Destiny Holder

Destiny Holder
Akhir Dari Descartados, Arizawa Vs Hiromi



"Kerja bagus, akhirnya kau bisa keluar dari sana" ucap Hiromi sombong dengan penampilan baru nya.


Hiromi mengubah penampilannya, dia memotong rambutnya dengan gaya baru, lalu dia sekarang memakai jaket berwarna biru tua.


Penampilannya seperti orang pada tahun 90an, Arizawa pun heran, "Apa yang kau rencanakan dengan pakaian seperti itu?" singgungnya.


"Aku tidak merencanakan apapun, semuanya sudah runyam. Aku disini menyelesaikan apa yang harus ku mulai sejak awal."


Arizawa hanya diam dengan tatapan kosong, saat Yukichi ingin maju menghadapi Hiromi, Arizawa menahannya.


"Ini masalah kami, kau boleh pulang jika mau. Akan ku selesaikan masalah yang kita mulai dengan tangan sendiri" ucapnya.


Yukichi enggan meninggalkan Arizawa, dia hanya menjauh dari Arizawa dan melihat nya dari jauh. Serta terus memperhatikannya jika Arizawa membutuhkan bantuan.


Kedua belah pihak mengambil posisi, Hiromi memakai tudungnya dengan maksud misterius, lalu Arizawa pun mulai menghembuskan angin sepoi-sepoi.


Angin itu perlahan-lahan semakin kuat, dedaunan pohon sampai tertiup kencang oleh angin. Tudung milik Hiromi juga terbuka kembali.


Kubus-kubus kecil milik Hiromi bermunculan dengan jumlah yang sangat banyak, namun ukuran setiap kubus itu menyerupai batu kerikil. Dan kubus-kubus itu bermunculan dari bawah tanah.


Kubus-kubus itu menyatu dan saat muncul dari tanah, bentuknya menyerupai tiang yang menjulang keatas dengan terbuat dari banyaknya kubus-kubus mini.


Semua hal itu hanya untuk mengalihkan perhatian, sebuah getaran terasa oleh Arizawa di bawah pijakannya.


Lantas ia pun melompat dan berhasil menghindar dari kubus yang cukup besar untuk mengurung seseorang didalamnya.


Saat kubus itu muncul sepenuhnya di atas permukaan, kubus itu hancur terkena angin.


Arizawa melancarkan gelombang angin yang tebal di udara, Hiromi mencoba menahannya dengan kubus-kubus mini miliknya.


Kubus-kubus mini yang bermunculan banyak itu bisa Hiromi kendalikan seperti anggota tubuh sendiri, dan dia bisa merubah bentuk dari kubus itu sesuai dengan kemauannya sendiri.


Saat ini Hiromi menyerupai gurita, dia seperti memiliki lima tentakel, namun itu adalah sihirnya.


Hiromi menggerakkan salah satu pilarnya mengarah ke tempat Arizawa saat ini, alangkah terkejutnya Arizawa tak mampu menghindar dari serangan itu dan membuat Yukichi gelisah.


Yukichi menahannya, walau tangan dia sudah gatal untuk membantu Arizawa.


Arizawa terpukul hingga tanah. Tanpa jeda, Hiromi melanjutkan serangannya lagi. Hiromi mengubah salah satu pilarnya menjadi bor, lalu dia mengebor ke arah Arizawa.


..." Barrera De Espíritus! "...


Arizawa menciptakan sebuah gelombang angin yang sangat kuat, namun gelombang itu diam saja dan menjadi perisai tiga lapis untuk Arizawa. Dia menggunakan itu agar tak terkena bor dari atas oleh Hiromi.


..." Septem Columbnas "...


Nama sihir Hiromi saat ini, yang membuatnya menyerupai gurita dengan enam pilar yang berada di atas tanah.


Hiromi saat ini menggunakan satu pilar nya untuk mengebor Arizawa yang sedang berlindung, tanpa belas kasih, dia menambahkan tiga pilar untuk membantu menghancurkan perisai Arizawa.


"Bajingan..!" geram Arizawa, dia tak sanggup menahan serangan terus menerus. Dia juga tak bisa mundur, karena jika dia mundur maka sihirnya akan terlepas.


Yukichi semakin khawatir, keringat menetes ke tanah. Lama kelamaan, sihir Arizawa terkikis juga dan pada akhirnya satu lapis perisainya hancur.


Arizawa sangat tertekan menahan serangan Hiromi, lalu Hiromi juga menambahkan serangan lagi dengan kedua pilar lainnya.


Arizawa melihat gerakan itu, lalu dia mengerahkan sihir baru untuk menahan pergerakan pilarnya.


..." Restricción! "...


Kedua pilar yang baru bergerak berhasil dilumpuhkan bagaikan makhluk hidup oleh Arizawa, pilar itu terjatuh ke permukaan dan tidak bisa bergerak.


Arizawa menghitung keseluruhan pilar yang dimiliki Hiromi, tiga sedang ia tahan, dua sudah lumpuh, dan saat pertama kali dia melihat Hiromi, dia memiliki enam pilar.


Artinya masih ada satu yang tak terlihat olehnya, Arizawa pun menggunakan angin sepoi-sepoi miliknya untuk merasakan keberadaan pilar yang satu lagi.


Arizawa pun melepaskan satu tangannya dari menahan supaya perisai miliknya tidak hancur, menuju ke permukaan tanah.


..." Supersonic Ecouragement "...


Gelombang supersonik memancar ke dalam tanah, dipadukan dengan sihir angin milik Arizawa, membuat tanah di sekitarnya hancur lebur dan menunjukkan pilar Hiromi yang sedang bersembunyi.


Lalu Arizawa pun mengunci pergerakan pilar terakhir, dan dia pun bisa leluasa menahan serangan tiga bor yang dilancarkan Hiromi.


Hiromi menyengir, "Kau tahu, mengapa serangan teknikku dinamakan sebagai 'Septem" tanyanya di tengah-tengah pertarungan.


Arizawa menghiraukannya, "Jawabannya adalah, karena keseluruhan pilar ku adalah tujuh. Bukan enam" ungkapnya, dan membuat Arizawa terpelongo.


Arizawa mencari-cari keberadaan pilar ke tujuh, namun tak ketemu juga. Pada akhirnya pilar ke tujuh itu menunjukkan diri, dia menyamar menjadi angin, dan saat ini dia berubah menjadi bor dan memperkuat pengeboran.


Wajah Arizawa sangat tertekan, dia tak sanggup menahannya lagi, sehingga kedua lapis perisainya hancur dan bor itu mengenai Arizawa dan menembus tanah hingga 1km dalamnya.


Yukichi sangat panik, jadi dia langsung menghampiri Arizawa yang berada di dalam lubang.


"ARIZAWA!!!" teriaknya histeris.


Hiromi mendapatkan ketiga pilarnya kembali setelah lumpuh. Sementara itu, angin menjadi semakin kencang bahkan cukup kuat untuk menggoyangkan pilar Hiromi saat ini.


Hiromi sudah yakin betul bahwa Arizawa sudah tumbang, namun dia terlalu meremehkan. Saat dia berdiri dengan jarak 10 meter dari lubang bekas serangan, dadanya tiba-tiba tertusuk.


"Apa y-yang..?" ucapnya, lalu dia memuntahkan sejumlah darah yang cukup banyak.


Arizawa terbang perlahan dari bawah tanah, dengan kondisi yang mengenaskan, dia tetap maju melawan masalahnya sendiri.


..." Windfull Shot! "...


Arizawa di langit-langit sudah menciptakan ratusan tombak yang terbuat dari angin. Jika salah satu tombak itu menyentuh benda, maka itu akan menyebabkan ledakan area dengan radius yang besar.


Hiromi tak berdaya sebentar, lalu dia kembali bangkit dan melihat sudah dikepung oleh banyaknya tombak.


Tangan Arizawa berada diatas, lalu dia menurunkannya, isyarat untuk serangan akan dimulai.


Pertama hanya beberapa tombak yang ditembakkan, dan Hiromi berhasil menangkis beberapa walau membuat pilar miliknya meledak.


"Ini bukanlah apa-apa bagiku, sialan!" geramnya, dia semakin kesal dengan banyaknya tombak yang di tembakkan.


Fase terakhir, Arizawa menciptakan tombak tambahan, dan ditembakkan secara bersamaan. Hiromi gelisah, dia yakin tak bisa menangkis keseluruhan tombaknya, jadi dia akan menghilangkan tombak itu.


"Ada satu hal yang perlu kau tahu."


"Angin itu, ada dimana-mana, lho" ucap Arizawa.


Hiromi yang sibuk merapal mantra untuk menghancurkan semua tombak dalam satu serangan dikejutkan oleh Arizawa yang berada tepat di belakangnya.


Arizawa menyatu dengan angin, membuatnya bebas untuk berpindah kemanapun ia mau.


"Selamat tinggal" Arizawa menusukkan pedang kuno yang terbuat dari angin miliknya, lalu dia menghilang.


"Sial.." ucap Hiromi sesaat sebelum dihujani ledakan.


"Bahkan Yotsuya pun telah kalah.."


"Tak ada yang bisa ku selesaikan, aku memang bodoh.."


Seusai perkataan Hiromi tersebut, ledakan dahsyat menghantamnya.


Bersambung...