
Katsura secara agresif langsung maju mengayunkan sabitnya tepat dihadapan Ferus dan ditahan oleh tangan kosong yang dibaluti aura merah.
Katsura mengeraskan cengkramannya serta menguatkan kekuatan ayunannya dengan sangat sangat kuat, bahkan raut wajahnya terlihat sangat tertekan.
Semua usaha itu sia-sia, tangan Ferus sama sekali tak tersentuh, bahkan menembus auranya pun tidak. Auranya terlalu keras sehingga membuat Katsura terpental seketika.
Zeldris yang sudah kelelahan dan kehabisan stamina mulai kehilangan zirah petir nya. Dan dia pun kembali ke mode awal.
..." Fire Circle Burst! "...
Saat Ferus melangkah 1 langkah, dibawahnya terdapat lingkaran sihir berwarna merah, lalu kobaran api yang besar muncul menjulang keatas.
..." Powerfull Wind Strike "...
Tebasan-tebasan angin yang tajam bermunculan dari arah utara, tebasan itu memasuki pilar api yang menjulang ke atas.
..." Line Of Hope! "...
Tali berwarna seperti Aoi Tsukiakari muncul dari bawah dan mengitari pilar api sampai ke paling atas secara spiral.
..." Wrath Of The King! "...
Semua sihir yang ada di dekat Ferus semuanya terhisap kedalam bola hitam keunguan yang ia genggam di tangannya, dan bahkan tubuhnya sama sekali tak terluka.
Kombinasi serangan dari Yubino, Arizawa dan Aizo dengan begitu mudahan di gagalkan begitu saja. Sontak membuat ketiga orang itu terkejut.
"Apakah kalian tahu? bahwa kemampuan bola ini adalah menyerap sihir dan juga.. Mengembalikannya beberapa kali lipat sesuai kekuatan yang aku keluarkan" ungkap Ferus secara tiba-tiba.
"Apa maksudmu..?" Aizo berkeringat.
"Kekuatan ini akan dikembalikan dengan kekuatan 12 kali lipat lebih kuat dari sebelumnya" Ferus menurunkan bola hitamnya.
Perlahan-lahan Bola hitam itu mulai menyentuh permukaan, setelah menyentuh tanah bola hitam itu pun menghilang, dan memunculkan serangan kombinasi yang di serap tadi. Dan serangan ini digandakan menjadi banyak sekali.
Dari kejauhan, gunung yang dijadikan sebagai medan pertempuran terlihat pilar api dimana-mana menjulang ke langit.
Dibawah sana menjadi sangat panas, semuanya tak bisa bertahan karena saking panasnya. Termasuk Katsura, dia saja kesulitan untuk bangun.
Situasi disana menjadi seperti lautan api, semuanya kacau tak terkendali.
..." Caelestinum Termini! "...
Katsura menyentuhkan tangannya ke tanah, dan seketika energi berwarna biru terang bercahaya meluas ke seluruh medan pertempuran. Ini membuat efek sihir dari Ferus menghilang dan kembali seperti semula.
"Dia melenyapkannya? tidak.. Dia mempercepat waktu ke saat serangan itu sudah lama selesai" ucap Ferus.
Katsura perlahan berdiri tegak, tatapan matanya sudah semakin serius dan tajam. Ditambah warna matanya berubah menjadi biru muda dan ada sedikit percikan emas.
Satu persatu rekan Katsura yang tadi terbakar oleh serangan Ferus mulai bangkit kembali, walau banyak luka bakar di tubuh mereka tapi mereka tetap gigih untuk maju.
Katsura yang berada tepat di depan Arizawa berkata, "Ambillah pil ini dan berikan kepada yang lain. Percayakan dia padaku sekarang" katanya tanpa menoleh kebelakang.
"Kau yakin? yang barusan dia perbuat itu sangat dahsyat. Aku ta-"
"Sudahlah, lagipula aku tak sendiri" sela Katsura.
"Ayo maju, Homura."
..." Juryoku No Ikari! "...
Peningkatan terbaru bagi Katsura, walau dia dalam perubahan Kirameku Hoshi Akari, dia bisa menyatukannya dengan Juryoku no Ikari sehingga daya hancurnya menjadi jauh lebih dahsyat daripada sebelumnya.
"Warna matanya.." Ferus seakan mengingat sesuatu yang familier dari mata Katsura yang menyala.
..." Spirit Storm!"...
Entah bagaimana Katsura mendahului pengelihatan Ferus, Katsura sudah berada tepat didepan Ferus dengan segel sihir berbentuk bulat disertai corak-corak kuno dari masa lalu.
Dari segel sihir itu pun tercipta sebuah arus angin yang sangat dahsyat kekuatannya. Dan ini membuat Ferus terpental serta melukai dirinya cukup parah, angin itu mengoyak kulitnya.
"Begitu ya.." Ferus melompat ke udara, kembali ke tempat sebelum ia dipentalkan.
Katsura mengambil posisi, dia menunduk dan menyiapkan Crescent Deluz-nya untuk menebas kedepan.
..." Symphony Of The Great Sage, Wise Of All God! "...
Dari kejauhan Homura yang tadinya sedang sibuk mengisi energi untuk serangan ini akhirnya terbayarkan sudah. Serangan ini berbentuk seperti tali dan juga membuat alas dari bawah untuk melanjutkan tahap selanjutnya. Serangan mengepung Ferus dari segala arah.
Sampai pada akhirnya Ferus terikat sempurna, dia tak bisa bergerak sama sekali ditambah dia dikurung oleh sangkar sempurna milik Homura. Tentu, semua ini dibuat dari sihir penetralannya.
Katsura sudah mengambil posisi lebih dulu, dia seperti samurai yang akan mengeluarkan pedangnya dengan cara membungkuk terlebih dahulu.
"Lakukan, Katsura" Homura pun tersungkur ke tanah.
..." God Killing Slash "...
Tebasan itu sangat besar dan kuat, bagaikan serangan dari Crescent Deluz seperti biasa, serangan itu bagaikan ombak yang sangat besar dan Ferus tak bisa bergerak, maupun menggunakan sihirnya.
Serangan Katsura itu pun akhirnya berhasil menembus Ferus, dan lenyap tanpa sisa sedikitpun. Bahkan sihir Homura juga ikut dilenyapkan oleh serangan Katsura.
"Kita.. Menang?" Aizo melihat ke langit dengan mata yang penuh harapan.
Saat Katsura mau melepas perubahannya, seketika langit menjadi semakin gelap dan hembusan angin super dahsyat muncul dari segala penjuru.
"Apa yang terjadi?!!" kata Katsura panik.
Petir-petir menyambar, badai datang dan gempa kecil pun terjadi. Menyambut sebuah kedatangan baru.
Semua hal itu menyatu dan menuju satu titik, setelah dilihat lagi oleh Katsura dan kawan-kawan, Ferus kembali beregenerasi dari bencana alam.
"Mustahil!" raut wajah Katsura seperti takut, perasaannya semakin tak karuan.
"Dia adalah bencana itu sendiri, Ferus sang bencana terbesar kembali datang!" kata Homura yang sudah putus asa.
"Kalian semua memang menjengkelkan, akan kunaikkan sedikit keseriusanku" mata Ferus membesar, matanya yang merah semakin bersinar. Tubuhnya sekarang sedikit diselimuti oleh aura hitam pekat. Ditambah di bawah matanya terdapat sebuah goresan berwarna hitam.
Tekanan keberadaannya sangat terasa sampai jauh, bahkan di markas saja bergetar kuat.
"Apa-apaan ini?!" Feria terlihat panik.
"Tenang! berlindung dibawah meja!" seru Cezo.
"Apa yang terjadi disana.. Katsura?" tanya Cezo dalam hatinya.
"Katsura, waspadalah!" kata Zeldris di telepati.
..." 20 Persen "...
Hembusan angin nya semakin kuat lagi, Katsura mencoba bertahan di udara sebisa mungkin.
..." Divine Light, 6x ! "...
Katsura mengerahkan Divine Light-nya yang diperkuat, dan dia menggandakannya menjadi 6 dan menyerang Ferus dari segala arah.
Saat semua Divine Light itu dilancarkan, tak ada satupun yang mampu menyentuh Ferus. Bahkan Divine Light-nya tak mampu mendekat kurang dari 1 meter.
"Mustahil! padahal kekuatannya baru seperlima dari yang sebenarnya" mata Katsura sekarang penuh ketakutan dan kegelisahan.
Dengan sangat cepat, secara tiba-tiba tangan kanan Katsura terpotong oleh tebasan berbentuk bulan sabit dari Ferus yang mendekat.
Ferus pun menendang Katsura hingga ke puncak gunung.
Katsura langsung lumpuh dalam sekali tendangan, dia tak bisa lagi berdiri. Bahkan dia kembali ke mode awal.
..." Gun Of Memories! "...
Homura menciptakan dua pistol yang amunisinya adalah sihirnya sendiri. Dia saja yang mampu berdiri sekarang. Walau sedikit kelelahan tapi dia tetap memaksakan.
"Haha, lawan ini kuat sekali sialan!" kata Homura dengan mata yang berdarah.
Bersambung...