
Aizo tumbang, dirinya sudah tak sanggup lagi untuk bertarung. Ditambah dengan keadaannya saat ini, sangat mengenaskan.
"Pertarungan yang cukup hebat, kau bertarung sepenuh hati" Furuha memasukkan pedangnya ke sarungnya, kemudian ia berjalan ke arah Aizo.
"Sebagai gantinya, kau tidak akan ku bunuh langsung. Kau akan mati perlahan disini kehabisan darah" Furuha mengerahkan tangannya ke Aizo.
...^^^" Sihir Penyegelan : Kubus 1000 Tahun "^^^...
Furuha mengurung Aizo dalam kubus berwarna ungu kehitaman, dari dalam tampak tembus pandang, Aizo melihat Furuha yang meninggalkan dirinya.
"Baiklah, sekarang saatnya mengambil potensi perang, kau akan sangat berbahaya jika kami biarkan, Zeldris Trichonta" Furuha kembali mengerahkan kubusnya untuk menghilangkan sihir air Katsura yang membungkus Zeldris.
Didalam kubus, Aizo mencoba untuk bangkit kembali dengan satu tangannya, dia mencoba meraih Furuha yang sedang merebut Zeldris.
"A-aku.. Hanya ingin berguna untuk semua orang.." Aizo pingsan, dan mengingat masa lalunya.
Di masa lalunya, lebih tepatnya pada masa-masa Aizo masih SD, dia sangat terkenal dikelas, bahkan hampir satu sekolah mengenalnya.
Dia sangat pandai bergaul, cara dia bermain menarik perhatian banyak orang, itulah yang membuatnya dapat mendapatkan banyak teman.
Namun, kekurangan dari Aizo ialah, walau dia mempunyai banyak teman, ia tak pernah sekalipun diajak masuk ke kelompok temannya.
Dia selalu berpikir, mengapa dirinya selalu tak mendapatkan kelompok jika ada tugas. Dia selalu berpikir bahwa dirinya ada hanya untuk melampiaskan kegeraman teman-temannya terhadap tugas yang diberikan oleh guru.
Singkat cerita, Aizo sudah berada di bangku SMP, tapi tetap saja, dia selalu tak diajak masuk kelompok oleh temannya. Dia akan lebih senang jika guru yang memilih kelompoknya.
Pernah ada suatu hari, temannya mengajaknya untuk masuk ke kelompok. Tapi, setelah pengerjaan tugas itu, mereka tak pernah membuat kelompok bersama lagi.
Aizo yang sudah muak selalu bertanya kepada teman-temannya, mengapa dia selalu dikucilkan, tapi temannya selalu bercanda dalam menjawab pertanyaan Aizo.
Dari hal itu, Aizo sudah muak dan dia memutuskan keluar dari sekolah. Dan disaat itu juga dia bertemu seorang pria yang memberinya harapan untuk tidak putus asa. Dialah Homura.
"Hey, mengapa kau diluar area sekolah?" tanya Homura kepada Aizo diluar pagar sekolah, sambil meminum sekaleng sodanya, Aizo menjawab.
"Tidak apa, aku hanya sedang kesal saja" Homura menyadari bahwa ini pasti ada yang tidak beres, jadi dia mengajaknya untuk pergi ke markas Viper.
"Ikutilah aku, kubawa kau ke tempat yang menarik" ajak Homura.
Awalnya Aizo enggan mengikuti ajakan Homura, tapi setelah dipikir-pikir, dia penasaran dan akhirnya mengikuti Homura sampai ke markas.
Disana ia terbuat kagum oleh rekan-rekannya yang sangat baik dan mengerti akan keadaan Aizo, mereka membuatnya menjadi lebih terasa dihargai dari sebelumnya.
Selang beberapa bulan, akhirnya Aizo menyadari alasan temannya menjauhinya saat ingin membuat tim atau kelompok. Dia menyadari bahwa dirinya sangat tidak berguna saat ada peran penting yang harus dimainkan.
Dia selalu menganggap semuanya adalah candaan, itulah yang membuat teman sekelompok nya menjadi risih dan lelah terhadap sikap Aizo.
Setiap ada pertemuan, Aizo selalu melawak untuk mencairkan suasana, bukannya membuat temannya tertawa, dirinya malah tidak disukai lagi.
Namun saat dia berada di Viper, dia merasa lebih merasa dihargai walau dirinya tak berguna. Homura lah yang mengajarkan itu.
Perasaan menyesal itu menumpuk jika ia tak melakukan apapun, dia selalu ingin ikut campur jika ada masalah, seperti perang saat ini.
Aizo juga selalu menggunakan cara orang lain agar dirinya terlihat di mata orang banyak, ini mungkin sebuah petunjuk bagi jati dirinya yang akan membawanya pergi kemana.
Aizo terbangun dari pingsannya, Zeldris sudah hampir direbut oleh Furuha, semua gelembung airnya hilang.
"Aku.. Aku.. AKU HARUS MELAKUKAN SESUATU!" serunya bersemangat walau tubuhnya hancur.
Furuha yang mendengarnya hanya menghiraukan nya, dia berpikir bahwa Aizo hanyalah bergumam saja.
Aizo memikirkan kembali semua perbuatan Homura padanya, dia berjanji tak akan membebani timnya lagi, dia yang akan menanggung semuanya.
Kubus Furuha yang mengurung Aizo pecah, energi hijau muda menjulang keatas dari dalam kubus. Seketika membuat Furuha terkaget, Aizo muncul kembali dengan luka yang sudah sembuh, bahkan tangannya beregenerasi kembali.
"A-apa? m-mustahil!" mata Furuha tak percaya apa yang ia lihat. Matanya penuh ketakutan.
"Homura... Aku pinjam kekuatanmu!" Aizo menyengir percaya diri.
"Jangan sombong karena kau mendapatkan sihir baru, bodoh!" Furuha mengeluarkan pedangnya lagi dan langsung menerjang Aizo.
..." Hachi "...
Disaat Furuha mengayunkan pedangnya, Aizo dengan mudah menangkap ayunan pedang itu dengan sangat mudah. Dan dia menggunakan sihir Katsura untuk memberatkan gravitasi ke bawah.
"Maaf Katsura, aku pinjam kekuatanmu juga."
..." Juryoku no Ikari "...
Situasi berpindah ke Katsura dan Showa, mereka berada sangat jauh dari yang lain, mereka hampir berada di ujung Lugar Cerrado.
Semua bangunan dan tumbuhan yang ada disana sudah terpotong habis dan api dimana-mana. Katsura berada di atas gedung sambil berlutut, sementara Showa berdiri diatas tiang listrik.
"Hebat juga kau menahan sampai selama ini, kupuji dirimu" Showa bertepuk tangan.
"Masih belum selesai.. hah..." Katsura kecapekan.
..." Raining Lightning "...
Showa tak membiarkan Katsura beristirahat, dia membuat hujan yang mengeluarkan petir-petir kecil.
Katsura tak memedulikannya, dia malah menutup matanya dan mengumpulkan energi. Dia tahu bahwa aura Aoi Tsukiakari-nya dapat menghalau serangan masuk kedalam.
Katsura merasakan aura Juryoku no Ikari di kejauhan, awalnya dia kaget siapa yang menggunakan itu. Tapi, dia langsung sadar bahwa yang menggunakan itu adalah Aizo.
"Bagus, Aizo" kata Katsura tersenyum.
"Sekarang saatnya aku menambahkan kekuatanku juga" tambahnya.
Seluruh pilar yang ditancapkan bergetar, energi mereka diambil kembali oleh Katsura tanpa menghilangkan Lugar Cerrado.
Showa terkejut dengan peningkatan drastis kekuatan Katsura, dia segera mundur untuk melihat dari kejauhan.
"Wah-wah, kekuatan apalagi kali ini yang akan dia pertunjukkan? menarik, benar-benar menarik" kata Showa.
Energi yang mengumpul di tubuh Katsura mengubah warna aura nya yang tadinya adalah biru muda cerah, sekarang mulai menjadi keunguan perlahan.
Gedung yang ia pijaki hancur karena tak kuat menahan kekuatan Katsura, bahkan kekuatannya sampai terasa di luar Lugar Cerrado.
Warga-warga yang berada di luar Lugar Cerrado melihat dari kejauhan tentang angin yang sangat kencang keluar dari tubuh Katsura.
Setelah fase penyerapan yang cukup memakan waktu, Katsura akhirnya selesai bertransformasi ke mode berikutnya yang lebih kuat dari Aoi Tsukiakari.
"Inilah... segenap kekuatan penuhku, Showa!"
..." Murasaki no Tenmado "...
Auranya berwarna ungu cerah, serta hawanya sangat mencekam, bahkan bisa membunuh lawan hanya dengan merasakan hawanya.
"Perubahan yang luar biasa, aku terkesa-" Showa berbicara, tapi dia langsung ditinju dari bawah hingga ke ujung Lugar Cerrado di atmosfer.
"Itu benar-benar tak terduga, menarik sekali, Katsura Laith!" Showa mengerahkan tangannya kebawah, dia seperti membuat serangan.
..." Blast "...
Katsura yang sedang terbang keatas, jarinya terkena serangan bola hitam dari Showa. Alhasil ketiga jari di tangan kirinya lenyap.
"Cih!" ucap Katsura geram.
..." Genetic Light! "...
Katsura menembakkan Genetic Light dari bawah, Showa tak sempat menangkisnya alhasil dia terpojok di antara Genetic Light dan pembatas Lugar Cerrado.
*Krrak!
Pembatas Lugar Cerrado retak, seketika membuat Katsura lengah dengan memperhatikan nya. Celah itu dimanfaatkan Showa untuk membalikkan serangan Katsura.
Katsura yang sigap menteleportasikan mereka berdua ke luar angkasa agar tak merusak Lugar Cerrado lebih jauh.
"Apa yang-?" Showa terkejut.
"Akan ku selesaikan disini, sekarang juga!" seru Katsura bersemangat.
Bersambung...