
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi, pesawat Showa dan pasukannya mulai bergerak dari bulan ke bumi. Homura yang mengintai lewat teleskop langsung mempercepat kinerja pengevakuasian warga.
Saat ini hanya tinggal 4 pesawat lagi sampai seluruh area benar-benar kosong. Dan para tentara Mato sudah mengambil posisi. Bersamaan dengan kaptennya.
Kapten divisi satu, Katsura Laith
Kapten divisi dua, Homura Feridou
Kapten divisi tiga, Zeldris Trichonta
Kapten divisi empat, Arizawa Munako
Kapten divisi lima, Yubino Yurike
Ketua tim pengintaian, Azashi Borland.
Semua pasukan beserta kaptennya diberikan alat untuk berkomunkasi walau dari jarak yang sangat jauh, dan alat ini dibuat oleh Homura menggunakan sihirnya. Alat ini takkan hancur walaupun diserang oleh musuh, karena alat ini tak mempunyai wujud fisik.
Sebelum para kapten meninggalkan ruangan tim pengintaian yang berada diluar zona pertempuran, Aizo berlari kepada Arizawa dan berkata, "Hahh.
Hah... Arizawa, bolehkah aku ikut bertempur juga?"
Arizawa menolak mentah-mentah tawaran Aizo, dikarenakan dia belum terlalu menguasai sihirnya. Tapi, Aizo tetap kekeh dengan pendiriannya, dan ingin sekali ikut bertempur.
"Aizo, melindungi markas tim pengintaian juga merupakan tugas yang penting, tenang saja. Peperangan ini akan kami menangkan" bujuk Katsura kepada Aizo.
Setelah sekian lama berdebat, akhirnya Aizo mengalah juga dan membiarkan yang lain pergi.
"Bagus, tolong jaga markas ini tetap aman, ya. Aku percaya padamu" ucap Katsura sambil tersenyum.
Tiba-tiba Homura berlari dari atas markas kebawah dan berkata, "Showa, telah datang!"
Semuanya terkejut, mereka bergegas untuk pergi ke lokasi secepat mungkin. Pesawat Showa dan pasukannya masih berada di atmosfer bumi, sebelum mendarat, semua harus sudah ada di posisi masing-masing.
...06:43...
Semua pesawat pengevakuasian sudah sampai di tujuan dan di area peperangan sudah tidak ada lagi warga sipil.
...06:57...
Katsura berada di tengah-tengah area peperangan, dia berdiri sendiri ditengah kekosongan. Angin berhembus kencang, meniup rambutnya ke arah selatan, beserta daun-daun yang sudah mati.
...07:00...
Pesawat Showa dan pasukannya sudah berada di dalam jangkauan area penghalang, dan penghalang siap dilepaskan.
"Katsura, semua pesawat musuh sudah berada dalam jangkauan, sekarang saatnya!" kata Azashi lewat telepati.
"Aku tahu itu" Katsura memejamkan matanya dan mulai membuat 7 segel tangan, diiringi dengan mantranya yang berisikan.
..."Diantara siang dan malam, pagi dan sore, burung gagak menyamar di gelap malam, 5 serigala yang mengaung saat bulan purnama, kurunglah mereka yang termasuk pendosa."...
..."Formed, Lugar Cerrado!"...
Katsura menyerukan mantra itu dengan lantang, semua pilar yang tertancap di 7 lokasi yang berbeda menjawab panggilan Katsura dengan mengeluarkan sinar biru terang, sinar biru itu menjulang tinggi sekali, sampai menyentuh atmosfer bumi. Lalu sinar itu bergabung dengan sinar yang lain sampai mengurung seluruh area yang dibatasi oleh 7 pilar.
Showa sedikit terkejut dengan persiapan Katsura, dia tak menyangka bahwa hanya dengan waktu 3 hari, mereka bisa memaksimalkan potensi yang mereka punya.
Pintu bawah pesawat Showa terbuka, menunjukkan Showa yang tertawa lepas, lalu berkata, "Hahahaha! kau memang pantas menjadi lawanku, Katsura!!"
..."Diantara seluruh bintang, langit angkasa yang gelap gulita, sinarilah kegelapan itu dengan cahayamu yang suci."...
......" Spear Of Fear "......
Dari rentengan pesawat pasukan Showa, beberapa diantaranya ada yang hancur terkena tombak cahaya dari Katsura.
"Masih belum selesai" Katsura memutarkan jarinya berbalikkan dengan arah jarum jam, dia menciptakan sihir baru.
..." Gods Circle "...
Tombak yang berada di langit berubah menjadi lingkaran yang sangat besar, pesawat yang berada dalam garis arah dia akan memanjang semuanya hancur lebur. Total saat ini, Katsura sudah menghancurkan 67 pesawat pasukan Showa.
"Pembuka yang bagus" Showa bertepuk tangan, lalu dia berkata lagi, "Sekarang sudah saatnya kau meladeniku!" Showa menerjang dari atas, Katsura merespon dengan gerakan santai.
"Jangan sombong dulu karena kau sudah bisa menghabisi 67 pesawatku" kata Showa yang lagi beradu pukulan dengan Katsura.
"SEMUANYA!! SERANGG!!" seru Homura kepada pasukannya, dan mulai menembakkan misil kepada pesawat pasukan Showa yang lain.
Di sisi lain, Zeldris yang emosi karena Hosura dibunuh, berniat menyerang Showa. Tapi, Katsura melarangnya kemari.
"JANGAN KEMARI!"
"Kau khawatir sekali soal temanmu itu, biar aku yang bunuh" Showa mengarahkan tangannya ke arah Zeldris dan melancarkan bola laser berwarna merah.
"SIAL!" Katsura mencoba menebas bola itu, tapi kecepatan bola itu sangat tinggi, tak sampai disitu, bola nya semakin cepat seiring waktu berjalan.
..." Lightning Barrier "...
Bola itu terbelah menjadi 2 bagian setelah mengenai aura petir Zeldris. Katsura terkejut, apalagi Showa.
..." Rage Of The Thu- "...
Saat Zeldris merapal sihir, sebagian kecil perutnya lenyap tak tersisa, membuat lubang ditubuhnya.
Katsura keheranan, dia menoleh ke arah Showa, dia melihat Showa sedang tertawa terbahak-bahak.
"A-apa yang t-terjad-i?" Zeldris terpuruk di tanah.
Katsura terdiam, secara tak sadar Showa sudah menggores bahu Katsura. Tapi Katsura reflek menghindari nya walau sedang melamun.
"Dia bisa menghindari itu?" tanya Showa didalam hati.
"Apa itu tadi? rasanya tubuhku bergerak dengan sendirinya"
"Itu cuma kebetulan saja, mungkin" ucap Katsura dalam hatinya.
"Aku cukup terkesan, Katsura. Sepertinya aku harus mulai serius" Showa menaikkan tingkatan kekuatannya, aura nya terasa berbeda dari yang sebelumnya. Seakan-akan aura tersebut bisa membunuh musuh dengan sendirinya.
"Gawat, dia mulai berbahaya" kata Katsura dengan sedikit rasa takut.
"Aku harus memakai Aoi Tsukiakari sekarang!" tambahnya.
"Tunggu Katsura, jangan sia-sia kan energimu. Bantu lah Zeldris terlebih dahulu. Apa kau tak ingat dia terkapar di sebelah kiri mu?" kata Azashi.
Katsura lupa ingatan sesaat, dia merasa sebelumnya tak terjadi apa-apa.
"Apa kau sudah selesai bermain-mainnya? sekarang giliranku!" Showa menembakkan bola merah itu lagi, kali ini Katsura berhasil menghindar dan membuat bebatuan yang ada di belakangnya terkena serangan itu. Batu itu berlubang juga, persis seperti keadaan Zeldris saat tadi.
Katsura baru sadar, inilah sihir atom yang dikatakan oleh Karma, dampaknya benar-benar mengerikan. Katsura langsung mengaktifkan Aoi Tsukiakari-nya.
..."Aoi Tsukiakari!"...
"Jadi kau punya perubahan yang lain, ya. MENARIK, MAJULAH!" Showa semakin bersemangat
Katsura dengan cepat mengangkat Zeldris yang terkapar di bahunya, dan dia pergi ke tempat yang jauh untuk dimasukkan kedalam gelembung.
Katsura bertelportasi, sehingga perjalanannya sangat mudah dan cepat. Dia mendapatkan kekuatan ini saat setelah bertarung dengan Johan.
"Sihirmu adalah sihir atom, bukan? benar-benar sihir yang mengerikan" kata Katsura sambil mengeluarkan energy sword dari sarungnya.
"Mengerikan? kau belum tahu saja kekuatan dari anggota tertinggi kerajaan, ditambah organisasi rahasia mereka. Sihir sejati mereka sangat menakutkan.
Katsura tak peduli dengan omongan Showa, dia sangat fokus untuk memprediksi gerakan Showa berikutnya.
"Namun, walau kekuatanku hanya begini, aku mempunyai pasukan!"
"Saksikanlah, para pengawal terhebatku."
Sairo Unikawa, Sihir Kaca
Mora Armend, Sihir Racun
Guyu Fornza, Sihir Baja
Furuha Tatsumikawa, Sihir Penyegelan
Diiringi perkataan itu, semua pintu pesawat terbuka dan menunjukkan pengawal terhebat Showa dan pasukan yang lainnya sudah berterbangan di langit bagaikan nyamuk.
Bersambung...