Destiny Holder

Destiny Holder
Katsura Vs Versace Act.1



Wajah Versace tampak pucat dibuat Katsura, dia pun bertanya, "Mengapa kau tahu kami ada disini?"


Katsura membalas dengan tatapan tajamnya kepada Versace, "Aku tahu rencana kalian, untungnya aku tak bersama rekanku. Trik helikopter itu benar-benar bodoh" tanggap Katsura.


Helikopter yang Katsura lihat sebelumnya adalah bagian rencana dari Versace, dia sengaja menyamar dengan menerbangkan banyak pesawat ke arah yang berbeda-beda untuk mengacaukan pikiran lawannya. Namun Katsura adalah pengecualian.


"Heh, mau kau sudah sampai disini pun kau takkan bisa hentikan rencana kami!" kata Versace tegas.


"Tak bisa ku hentikan? yang benar saja" Katsura semakin dingin dan sombong, dia langsung menerjang ke depan Versace yang sedang berlagak diatasnya.


Katsura berada sejajar dengan dada Versace, dengan jari yang dirapatkan dia mendorong tangannya ke atas, ke arah dagu Versace.


Katsura saat ini sudah dalam berada mode terkuatnya, yaitu Golden Orb. Mode yang sama saat melawan Ferus dulu.


Versace melompat kebelakang, namun dagunya masih lecet akibat serangan Katsura. Katsura tak sampai situ, dia melanjutkan serangannya dari jauh, dia menembakkan gelombang energi emas ke arah Versace.


Namun Versace tak ada niat untuk beradu energi, dia menghindar dan membiarkan Homura menetralkannya.


Versace berada di atas langit, Katsura berada di atasnya dan menendangnya hingga ke permukaan dan menyebabkan kawah yang besar.


Katsura memanggil Crescent Deluz-nya, dan menerjang dari atas ke arah Versace. Namun saat ujung Crescent Deluz-nya hampir mengenai Versace, Homura memblokir serangan itu dengan tembok energi, lalu Versace membalas dengan menendang Katsura menjauh.


Tanpa disadari Versace, Katsura sudah bergerak. Dia berada di sampingnya dengan posisi sabit yang selesai di ayunkan. Gelombang energi berwarna emas cerah mendorong Versace sangat jauh, Homura membalas dengan ingin menyentuh sabit Katsura, namun dia terlambat dan dia pun terhempas akibat angin yang keluar dari tubuh Katsura.


Versace kembali dari jauh, dia menahan gelombang energi Crescent Deluz dengan tangan kosong.


"Apa?!" Katsura terheran.


"Jangan samakan aku dengan lawan yang pernah kau lawan sebelumnya, asal kau tahu, aku ini cukup kuat, lho" katanya, lalu dia menendang dagu Katsura.


Katsura sudah berada di belakang Versace, sabitnya yang besar siap menebas tubuh Versace. Namun, Versace berbalik dan menahan tebasan Crescent Deluz dengan tangan kosong dan tanpa goresan.


Mata Katsura terbuka lebar dengan sejuta pertanyaan di benaknya. "Hahaha! kau pikir dengan serangan seperti ini dapat membunuhku? bodoh" Versace melepaskan bola energi ke perut Katsura sehingga dia terpental.


"Energinya sangat tajam, bagaikan sebuah bilah pedang. Tanpa senjata saja dia mampu menahan Crescent Deluz, senjata utama dia adalah energinya sendiri, aku harus mencari cara agar bisa membuka celah" gumam Katsura di tengah pertandingan.


"Kemana kau melihat?" Versace di belakang Katsura dan dia berhasil menendang wajah Katsura hingga terpental ke bangunan.


Katsura melompat kembali ke lahan luas, dan saat dia mendarat dia merasakan sesuatu di bahunya, dia segera menghindar lalu bahunya sedikit lecet.


"Hm? apa ini?" katanya, lalu tak lama kemudian ada rasa yang sama seperti tadi di tempatnya saat ini. Dia menghindar dengan cepat dan di tempat Katsura sebelumnya terlihat bahwa ruang disana tercincang.


"Energi Versace?" Katsura berasumsi, lalu rasa yang sama datang lagi. Dia mencoba berdiam diri dan melihat apa yang akan terjadi pada dirinya.


Lengannya terpotong, rasanya seperti di potong oleh benang yang sangat tajam. Dia pun meregenerasi tangannya.


"Ini semua ulahmu, ya?" tanyanya kepada Versace yang perlahan turun dari udara.


"Kau tahu niatku, ya?" dia tertawa licik.


"Ya benar, energiku telah menyatu di seluruh alam semesta, dan aku bisa mengendalikan energiku semauku. Aku bisa merubahnya menjadi penyerangan, pertahanan, atau bahkan penyembuhan" jelasnya terhadap kekuatannya.


"Benar-benar menjengkelkan" Katsura meludah ke kiri.


..." Curing Spike! "...


Katsura terus menghindar secara zig-zag karena bongkahan es itu terus menerus muncul. Versace melihat Katsura yang kesulitan sedikit tertawa.


Saat Katsura menghindar lagi, dia merasakan bahwa energi Versace telah memenuhi ruang yang akan dia tempati, namun dia berbelok sedikit dan menendang ujung bongkahan es yang baru keluar dari tanah sehingga bisa melompat ke arah Versace.


Katsura menendang Versace dengan dua kaki nya, dia pun memblokir dengan kedua tangannya. Katsura melepaskan kakinya lalu bergerak ke permukaan sambil mengayunkan sabitnya. Alhasil perut Versace berhasil tertebas.


"Boleh juga.." katanya dengan darah di mulut.


Saat Versace berbalik, Katsura telah melancarkan bola energi mengarah ke kepalanya. Dia tak sempat menghindar namun Homura datang menetralkan serangannya.


"Tch."


Saat ini mereka semua saling bertatapan, berpikir apa yang akan dilakukan satu sama lain kedepannya.


"Pertama-tama aku harus mengincar Homura terlebih dahulu"


Katsura berpindah ke samping Homura, dia tidak membawa Crescent Deluz-nya. Dengan tangan kosong yang difokuskan oleh energi Golden Orb dia meninju Homura di perut.


Belum sampai situ, tinjuan itu menciptakan sebuah penjara energi dan Homura tertangkap didalamnya.


Versace berusaha menyelamatkan Homura, namun Crescent Deluz yang tergeletak bergerak dan memotong kaki Versace hingga dia terjatuh.


..." Divine Light! "...


Versace yang tergeletak di tanah terkena serangan langsung dari Divine Light Katsura yang sudah berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya. Tubuh Versace hampir lenyap dibuat Katsura, dia pun mendekat.


"Malang sekali nasibm-" Versace menyerang dari samping dengan tangannya, namun tak mampu menyentuh Katsura. Tangannya terhalang oleh aura Katsura yang sangat kuat.


"Kau takkan bisa mengalahkanku!" seru Katsura, dia menguatkan lagi auranya sampai sangat kuat, Versace perlahan mundur karena tak kuat menahan aura Katsura.


Lalu dia menyengir secara misterius, dan tubuh Katsura terkoyak hebat. Ada banyak sayatan di seluruh tubuh dan mata kirinya buta.


"Sialan kau.." kata Katsura kesal, dia menutup mata kirinya, darah bercucuran deras dari tubuhnya.


"Haha! lihat siapa yang termakan umpan" kata Versace, lalu saat Katsura menoleh ke samping, Homura telah mempersiapkan serangan berbasis teknologi. Dia mendorong Katsura dengan laser cahaya dari sebuah alat.


Katsura terpental ke tanah dan tak mampu berdiri, dia tergeletak di tanah. Tubuhnya sangat berat digerakkan, serasa di ikat oleh banyak beban.


"Mau kau membunuhku sebanyak apapun.. kau takkan bisa membunuhku!" kata Katsura lancang didepan Versace.


"Kali ini omonganmu aku terima. Aku bisa memaklumi itu. Namun.. setelah aku berubah menjadi 'itu' bahkan kau sekalipun akan bisa ku bunuh!" ungkapnya dengan lantang.


"Kau tidak bisa bergerak saja sudah sangat menguntungkan bagiku, selamat tinggal Katsura" Versace membuat lubang hitam yang akan menyedot Katsura dan mengurungnya didalam.


Namun, dari kejauhan ada kilatan petir dan saat lubang hitam itu di lancarkan, itu pecah.


Mata Katsura bersinar-sinar melihat apa yang terjadi, dia menyadari sesuatu.


"Zeldris..?"


Bersambung...