Destiny Holder

Destiny Holder
Katsura Vs Nora Dearbhla



"Maju sini" ucap Nora dengan nada merendahkan, dan menggerakkan dua jarinya untuk mengindikasikan Katsura agar segera maju.


Katsura tidak terpancing dengan gestur tubuh Nora, dia lebih memilih melompat mundur dan hanya menyerang dari jarak jauh.


Dari jarak yang cukup jauh, Katsura melancarkan dua gelombang tebasan dari Crescent Deluz-nya dan membentuk huruf X dari tebasan itu.


Nora tak ambil pusing, dia hanya menahan gelombang itu dengan satu tangannya dan gelombang itu pun hancur begitu menyentuh tangan Nora.


Katsura tak terkejut, dia sudah mempersiapkan serangan berikutnya. Dengan sihir gravitasinya, dia mengangkat banyak pepohonan besar dan dilemparkan ke Nora.


Nora tak ingin menyakiti satu-satunya makhluk hidup lain yang ada di bumi ini, dia memilih menghindar dan berdiri di batang pohon raksasa.


"Dasar tidak berperasaan, pikirkanlah perasaan para tumbuhan itu!" Nora menembakkan dua laser lagi dari mesinnya, Katsura tidak menghindar, dia tersenyum.


Begitu dua laser Nora sudah tepat berada di depan Katsura, laser itu berhenti total, seakan ada yang menghalangi jalannya.


"Apa.. yang-" Nora kebingungan dengan apa yang terjadi, sekuat apapun dia mengeraskan tembakan lasernya, tetap saja tidak berguna.


..." Reverse "...


Di jalur yang sama, laser itu secara tiba-tiba berbalik dan menyerang Nora itu sendiri dan menghasilkan ledakan yang cukup hebat diatas.


Batang pohon itu sangat tebal, bahkan ledakan saja hanya membuat sedikit bolongan yang bahkan tidak sampai seperempat dari lebar batang tersebut.


Nora terkena ledakan langsung, membuat kulit tangannya menjadi hitam karena luka bakar dan dia terpental masuk ke lubang kecil di batang pohon itu.


"Sialan.." Nora melompat keluar dengan sayap nya, kali ini dia merubah sayap lasernya menjadi dua tentakel dengan putaran gergaji mesin di ujung tentakel itu.


Katsura merasa sedikit tertantang, Nora menerjang ke arah Katsura dengan sangat cepat, kedua tentakel itu sangat tajam karena dilapisi dengan energi sihir Nora.


Begitu dia sudah berada di depan Katsura, dia menggerakkan tentakelnya ke kanan dan kiri seiring dengan pergerakan Katsura yang terus menghindar dengan santai.


Nora melakukannya dengan sangat hati-hati agar tidak menyentuh pepohonan yang mereka lewati, namun lagi-lagi Katsura mengangkat kedua pohon di sampingnya dengan sihir gravitasi dan menabrakkannya ke Nora.


Nora tertimpa oleh pepohonan dari samping, membuatnya sangat marah sehingga mengeluarkan dua tentakel lagi dari mesin di punggungnya, Katsura mengeluarkan ekspresi sedikit kaget.


Kini pergerakannya semakin sempit, Katsura memutuskan untuk menghancurkan sebagian area disini menjadi area kosong agar bisa bergerak bebas.


Dengan satu hentakan kakinya ke tanah, hutan seluas 200 meter berhasil menjadi lahan kosong, hal ini membuat Katsura semakin cepat, pupil matanya yang bermotif menyala terang.


Katsura bergerak ke kiri dan memotong satu tentakel Nora, namun hal itu membuat pertahanan Katsura terbuka dan Nora berhasil menggores bahu Katsura.


"Sialan, kau sekarang malah menghancurkan hutan ini.. tidak bisa dimaafkan!" aura Nora semakin meningkat dan membesar, dia menciptakan busur dari energi emas yang tiba-tiba keluar dari lubang sebuah bangunan.


Katsura merasakan energi yang familier dari busur Nora, matanya melongo untuk sesaat dan membuatnya berhasil di serang oleh anak panah yang menusuk perutnya.


Saat Nora mengambil langkah ke depan untuk menghabisi Katsura, Katsura dengan cepat meletakkan telapak tangannya di dada Nora, tak lama kemudian kekuatan dari dalam diri Katsura mengalir menembus tubuh Nora dan menghancurkan perangkat mesin di punggungnya.


Hancurnya perangkat mesin itu memicu hancurnya seluruh tentakel yang dimiliki Nora menjadi kepingan mesin tajam.


Nora semakin kesal, dia mengepalkan tangannya dan mengendalikan seluruh pecahan mesinnya, dia mengarahkan seluruh pecahan mesin yang ada di udara ke Katsura.


Saat pecahan mesin yang tajam itu sudah dekat dengan Katsura, lagi-lagi serangannya terhenti total.


Aura merah mulai menyelimuti setiap pecahan mesin Nora dan Katsura berhasil mengambil alih kendali atas pecahannya.


Katsura menendang Nora dengan kuat, setelah Nora cukup jauh, Katsura menggabungkan seluruh pecahan mesin itu menjadi sebuah mesin penembak laser raksasa.


Katsura memfokuskan energinya di mesin itu, bulatan padat berenergi sihir tercipta sangat kuat di tengah-tengah mesin itu.


Bola energi itu sangat mengintimidasi dan kuat, berwarna emas cerah diselimuti oleh sedikit aura merah di luarnya.


Mereka sudah mengisi energi cukup lama, keduanya melancarkan serangan masing-masing di waktu yang bersamaan, bola energi melawan panah dewa.


..." Arrow Of The End "...


Panah itu menembus serangan Katsura tanpa kesulitan dan meledakkan mesin gabungan Katsura.


Katsura terkena ledakan hebat dari panah Nora, Nora berpikir dirinya sudah menang, saat dia maju, sebuah kilatan emas menyerempet badannya, saat dia sadar, tangan kanannya sudah terpotong.


Katsura keluar dari ledakan hebat tanpa luka, setelah dia menebas tangan Nora, dia meledakkan tubuh Nora dengan sekali sentuhan tangannya.


Nora sudah tidak bisa bergerak dan tergeletak di tanah, seluruh tubuhnya terdapat luka bakar. Katsura menghela nafas dan pergi dari sana.


"Dia itu siapa, sih?" ucap Katsura selagi berjalan berbalik. Namun, suara renggutan tanah terdengar di telinga Katsura.


"Aku.. takkan.. kalah.. disini.. aku sudah.. berjanji.." Nora perlahan meringkuk bangun dari tanah, dengan ambisi yang kuat, dia merenggut tanah sekuat mungkin.


"KENAPA KALIAN SEMUA SELALU MENGGANGGU KEBAHAGIANKU?" Nora berteriak penuh kesakitan dan amarah, dirinya mulai terbang lalu seisi pulau berguncang hebat.


Katsura menembak Nora dari bawah, namun Nora dilindungi oleh perisai energi. Tak lama kemudian tangan besi raksasa muncul dari bawah tanah, ukurannya sangat besar bahkan lebih besar dari kapal Titanic.


Tangan robot raksasa itu muncul lagi di seberang yang sama besarnya, kemudian bangunan besar tempat Nora mengurung Marx didalam mulai bergerak ke atas, menunjukkan bentuk sejati dari bangunan itu.


Kepala dan kedua tangan robot itu sudah terlihat, mereka sangat raksasa. Tangan robot itu menyatu di kepalanya dan tidak memiliki leher, badan dan kaki yang panjang pun bangkit dari tanah.


Guncangan tanah sudah berhenti dan menunjukkan robot raksasa kuno yang tingginya 10 kilometer ke atas langit.


Katsura terdiam melihat robot antik milik Nora, dan kemudian seluruh anggota tubuh robot itu dialiri oleh energi emas.


"Kenapa selalu orang-orang dengan warna yang sama.. merusak hidupku.. takkan ku maafkan.. TAKKAN KU MAAFKAN!" Nora berdiri diatas robotnya, mengingat perbuatan Sora pada keluarganya.


Walaupun robot itu sangat besar, gerakannya sangat cepat. Tangan robot itu ingin mengibas Katsura dari tanah, namun Katsura menjauhkan tangan robot itu hanya dengan tatapan mata.


"Aku merasakan rasa amarahmu, memang menyedihkan kita sama-sama menderita di kekuatan yang sama" Katsura mengangkat Crescent Deluz-nya ke atas.


"Diamlah! tahu apa kau soal aku? kau harus segera mati disini juga. Dan aku akan mewujudkan harapanku menjadi kenyataan!"


Kedua tangan robot itu bergerak ke atas dan dari tengah-tengah telapak tangannya mulai tercipta energi dahsyat. Mata robot itu yang hanya ada satu juga menyala, menciptakan sebuah bola sihir yang sangat besar di depan kepala robot.


Crescent Deluz Katsura mulai menjadi emas dan kilauan energi memercik di ujung sabitnya, Katsura siap melancarkan serangan terakhirnya.


"TAKKAN KUBIARKAN KAU MENANG SECEPAT ITU!"


"SEBELUM AKU MEWUJUDKAN HARAPANKU TIDAK AKAN ADA YANG BOLEH MENANG!" Nora berteriak hebat dan bola sihir yang sedang diisi dilepaskan ke bawah.


Bola sihir itu pasti akan menghancurkan seisi bumi dan tata surya jika berhasil mengenai tanah.


"Benarkah? kuharap aku juga bisa kalah" Katsura tersenyum.


..." Final Impetum "...


Katsura mengayunkan Crescent Deluz-nya ke bawah, dan gelombang tebasan raksasa yang bahkan ukurannya melebihi robot itu menerjang secara horizontal ke depan.


Gelombang itu memotong serangan Nora, robot nya dan bahkan tubuh Nora itu sendiri menjadi dua bagian.


Sebelum saatnya mati, Nora lagi-lagi membayangkan keluarganya untuk yang terakhir kalinya.


"Aku.. gagal... namun setidaknya.. aku bisa bertemu kalian disana.." Nora tersenyum tulus untuk yang pertama kalinya, dia pun terbelah menjadi dua bagian dan jatuh bersama robotnya.


Bersambung...