Destiny Holder

Destiny Holder
Golden Orb Vs Golden Orb! Katsura Vs Sora Act.1



"Kau takkan pergi kemana-mana" Sora mengaktifkan Golden Orb miliknya, dia menatap Katsura dengan penuh kecurigaan.


"Aku tak pernah berharap ataupun meminta kita untuk bertarung" Katsura menghela nafas panjang, suaranya seperti kecewa dengan keputusan Sora.


Kedua pengguna Golden Orb dalam mode primanya, masing-masing sudah mengeluarkan aura emas cerah yang menggelegar ke seluruh angkasa.


Ketika keduanya sudah siap bertarung, Feria bersembunyi jauh di balik batu, dia sangat ingin membantu namun mengingat yang dilawan Katsura adalah pengguna Golden Orb murni, dia tak berani ikut campur.


"Semangat... Katsura...!" Feria menggenggam kedua tangannya dan berharap Katsura akan menang.


Angin berhembus kencang, meniup rambut kedua orang yang siap bertarung itu. Auranya membesar dan semakin besar, bahkan aura masing-masing pun beradu saling mengikis satu sama lain.


Katsura dan Sora saling menatap, berpikir siapakah yang akan menyerang terlebih dahulu. Sora membuat gestur wajah yang seakan menyuruh Katsura untuk menyerang duluan, namun Katsura sabar, dia tetap menunggu Sora menyerang duluan.


Karena Katsura tahu, dia baru kali ini menghadapi Sora, seorang pengguna Golden Orb murni berasal dari semesta J-60.


Angin berhenti berhembus, pertanda bahwa pertarungan dahsyat akan segera dimulai.


Sora menarik kaki nya kebelakang, begitu juga Katsura, keduanya sangat sabar menunggu satu sama lain.


Katsura menggerakan tangan kanannya, dan memanggil Crescent Deluz-nya.


Sora terpancing, dia kira itu adalah bagian dari serangan Katsura. Sora menerjang maju, auranya berubah menjadi berduri dan mampu melukai target disekitar.


Wajah Katsura berada didepan aura tajam Sora, dia pun reflek mundur sedikit dan mengayunkan Crescent Deluz-nya keatas, ke arah dagu Sora.


Katsura menahan diri, dia takut dia akan membunuh Sora jika mengerahkan seluruh kekuatannya. Kini ujung Crescent Deluz-nya berada di bawah wajah Sora yang menunduk.


Namun ketika Crescent Deluz menyentuh aura Sora, itu tidak menembus. Aura Sora bagaikan pelindung bagi dirinya, dan juga pedang baginya.


"Apa?" Katsura kebingungan dengan apa yang terjadi, lalu disaat itu juga Sora memanfaatkan kelengahan Katsura.


Sora memanjangkan aura tajamnya dan menusuk-nusuk tubuh Katsura. Katsura membuka telapak tangannya dan mendorong Sora dengan sihir gravitasinya agar menjauh.


Tubuh Katsura saat ini penuh lubang, namun dia bisa dengan cepat menyembuhkan luka itu dengan sihir waktu.


"Sihir gravitasi.. dan penyembuhan? aku tidak yakin itu adalah penyembuhan biasa" Sora berasumsi pada sihir yang barusan ia lihat.


"Itu.. menyakitkan" ucap Katsura singkat, lalu ia berlari ke depan Sora dengan lengan yang beraura merah pekat.


Sora melihat Katsura sebagai orang bodoh karena berani menyentuh auranya secara langsung dengan telapak tangannya, namun Katsura membalikkan keadaannya.


Saat Sora ingin menyerang Katsura dengan auranya, Katsura justru menyusutkan auranya hingga hanya melapisi tubuhnya saja.


"Apa yang-" Katsura mendorong jauh Sora dengan satu tangannya, kini gerak Sora berada dalam kontrol Katsura.


Sora tak bisa bergerak, walaupun dia memaksa tapi dia sama sekali tidak berkutik, seperti diikat oleh rantai baja.


..." Gravitational Imprisonment! "...


Walau dia masih dalam wujud Golden Orb, aura Sora berubah menjadi merah akibat sihir Katsura yang dapat memenjarakan orang lain.


Setelah Katsura mendorong Sora cukup jauh, dia mengepalkan tangannya dan membuat sekumpulan batu disekitarnya menempel ke Sora.


Sora terkubur oleh batu dan menjadikannya bola batu besar. Katsura mengepalkan tangannya lebih kuat dan bebatuan yang menempel di Sora pun semakin kuat pula tekanannya.


Sora menjerit kesakitan, lalu setelah cukup lama dia dikurung, sebuah cahaya muncul dari sela-sela batu gabungan itu, seolah-olah akan meledak.


Katsura membiarkannya meledak, namun Sora tidak memberikan jeda bagi Katsura, setelah dia bebas dari kurungan bebatuan, dia berlari sambil membawa pecahan batu dari ledakan.


Katsura mengira Sora mampu menggunakan sihir gravitasi juga, namun ternyata dia hanya mengangkat batu itu menggunakan energi murni Golden Orb.


Sora melemparkan seluruh batu yang dia angkat kepada Katsura, Katsura menebas semua bebatuan yang datang padanya dengan Crescent Deluz.


..." Edge Of The Void "...


Sora tetap maju terus, saat bola itu digerakkan ke bahunya, dia tak menerima rasa sakit ataupun luka, namun bola itu berubah ke sisinya dan menjadi warna emas.


Sora melemparkan balik bola itu dan memicu ledakan yang sangat hebat, bahkan daya ledaknya sampai 5 kiloton.


Katsura terkena ledakan, namun dia dapat melindungi dirinya dengan lapisan energi yang ia pelajari setelah bertarung dengan Versace.


Katsura berpikir bahwa itu adalah sihir sejati Sora, yaitu mampu mengubah benda apapun yang ia sentuh. Lantas ia pun memiliki ide baru untuk dicoba.


..." Circular Burst! "...


Katsura menciptakan bola energi abu-abu yang dapat melenyapkan apapun, saat dia melemparkannya kepada Sora, Sora mengubahnya lagi menjadi sebuah bola batu biasa.


Sekarang sudah terbukti sihir sejati Sora adalah mengubah atom suatu benda secara penuh, Katsura akan lebih berhati-hati saat menyerangnya.


..." Wind Apocalypse! "...


Badai besar tercipta di tempat Sora saat ini, Tornadk besar bertiup ke arahnya, dia tidak bisa mempertahankan posisinya untuk berdiri.


Namun tidak untuk Katsura, dia menyiapkan serangan dari luar badai itu, dia masih bisa bergerak bebas akibat sihir gravitasinya yang menahan Katsura untuk tidak terhisap ke tengah-tengah tornado.


..." Blast! "...


Katsura mengeluarkan gelombang energi bulat dari telapak tangannya menuju Sora yang tidak bisa bergerak.


Gelombang energi itu sangat kuat, namun Katsura perlu terus mempertahankan tangannya kedepan agar bisa terus konsisten.


Sora kembali mengeluarkan auranya untuk menjadi pelindung, dan benar saja, gelombang energi plasma buatan Katsura tidak dapat menembus aura Sora.


"Cih!" Katsura kesal, lalu dia terus menekankan energinya agar serangan yang ia lancarkan semakin kuat.


Namun lama kelamaan serangan Katsura pun pecah akibat tak kuat menembus perisai aura Sora.


"Sialan, bagaimana cara agar dia mau memberi tahuku soal ini?"


Sora perlahan sudah mulai bisa bergerak di tengah-tengah tornado, walaupun dia berada di atas langit, namun pijakannya masih belum hancur.


Katsura mengangkat satu tangannya dan menyambar Sora dengan petir murni, itu membuat pijakannya hancur dan Sora melayang di tengah-tengah tornado.


Katsura melanjutkan dengan melemparkan bola-bola api untuk memecahkan perisai yang sangat menyebalkan.


Setelah beberapa saat, sebuah pilar api muncul dari bawah tanah dan menyatu dengan tornado itu, menjadikannya tornado api yang sangat panas.


Didalam sana, Sora masih mampu bertahan walau tidak bisa bergerak bebas, dia perlahan mencoba keluar.


"Takkan kubiarkan!"


Katsura mengambil air dari laut dan menciptakan naga air, naga air itu mengelilingi tornado api, setelah itu Katsura juga menciptakan naga petir, kedua naga itu berbelit-belit mengelilingi tornado.


Katsura menggerakan jari telunjuknya ke samping, dan kedua naga itu menerobos masuk kedalam tornado dan menyerang Sora.


Dari jauh, Katsura juga menembakkan laser cahaya sebagai bantuan tambahan.


..." Vortex Of Disaster! "...


Nama jurus gabungan dari 5 elemen, jurus ini sangat kuat dan sulit untuk dihindari.


Namun setelah beberapa saat, semua jurus yang ada di medan pertarungan menyusut menuju inti dari tornado yang lama kelamaan juga hilang.


Semua serangan di atas tanah hilang, Sora melayang diatasnya sambil memegang bola energi.


Ternyata, Sora menyerap dan memadatkan semua sihir yang ada disekitarnya menjadi sebuah bola.


Bersambung...