Destiny Holder

Destiny Holder
Akhir Dari Sang Bencana, Ferus Di Segel!



Katsura sigap mengambil langkah berikutnya, dia tahu bahwa setelah serangan itu Ferus pasti akan kembali beregenerasi. Jadi dia menghentikan waktu dan mencoba membawa sebagian tubuh Ferus menjauh.


Namun lagi-lagi, bagaikan sudah memiliki vaksin akan penghenti waktu, saat Katsura berada dalam jarak 1 meter dari Ferus, waktu kembali berjalan normal.


"Sial! dia ini punya antibodi terhadap penghenti waktu atau apa?!" Katsura geram.


Disaat Katsura berkata dalam hati, sebuah gelombang hitam mementalkan Katsura. Dan tubuh Ferus pun kembali menjadi satu.


..." Saber Junction "...


Katsura menembakkan laser cahaya kuning yang sangat berkilauan ke arah Ferus, laser itu sangatlah keras, itu bisa membelah bulan menjadi dua bagian jika Katsura mau.


Dengan santainya Ferus memblokir serangan itu dengan telapak tangannya, dan laser itu terbagi ke seluruh arah.


Ferus pun membuat sebuah bola energi kecil di telapak tangan yang sedang menahan serangan laser dari Katsura, lalu bola itu masuk ke laser Katsura secara perlahan.


Katsura yang tidak sadar akan kehadiran bola energi Ferus malah menguatkan serangan laser nya, alhasil itu berhasil membuat Ferus terdorong.


Lama kelamaan Katsura jadi semakin percaya diri, namun dirinya lengah dan baru sadar bahwa Ferus menyisipkan serangan kecil lewat lasernya.


Bola itupun tiba-tiba lenyap, namun kemudian menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat, bahkan membuat atmosfer bumi hancur.


Asap yang tebal menutupi seisi bumi, semua orang keheranan sampai pada akhirnya Katsura membalikkan waktu ke saat serangan itu belum menghasilkan efek.


Tubuh Katsura dipenuhi oleh luka sayatan, seperti disayat oleh sebuah jarum kecil.


"Kau tahu? aku bisa saja melenyapkan isi semesta mu dengan sangat mudah. Namun aku khawatir kau akan mati sehingga Golden Orb akan lenyap" kata Ferus ditengah pertarungan.


"Jangan sungkan melawanku! keluarkan semua kekuatanmu saja. Aku tak peduli seisi semesta ini lenyap asalkan kau kalah ditanganku!" balas Katsura.


"Oh? jadi kau ingin melihat seratus persen kekuatanku?"


"Tidak boleh."


..." 30 Persen! "...


Ferus memutarkan telapak tangannya berbalik jarum jam, ledakan yang berhasil Katsura tahan kembali terjadi. Dan ini terjadi sebanyak dua kali berturut-turut.


Katsura terjatuh terpuruk di tanah, badannya lemas sekali. Bahkan saat ingin bangun, sendinya patah. Ferus menghancurkan organ dalam Katsura di dua serangan itu.


Katsura memaksakan dirinya, dia tetap memaksa bangun walau seluruh tubuhnya cedera parah. Mulutnya pun dipenuhi darah.


"Kau yakin masih ingin melawanku dengan kondisi seperti itu? lebih baik kau serahkan saja Golden Orb itu dan aku akan pergi dengan damai. Aku juga takkan mengusik kedamaian di semestamu ini" Ferus mencoba bernegoisasi.


Katsura memejamkan matanya dan terdiam sejenak mendengar kata-kata Ferus. Dia mencoba berpikir, apakah ada manfaatnya jika dia menyerahkan kekuatannya saat ini.


"*Jika ku beri sekarang, apakah ucapan yang dia katakan itu benar? apakah aku akan bisa hidup damai setelah ini? perkataannya membuatku buta.."


"Oh ya.. Aku lupa tujuanku sendiri. Yaitu menghilangkan kekuatan ini. Baiklah, mungkin ini saatny-"


"Tunggu dulu, ini adalah kesepakatan yang menjebak. Tidak ada seorang musuh yang akan melupakan kejadian di masa lalu kecuali dia mati. Kemungkinan dia akan menyerang kembali di masa depan nanti sebagai identitas baru yang tidak pernah kutahu sebelumnya*" Katsura kembali berpikir.


Katsura membuka matanya, dia sudah memantapkan pikirannya.


"Kutolak" katanya dengan wajah serius.


"Baru kali ini aku memberi penawaran yang sangat bagus namun ditolak mentah-mentah oleh lawanku. Hahaha, ya sudahlah. Akan ku rebut paksa darimu."


"Jika aku menyerahkan Golden Orb saat ini, maka semua sihir di semestaku akan lenyap. Benar bukan? dan disaat itu kau akan kembali menginvasi semesta kami. Dan aku takkan membiarkan itu terjadi!" Katsura mengerahkan aura nya lagi.


"Baiklah jika itu cara yang kau inginkan, sesuai permintaanmu, Katsura Laith" mata Ferus semakin berwarna merah, lalu partikel hitam mengikuti dirinya di punggung.


Katsura mengulurkan tangannya ke arah Crescent Deluz untuk mengambil nya kembali. Namun, saat Crescent Deluz menjawab panggilan Katsura dan terbang ke arahnya, Ferus merebut Crescent Deluz Katsura dengan paksa.


Katsura terkejut melihat aksi Ferus, namun Ferus memanfaatkan waktu dengan baik, dia mengayunkan Crescent Deluz milik Katsura lebih dulu.


Gelombang energi berwarna hitam dan diselimuti oleh aura putih terang dengan cepat melesat ke arah Katsura yang sedang diam.


Katsura berhasil menangkap serangan itu dan mengenggamnya dengan satu tangan. Dia berusaha sangat keras menahan serangan dari Ferus.


Katsura mengepalkan tangannya, dan serangan itu pecah berkeping-keping seperti kaca. Katsura dengan cepat melompat dan menerjang ke arah Ferus. Namun, saat dilihat lagi, Ferus sudah hilang dan berada di atas Katsura.


Ferus memukul Katsura dengan sangat keras, pukulannya disertai aura yang sangat besar, itu menambah kerusakan yang diterima oleh Katsura.


Katsura terpental hingga tanah, dan tanah itu hancur retak dalam radius 1 kilometer. Katsura yang baru membuka matanya, di depannya sudah ada Ferus yang siap menghantam.


Katsura membalas itu dengan pukulannya, alhasil mereka berdua beradu pukulan. Kedua pukulan itu disertai aura masing-masing yang sangat besar, dari kejauhan terlihat sebuah cahaya berwarna kuning keemasan melawan kegelapan.


Katsura kelamaan kewalahan, kekuatan Ferus terlalu besar untuknya. Akhirnya ia kalah dalam adu pukulan dan Ferus menghantam Katsura dengan sangat kuat, sampai membuat kawah.


Katsura terpuruk tak bisa bangun lagi, stamina nya juga sudah terkuras habis. Namun dia masih dalam perubahan Golden Orb.


Ferus menjambak Katsura dan mengangkatnya sampai tinggi mereka sama.


"Kau lihat apa yang terjadi setelah menentang penawaranku? ini akibatnya."


"Sial.. Bahkan kekuatan penuhku tak sanggup melawannya saat 30 persen.. Inilah akhirnya" Katsura menyerah.


Ferus menggunakan tangannya yang satu lagi untuk menyerap Golden Orb Katsura, lalu dia mengarahkannya ke dada Katsura.


Saat satu partikel emas mulai berpindah ke Ferus, sebuah gertakan besar terjadi. Tanahnya bergetar kencang dan akan ada sesuatu dari bawah tanah.


Suizei dengan tubuh penuh darah muncul dari bawah tanah, memisahkan Katsura dengan Ferus.


"Takkan kubiarkan kau menyentuhnya" kata Suizei terengah-engah.


"Masih ada saja lagi yang menghalangi."


"Katsura, sadar! aku telah memanggil bantuan dari markas. Walau tak tahu mereka akan berguna atau tidak."


Kemudian dari belakang Ferus terdengar suara banyak orang mendekat.


"Apa itu?" Ferus menoleh kebelakang.


Diatas kawah ada banyak sekali pasukan, dan ternyata itu adalah bawahan Showa yang berkhianat. Mereka bekerja untuk Mato sekarang.


"Ayo maju semuanya!" seru pemimpin regu dan dia terjun ke kawah.


"Bodoh sekali" Ferus menjentikkan tangannya, dan seluruh pasukan yang akan datang pun mati tanpa sebab. Mereka semua berhamburan jatuh ke tanah bagaikan nyamuk.


"Apa yang..?" Katsura dan Suizei terkejut melongo.


Sementara itu di markas, terlihat seisi markas sudah kosong, tersisa Feria sendirian di laboratorium.


"Ayolah... Cepat selesainya!! seluruh anggota sudah pergi ke medan pertempuran. Hanya aku yang memaksakan untuk tetap menggubris alat ini" Feria sedang membuat sebuah versi lain dari alat Homura, yang sebelumnya dinamai White Box.


White Box berfungsi untuk mengurung sesuatu, namun tetap bisa dihancurkan dari dalam. Feria sedang membuat versi lainnya yang lebih kuat, namun hanya dia sendiri yang mengerjakannya.


Beberapa saat kemudian, alatnya pun sudah sukses tercipta. Benda itu berbentuk belah ketupat tiga dimensi. Keseluruhan benda itu terbuat dari kristal langka, dan sedikit batu mulia yang sangat langka, yakni Alexandrite.


"Embodiment Crystal! itulah namanya!" Feria pun mengambil Embodiment Crystal itu dan langsung berlari ke medan pertempuran.


Sementara itu Katsura dan Suizei sedang sibuk menghindari segala serangan Ferus, dan Katsura terpikirkan sebuah rencana.


"Hentikan langkahnya, akan ku lenyapkan dia dalam satu serangan!" katanya.


"Baiklah, ayo kita mulai, Zeldris!" Zeldris muncul entah dari mana, mereka berdua memulai kombinasi serangan mereka.


Mereka berdua saling menyerang di arah yang berlainan, namun Ferus masih bisa mengatasi nya.


"Baiklah.. Jadi aku harus memfokuskan dulu energiku yang sisa sedikit ini" kata Katsura.


Ferus lama-lama geram dengan Zeldris dan Suizei yang kompak menyerang, dia pun mengeluarkan jurus.


..." Mystic Field! "...


Ferus menciptakan area lingkaran disekitarnya, dan membuat Zeldris dan Suizei terpental, dan juga mereset semua efek yang ia dapat.


Sebuah angin yang sangat dahsyat dan tajam berhembus ke Ferus, namun ia kembalikan serangan itu hanya dengan menatapnya.


Dari bawah Ferus ada Raiha yang lincah menggunakan pisau racun, dan berhasil melukai kakinya.


Raiha dengan tubuhnya yang sangat lentur mampu menghindari segala serangan Ferus, dia terus menghindar sampai Ferus kesal. Ferus juga mendapat banyak sayatan dari Raiha.


..." Shadow Strike "...


Ferus membaca kemungkinan masa depan dan menghantam Raiha sangat kuat dengan pukulannya yang dilapisi aura hitam.


"Beraninya kau memukul dia!" Azashi yang marah menghantam tanah dan memukul Ferus tanpa arah. Tentu itu dibalas balik oleh Ferus dengan pukulannya yang sangat brutal.


Ferus langsung mengincar Katsura yang sedang membulatkan energi miliknya.


"Takkan kubiarkan!" Suizei dengan kedua pedangnya menghimpit tangan Ferus hingga terpotong, namun dia meregenerasinya.


Suizei pun di buang ke tempat lain dengan pukulan Ferus.


"Katsuraa!!" Zeldris berteriak dan ingin berlari, namun dia langsung terkapar oleh aura Ferus.


Raiha dengan cepat menghadang Ferus yang ingin ke arah Katsura, dia mencoba menusukkan Energy Sword ke dada Ferus, namun naas, dia justru terkena serangan duluan.


..." Chaos Assault "...


Sebuah bola hitam dilapisi cahaya terang mengenai Raiha, dan badannya mulai lenyap perlahan.


Mata Raiha dipenuhi air mata, dia tahu bahwa dia takkan selamat dari serangan ini, dan dia hanya melongo melihat tubuhnya lenyap dengan cepat.


Azashi berteriak dengan sangat kencang dari jauh dan menghampiri Raiha, namun dia terlambat. Saat dia datang yang tersisa hanyalah kepala Raiha yang sebentar lagi akan lenyap.


"Maaf.. Azashi.." kemudian Raiha pun benar-benar lenyap tanpa sisa. Azashi menangis tak karuan, dia sangat kesal dan geram kepada Ferus, dia jadi lupa bahwa dia tidak boleh gegabah.


"FERUS KEPARAAAT!!!" teriaknya kesal.


Saat cakaran Azashi hampir mengenai wajah Ferus, dia terkena oleh tebasan tangan Ferus terlebih dulu. Lama kelamaan kaki yang terkena tangan Ferus mulai menjadi debu juga.


..." Nether Touch "...


Sebuah kutukan ditanamkan pada Azashi, dan itu membuat nya sangat pusing. Kemudian dadanya pun ditembak oleh Ferus menggunakan Energy Blast.


Jarak Ferus dan Katsura semakin dekat, Ferus hampir bisa menjangkau Katsura sedikit lagi.


"Takkan kubiarkan kematian Raiha sia-sia! rasakan ini bajingan!" kata Zeldris.


..." Thunder Spike! "...


Sebuah duri-duri besar yang terbuat dari petir muncul dari tanah dan menusuk kaki kiri Ferus, membuatnya tertahan disitu.


Dari atas Suizei kembali datang dan menusuk punggung Ferus dengan pedangnya.


..." The Light Jade "...


Tangan kanan Ferus juga diikat oleh angin Arizawa, ditambah tangan kirinya ditusuk oleh Crescent Deluz yang dibawa oleh Aizo.


"SIAL!" Ferus semakin kesal.


"Aku tak peduli lagi, akan kurenggut semuanya disini!" tambahnya.


..." 60 Pers- "...


..." Great Symphony Of The Sage, Wise Of All God, Demon Judgement! "...


Ferus yang ingin mengeluarkan kekuatannya menjadi netral, dia kembali ke mode awal. Ini adalah jurus Homura yang diperkuat.


"Lakukan, Katsura" kata Homura.


"RASAKAN INI!" Katsura selesai mengisi energi, bola energi berwarna emas cerah diarahkan ke Ferus dan hampir mengenai dadanya.


..." Infinite Bubble Of The End! "...


Namun, disaat itu juga Katsura mencapai batasnya dan dia kembali ke mode awal. Dia terjatuh ke tanah serta serangannya juga hilang.


"KATSURA!!!!" seru semua orang disitu.


Ferus menggunakan mata nya untuk mengangkat Katsura keatas, dan dia menyerap Golden Orb lewat matanya.


Namun sebuah tali api mengikat Katsura dari atas dan menariknya, Feria datang dengan Embodiment Crystal.


Mereka berpindah tempat, sekarang Feria tepat dihadapan Ferus dan dia mengarahkan Embodiment Crystal-nya ke dara Ferus.


Alhasil, kristal itu bereaksi dan mulai menyerap Ferus kedalamnya.


"AYO AYO!" teriak Feria disana.


Seisi kawah bercahaya sangat terang, bagaikan ada matahari buatan dibawah sana.


"AKU.. AKU TAKKAN KALAH! AKULAH YANG AKAN MEMBAWA PERDAMAIAN! AKU AKAN MENEPATI JANJI KITA. JANGAN REMEHKAN AKU!" teriak Ferus geram.


Namun dia sudah tidak bisa apa-apa lagi, badannya sudah terhisap masuk ke dalam kristal.


Mata Ferus seperti disinari cahaya, lalu dia berkata dalam hati.


"Apakah ini kedamaian sejati yang engkau ucap, Aztec?" kemudian Ferus hilang.


Embodiment Crystal jatuh ke tanah.


Bersambung...