
Katsura mulai merasakan sedikit ketakutan, tatapannya yang tajam dan auranya yang sangat mencekam. Rasanya seperti ditodong beribu-ribu pistol.
..." Circular Burst "...
Showa membuat bola energi berwana abu-abu, bola itu tidak ber eksistensi tetap, terkadang menghilang dan muncul kembali.
Katsura membalas gerakan itu dengan membuat replika dari serangan Showa yang akan dilancarkan.
Kedua pria itu saling memegang bola energi yang siap dilepaskan kapanpun mereka mau. Tapi disaat ini Showa yang menyerang duluan.
Lemparan bola energi itu tepat di hadapan Katsura, dia menahannya dengan bola energi ciptaannya, namun tak cukup kuat untuk menahan ataupun menangkis bola energi Showa.
"I-ini k-kuat sekali sialan!" kata Katsura yang sedang bertahan sekuat tenaga memfokuskan kekuatannya kedalam satu bola energi tersebut agar terhenti, atau setidaknya merubah arahnya.
Akhirnya, peraduan dua bola energi itu mencapai klimaksnya, bola energi Katsura lenyap sementara bola energi Showa berubah arah menjadi ke samping.
Bola energi itu meledak, melenyapkan apapun yang ada dihadapannya, bahkan kekosongan di luar angkasa juga ikut lenyap.
"Dia membuat kehampaan menjadi lebih hampa? sungguh tak masuk akal!" Katsura menoleh ke arah ledakan itu terjadi.
Showa berada dibawah Katsura dan menembakkan anak panah dari cahaya sebanyak mungkin.
Hujan panah itu tak mampu menumbangkan Katsura, jadi dia hanya membuat banyak kubus transparan dan menangkap beberapa anak panah yang dilancarkan, lalu dikembalikan.
Hal ini berlangsung cukup lama, sampai pada akhirnya Katsura sadar bahwa yang dibawahnya saat ini bukanlah Showa yang asli.
..." Circular Burst "...
Showa menyerempet Katsura, hampir saja bola energi itu mengenai kepala Katsura, tapi dia berhasil menghindar.
Showa yang dalam posisi seperti melompat harimau memutarkan kakinya hingga Katsura terpental.
disaat Katsura terpental, dia menarik asteroid yang ada di jangkauan area nya agar bisa dijadikan senjata.
..." Binding Matrix! "...
Showa tetap menerjang walau dihujani bebatuan, malah bebatuan itu yang hancur menjadi atom karena aura Showa itu sendiri.
"Benar-benar merepotkan!" Katsura menendang kekosongan dan sama-sama menerjang ke arah Showa.
Namun, Showa sudah lebih dulu menyiapkan rencana, dia menyiapkan kloningan lagi yang ada di belakang Katsura untuk menembakkan panah terkuatnya.
Katsura tak bisa kabur, kebelakang dia akan terkena panah, atau kedepan dia akan terkena serangan langsung dari Showa.
..." Flecha de un dios "...
Showa yang palsu menembakkan panah cahaya ungu, mengorbankan dirinya yang asli untuk melukai Katsura.
Tapi untungnya, Showa bisa berpindah kesadaran dari tubuh aslinya dengan kloningannya. Ini kekuatan yang baru ia pelajari dan baru ia gunakan agar selamat dari serangan panah yang barusan ia lancarkan.
Panah yang ia lancarkan sangat besar dan sangat cepat, Katsura tak sanggup menahannya sehingga ia terbawa oleh panah itu sampai akhirnya panah itu lenyap di dekat bintang Alpha Centauri.
Tubuh Katsura lumpuh, dia tak bisa bergerak sama sekali setelah terkena serangan itu, dia pun berkata, "Sial, serangan macam apa itu tadi?"
Katsura menoleh ke arah bintang Alpha Centauri, baru kali ini dia melihat langsung bintang itu dengan mata sendiri.
"Bintang ini.. besar sekali" ucapnya, lalu Showa muncul di belakangnya.
"Bagaimana rasanya terkena panahku? apakah sakit?" tanya Showa.
"Berisik" Katsura memanfaatkan energi dari Alpha Centauri untuk menembakkan misil. Misil itu sangat kuat, bahkan mampu menghancurkan satu planet yang ada dibelakang Showa.
"Asal kau tahu, kekuatanku lebih dari sekedar misil itu, tahu" kata Showa.
Ucapan itu membuat Katsura semakin panik dan berkeringat, dia langsung menghilangkan aura yang melindungi dirinya, dan memusatkannya di satu tangan.
"Apa ini?" tanyanya kebingungan.
"Satu lagi!" seru Katsura sambil memukul dari jarak jauh lagi.
Showa mencoba untuk berdiam diri saja, dan ternyata benar dugaannya. Serangan Katsura ini memutarbalikkan logika, jika tidak kena serangannya, maka akan terkena efeknya. Tetapi sebaliknya, jika pasrah terkena serangan itu, maka tidak akan terjadi apa-apa.
"Kau baru terkena serangan ku sekali dan bahkan langsung mengetahui rahasia seranganku di serangan berikutnya. Benar-benar monster" kata Katsura.
Katsura sekilas melihat mimpi masa depan, dia melihat persis bahwa ditempatnya saat ini, bintang Alpha Centauri akan meledak. Bersamaan dengan dirinya dan Showa.
Melihat hal itu, Katsura sedikit tidak percaya dan memukul kepalanya sendiri sambil berkata, "Apa yang barusan kulihat?"
"Aku harus cepat-cepat menyelesaikan semua ini" ucap Showa.
..." Multi Circular Burst "...
Showa lagi-lagi menembakkan bola itu dengan cepat, ditambah jumlahnya sekarang bertambah drastis.
Katsura hanya bisa menghindari bola-bola itu, dia juga sedang mempersiapkan rencana baru.
Katsura memejamkan matanya, dan dia membuat sihir yang lumayan panjang. Tubuhnya bergerak sendiri selagi dirinya sedang fokus membuat sihir.
..." Considerable Teleportation! "...
Semua bola yang akan mengenai Katsura tiba-tiba menghilang tanpa jejak, dan muncul kembali di sekitar Showa dengan arah yang sudah berubah pula.
Katsura juga menangkap bola energi yang lain agar tidak membuat Alpha Centauri meledak seperti yang ada di ingatannya tadi.
Di tengah-tengah itu, Katsura kembali melihat mimpi bahwa dirinya telah menguasai teknik baru, dengan itu dia dapat menyaingi Showa, bahkan melesat diatasnya.
Katsura merasa bahwa itu bukanlah mimpi atau halusinasi biasa. Itu adalah pengelihatan masa depan yang ia alami, jadi Katsura mencoba mengikuti apa kata pikirannya.
Showa sedikit terpengaruh atas serangannya sendiri, dia mencoba menahannya tapi tidak cukup kuat menahan semua serangan yang dibalikkan kepada dirinya.
"Sudah cukup main-mainnya" Showa mengangkat tangannya dan memanggil busur yang sangat megah dan besar, desainnya terlalu mencolok apabila dikatakan sebagai busur biasa.
"Apakah dia akan mengerahkan panah yang seperti tadi? takkan kubiar-" disaat Katsura menyadari gerakan Showa dan mulai menerjang ke arahnya, tangan kanannya langsung tertusuk jarum kecil yang keluar dari busur Showa.
"Sebuah jarum? tapi itu berasal dari busur!" ujarnya.
"Tanganku benar-benar tak bisa digerakkan sekarang, rasanya seperti terpotong!" tambah Katsura.
..." Lluvia "...
Jarum yang sangat amat banyak menghujani Katsura, dengan terpaksa Katsura harus kembali ke perubahan Juryoku no Ikari agar semua jarum itu terpental.
"Oh kau malah menurunkan kekuatanmu, ya? apakah kau se sombong itu?" ujar Showa.
Hujan jarum itu akhirnya berhenti, namun Katsura kembali dikejutkan dengan bola energi Showa yang berbentuk tak normal, selalu berubah menjadi bentuk lain menembus perutnya.
"S-sial!" Katsura geram, dia memanggil pedangnya dan melemparkannya ke arah kepala Showa, namun dengan mudahnya dapat ditangkis.
"Cukup sampai sini saja, kekuatanmu cukup mengesankan, Katsura Laith. Sekarang terima lah ucapan terimakasihku, selamat tinggal" Showa mengarahkan telapak tangannya ke arah Katsura yang sedang melayang tak berdaya.
Dia pun menghembuskan energinya yang membuat Katsura terdorong dan memicu terjadinya ledakan supernova dari Alpha Centauri.
Suara di kepala Katsura seketika menjadi sunyi dan hampa, hanya suara dia yang bisa terdengar jelas olehnya.
"Apa ini..? sudah selesai..? aku ingin... pulang."
Setelah perkataan itu, Alpha Centauri meledak.
Bersambung...