
Saat mereka berdua akan kembali beradu pukulan, Nico berubah menjadi Homura dan membuat Katsura terdiam sejenak sehingga Nico meninju nya jauh.
Saat dia terpental di udara, dia bergumam di hatinya, "Apa.. yang itu barusan..? apakah hanya bayangan saja..?" katanya.
Katsura pun terjatuh di hutan dengan badan yang penuh luka-luka sekarang, kepalanya bocor dan badannya sangat kesakitan.
"Sialan Nico, dia terlalu keras, apakah dia masih memendam dendam kepadaku?" tanyanya ke diri sendiri, lalu dia kembali ke tempat Nico.
Alangkah terkejutnya ia melihat Nico masih menjadi Homura, Katsura memukul wajahnya sendiri agar bisa melihat dengan benar, namun tidak berhasil.
"Apa-apaan ini?! mengapa bayangan Homura terus ada disana?!" Katsura gelisah, dia takut tak bisa melanjutkan pelatihannya.
"Ada apa? mengapa kau sebegitu takutnya untuk memukul wujud seseorang ini?" suara Nico terdengar jelas dari wujud Homura yang dilihat Katsura.
"Nico.. apa.. itu kau disana..?"
"Ya benar, ini aku" Nico kembali ke wujud aslinya.
"Bagaimana bisa kau melakukan itu?!" tanya Katsura lagi dengan nada tinggi.
"Penyatuan ku dengan Korjyu membuat aku bisa meniru wujud seseorang, entah siapapun itu. Namun aku hanya bisa meniru fisiknya saja, tidak seperti Loyd dan Foyd dari Descartados yang bahkan sampai mengakses ingatan seseorang yang mereka tiru" jelas Nico soal kemampuannya barusan.
"Kau kenal mereka berdua?" Katsura bertanya penasaran.
"Ya aku kenal, aku pernah melawan salah satu dari mereka."
Malam itu, Nico sedang duduk diatas ranting pohon, menikmati indahnya bulan di malam hari dan rasi bintang yang menghiasi angkasa.
Seketika seorang pria bernama Loyd datang menanyakan arah, dia begitu ketakutan saat itu. Dia seperti habis dibuang saja.
Saat Nico turun, dia memaksa mengambil informasi darinya. Dia mencoba menyentuh Nico apapun yang terjadi, namun Nico tahu niat orang jahat itu.
Dia pun berkelahi singkat dan mengakhiri itu dengan satu tembakan energi dari tangannya. Sesaat sebelum dia melancarkan serangannya, dia lihat Loyd berubah menjadi Homura untuk beberapa saat, lalu dia terpental sangat jauh.
"Aku tahu ini wujud orang yang begitu kau percayai, kau seharusnya harus bisa memukul orang ini. Anggap saja itu aku."
"Tidak bisa, dia sangat berarti bagiku, bahkan aku tidak pernah memukulnya secara sengaja. Aku bertarung dengannya hanya saat kami latihan saja. Dan juga aku masih terlalu shock akibat kejadian waktu itu.. aku mas-"
Nico memukul hati Katsura dengan kuat, "Kau takkan bisa selamanya seperti itu, jika kau seperti itu terus menerus, maka kau hanya akan kalah didepannya. Kau ingin mengecewakan dia? setidaknya walau dia berkhianat, buktikan bahwa dirimu bisa tanpa dirinya. Bangunlah pecundang!" Nico memukulnya dua kali, Katsura terjatuh ke tanah.
"A-ah.. sakit tahu" katanya terengah-engah.
"Tidak usah lebay, kau abadi, bukan? cepat berdiri sekarang."
Katsura berdiri dengan percaya diri, omongan Nico sebelumnya telah memotivasi dirinya agar terus maju.
"Serang aku terus, bahkan walau jika aku dalam wujud Homura. Jika tidak, aku tidak ragu akan membunuhmu, walau kau tidak akan mati, namun itu akan sangat menyakitkan" Nico memberikan tawaran yang sangat mengerikan.
"Sekarang mengerti? cepat ambil posisi dan kali ini kau boleh menggunakan sihir apapun. Namun jangan keluarkan Golden Orb-mu" tambahnya dengan tegas.
"Terimakasih, Nico. Aku akan berusaha sekarang" ucap Katsura percaya diri.
Nico tak membalas, dia langsung menyerang dengan tusukan dari tangannya yang dibaluti auranya.
Katsura menahan dengan aura Juryoku no Ikari, "Ini akan menjadi serius, tidak apa kan?"
"Mode itu.. benar-benar nostalgia. Namun aku yang sekarang takkan kalah hanya dengan itu!" Nico meluaskan aura di tangannya, dan menjadi tali berduri tajam yang mengelilingi tubuh Katsura.
Katsura bergerak sangat cepat, dan tali itu tak melukai dirinya sama sekali.
..." Aoi Tsukiakari "...
..." Elder Flame "...
Nico mengisyaratkan bola api itu dengan tangannya, dan bola api itu berubah menjadi pilar api yang sangat-sangat panas. Semua pilar itu mengarah ke arah Katsura.
Sesaat sebelum pilar api itu menyentuh Katsura, waktu melambat dan pilar api itu berjalan lebih pelan.
..." Crescent Deluz "...
Waktu kembali normal, Katsura menahan semua pilar api yang dituju padanya dengan putaran Crescent Deluz, dan menyerap semua api itu kedalamnya.
Katsura maju menerjang Nico dengan cepat, dengan mengayunkan Crescent Deluz secara bersamaan. Nico menangkis ayunan Crescent Deluz yang diarahkan ke lehernya, dia menendang dagu Katsura begitu dia menangkis.
Katsura terpental keatas sedikit, kemudian Nico menusuk jantungnya hingga tembus, Katsura mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.
Katsura keluar dari tusukan tangan Nico dengan paksa, dan menyembuhkan luka yang dia terima dengan sihir waktu-nya.
Nico mengangkat jari telunjuknya keatas, mengisyaratkan Katsura untuk melihat keatas langit.
Alangkah terkejutnya dia melihat meteor datang ke tempat mereka saat ini, namun Nico tak memberikan waktu untuk berdiam, dia membawa Katsura ke meteor itu bersamanya.
Mereka berdua menghantam meteor itu bersama, membuat meteor itu terpecah belah menjadi sangat banyak.
..." Multi-Divine Light "...
Gelombang cahaya dahsyat muncul dari atas mereka berdua, cahaya itu menyerang apapun yang ada di bawah. Bagaikan hujan, Divine Light Katsura ini sangat banyak dan turun dengan deras.
..." Repetir Habita "...
Katsura memberhentikan waktu bebatuan yang ada di atas langit, dan membuat ruang kubus sangat besar yang mengurung bebatuan meteor itu bersamanya dan Nico.
Di dalam kubus itu, mereka berdua terus beradu serangan tajam, sembari menghindari serangan Divine Light yang sangat berbahaya.
..." Dios Trueno "...
Petir yang sangat besar menyambar wilayah Katsura, menghilangkan pijakan yang dia injak. Tentu Katsura juga tersambar hebat akibat serangan itu, bahkan bajunya terkoyak-koyak.
..." Final Impetum "...
Katsura mengayunkan Crescent Deluz dari atas kebawah, menghasilkan gelombang energi yang sangat luar biasa dahsyat. Gelombang energi itu memotong tangan Nico yang sedang menghindar dan menghancurkan ruang yang Katsura buat.
Wajah Katsura terlihat khawatir, namun Nico yang terjatuh ke tanah berteriak bahwa agar tidak cemas.
Katsura pun mengiyakan dan mengikuti Nico ke bawah.
Nico menciptakan kaca-kaca di sekeliling Katsura yang siap memantulkan cahaya Divine Light yang dia curi.
Katsura pun terluka cukup parah akibat pantulan cahaya itu dan membuatnya juga terjatuh ke tanah. Ketika mereka berdua menghantam tanah, mereka berdua langsung beradu tinju hebat.
Akibat aura mereka berdua yang sangat menggelegar, angin menyapu pepohonan disekitar mereka.
Katsura mundur dan melompat kembali, kali ini dia mengayunkan sabitnya ke Nico dengan cepat mengarah ke bahu nya.
Seketika sebelum sabitnya melukai Nico, dia berubah menjadi Homura dan sekali lagi Katsura terdiam. Namun dia memaksakannya dan berhasil melukai bahu Nico cukup dalam.
Darah mengucur deras dari bahu Nico. "Bagus.. Katsura" katanya terisak.
"Aku.. aku berhasil melakukannya!" Katsura merasa tidak percaya.
"Sekarang kita lanjutkan lagi, bersiaplah ini akan semakin intens" semua luka yang Nico terima sembuh kembali, dia juga menjadi segar seperti awal.
Bersambung...