
*Bzzzlllrrrrp!
Suara dari teleportasi yang dilakukan Katsura, dia mendistorsi dirinya dan Showa lalu mengembalikannya seperti semula di luar angkasa.
"Apa yang-?" Showa kebingungan, tadinya dia masih di bumi dan sekarang malah berada di tengah angkasa yang gelap gulita.
"Aku khawatir pertarungan kita akan menghancurkan penghalang yang telah ku buat, jadi kupindahkan saja kita kesini" kata Katsura sambil menyengir percaya diri.
"Jadi kau tidak memindahkan diriku saja? tampaknya kau percaya diri sekali bisa mengalahkanku seorang diri sampai-sampai hanya membuat hanya ada kita berdua disini" balas Showa.
"Tentu, jika aku mengerahkan semua kekuatanku di bumi, maka kemungkinan pelindung yang ku buat akan hancur, juga aku tidak ingin memberatkan rekanku yang ingin membantu. Itu malah akan menjadi beban untukku" ujar Katsura.
"Keputusan yang bijak" Showa menghilang dari pandangan dan berada di belakang Katsura dengan posisi yang siap menebas dengan pedangnya.
Katsura hanya santai dan tak memedulikan tebasan itu, karena tebasan itu bahkan tak mampu merobek aura Murasaki no Tenmado.
"Auranya jadi jauh lebih keras dan kuat, aura ini bisa menjadi senjata ataupun pertahanan, sangat multifungsi" batin Showa didalam hati, dia mencoba mencari cara.
"Dengan perubahan baruku, aku jauh dan jauh lebih kuat dari perubahan ku sebelumnya!" seru Katsura sambil mengayunkan tangannya secara diagonal, membuat hembusan angin yang sangat besar.
Showa menunduk, auranya semakin meningkat lagi, raut wajahnya semakin serius dan sikapnya mulai dingin, tatapannya semakin tajam. Seketika setelah Showa menaikkan kekuatannya, arus angin yang dahsyat itu berhenti.
Katsura menyadari bahwa Showa akan menyerang ke arah kiri, jadi dia menghindar ke kanan. Namun, anehnya dia tetap terkena gelombang kejut dari pukulan Showa walau dia menghindar ke kanan.
"Aku.. menghindar ke kanan, kan?" kata Katsura sambil memegangi perutnya.
Lebih cepat dari kedipan mata, posisi Showa sekarang sudah tepat berada di depan Katsura dengan kaki yang siap menendang kepala Katsura.
Katsura sekuat tenaga mengeraskan auranya agar bisa menahan tendangan Showa, tapi tetap saja, tendangan itu sangat kuat sehingga Katsura terpental sangat jauh.
*Nit-nit
Suara alarm peringatan berbunyi di markas pengintaian. Azashi segera mengecek apa yang terjadi.
Azashi mengetahui bahwa penghalang yang dibuat Katsura telah retak, dan dia memberikan informasi itu ke seluruh kapten.
"Informasi penting, jangan biarkan musuh kalian menyerang penghalang, atau bertarung di area penghalang. Penghalangnya saat ini sudah retak di tempat yang paling tinggi didekat atmosfer."
"Tinggi sekali, biar kutebak, yang melakukan itu adalah Showa?" Arizawa mencoba menerka, namun langsung disanggah oleh Azashi.
"Tidak, itu adalah perbuatan Katsura. Sekarang dia telah menghilang dari medan pertempuran, tidak, dia menghilang dari bumi bersamaan dengan Showa. Dia pindah ke tempat yang sangat jauh sekali, bahkan dengan teknologi yang disempurnakan Homura, yang bisa melacak energi seseorang sampai sejauh Saturnus, Katsura tak terasakan juga. Sepertinya dia keluar dari tata surya" urai Azashi.
Sontak hal itu membuat seluruh kapten kaget, bahkan anggota yang ada di markas pun juga ikut kaget, terutama Feria.
"Kamu sudah berjanji, kamu harus menang, Katsura!!" batin Feria sedih, dia tak bisa membantu.
Di sisi lain, Katsura masih terpental oleh tendangan Showa, dia sangat bersikeras untuk mencoba melawan, tapi arus gelombang kejut yang dihasilkan sangat besar, walau pada akhirnya berhenti karena ditabrak oleh asteroid.
"Duh.. sakit sekali rasanya seperti tulang punggungku patah semua dan diulang sebanyak 100 kali" Katsura seperti lumpuh, dia tak bisa menggerakan tubuhnya untuk sementara waktu.
Lagi dan lagi Showa membelakangi Katsura, tapi Katsura sudah tahu itu akan terjadi, jadi dia sudah menyiapkan sihir.
..." Light Source! "...
Batu-batu asteroid yang berserakan di angkasa menjadi bercahaya dan mengeluarkan tali cahaya, mengikat Showa dari segala arah.
..." Decisive Slash! "...
Katsura dengan cepat memanfaatkan momen yang ia dapat, dia membuat pedang cahaya yang mutlak dan langsung mengarahkannya ke leher Showa. Tapi, serangan itu tak berefek padanya.
Pedang itu tak mampu menembus kulit Showa, pedang itu pun kembali menyusut. Katsura yang sadar serangan barusan tak berhasil, dia langsung membuat sihir baru.
Dia tahu bahwa Showa akan bebas sebentar lagi, jadi dia memutuskan untuk memperlambat Showa agar tidak bebas.
...^^^" Gravity Coalition! "^^^...
..." Conclusive Flash! "...
Katsura melancarkan gelombang energi yang sangat besar ke arah bebatuan yang mengurung Showa, berharap itu bisa melenyapkan Showa seketika, namun nyatanya tidak. Showa justru keluar dari gelombang energi itu.
"Serangan yang bagus" kata Showa.
"A-"
Katsura tertusuk serangannya sendiri, yang tadinya adalah gelombang energi yang dahsyat menjadi sebuah bilah pedang yang banyak.
"A-apa yang kau lakukan sialan?" tanya Katsura tersendat sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Aku hanya menyerang balik, tahu" balasnya dengan tatapan tajamnya.
..." Genetic Light! "...
Katsura memaksakan untuk mengeluarkan sihir lagi, kali ini Genetic Light nya dia gandakan menjadi di beberapa arah, tapi itu tak cukup untuk menembus barrier tak kasat mata yang melindungi Showa.
Barrier itu sangat kuat, semua serangan fisik ataupun non-fisik bisa lenyap jika menyentuhnya. Hal ini membuat Katsura kesulitan untuk menghadapi Showa.
Katsura mencabut satu persatu bilah pedang yang menusuk tubuhnya, walau berdarah-darah, dia tetap bangkit lagi.
"Dengan kondisi separah itu kau bahkan tak menyerah juga? gigih sekali dirimu" ucap Showa.
"Terimakasih, kukembalikan ini untukmu!" Katsura melempar salah satu bilah pedang yang menusuk dirinya, dia membuat itu menjadi umpan untuk menyerang.
"Bodoh, sudah tahu itu tidak akan mempan masih saja mencoba" Showa berdiam diri dan membiarkan pedang itu lenyap dengan sendirinya.
Dari bawah Katsura melemparkan gumpalan energi berwarna hitam, dan alhasil itu menembus pertahanan Showa.
Katsura tahu bahwa barrier Showa itu aktif ketika ada serangan berbahaya yang dilancarkan kepadanya. Jika itu tak berbahaya maka barrier itu takkan aktif.
Gumpalan energi hitam itu mengenai Showa dan memperlambat laju geraknya dengan drastis. Waktu yang dirasakan Katsura adalah 1 detik, sementara yang dirasakan Showa adalah 10 jam.
..." Decisive Slash! "...
Katsura memaksa menyerang Showa lagi, tapi lagi-lagi dia tetap terhalangi oleh barrier.
"Merepotkan sekali!" Katsura geram.
Di arah jam 2 ada asteroid berukuran 1,9km dan berjarak 1 menit cahaya mendekat ke arah mereka, Katsura memanfaatkan itu untuk melukai Showa.
"Sial! bagaimana caranya aku lepas dari sihir ini? sangat menjengkelkan!" Showa kesal karena dia bergerak sangat lambat disini.
..." Raise Matrix "...
Katsura berdiri diatas asteroid itu, dan menambahkan bebatuan lagi agar bisa menghujani Showa.
..." Spike of Darkness "...
Katsura juga menambahkan duri yang sangat tajam di seluruh bebatuan yang ia buat, disaat sudah mendekati Showa, Katsura melompat mundur dan hanya melihat dari kejauhan.
*BRUKK!
Asteroid yang terbesar menabrak Showa dengan kencang, hal itu membuahkan hasil dan tubuh Showa dilumuri darah.
Itu membuat Katsura sedikit tenang, dengan luka seperti itu maka Showa tak seberbahaya sebelumnya.
"Mungkin kita lanjut ke babak dua, Showa!" Katsura menyalakan lagi pedang cahayanya, itu seperti senter yang bisa dinyalakan sesuka hati.
"Jangan sombong dulu, makhluk rendahan" Showa bangun dengan tatapan ingin membunuhnya.
Bersambung...