Destiny Holder

Destiny Holder
Katsura vs Johan



Hari sudah malam, sekitar pukul 9 semua anggota telah mengambil posisi masing-masing. Katsura telah berada didepan gedung menteri, dan yang lain berada di atas ruang kerja pejabat yang lain.


"Lapor, aku akan masuk sekarang juga" ucap Katsura didalam telepon.


"Bagus, kalau perlu pakailah jubah juga, menutupi identitas aslimu" bala Arizawa di telepon.


"Tidak usah, semua CCTV akan kuhancurkan dalam satu serangan" Katsura membuka telapak tangannya dan membuat percikan listrik kecil, lalu mengarahkannya ke salah satu CCTV yang terlihat didepannya.


Percikan listrik itu masuk ke CCTV, dan menghancurkannya dalam sekali tembak. Tapi, kerusakan itu menyebar ke seluruh CCTV lainnya.


"Suara bising apa itu?" suara Cezo masuk ke telepon.


"Aku sudah menghancurkan seluruh CCTV mereka, aku akan masuk, dah!" Katsura pun menutup teleponnya.


Katsura jadi bersemangat. Tanpa pikir panjang, dia langsung menerobos masuk ke gedung, menghiraukan semua orang yang ada didalam sampai dia bertemu dengan Johan.


Tiba dimana dia mendobrak langsung pintu kantor Johan, Johan terkejut karena perbuatan Katsura.


"Oh? kau masuk tanpa permisi, ya."


"Aku disini untuk menghabisimu."


"Seram sekali kata-katamu sebagai orang yang baru saja mendobrak masuk" Johan tampak geram.


"Aku akan membalasmu dan mengembalikan reputasi organisasi ku" tatapan Katsura seakan ingin membunuh, tubuhnya sudah sangat siap dengan pertempuran.


"Organisasi? oh, kau pasti salah satu Viper, katakan namamu" Johan berdiri, dan mengambil sesuatu di lacinya.


"Tidak akan!" Katsura melesat kebelakang Johan, dan menendangnya sampai terpental keluar kantornya.


Tepat saat sebelum terpental, Johan berkata, "Cepat sekali!"


Tak sempat bereaksi, Johan yang terbaring di lantai langsung dihantam lagi oleh Katsura, sampai lantai-lantainya menjadi retak.


Namun, Johan tiba-tiba menghilang dari pandangan, Katsura kebingungan kemana dia pergi, ternyata dia kabur ke lantai atas.


Katsura baru sadar, mereka memang bersekongkol dengan Tohiko, yang bisa teleportasi.


"Hah... hah... apa-apaan kecepatannya itu, sangat berbeda dengan si pengguna api itu!" kata Johan sambil memegangi perutnya yang terluka.


"Cih kabur, ya? sepertinya aku tidak usah menggunakan Juryoku No Ikari, hanya akan menghabiskan tenaga saja."


"Tapi, apa salahnya juga untuk menguji kekuatannya, kan?" Katsura mengambil kuda-kuda ingin melompat, tapi ia menahan kekuatannya agar tak merusak seluruh gedung.


Johan seketika menatap ke lantai tempat Katsura berada, dia merasakan bahwa dia akan datang ke tempatnya. Dengan cepat, Johan membuat busur api dengan anak panah yang sangat banyak, lalu meluncurkannya ke arah Katsura menerjang.


Katsura tak peduli dengan anak panah itu, dirinya memiliki ketahanan terhadap api yang lumayan, jadi dia hanya menerima goresan saja.


"Mau kemana kau sekarang?" Katsura berdiri didepan Johan yang terengah-engah.


"Berisik!" Johan mengangkat jarinya, membuat akar api yang melilit seluruh tubuh Katsura.


"Sial! dia lumayan mahir menggunakan sihir!"


..." Sihir Api : Roda Api Yang Berduri "...


Disekeliling Katsura ada 3 buah roda api yang siap menjepitnya. Katsura semakin panik, Johan melarikan diri dengan teleportasinya.


"Tetap tenang, munculkanlah rasa itu.."


..."Juryoku No Ikari!"...


Seketika semua elemen api disekitar Katsura lenyap, tertekan oleh kuatnya gravitasi yang dikeluarkan.


Katsura meninju keatas, membuat gelombang kejut yang luar biasa dahsyat, hampir merobohkan seisi gedung. Johan yang tak kuat menahannya terpental keatas gedung.


"Suara kegaduhan itu, pasti Katsura sudah mengaktifkan mode nya" kata Zeldris di suatu tempat.


"Sial! kuat sekali dia! aku akan menunggu momen yan-" Johan berbicara di udara, tapi Katsura sudah menunggu dibelakang punggungnya. Setelah itu Katsura melancarkan sihir cahaya tepat setelah dia menyentuh punggung Johan.


..."Divine Light"...


Cahaya itu bagaikan tombak yang terus memanjang, mendorong Johan sampai kembali ke gedung.


Katsura merasa semuanya sudah berakhir, saat itu juga dia memberi sinyal pada seluruh regu.


"Cepat sekali, ya.." kata Yukichi.


"Tentu, dong. Dia sudah melalui latihan yang singkat, tapi keras, dia sepatutnya menyelesaikan itu kurang dari 5 menit" Feria membanggakan atas prestasi Katsura.


"Harusnya sekarang sudah selesai" Katsura perlahan turun dari langit untuk menemui Johan.


Kegaduhan di atas gedung itu membuat para warga yang diluar menjadi ketakutan dan panik.


"Ini semua sudah berakhir, Johan, kurasa aku tak perlu memberikan namaku."


"Tuan Johan! sial! apa yang kau lakukan dengan beliau?!" para karyawan dan penjaga disana mendekati Katsura untuk menghajarnya.


"Jangan mendekat, atau kalian akan menjadi abu."


"Apa-apaan ancaman it-" semua melangkah maju, tapi semuanya hancur tertekan oleh gravitasi, mereka malah menjadi debu.


"Maaf" Katsura menunduk termenung.


"Kau sudah akan mati, jangan dipaksakan, kekalahanmu sudah dipastikan" Katsura mengarahkan telapak tangannya pada Johan, sembari membuat bola api.


Johan menyengir misterius, dirinya ternyata ada di belakang Katsura sejak tadi, dia menyamar memakai tubuh salah satu rekannya yang tadi mendekati Katsura.


..."Absorption!"...


Katsura terkejut dan ingin kabur, tapi ia tak bisa. Johan hanya bisa tertawa sangat kencang karena rencana licinya untuk mencuri kekuatan Katsura.


"Saat pertarungan mu melawan Tohiko, aku sudah tahu beberapa jurusmu, menurutku, ini adalah kekuatan yang sempurna untuk digunakan, APALAGI UNTUKKU!" serunya.


"SIALL! LEPASKAN AKUN BRENGSEK!" gertak Katsura sambil melepaskan bola api kebawah, ledakannya mengenai mereka berdua.


"Hahahaha, aku tetap berdiri kokoh, bodoh!" walau Johan sudah hampir mati, tubuhnya yang sudah berceceran darah kembali beregenerasi karena menyerap energi lawan.


Katsura malah kesakitan sendiri, dan akhirnya penyerapan selesai, Juryoku No Ikari Katsura sudah berada di tangan Johan, Katsura pun tergeletak.


"HAHAHAHA, AKHIRNYA AKU MENDAPATKAN KEKUATAN DAHSYAT INI!" teriaknya.


Katsura hanya bisa terdiam setelah kekuatan gravitasinya diambil, dia merasa tak bisa melakukan apapun lagi.


"Selamat tinggal, Katsura, ocehan sebelumnya akan kukembalikan pada dirimu" Johan mengaktifkan Juryoku No Ikari nya dengan sangat mudah untuk pertama kali, berbeda dengan Katsura.


"Aku, masih bisa bertarung!"


Katsura menghilang dari pandangan, dia menggunakan sihir bayangan untuk berteleportasi ke balik bayangan pohon.


..."Sheren Flame!"...


Katsura melancarkan seperti lantai api, setiap detik akan muncul lahar yang menjalar keatas.


"Aku sebenarnya tak perlu menggunakan itu untuk pertarungan kita, aku tanpa kekuatan itu sudah cukup untuk menghentikanmu!"


"Katsura, ayo kembali, semua pejabat sudah kami reset pikirannya, ku tunggu di dekat jalan tol, ya" kata Homura melalui telepati.


"Jangan ganggu aku dulu, aku masih ada halangan" kata Katsura dalam hati.


"Kau lengah, bodoh!" Johan meninju tepat di wajah Katsura yang lengah, dia menambahkan bebatuan kecil di tinjunya untuk menambah kerusakan.


..."Thrower Flame!"...


Johan menjadikan tangannya sebuah api, bersiap meninju Katsura, tapi dia menahannya.


..."Raijin Senkou"...


Katsura menyerempet Johan, tapi Johan dengan cepat meninju balik dengan kencang, membuat Katsura terpental sangat jauh.


"Aku menang" Johan tertawa lepas.


"Belum, berakhir!"


......"Ribuan Cahaya Dewa"......


..."Petir Ungu"...


..."Rangkaian Sinar Bulan"...


Katsura mengeluarkan sihir bertubi-tubi, berharap bisa mengalahkan Johan, namun, tidak. Johan malah tak terpengaruh sama sekali karena gravitasi di sekitarnya sangat padat, sehingga melindunginya dari segala serangan.


"Mustahil!" Katsura tampak tak berdaya lagi, tubuhnya sangat lemas sampai ingin pingsan.


"Berakhir sudah, kau tak punya lagi tenaga untuk berdiri" Johan mengeluarkan rantai lahar, energinya terasa sangat murni dan familier di Katsura.


"Sepertinya itu sihir Feria, dia menyerapnya juga ya sialan, aku kenal sekali dengan energi ini, baru dikeluarkan sekali" gumam Katsura yang kehabisan tenaga.


"Aku masih mempunyai sedikit tenaga untuk melakukan sihir, akan kugunakan saja."


Johan mengarahkan rantai panas itu ke Katsura, tapi Katsura membuat sebuah pelindung dari kristal es.


Anehnya, es itu tidak mencair setelah terkena rantai yang terbuat dari lahar. Tentu Johan terkejut, apalagi Katsura.


Katsura teringat sesuatu saat pertarungannya dengan Nico didekat markas, disana Nico berkata,


"Aku mengubah konsep es yang tadinya mudah mencair, menjadi kebal terhadap api. Sekarang semua es di dunia ini tidak akan terpengaruh oleh api!"


Katsura baru sadar, ucapan Nico saat itu benar-benar nyata, es nya tidak meleleh setelah disentuh oleh lahar.


"Ada apa ini?!" Johan geram, Katsura menyengir dan merapal sihir.


..." Sihir Es : Penjara Es Seribu Malam "...


Johan terkurung oleh balok es yang dingin, dan tak bisa di lelehkan, bagaikan penjara abadi.


"Keluarkan aku dari sini sialan!" suruh Johan dengan paksa dan kesal.


"Jika kau memang mencuri kekuatanku, maka kau pasti bisa keluar dari situ, sayangnya, hanya aku yang paham cara menggunakan kekuatan itu, sampah. Aku akan kembali lain kali" Katsura mengambil tombol teleportasi milik Johan tepat saat dia tertinju.


"SIAL! AKU TAK BISA BERTELEPORTASI, KELUARKAN AKU SEKARANG JUGA!!" Johan semakin panik dan panik, tapi Katsura tak menghiraukannya.


"Sampai jumpa."


Bersambung...