Destiny Holder

Destiny Holder
Tujuan "Mulia" Versace, Katsura Vs Versace Act.2



Versace merasa sangat kesakitan, rasanya seperti kulitnya terkelupas, dia terus berteriak sampai tubuh aslinya benar-benar terekspos.


Wajah tampan dan sombong sebelumnya berubah menjadi buruk rupa, dan mata penuh ketakutan. Dia hanya bisa menatap telapak tangannya yang mulai menghitam juga.


Katsura berbisik di hatinya, "Apa.. Apa yang terjadi..?" matanya menuju Versace dengan penuh kebingungan, dan tangannya pun menyembunyikan Embodiment Crystal yang ia rebut.


Sesaat setelah Versace selesai berteriak, dia pun berdiri.


"Apa.. Apa yang kau telah perbuat padaku sialan?!!" teriaknya pada Katsura.


Katsura tak menjawab, dia terlihat sangat terkejut setelah melihat Versace yang sekarang.


"Aku tak pernah menyangka akan kembali ke wujud ini, wujud yang sangat jelek sekali. Hahaha, namun aku berterimakasih, berkat itu aku melepas segel yang menahanku!" Versace maju meninju Katsura, namun Katsura memblokirnya dengan Crescent Deluz.


Katsura merasa sedikit tertekan, pukulan Versace semakin berat dari sebelumnya.


"Ada apa? kau bergetar, apa Golden Orb yang hebat itu tak mampu menyelamatkanmu dari kelemahanmu? haha!" ucapnya mengejek.


Katsura terpicu, dia semakin kesal dan mendorong Versace ke depan.


"Inilah alasan mengapa aku mengasihani rekan-rekan mu yang lain, kepercayaan dan harapan lah yang membuatku seperti ini!" Versace menerjang Katsura lagi dan menendangnya menyamping.


Katsura menunduk, "Aku yakin kelak kau akan berubah menjadi sepertiku juga" Versace membanting kakinya yang ada diatas dan membuat Katsura terjatuh sangat keras.


Katsura tertahan di tanah dengan kaki versace diatas punggungnya, "Apa-apaan ini?! setelah berubah menjadi seperti itu dia jauh lebih kuat!" Katsura tertekan.


"Aku takkan menjadi sepertimu, bajingan! itu karena jati dirimu sangat lemah dan membiarkannya hanyut dalam kegelapan dan itulah yang membuat mu menjadi seperti ini!" Katsura terpicu lagi, amarahnya keluar.


Berkat amarahnya, Katsura berhasil lepas dari penguncian oleh Versace, dia berdiri dan menebas kesamping dengan Crescent Deluz-nya.


Bahu Versace tergores, dia berputar dan menendang Katsura dengan keras, Katsura menahannya dengan gagang Crescent Deluz.


Sekarang terlihat bahwa tubuh Versace yang bergetar, dia tak kuat meneruskan serangannya jika ditahan oleh Crescent Deluz.


Aura merah pekat keluar dari tubuh Katsura, amarahnya meluap-luap keluar. Versace terheran, dia segera melepas tendangannya dan melompat mundur.


Tepat setelah Versace melompat, Katsura sudah berada di tempat berpijak Versace, amarahnya yang meluap membuat kecepatannya meningkat drastis.


Versace menyadari itu, dia berpijak pada angin dan melompat ke depan.


Katsura menghentikan waktu, membuat Versace tak bisa bergerak, dia pun menebas Versace tepat didepannya. Setelah waktu berjalan kembali normal, Versace terdorong oleh gelombang tebasan ke ujung sisi kubah.


Aura merah yang ada di Katsura tak menghilang, menjadi satu dengan Golden Orb itu sendiri. Nafas Katsura menjadi berat, dia sedikit sulit bernafas karena termakan emosinya.


Katsura saat ini berada diatas langit, Versace datang dan meninju dari bawah. Namun pukulannya tak mengarah ke atas, melainkan lurus ke depan, ke belakang Katsura.


Katsura heran, mengapa Versace meninju angin, di kepalan tangannya terlihat hembusan angin yang cukup kuat, namun setelah beberapa saat, Katsura akhirnya menyadari sesuatu.


Pukulan itu bukanlah pukulan biasa, beberapa detik kemudian Katsura terpental sangat sangat kencang. Rasanya seperti dipukul oleh beribu-ribu pukulan Versace yang saat ini.


Serangan Versace yang tadi adalah seperti delay, agak telat menuju ke serangan aslinya. Versace awalnya memukul biasa, namun setelah beberapa detik, kumpulan ruang-ruang dimensi tak terlihat yang ia ciptakan bergerak dengan sangat cepat mengikuti gerakan Versace.


Katsura memegang kepalanya dan berdiri sempoyongan, "Ahh.. Ini.. Rasanya sangat familier..." katanya.


Katsura mengingat lagi semua pertempuran sebelumnya, ini adalah serangan Ferus yang ia terima kala itu.


Versace berjalan ke tempat Katsura, "Ini serangan Ferus.. Bukan?" tanya Katsura.


"Ya benar, aku menggunakan kekuatannya yang telah aku serap" jawabnya dengan lantang.


"Apa tujuanmu sampai-sampai menyerap kekuatan Ferus?" Katsura bertanya dengan serius.


"Kau takkan tahu seberapa baha-"


"Aku lebih tahu itu daripada kau! aku lah yang telah menunggu momen-momen ini. Sebelumnya menyegel Ferus adalah hal yang mustahil, namun aku menemukan bahwa kau mampu melakukannya."


"Makannya aku berterimakasih padamu sebelumnya, Homura sudah memberi tahumu jangan bertempur melawanku, bukan? itu adalah ucapan terimakasih ku padamu. Namun kau malah mengingkarinya."


"Tujuanku yang sebenarnya adalah menulis ulang sejarah dunia yang rusak ini. Dengan kekuatan Ferus, semua itu akan terjadi."


"Para dewa di masa lalu sangatlah bodoh, mereka menggunakan hak dan kekuasaannya semena-mena. Mereka memicu terjadinya perang antar dewa dan saling memusnahkan, aku sangat kesal setelah mengetahui bahwa dunia ini diciptakan oleh mereka!"


"Penguasa Golden Orb pertama dalam sejarah, Zeus sangat buruk dalam mengatur kebijaksanaannya. Membuat Ferus yang malang berhasil membantai seluruh dewa di masa lalu, sungguh sejarah yang memalukan, aku tak mampu tidur memikirkan kebodohan mereka semua."


Versace mengangkat kedua tangannya terbuka, "Maka dari itu aku dan Homura akan menjadi dewa baru yang akan membuat sejarah baru, dunia baru dengan pengetahuan yang baru. Sebagai dewa, mereka menyepelekan keabadian mereka. Dan aku akan merubah it-"


"Hentikan omong kosong itu! kau pikir aku percaya dengan semua omong kosongmu itu?!!" Katsura menggertak balik, dan mempersiapkan Crescent Deluz.


Dalam hatinya dia sungguh tak bisa berkata-kata terhadap rencana Versace dan Homura, yang menurutnya sudah diluar akal sehat.


"Kau yang tidak tahu sejarah awal dunia ini terbentuk tidak akan mengerti. Tujuanku adalah tujuan yang mulia" balasnya dengan sinis.


"Jika kau hanya perlu menyerap kekuatan Ferus, mengapa kau sampai menyatakan perang pada kami padahal kau sendiri yang bilang jangan menentang?"


"Aku tidak percaya kalian tidak akan menentang, peperangan di kota sana hanyalah pengalihan isu. Saat menyerap kekuatan Ferus sudah pasti kalian semua akan merasakan tekanan yang luar biasa. Dengan perang itu maka aku bisa santai, namun kau datang juga, haha!" ungkap Versace tentang semua rencananya.


Versace saat ini hanya menyerap sebagian terkecil dari kekuatan penuh Ferus, sekitar 5 persen saja.


Katsura terpicu sekali lagi, dia pun semakin kesal. Dia menerjang Versace sekuat tenaga, dia menyundul kepalanya sangat keras dan mendorongnya bersamanya.


Versace menyikut perut Katsura dan melompat mundur, dia menembakkan beberapa bola energi ke arah Katsura.


Katsura hanya diam, lalu aura merah yang menyertai Katsura menahan semua bola energi yang datang, seperti telekinesis.


Itu adalah sihir gravitasi Katsura, yang melindungi sekujur tubuhnya dari serangan langsung. Dia pun mengembalikan bola energi itu ke arah Versace dan meledakkannya.


Versace mengerahkan energinya untuk memotong tubuh Katsura, namun energi itu tertahan oleh gravitasi disekitar Katsura, dan energi itu meledak karena membesar.


Versace menendang ke belakang Katsura, Katsura tahu yang akan datang dia pun mengayunkan sakitnya ke atas dan menghancurkan semua ruang dimensi yang akan datang menghantamnya.


Katsura tak punya waktu untuk kagum atas pencapaiannya sendiri, dia berbalik dan beradu pukulan dengan Versace.


Keduanya selalu menghindar ketika ada serangan yang mengincar organ vital, namun membiarkan serangan biasa mengenai mereka.


Selagi beradu pukulan, Versace terus mengerahkan jaring-jaring energi tak terlihat untuk mengecoh Katsura. Namun jaring itu tak bisa menyentuh Katsura sedikit pun.


Di suatu titik saat Versace ingin memukul Katsura, Katsura membanting pukulan Versace ke tanah dengan gravitasi miliknya. Versace menendang Katsura sangat jauh, dan ruang dimensi itu bergerak bersama angin yang mendorong Katsura.


Versace lepas dari gravitasi Katsura dan membuat gelombang kejut dari pukulannya ke arah Katsura.


Ruang dimensi yang akan menghantam Katsura semakin banyak seiring Versace terus memukul angin.


Katsura berdiri dengan kuda-kuda seperti ingin berlari, dia pun memutarkan sabit besarnya untuk menghancurkan semua ruang dimensi Versace.


Versace berhenti membuat gelombang kejut dan menembakkan tembakan energi ke arah Katsura.


Katsura merespon dengan serangan yang sama, dia menembakkan bola energi yang lebih kuat dan memicu ledakan plasma yang sangat kuat.


Versace mengangkat kedua tangannya seakan dia sedang mendorong sesuatu, dia menciptakan gelombang perisai dari energinya untuk menahan ledakan plasma.


Begitupun Katsura, sesaat setelah Versace membuat perisai untuk mendorong seluruh ledakannya ke arah Katsura, dia juga membuat gelombang perisai dari aura Golden Orb nya. Kini mereka berdua terfokus untuk saling beradu kekuatan dorong mendorong, keduanya juga sama-sama terlihat tertekan.


Bersambung...