Destiny Holder

Destiny Holder
Situasi Yang Sulit



"Yotsuya? siapa itu?" tanya Yubino yang baru datang, melihat wajah Suizei yang pucat.


Suizei menengok perlahan melihat wajah Yubino yang terlihat biasa saja, "Kau.. Tidak ingat..?" ucapnya pelan.


"Ingat? aku tahu saja tidak. Mungkin kau salah menyebut nama?" balasnya murni ketidaktahuan.


Suizei dibuat semakin panik oleh Yubino, dia terkejut bahwa hanya dia yang masih mengingat siapa itu Yotsuya yang dia temui di pikirannya.


"Kau sungguh tidak ingat sama sekali?" Suizei memastikan.


"Pria tinggi, badannya ramping, menggunakan setelan seperti piyama berwarna putih, rambut panjang sampai bahu, dan warna matanya ungu?"


"Iya benar!"


"Aku tidak kenal, mungkin itu pria yang tiba-tiba muncul saja. Ya kan, Aizo?"


Aizo tak merespon.


"Sungguh, aku tidak ingat sama sekali. Aku malah yakin bahwa kau sedang berhalusinasi?" tambahnya lagi.


Suizei mendeteksi bahwa Yubino tidak berbohong, dia berkata jujur. Ini yang membuat pikirannya nya semakin buyar.


"Apa yang sudah dia lakukan?!" Suizei semakin panik, mengetahui bahwa Yotsuya adalah pengguna kemampuan yang dapat meretas memori seseorang.


Suizei adalah anggota terlama Viper, bersama dengan Homura, Yubino dan Yotsuya. Dia heran mengapa Yubino bisa sampai tidak ingat tentang Yotsuya padahal dulu mereka adalah teman yang akrab.


Suizei perlahan mundur dari Yubino dengan panik, lantas Yubino pun mendekatinya dan mencoba menenangkannya.


"Hey, apakah kau baik-baik saj"


"JANGAN MENDEKAT!" Suizei memanggil pedangnya dan mengarahkan ujung bilahnya ke leher Yubino.


"Jangan coba mendekat, pikiranmu sudah dikuasai oleh Yotsuya. Lebih baik aku membunuhmu sekarang daripada tubuhmu harus dikuasai oleh si orang itu!" tambahnya dengan ancaman.


Aizo tak mengerti apa yang terjadi, dia melangkah maju namun didepan matanya juga terdapat sisi lain dari pedang Suizei yang hampir menusuk bola matanya.


"Kau juga, sebagai anggota baru, kau pasti tak tahu apa-apa. Namun, sihirmu adalah sihir pengkopi, kau akan semakin berbahaya jika dia menggunakan tubuhmu!" Suizei semakin menggerutu.


"Wow wow, santai dulu, kawan. Kita bisa bicarakan ini baik-baik, pasti ada jalan keluar untuk semua ini-"


Ujung pedang yang tajam menyentuh kulit Yubino, "Sekali lagi kau bicara, ujung pedang ini akan langsung menembus lehermu" Suizei mengancam semakin keras.


"Kalian tidak tahu seberapa menyeramkannya Yotsuya jika sudah bergerak. Dan kupastikan kalian sedang dalam bawah kendalinya sekarang, maaf saja."


"Namun sepertinya membunuhmu sekarang tidak ada gunanya, yang perlu aku perhatikan adalah anak kemarin sore ini" ucap Suizei kepada Yubino.


Yubino mengambil gerakan terlebih dahulu dengan cara menarik ujung pedangnya ke belakang dan melemparnya, membuat celah untuk Aizo kabur.


Suizei kesal, Aizo lepas dari genggamannya. Dia menendang Yubino hingga ke lautan. Begitu juga dengan Feria yang tidak tahu apa-apa, dia dihempaskan ke tengah hutan.


Menyisakan Aizo sendirian, Suizei mengambil kesempatan emas itu. Dia mengambil pedangnya dan melemparkannya ke arah Aizo yang berlari.


Aizo menghindar ke kiri, lalu dia berbalik dan membuat gelombang kejut dari pukulannya. Gelombang kejut itu mementalkan Suizei dan memberikan Aizo cukup waktu untuk kabur.


Aizo sebisanya tidak ingin menggunakan sihir karena akan berdampak buruk pada dirinya sendiri sama seperti yang dikatakan Azashi.


Namun Suizei sungguh cepat, dia sudah berada didepan Aizo dengan posisi siap memenggal kepala Aizo.


Dari kejauhan, kilat cahaya datang menahan serangan dari Suizei.


Katsura datang, hanya dengan dua jari dia menghentikan tebasan kuat milik Suizei.


"Suizei, hentikan semua ini!" seru Katsura, lalu mendorong Suizei.


Yubino datang dengan badan yang penuh air


Suizei mengira bahwa Yubino dan kawan-kawan sudah dipengaruhi oleh Yotsuya, justru kebalikannya.


Luka di pipinya menyala terang, warna matanya juga berbeda.


Selama ini Suizei sudah berada dalam skenario palsu yang diciptakan oleh Yotsuya didalam pikirannya sendiri.


"Sadarlah, Suizei!" Katsura menampar Suizei keras, namun itu tak berpengaruh padanya. Suizei justru menjadi semakin ganas.


Katsura melompat mundur setelah Suizei memutarkan pedangnya.


"Cih! sekarang semakin banyak yang merepotkan. Aku harus mengalahkan semuanya karena pengaruh satu orang saja.. Bajingan!" ucap Suizei kesal.


"Aku harus mundur, tidak mungkin aku menang melawan Katsura dengan kondisi seperti ini" Suizei kabur dengan kecepatan penuh.


"Ini sulit sekali, kita sekarang kehilangan kekuatan tempur terbesar setelah aku. Apakah dia beraliansi dengan Hiromi?" tanya Katsura pada dirinya sendiri.


"Sepertinya tidak akan. Mengingat dia hanya dimanipulasi perspektif pada musuh yang harus dia lawan. Dia berpikiran bahwa aku yang ada dibawah kendali Yotsuya, namun nyatanya adalah dia" jawab Yubino.


"Kau tahu siapa itu Yotsuya? apakah akan berhasil jika kita membunuh Suizei yang sekarang?"


"Jelas aku tahu. Sama seperti Hiromi, dia juga mantan Viper. Dia adalah sahabat akrabku dulu, dan teman seperjuangan. Kemampuan dia sangat luar biasa dan sangat kuat, dia dapat memanipulasi memori seseorang dan menggantinya dengan yang baru."


"Dia pernah membantu meretas situs tertentu, karena kemampuannya juga berfungsi ke non-makhluk hidup. Membuat situs itu berpikir bahwa dirinya sebagai kode dan data hanya berguna untuk membuka pintu masuk ke sebuah brankas yang diperlukan oleh Descartados. Dalam kasus ini adalah ruangan kerja presiden yang dulu."


"Dan juga, kemampuan nya ini murni memanipulasi memori dan perspektif seseorang. Jadi jika kita membunuh Suizei yang sedang dikendalikan, maka sama saja kita membunuh Suizei yang asli" jelas Yubino rinci.


"Jadi tidak ada gunanya, ya.."


"Benar, dalam kondisi ini kita benar-benar butuh Homura, namun dia sekarang sudah ditangkap oleh musuh. Benar-benar buntu."


"Jadi, Homura perlu menyentuh Suizei saja? kalau begitu Aizo bisa meniru sihirny-"


"Tidak bisa, kita harus menemukan Yotsuya dulu baru menggunakan sihir penetralan. Hanya itu satu-satunya cara."


"Cih, merepotkan sekali, apalagi kita tak bisa menggunakan sihir. Lebih baik kita pulang dulu untuk menyusun rencana balasan. Dan mungkin mencari keberadaan Homura dan Arizawa" Katsura berbalik badan, dan melihat Descartados yang mundur.


"Kita mundur sekarang, pekerjaan kita disini telah usai. Ditambah, Yotsuya berhasil menangkap satu tikus" Hiromi menyengir.


Suara kaca retak terdengar, Zeldris berhasil menghancurkan kubus Hiromi dari dalam dengan paksa. Dia pun langsung mundur ke tempat Katsura berada.


"Apa yang? harusnya dia tidak bisa keluar bukan?" tanya Vira.


"Ya seharusnya begitu, namun aku sudah terkuras banyak stamina dan energi, kekuatan kubus itu melemah sekarang. Yah biarlah, langkah kita selanjutnya adalah kembali ke penjara" ucap Hiromi, lalu semua anggota Descartados menghilang sekejap.


Sementara itu di waktu yang bersamaan, beberapa orang penting di negara beserta penjaganya masuk ke penjara bawah tanah tempat Homura dikurung.


Hiromi yang berteleportasi kesana langsung disambut oleh Homura.


"Selamat malam menjelang pagi, Hiromi. Ada beberapa penjaga yang akan datang kemari mengecek sel penjara, apa kau tahu reputasiku di mata mereka?"


"Benar, aku akan bebas sebentar lagi. Melihatku dikurung disini dan dengan hadirnya kau didepan sel ku, kau akan tamat disini juga."


"Ditambah, aku juga sudah mengunci pintu keluar belakang, kau takkan bisa kabur" urai Homura.


"Kau bisa seyakin itu, ya?"


Saat petinggi negara melihat Homura didalam sel, mereka menyeru.


"Itu dia! itu Homura Feridou, orang yang telah membungkam Arizawa dan membuat organisasi baru untuk menguasai negara! ditambah masa lalu kriminalitas nya yang sangat besar.."


"Kau akan di hukum mati!"


Bersambung...