Destiny Holder

Destiny Holder
Invasi Berakhir, Embodiment Crystal Dicuri!



"Maafkan aku.." air mata mengucur dari mata Katsura, tangannya menembus tubuh muridnya sendiri yakni Yuichiro hingga melubangi tubuhnya.


...****************...


Di luar angkasa, pesawat luar angkasa milik Suizei telah kembali dan ketika ia melihat stasiun yang diserbu oleh banyak monster, dia pun merasa tertantang.


"Eehh, ada musuh baru, ya? menarik sekali" Suizei menyengir, dia sudah lama tidak bertarung secara maksimal.


Di sebelahnya terdapat pula pesawat milik Yubino, mereka berdua baru pulang menyelidiki sesuatu oleh Arizawa.


Respon yang diberikan Yubino juga sama, walau markas terlihat sudah akan hancur karena banyaknya monster yang menyerang dengan membabi buta, dia justru bersemangat.


"Mereka pikir ini mereka siapa? akan ku bakar mereka semua hingga menjadi debu!" ujar Yubino lantang, dia terlalu bersemangat sehingga membuat pesawatnya pun terbakar akibat Shin miliknya.


Namun dia tidak peduli, dia justru melaju semakin cepat karena ingin cepat-cepat melawan para monster tersebut.


Suizei yang menyadari Yubino pergi lebih dulu, dia pun tidak mau kalah. "Cih Yubino sialan, tunggu aku!" ucapnya kesal, lalu dia meningkatkan kecepatan pesawatnya.


Setelah pesawat Yubino cukup dekat dengan stasiun, dia pun tanpa segan-segan langsung melompat dari pesawatnya dan mendarat di atap stasiun dengan tubuhnya yang membara.


"Sini maju kalian semua!" ujar Yubino lantang, kedatangannya yang sangat mencolok membuat para Scrype pun mengubah tujuannya ke arahnya.


Scrype dalam jumlah banyak langsung menyerbu Yubino secara bersamaan, dengan cepat Yubino membuat dinding api lalu digerakkan kedepan dan membuat para Scrype tersebut terbakar hebat.


"Cuma segini saja? kalau cuma segini aku tid-" belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Yubino terkejut karena serangan apinya malah tidak mempan kepada Scrype, mereka justru berevolusi menjadi lebih kuat dengan menyerap sihir.


"Oh begitu, ya? bagus! sini maju kalian semua!" Yubino semakin bersemangat, ekspresi bahagia dan puas tampak di wajahnya.


"Mari kita panaskan lagi situasinya-"


..."Affiliate Sword"...


Suizei datang menginterupsi pertarungan Yubino dengan menebas seluruh Scrype hingga hancur lebur dengan pedang bermata dua miliknya yang sudah berevolusi menjadi sihir cahaya dan kegelapan.


Rasa bersemangat Yubino pun menjadi ciut dan berubah menjadi amarah, "Woi apa-apaan kau ini?! mereka itu mangsaku!" ucapnya dengan nada kasar.


"Maaf, tapi itu harus ku lakukan. Mereka kebal terhadap sihir, kelemahan mereka adalah ditebas" balas Suizei dengan nada yang kalem dan tenang.


"Cih, jadi itu penyebabnya mereka tak mati setelah terkena seranganku" Yubino memalingkan mukanya ke samping.


"Jika sihir mempan terhadap mereka, seharusnya secuil api milikmu akan langsung membakar mereka menjadi abu, namun kenyataannya tidak, bukan?" tambah Suizei lagi.


"Ya ya aku mengerti, kalau begitu akan kupakai ini saja"


..." Gladignis Ardenti "...


Yubino mengubah semua api yang menyelimuti tubuhnya menjadi sebuah pedang api besar yang membara, besar pedang itu hampir sama dengan tubuhnya.


"Seperti ini bisa, kan?" Yubino mencoba mengkonfirmasi.


"Ya, gunakan saja pedang itu untuk menebas para monster ini, aku yakin itu akan membunuh mereka" Suizei berbalik dan melihat segerombolan Scrype yang menuju ke arahnya.


"Aku merasakan Shin yang aneh dari kabin utama.." mata Suizei menyorot ke ruangan utama, namun dia tidak berniat untuk pergi kesana.


"Biar saja, disana sudah ada Katsura yang berjaga, situasi sudah pasti terkontrol" gumamnya dalam hati.


"Yubino, mereka datang"


"Aku tahu itu, sekarang ayo maju semua!"


...****************...


Yuichiro sudah tidak bisa bergerak lagi, begitupun Charx yang ada di dalamnya. Kekuatan Golden Orb menembus hingga jiwa seseorang, hal ini membuat kedua jiwa yang ada di tubuh Yuichiro ikut mati.


Tubuhnya sudah mulai kaku dan tidak berdaya, saat Katsura mencabut tangannya dari dada Yuichiro, dia pun tergeletak lemas dengan banyak darah di lantai. Katsura tidak bisa menahan tangisnya, air matanya bercucuran secara terus menerus.


Arizawa merasakan kesedihan membelenggu hati Katsura, dia pun berjalan menghampirinya dari belakang dan menepuk pundaknya.


"Hanya itu satu-satunya cara, maaf" kata Arizawa dengan nada pelan dan lembut, dia turut bersedih karena harus membuat Katsura membunuh muridnya sendiri.


"Tidak apa, aku sudah mempersiapkan diriku. Aku tahu hal ini akan terjadi suatu saat" Katsura menarik nafas panjang, matanya menyorot tubuh Yuichiro yang penuh dengan darah.


"Andai saja dia tidak terlalu kekanak-kanakan, dia pasti tidak akan mudah terjebak oleh seseorang yang tidak dia kenal" tambahnya lagi, dari lubuk hati yang paling dalam, Katsura sangat berharap bisa mencegah Yuichiro pergi sendirian.


Arizawa dengan perasaan bersalahnya pun akhirnya mereda setelah Katsura berkata demikian, "Yang penting kita mencegah tercurinya Ferus. Ya, kan?" ucapnya dengan suara yang sedikit meningkat, dia berusaha mencairkan suasana.


"Kau benar" Katsura tersenyum, namun setelah itu dari belakang mereka terdengar sayup-sayup suara yang persis seperti Charx di dalam tubuh Yuichiro yang sedang tertawa.


Katsura dan Arizawa pun reflek berbalik ke belakang, dan melihat Cezo yang seperti sedang kesurupan.


"Mata itu.. jangan-jangan.." Arizawa mulai sedikit panik.


"Benar! aku masih hidup! perlu kau ketahui bahwa aku bisa mengganti target tubuh yang kuinginkan hanya dengan sebuah luka yang ku buat" ungkap Charx yang sekarang mengambil alih tubuh Cezo.


"Ingat saat orang ini terkena sayatan kecil di pipinya? itu adalah syarat yang kubutuhkan untuk berpindah wadah!" tambahnya lagi dengan suara keras, Charx terlalu sombong akan kekuatannya.


"Kau!" Katsura kesal, terlihat amarah yang sangat mendalam di wajahnya.


"Jadi, apa kau akan membunuh orang yang penting bagimu untuk kedua kalinya, Katsura?" Cezo menatap Katsura dengan tatapan mengejek dan mengintimidasi.


"Selanjutnya yang kuincar adalah wanita di sebelahmu, lalu aku akan menghancurkan mentalmu sehancur-hancurnya!" Cezo tertawa puas dan merentangkan kedua tangannya, Katsura terpancing amarah dan dia pun memanggil Crescent Deluz.


"Apa ini? sudah siap bertempur? namun sayang sekali. Sekali aku melepaskan Resurgence milikku, semua orang yang ada disini akan kuambil al-"


"Cukup sampai disitu!" Cezo belum menyelesaikan kata-katanya, dia justru tidak bisa berbicara dan gerakan tubuhnya menjadi sangat kaku, bahkan tidak bisa bergerak.


Sebuah lubang bayangan tercipta di dekat meja Arizawa, Felix dengan kedua tanduknya muncul secara tiba-tiba dari lubang bayangan.


Arizawa sangat terkejut melihat Felix masih hidup, matanya terbuka lebar-lebar sambil memanggil Felix.


"Felix..? itu kau bukan, Felix?" panggilnya berulang-ulang.


"Iya ini aku, akan kuceritakan semuanya nanti, pertama kita urus dia dulu" balas Felix dengan senyuman.


..." Teknik Terlarang : Prohiactus! "...


Felix mengangkat satu tangannya mengarah ke arah Cezo yang terpaku diam, lalu membuat jiwa Charx semakin tertekan sehingga membuatnya tak bisa melakukan apapun.


"Sekarang, Katsura! bunuh dia!" teriak Felix kepada Katsura, permintaan yang sangat kejam untuk didengarnya.


Salah satu mata Cezo kembali menjadi normal, menandakan bahwa jiwa Cezo sudah setengah kembali.


"Sialan.. tanduk itu dan sihir terlarang.. kau pasti-" saat Charx berbicara, rasa penekanan pada jiwanya semakin menjadi-jadi, dia pun tak bisa berbicara lagi.


"Katsura.. bunuh.. aku.." pinta Cezo dengan suara lemah dan serak.


"Tapi.. aku tak bisa melakukan itu!" air mata kembali menetes, Katsura kembali bimbang.


"Sudahlah, tidak apa.. lagipula.. kita semua memang diciptakan untuk mati, bukan? kurasa akhir seperti ini adalah yang terbaik untukku" Cezo tersenyum tulus kepada Katsura, sebagai perlakuan terakhir nya.


"Cepatlah, Katsura! dia memaksa untuk mengeluarkan Resurgence miliknya!" tegas Felix sekali lagi, membuat Katsura yakin dan dia pun mengayunkan Crescent Deluz-nya untuk menebas Cezo dan Charx hingga tewas.


Tebasan Katsura tak menyisakan apapun, bahkan tubuh Cezo saja lenyap setelah ditebas. Charx benar-benar tewas kali ini, kekuatan Golden Orb Katsura menembus menuju jiwa dan merembet hingga ke tubuh utama Charx di semestanya sendiri.


"Apa yang kau lakukan barusan?" Katsura bertanya dengan nada yang murung, lalu dia menyimpan kembali Crescent Deluz-nya.


"Aku hanya menekan inti jiwa Charx agar dia tidak bisa menggunakan tekniknya ke orang lain, sehingga kekuatanmu dapat langsung membunuh tubuh aslinya di tempat yang sangat jauh tersebut" jelas Felix tentang teknik terlarang nya.


"Begitu, ya.." Katsura mengangguk lalu menunduk.


"Felix, ceritakan semua ini" Arizawa meminta penjelasan kepada Felix sekali lagi soal insiden yang tiba-tiba ini.


"Baiklah, akan kujelask-" saat Felix berbicara, atap ruangan utama runtuh dengan lubang yang sangat besar, dan terlihat sesosok pria dengan jubah merah berdiri di atas atap sambil menatap ke bawah dengan tajam.


Katsura memerhatikan sosok orang itu, yang dia langsung sadari adalah angka 1 yang terukir di bola matanya, mengingatkannya pada Zero.


Tanpa basa-basi, pria itu mengerahkan darah berbentuk seperti tali yang tajam dan mengambil Embodiment Crystal dengan cepat.


"Sialan! takkan kubiarkan!" Katsura memanggil kembali Crescent Deluz-nya, begitu juga Felix, dia langsung bersiap ke mode tempur dan dia akan menggunakan teknik terlarang yang sama seperti tadi.


Namun, kecepatan reaksi mereka kalah cepat, mereka berdua justru ditusuk oleh tali darah milik pria itu dan ditahan ke lantai.


"Jangan remehkan aku mentang-mentang aku seorang wanita!" Arizawa melompat ke atas atap untuk menghantam pria itu, namun saat dia melakukan kontak mata dengan pria itu, dia langsung jatuh tak berdaya.


Kini Embodiment Crystal telah sampai di tangan pria itu, Katsura tak bisa memotong tali darah yang menusuknya, dia memaksakan dirinya untuk mengangkat tangannya keatas.


..." Reverse! "...


Katsura menggunakan sihir waktunya untuk mengembalikan waktu ke saat sebelum pria itu datang.


Namun, alih-alih berhasil, lingkaran sihir waktu Katsura yang sudah mulai memundurkan waktu justru dihancurkan secara langsung oleh pria itu.


"Apa?!" respon Katsura terkejut, membuat lukanya semakin dalam.


"Pengguna Golden Orb.. beserta pengguna kekuatan iblis.. menarik sekali, namun sampai jumpa" pria itu berbalik dan kemudian ada portal terbuka untuk pria itu pergi.


Bersambung...