
"Benar, aku adalah Hiromi. Kami, Descartados akan mengakhiri langkah kalian disini."
"H-Hiromi?" wajah Cezo pucat, dia seakan menghadapi hal terburuk.
"Hiromi? siapa dia?" Katsura sebagai anggota baru tidak tahu siapa itu Hiromi dan pengikutnya.
"Dia.. Anggota lama Viper" jawab Yubino pelan.
"Tunggu, Viper punya mantan anggota? kukira semua itu hanyalah anggota tetap" Aizo menyela.
"Ya.. Dan itu kejadiannya tak lama sebelum kalian masuk ke dalam Viper, kira-kira satu bulan" jawab Cezo.
Katsura, Aizo Dan Herald masuk Viper ketika Hiromi dan rekannya sudah di keluarkan karena alasan tertentu. Namun alasan utama nya adalah ingin mengganti biji yang sudah busuk menjadi bibit unggul.
"Jumlah seluruh anggota nya ada 8, karena itu mereka dinamakan 'Descartados' atau delapan yang terbuang."
"Julukan yang dibuat oleh Homura memang tidak pernah gagal, walaupun kami kurang menyukainya, tapi kami tetap memakai julukan itu sebagai 'organisasi' baru yang akan merebut Viper" kata Hiromi.
"Nama kami sudah bukan Viper lagi-"
"Aku tahu, kalian sekarang adalah Mato. Namun bagiku kalian sama saja seperti dulu, Viper yang kukenal namun hanya beda nama" sela Hiromi selagi Katsura berbicara.
"Jadi kau hanya sendirian?" tanya Zeldris, namun jari-jari tangannya mengeluarkan percikan petir.
"Sendiri? apakah kau yakin semua perbuatan ku kulakukan sendirian?" ucapnya misterius, lalu pisau-pisau kecil berwarna biru muda muncul dari atas dan menusuk semua bayangan anggota Mato.
Semuanya terkejut. Saat mereka semua beranjak pergi dari sana, mereka merasa seperti kaki mereka di tahan oleh sebuah tangan yang membuat mereka tak bisa pergi.
"Apa-apaan ini?" Katsura mencoba menggerakan tubuhnya, namun tidak bisa.
"Kerja bagus, Vira" ucap Hiromi pada wanita yang mengenakan jubah baru saja turun dari atas pohon.
"Akan ku perkenalkan kalian pada semua anggota Descartados" ujar Hiromi dengan tangan terbuka dan mengarah pada Vira, wanita yang baru saja menyerang Mato.
"Vira sang penghambat, kemampuannya adalah 'No Puedes Correr' " Vira berbalik badan dan menunjukkan wajahnya dengan cara membuka tudungnya.
Kemampuan Vira memungkinkan untuk mengunci bayangan musuh dan membuatnya tak bisa bergerak sama sekali jika bayangan musuh terkena pisau kecil nya.
Wajahnya sangat berkilauan, bagaikan sinar bulan purnama pada langit malam. Rambutnya berwarna putih dan merah muda.
"Mereka semua mantan anggota Viper! aku harus tetap waspada. Pengetahuan mereka luas sekali" ucap Katsura dalam hati nya.
"Cih sialan, ternyata kita terjebak perangkap, sama seperti Arizawa dan Yukichi" Suizei menyesal mengikuti arahan dari telepon.
"Kukira kau takkan kembali ke bumi, Suizei. Terakhir kali aku dengar kabarmu itu kau pergi keluar angkasa sendirian" ucap Vira.
"Berisik kau, ku bunuh juga" balas Suizei kejam.
"Seram sekali, itu pun kalau kau bisa membunuh mantan pacarmu" Hiromi membalas.
"Kau akan mati setelahnya, Hiromi" tatapan Suizei semakin tajam dan dipenuhi hasrat membunuh.
"Gawat, aku harus segera pergi dari medan pertempuran ini!" Katsura panik, dia memaksa keluar dari ikatan bayangan.
Kemudian sebuah tebasan tak terlihat menyayat pipi Katsura, untungnya dia berhasil menghindar dari konsekuensi terburuknya.
"Apa itu barusan?" Feria bertanya-tanya.
"Zeldris!" Suizei memanggil Zeldris sebagai kode.
Suara orang menginjak tanah terdengar, dia akan menerjang dan mengincar tubuh Katsura.
Saat pedang tak kasat mata itu berjarak setengah meter dari badan Katsura, Zeldris menyambarnya dengan petir dari jari nya, dan membuat mode menghilang musuh berakhir.
Seorang pria yang terlihat mirip dengan Yubino terpental dari arah Katsura.
"Gerakan mu masih saja monoton seperti biasanya, David sang penyamar" kata Zeldris.
No Estoy Cerca, nama kemampuan David membuatnya mampu memasuki mode tak terlihat dan tak terdeteksi. Kemampuan ini sangat sempurna untuk membunuh karena tidak akan menimbulkan suara apapun yang dilakukan pengguna kecuali pengguna itu merasakan emosi yang berlebihan.
"Maaf, Hiromi. Aku terlalu bersemangat" katanya.
"Tidak apa, David. Memang sulit jika ingin adu kekuatan dengan mereka" balas Hiromi dengan senyuman.
Suizei diam-diam memasukkan senjatanya ke dalam bayangannya, dan memotong semua pisau yang ada pada bayangan rekannya dengan cara memasukkan senjatanya pada lubang di dalam dimensi buatan Vira.
Semua anggota Mato sudah bisa bergerak, Zeldris mengambil langkah terlebih dahulu dengan berlari kebelakang Hiromi, Vira dan David.
Dengan tangannya yang telah di baluti oleh petir, dia menjadikan tangannya sebagai cutter karena dapat memotong apapun yang menghalanginya.
..."No Puedes Huir!"...
Zeldris awalnya mengincar Hiromi terlebih dulu karena dia otak dari semua rencana musuh. Namun, saat ini dia sedang menyerang sebuah persegi transparan yang melindungi ketiga anggota Descartados.
Kemudian persegi itu berubah bentuk dan memanjang sampai menjadi kubus dan mengurung Zeldris di dalamnya.
"Sial! aku terlalu gegabah!" kata Zeldris di dalam kubus.
"Sebaiknya jangan gegabah, kawanku" David menyindir.
Katsura melihat kesempatan kabur, dia pun berlari dan meninggalkan rekannya di sana.
Tanpa disadari, Katsura menghirup sebuah udara yang sangat dingin, dan membuat seluruh pembuluh darahnya beku total.
..." Te Congelaras! "...
Itu adalah sebuah kemampuan yang dapat membekukan pembuluh darah serta organ musuh apabila menghirupnya.
Katsura sangat panik, dirinya berada di kondisi semakin gawat sekarang.
Seorang wanita dengan jubah putih pun muncul di depan mata Katsura dengan membawa sabit besar.
Wanita itu mengayunkan sabitnya dan mengincar leher Katsura yang membeku, saat sabit itu dilancarkan, sebuah pilar api mementalkan wanita itu.
Feria datang membantu Katsura, lalu dia menyentuh punggung Katsura untuk mengaktifkan sihirnya.
..." Recuperation Blaze "...
Sebuah pilar api muncul dari bawah tanah dan membakar Katsura sebentar, lalu Katsura pun kembali ke kondisi semula.
"Apa-apaan serangan itu tadi sangat berbahaya!" katanya.
"Terimakasih, Feria" tambahnya.
"Biar aku antar kamu pergi" ucapnya, lalu mereka mulai berjalan bersama.
Tiba-tiba sebuah cahaya tali emas menusuk punggung Feria. Tidak terasa sakit, namun pengguna tali tersebut dapat mengikat target yang tertusuk oleh tali ini dan mengendalikannya sesuka hati.
..." Estas Enredado "...
"Apa ini?-" Feria terangkat keatas, lalu di terbangkan dan dilontarkan ke dalam hutan.
"Feria!!!!" Katsura berteriak, namun dia malah terkena tusukan tali itu juga.
"Sial!" geramnya.
Namun Katsura bukannya tertarik, justru pengguna tali itu yang menarik dirinya ke arah Katsura yang tak berdaya.
Hampir semua anggota Descartados menggunakan jubah hitam, kecuali Hiromi saja.
Di belakang Katsura juga ada wanita yang tadi dipentalkan oleh Feria. Dia kembali bangkit dengan sabit besarnya.
Katsura dikepung dua sisi, pria yang mengenakan teknik tali menggunakan kapak untuk menebas Katsura.
"Gawat!" katanya.
Suizei dengan cepat datang menyelamatkan Katsura dari serangan dua arah menggunakan pedang bermata dua miliknya.
..." Affiliate Sword! "...
Suizei dengan handal memutarkan pedangnya agar tidak mengenai Katsura, lalu dia mengayunkan sisi satunya untuk menyerang si wanita pengguna debu es hingga tertusuk, lalu dia menebas dada pria pengguna tali emas sehingga dia terkapar di tanah.
"Cepat pergi, Katsura!" suruh Suizei.
Katsura mengiyakan, dia langsung berlari secepat mungkin dan Suizei kembali maju menghadapi Hiromi dan kawannya.
"Jangan biarkan dia pergi!" teriak Hiromi sesaat sebelum di hantam oleh Suizei.
Saat Katsura berlari, wanita itu belum tumbang, dia menggunakan debu es nya lagi agar membuat Katsura lumpuh.
Saat debu es itu melancar, Homura datang dan menetralkan debu es itu.
Wanita itu sudah kehabisan tenaga dan akhirnya tumbang.
"Terimakasih, Homura" Katsura berterimakasih.
"Tidak usah dipedulikan."
"Banyak sekali yang mengincarku, entah kenapa. Padahal mereka dari semesta ini juga" katanya lagi.
Homura tak memedulikan ucapan Katsura dan dia pun mendekat.
Secara mengejutkan, Homura mengeluarkan pedang nya dan menusuk ulu hati Katsura.
Semua anggota Mato terkejut, pandangan mereka beralih ke Katsura dan Homura.
"Apa maksud semua ini, Homura?!" ujar Katsura, dengan darah di mulutnya
"Homura? sejak awal, Homura tidak ada. Kedua Homura yang kau kira asli, semuanya palsu" ucap nya.
"Apa yang..?"
Wajah Homura di depan Katsura perlahan mengelupas dan menunjukkan wajah aslinya.
Kemampuanku, memungkinkanku untuk berubah menjadi seseorang dan menggunakan sihir orang itu.
..." Yo Soy Tú "...
"Aku adalah Foyd, Homura yang asli sudah kami tangkap sebelum aku ada di markas" ungkapnya mengejutkan.
Bersambung...