau begitu sampai jumpa, aku akan berkeliling di sekitar sini saja" Katsura pergi dan melambaikan tangannya.
Katsura keluar dari kabin utama dan di lorong dia bertemu Yukichi yang kelelahan. Yukichi baru bisa sadar beberapa hari yang lalu, walaupun dengan bantuan kekuatan Golden Orb, memulihkan energi kehidupan yang telah dicuri membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Kau tidak apa-apa? kau berkeringat, lho. Kau harusnya beristirahat" Katsura menghampiri Yukichi yang sempoyongan.
"Aku tidak apa-apa, ini adalah latihan rutin ku sendiri, terimakasih" Yukichi pun lanjut berjalan, rutinitas dia adalah mengelilingi stasiun luar angkasa setiap hari agar dia bisa kembali berjalan dengan benar.
Karena ketika Yukichi sadar lagi, dia seperti terlahir kembali dan tubuhnya lupa sebagian cara beraktivitas, makannya dia perlu latihan yang konsisten.
Setelah itu pun Katsura melanjutkan perjalanannya, namun di tengah-tengah perjalanan, ponselnya mendapat telepon dari Feria.
Bersambung...