
Tanah di sekitar Katsura dan Ferus bergetar, cukup kuat sehingga menimbulkan gempa kecil. Puing-puing bangunan yang kecil mulai mengapung ke udara akibat tekanan yang sangat besar di antara kedua orang tersebut.
..." Juryoku No Ikari! "...
Saat Ferus melihat aura merah dari Katsura, dia tahu bahwa itu adalah sihir gravitasi. Yang membuatnya terkejut adalah Katsura mampu menggunakan 2 jenis sihir sejati sekaligus.
"Tunggu, sebelumnya sihirnya adalah sihir waktu, selama beribu-ribu tahun, tidak ada sejarah orang mempunyai dua sihir sejati sekaligus!" batinnya.
Katsura dengan agresif langsung menggunakan Juryoku no Ikari-nya dan dengan cepat meninju pijakan Ferus. Pecahan dari jalan yang ditinju Katsura melayang ke atas, membawa Ferus diatasnya.
"Kekuatan Gravitasi? menarik!"
..." Latus! "...
Katsura menebas secara diagonal dengan sabitnya, lalu memunculkan gelombang energi yang terus maju ke depan. Dan dia menggunakan jurus ini dari bawah Ferus.
Namun serangan itu dengan mudahnya ditangkis oleh Ferus dengan tangan kosong, bagaikan menangkis sebuah angin sepoi-sepoi, katanya.
"Seranganmu terlalu tumpul, mana sihir waktu mu yang sebelumnya?" Ferus sedikit sombong.
"Dia mampu menangkisnya seakan itu hanya tebasan angin? gila!" kata hati Katsura, dia takut.
Katsura mengeluarkan keringat, lalu Ferus berkata, "Jangan takut begitu, aku belum saja mengeluarkan serangan sedikitpun."
"Bedebah yang satu ini sangat sombong sekali!"
..." Golpe Aplastante "...
Ferus meninju kedepan, walau meninju angin dan tidak nampak apapun, tinjuan itu sampai ke Katsura dan membuatnya sangat terkejut.
"Apa itu yang barusan?!" katanya.
Ferus meninju seperti tadi lagi, namun kini Katsura sudah tahu dan menahannya dengan Crescent Deluz. Walau berhasil terblokir, tapi tinjuan itu mengefek kebelakang Katsura yang mana membuat tanah dibelakangnya hancur dengan lingkup area luas.
"Sudah lama sekali aku tak mengeluarkan kekuatanku walau hanya 1 persen!" seru Ferus.
"Serangannya berat, tapi tak terlihat sebuah gelombang atau apa, benar-benar transparan!" Katsura semakin panik dibuatnya.
"Apa kau penasaran? mengapa bisa seperti itu?"
"Sebenarnya ini adalah sihir, bukan sebuah pukulan biasa. Namun aku tak perlu menyebutkan nama sihirnya. Sepertinya kau juga tahu tentang jenis sihir sejatiku, sudah pasti ada yang mengatakannya sebelum aku kemari."
"Sihirmu adalah sihir dimensi, benar?"
"Tepat sekali. Pasti yang membocorkannya itu salah satu anggota kerajaan, ya. Tahu betul jenis kekuatanku."
"Memangnya kau tak pernah menunjukkan ke orang lain selain anggota kerajaan?"
"Tidak, bukannya aku tak mengeluarkan kekuatanku, melainkan mereka tidak bisa melihatku. Bahkan menyadari bahwa aku ada saja mereka tidak bisa" ungkap Ferus.
"Tidak.. Bisa melihatmu?"
"Benar, eksistensiku terlalu tinggi untuk mereka. Bahkan disini juga masih berlaku hukum eksistensi itu. Aku sama sekali tak disadari saat di hadapan orang luas."
"Eksistensi yang berbeda!"
"Tunggu sebentar, aku ingin bertanya sesuatu. Kau kan pengawal raja, apa arti Golden Orb bagimu? mengapa itu sangat berharga?" tanya Katsura serius.
"Ku tebak, pasti seluruh musuh yang kau hadapi bertujuan mengambil Golden Orb?"
Katsura tak menjawab, hanya menatap Ferus dengan lebih tajam.
"Sangat penting, Golden Orb adalah hal yang menciptakan seluruh kehidupan dan keadaan. Seluruh semesta, bahkan Creosphere juga tercipta oleh-nya."
"Kekuatan itu diwariskan turun temurun bagi para kandidat raja berikutnya. Dan Golden Orb juga menjadi penstabil keadaan semesta kami, jika Golden Orb itu hilang, maka semesta kami akan kacau balau. Sama seperti saat itu. Semua orang seperti kehilangan akal sehat mereka, dan tidak memedulikan norma dasar."
"Golden Orb bagaikan hukum yang absolut bagi semesta kami, dan aku sebagai pengawal raja sangat malu karena tidak bisa membawa kembali Golden Orb."
"Aku menjelajah Creosphere, menghancurkan banyak sekali multiverse untuk mencari keberadaan Golden Orb. Ciri khas suatu semesta memiliki keberadaan Golden Orb adalah semesta mereka tidak bisa dihancurkan, apapun kondisinya. Saat aku ingin menghancurkan semestamu, aku tak bisa menghancurkan nya sama sekali, padahal multiverse lain hancur setelah aku genggam dari kejauhan."
"Yang artinya adalah, sudah pasti Golden Orb itu ada disini, tinggal aku mencarinya ke ujung semesta sampai aku mendapatkannya" jelas Ferus.
"Tunggu, dia menghancurkan banyak sekali multiverse di luar sana untuk mencari semesta ini. Lalu di awal dia bilang bahwa dirinya sudah lama sekali tak menaikkan kekuatannya walau hanya 1 persen, berarti dia menghancurkan banyak multiverse hanya dengan 0 persen kekuatannya! dasar monster!" batin Katsura terlihat sangat ketakutan.
"Sudah cukup basa-basinya, aku mulai lagi, ya" Ferus menyiapkan kuda-kudanya.
..." 2 Persen "...
Angin yang sangat dahsyat berhembus keluar dari tubuh Ferus, Katsura berdiri tegak menatapi Ferus dengan tatapannya yang semakin tajam.
..." Kirameku Hoshi Akari! "...
Energi Katsura terasa sangat jauh, sampai terasa di markas, dan membuat Homura sedikit khawatir.
"Apa yang dilawan Katsura sampai menggunakan perubahan itu?" tanyanya.
..." Fire Wall! "...
Katsura membuat banyak tembok api yang muncul dari bawah tanah, guna untuk mengejutkan Ferus dengan serangan itu. Serangan itu Katsura terus gunakan namun Ferus terus menghindar.
..." Lightning Bolt! "...
Katsura menembakan bola-bola petir yang dilapisi api juga. Ketika bola itu menyentuh sesuatu akan meledak dengan dahsyat.
Saat bola itu hampir mengenai Ferus, Ferus dengan santainya menggenggam bola itu.
"Apa yang..?" Katsura terheran.
..." Dimensional Punch "...
Ferus secara tiba-tiba sudah meninju Katsura tepat di perutnya, tinjuan itu sangat teramat menyakitkan bagi Katsura, rasanya seperti mati berkali-kali.
..." Holy Explosion! "...
Katsura menggenggam tangan Ferus yang sedang di posisi meninju, lalu meledakkan dirinya bersama dengan Ferus.
Dari dalam asap muncul kedua orang itu sedang saling tukar pukulan dan berpindah-pindah tempat dengan kecepatannya seiring mereka bertarung.
Crescent Deluz Katsura tak bisa digunakan setelah dihantam oleh pukulan Ferus yang pertama.
..." Sword Of Judgement! "...
Katsura melihat celah, dia menciptakan pedang sangat besar yang terbuat dari cahaya. Dia mengayunkan pedang itu dengan cepat dari atas ke bawah.
Ferus mencoba menahannya, namun dirinya terhempas ke tanah.
..." Divine Light! "...
Katsura melancarkan Divine Light-nya yang sudah semakin kuat, saat itu mengenai Ferus, bukannya jurus itu menembus Ferus, yang ada jurus itu tertahan oleh tangan Ferus yang naik.
..." 5 Persen "...
Divine Light Katsura hilang dalam sekejap, saat Katsura kebingungan, Ferus sudah berada tepat dibelakangnya.
..." Crescent Deluz! "...
Sesaat sebelum Ferus meninju Katsura, dia memanggil Crescent Deluz-nya dan berhasil menahan tinjuan Ferus yang semakin kuat. Bahkan gelombang yang dihasilkan sampai mengenai gunung di belakang Katsura.
Di markas, Feria dengan luka memar terburu-buru menyampaikan bahwa Katsura butuh bantuan.
"Katsura sedang melawan Ferus, musuh yang selalu dibicarakan musuh kita sebelumnya! dia tak bisa menahan ini lebih lama, kita harus cepat cepat membantunya!"
"Ferus? nama yang familiar" kata Arizawa.
"Ini gawat, maaf, walau kalian semua bekerja sama tapi dia takkan bisa dikalahkan" kata Karma yang tiba-tiba muncul di suatu tempat.
"Karma? kenapa kau selalu muncul disaat genting, sih?!" kata Feria.
"Tenang, akan kuceritakan dulu sebentar soal Ferus" nada Karma semakin mendalam, pembicaraan semakin serius.
Bersambung...