Destiny Holder

Destiny Holder
Sang Penguasa Takhta Tertinggi, Dorman



...----------------...


Situasi yang mencekam, lapangan dibasahi oleh hujan yang deras, langit yang mendung kegelapan disertai dengan badai petir. Dua pria di tengah lapangan basket saling berhadapan, yang satu penuh rasa penasaran dan yang satu penuh ketakutan.


"Apa? Bertarung?" tanya Katsura dengan wajah pucat.


"Iya, kau dan aku, 1 lawan 1 dengan tangan kosong" balasnya


"Tidak mungkin aku setuju, dari energi yang kau keluarkan saja sudah membuatku ketakutan setengah mati" ucap Katsura.


"Oh? jadi kau bisa merasakan energi ku ya? sejak kapan kau memiliki mana sebesar ini, sampai sampai bisa merasakan tekanan energiku"


"Manusia biasa tanpa mana yang besar tidak akan bisa merasakan energiku, aku telah berada di dimensi yang berbeda dari manusia biasa, kau juga seperti itu" jelas Dorman.


"Untuk apa kau mencariku untuk bertarung dengan ku? kan masih banyak orang lain yang jauh lebih kuat dariku" ucap Katsura seolah ingin kabur.


"Dalam ingatanku ada yang berkata seperti ini"


...... "Hei kau, sampaikan ini pada penerusmu berikutnya, berikanlah kekuatan ini pada seorang yang bernama Katsura Laith ku yakin dia akan membawa perdamaian pada seluruh semesta"......


"Ditambah kau dapat merasakan energiku, kau sudah patut untuk ku tes apakah kau layak menerima ini atau tidak..."


"Tenang saja, aku tidak akan menggunakan energiku untuk meningkatkan kekuatan, kita bela diri seperti biasa saja ya?" ucap Dorman sambil mengarahkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Ditambah aku juga merasa prihatin kepada setiap pengguna kekuatan ini, mereka selalu hanyut dalam keserakahan."


Setelah berdiam diri cukup lama, Katsura yang tadinya ketakutan pun memberanikan diri untuk berjabat tangan.


"Kau jangan menahan diri ya.. yang terjatuh duluan dia yang kalah" ucap Katsura.


"Baiklah, kita lihat apakah kau layak untuk ini"


Dua pria itu kemudian menjaga jarak sekitar 10 meter, keduanya saling berdiam diri dan mengatur strategi untuk menyerang.


Katsura maju pertama dan melancarkan pukulan pada wajah Dorman, namun dapat ditangkis dengan mudah. Pertahanan Katsura terbuka lebar, Dorman berniat menyerang perut Katsura namun Katsura yang melihat gerak gerik tangan Dorman pun langsung meluncurkan dengkulan samping dalam ke perut Dorman.


Dorman langsung mundur, namun Katsura tetap maju dan meluncurkan beberapa serangan membabi buta, tentu Dorman dapat menghindarinya dengan mudah.


Dorman melihat celah, dia memukul dagu Katsura sampai terangkat keatas, dia berniat memukul Katsura dan menyelesaikan nya dengan 1 serangan lalu dia berkata


"Berakhir sudah, ingatanku mungkin salah orang, maaf mungkin kau tak layak."


Namun Katsura menangkap tinjuan Dorman, dan menjadikannya tumpuan untuk salto ke depan dan salah satu kakinya hampir mengenai punggung Dorman.


Dorman yang sigap langsung berbalik arah dan memegangi kaki Katsura dan berniat membantingnya ke tanah.


Saat sudah hampir menyentuh tanah, Katsura menggunakan kedua tangannya untuk tumpuan agar dia tidak jatuh, dan dia melayangkan kakinya agar terlepas dari genggaman Dorman.


Dia memutarkan kakinya dan berhasil menggores wajah Dorman, Katsura pun mundur.


Lalu kedua pria itupun maju dan membenturkan sikutnya, Katsura berniat melancarkan dengkulan lagi namun diketahui oleh Dorman, dia pun menendang balik perut Katsura sampai terpental ke tiang basket.


Katsura tidak kalah sampai disitu, dia menaiki ring basket dan melompat ke arah Dorman sambil melancarkan kakinya mengarah ke kepala Dorman.


Tentu dengan mudah dapat ditangkis, lagi lagi Katsura menunjukan kecerdikannya, dia menjadikan tendangannya yang ditangkis sebagai dorongan untuk melompat lagi, lalu dia menjadikan salah satu tiang listrik untuk tempat mendarat, dengan cepat dia memukul punggung Dorman.


Saat Dorman melancarkan serangan balasan, Katsura menghindar, dan saat dia melihat celah yang terbuka dia meninju wajah Dorman sampai terpental ke tiang listrik lainnya.


Setelah itu pun mereka berdua terus bertukar serangan sampai kira kira 40 menit, keduanya nampak lelah, namun keduanya tak ada niatan untuk menyerah.


"Hebat juga kau bisa bertahan selama ini" ucap Dorman.


Hujan masih terus turun menggenangi lapangan.


Tak terlihat, Katsura ternyata sudah ada di sebelah kanan Dorman dan bersiap untuk menyerang, Dorman membalas serangannya dengan lebih keras, membuat Katsura hampir menyentuh tanah.


Namun Katsura melakukan Backflip dan dia bersiap menyerang dengan kaki yang menempel di kaki tiang. Dia berlari dan hendak memukul Dorman, namun dia sigap dan segera membentuk tangkisan seperti huruf X.


Serangan Katsura itu berdampak fatal pada Dorman, yang membuatnya terpental hingga gudang, dan membuat gedung itu retak sepenuhnya.


"Gila, itu hebat sekali" ucap Dorman.


Katsura yang sedang berlari menuju arahnya bersiap melancarkan pukulan lagi, saat pukulan itu hampir mendarat di wajah Dorman, dia berkata


"Kalahlah aku, aku tak bisa bergerak sementara."


"Apa? dia pingsan ya? kau cukup membuatku terkesan, Katsura Laith."


"Mungkin yang dikatakan oleh ingatanku memang benar, namun aku masih belum percaya betul kalau itu kau, jadi maaf saja. Aku akan meninggalkanmu disini, terimakasih telah membuatku terkesan. Selamat tinggal, Katsura Laith."


Lalu Dorman pergi meninggalkan Katsura, setelah beberapa menit datanglah Homura membawa payung dan berkata


"Hei hei Katsura, kau sudah bertarung dengan siapa lagi? kau berandalan ya sampai tubuh dan wajahmu penuh luka, Feria akan sedih tahu"


"Hadeh hadeh, mari kita pulang" ucap Homura sambil membawa Katsura.


...10 Hari Berlalu...


"Aargghhhh aku dimana ini?? aku pingsan lagi ya? aduh duh duh, sakit sekali seluruh tubuhku" ucap Katsura yang terbangun di ruang kesehatan.


Katsura pun berjalan dengan sempoyongan ke pintu keluar, setelah di luar dia dicegat oleh Feria dan menyuruhnya untuk kembali ke tempat tidur


"Hei kamu ini belum sembuh! baliklah ke tempatmu! aku akan mengobatimu" ucap Feria.


"Wah kamu baik sekali ya, biasanya kau akan memukulku" balas Katsura.


"D-diamlah aku sedang baik hati saat ini, mungkin besok kamu akan kupukul lagi hehe" balas Feria bercanda.


Setelah itu Feria memberi perban pada semua luka di tubuh Katsura. di dalam hatinya dia berkata "(WOI WOI AKU SEDEKAT INI DENGAN TUBUHNYA?!?!!?!!)"


"Ada apa Feria? mukamu memerah lagi, kau panas atau bagaimana" balas Katsura.


Lalu Katsura menyentuh dahi Feria dan berkata "Ini tidak panas kok, Kau lagi sakit apa?"


Di dalam hati Feria berkata lagi "(TAHAN TAHAN TAHAN, AKU PASTI BISA MENAHAN INI, DIA SEDANG SAKIT JANGAN DIPUKUL DULU)"


"A-aku baik baik saja, terimakasih perhatian nya" kata Feria sambil menarik tangan Katsura dari dahi nya.


"Nih sudah selesai ku perban, ucapkan terimakasih dong!" ucap Feria.


"Terimakasih ya, Feria"


"Sama sama"


"Eh apakah kamu mau duduk disini dulu sebentar? aku ingin bercerita" ucap Katsura.


"Eh? ya boleh kok" balas Feria.


Setelah itu Feria duduk disebelah Katsura, lalu Katsura mulai bercerita tentang saat dia bertemu Dorman.


"Tadi aku dikunjungi oleh pria kuat, dia menantangku untuk bertarung, katanya dia mau menyerahkan kekuatannya padaku jika dia berpikir aku ini layak, namun aku tak merasakan apa apa, mungkin aku tak layak di matanya"


"Jadi itu alasanmu luka luka seperti itu, jadi apakah kamu memenangkan pertarungannya?" tanya Feria.


"Aku pingsan saat ingin mengakhiri pertarungannya, padahal aku sudah menang loh, aneh sekali tubuhku ini" ucap Katsura


"Gitu dong baru namanya cowoku.. (nyaman sekali didekat Katsura... aku tak bisa berkata kata)" ucap Feria di dalam hati dengan nada mengantuk


"Lalu ya, Pria itu malah kabur, bukannya menolongku dulu gitu kek, main kabur aja dia, jika aku bertemu dengan dia lagi akan kuhajar lagi" ucap Katsura.


Lalu Feria tertidur dan kepalanya mendarat di paha Katsura.


"Dia ini malah tertidur. yah gapapa deh, yang penting aku sudah cerita ke salah seorang yang menurutku penting, mungkin aku akan istirahat lagi.


" Hei Katsura, jika kau ingin tidur lagi, Feria gendong saja ke kamarnya, bisa menganggu waktu istirahatmu kan" ucap Zeldris di pintu.


"Ah tidak usah, Feria tidak akan kubangunkan, biarkan saja dia tidur disebelah ku, aku merasa kasihan jika dibangunkan, mungkin dia lelah sampai ketiduran saat aku bercerita." balas Katsura.


"Baiklah jika itu yang kau mau, aku pergi dulu" ucap Zeldris sambil bermain handphone nya.


...****************...


Di tempat yang jauh dari markas Viper, ada pesawat yang mendarat di hutan. pintunya terbuka dan muncullah 1 orang dengan jubah hitam dan rambutnya berwarna hijau gelap, lalu dia berkata


"Baiklah, harus kumulai darimana dulu?" ucapnya dengan raut wajah mencurigakan.


Bersambung.....